Category: Music

  • JakMusik Episode 3: Ska Revival

    JakMusik Episode 3: Ska Revival

    Setelah booming Ska di tahun 90an, dan band-band yang hits kala itu berguguran. Ternyata banyak band-band Ska yang tetap hidup. Membentuk komunitas. Dan merekam album dengan hasil yang lebih baik. Sebagian besar bertransformasi menjadi band baru. Ada pula band -band segar gelombang kedua yang muncul. Di episode ke 3 ini JakMusik mengangkat tema Ska Revival dan mengundang band Ska yang sedang eksis di scene mereka saat ini. Are you ready Rude Bois? Here’s come the band:

    the authentics

    The Authentics
    Band yang merupakan transformasi dari Jun Fun Gung Foo ini, gak boleh di remehkan kepiawaiannya. Baru saja melepas album pertama, Pencuri Hati, pada tahun lalu. Dawo, sang frontman. Adalah peformer kawakan yang tau benar di mana letak camera. Dan pintar mengajak penonton berdansa. Memang itulah hakikatnya musik Ska 🙂 Untuk penampilan di TV, The Authentics masih yang terbaik.

    monkey boots

    Monkey Boots
    Gue sempat beberapa kali menonton penampilan mereka di panggung. Kepiawaian bermain musik dan vokalisnya yang “Stress” menjadi nilai plus buat band ini. Dan mereka membawa semua pertunjukannya itu ke TV. Mereka telah merekam album perdanya. Dan menunggu waktu yg pas untuk rilis. Gue pribadi, udah gak sabar untuk memburunya 🙂

    healthy body

    Healthy Body
    Walau band ini nampak lebih sederhana dari yang lain, namun secara konsep musik Healthy Body lebih lebar lagi. Mereka memadukan unsur Bossas dan Swing di komposisi musiknya. Gile. Permainan bass dan drumnya pun menampilkan groove yang saik punya. Bawaannya pengen turun melantai terus.

    Saksikan penampilan mereka di JakMusik, Jakarta Muda Berisik. Di Jak TV. Hari minggu. 10 Juli 2011. Jam 19:30 sampai dengan 20:30. Bersama Host Jimi Multhazam. Di temani nara sumber, Tubagus Boris Herlambang. Untuk di luar Jakarta bisa live streaming di http://www.jak-tv.com/. kalau band dan punya komunitas yang seru. Keren. Atau mungkin fenomenal. Atau sekedar untu memberi rekomendasi. Langsung mention @JakMusik atau bisa juga tuliskan cerita atau link band tersebut di box comment di bawah. Nanti akan gue teruskan ke team JakMusik. jakTV 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem nonton Laskar Pelangi Musikal (Rocker masuk gedung Theatre)

    Morfem nonton Laskar Pelangi Musikal (Rocker masuk gedung Theatre)

    Datang ke Rock Show, Underground Gigs, sampai stage diving bersama itu hal yang lumrah buat kita. Tapi datang menonton pertunjukan teater bersama-sama, ini baru cerita. Gak ada peluh, gak ada bengkak-bengkak. Acara pun ontime. Teng! Jam 19:00 kita sudah antri depan lobby gedung teater Jakarta. Taman Ismail Marzuki. tadinya sempat mau curi-curi motret satu atau dua adegan di dalam. Tapi sampai depan security battere kamera gue di tahan. Gagal deh. Amsiong hahaha…

    Malam itu awalnya gue di undang oleh Mira Lesmana untuk hadir, bersama istri gue. Chiara, yang tengah hamil 4 bulan. Sembari membiasakan anak gue menghadiri peristiwa budaya hehe. Namun sehari sebelum acara di mulai, Mira Lesmana kembali menawarkan undangan. kali ini untuk anak-anak Morfem. Ketika gue khabari ke Morfem, otomatis mereka menyambut gembira. Kapan lagi menghadiri Teater Musikal yang di sutradarai seorang Sutradara Kenamaan Riri Riza. Dengan sentuhan komposisi musik Erwin Gutawa pula. Sedap!! Dan rockerpun masuklah ke gedung theatre….

    Ketika sudah sampai di dalam kita duduk di barisan belakang, mmm… dari VVIP class. Wah, viewnya pas banget. Pertunjukan di buka dengan gempuran visual dari tata Artistik Jay Subyakto. Dengan tulisan besar: DILARANG MASUK BAGI YANG TIDAK PUNYA HAK! Yoi bisa bener doi mengakali keterbatasan panggung teater. Set hidrolik. Perspektif ruang, bah macam-macam lah pokoknya. Hal ini membuat orang awam seperti kita pun betah nonton Teater. Lalu masuk kereografi para Kuli PT Timah sambil menyanyikan intro Oi oi oi oi oi oi…..pas bagian sini cukup telak mencuci otak kita. Gak di pungkiri ternyata Mira Lesmana juga penulis lirik kawakan. Jadi pengen nyari CDnya gue. Banyak baris-baris liriknya yang ingin sekali gue putar berulang-ulang.

    Kalo soal musiknya jangan main-main. Dari semua komposisi klasiknya tipis-tipis bunyi Saluangnya masih terngiang di telinga gue. Maklum gout orang Sumatra. Scene favorit gue setiap kuli keluar, gile koreografinya. Scene bokap Lintang gak balik dari laut, beh pertukaran blocking Lintang dan Ikal asoy. Scene Toko Sinar Harapan. Cerdas Cermat. Dan yang pasti gue jatuh cinta banget sama pemain Kucai. Bastian Steel. Setiap scene dia, gue selalu terpukau. Bisa jadi Superstar nanti ini anak hahaha..

    Pertunjukan di bagi menjadi dua babak. Dengan ending yang klimaks. Bahkan ketika semua pemain tampil di panggung pun, tetap menjadi tontonan yang menarik. Ketika keluar di Lobby, para penonton telah ramai mengerubuti para pemain utama untuk berphoto bersama. Wahaha keren. Bram berniat mengajak bokapdan nyokapnya untuk nonton lagi. Pandu tiba-tiba mendapatkan ide untuk tempat baru berkencan dengan pacarnya, nonton teater cing! Kiki, manager Morfem kapok nonton di sebelah Freddie. Jahilnya gak berkurang. bahkan di gedung teater pun ada saja ide ngehenya.

    Gak di film gak di Teater, duet Riri Riza dan Mira Lesmana selalu Total! Kalau sudah begini film import tertahan konflik kepentingan juga gak masalah. Asal pertunjukan teater berkualitas seperti ini selalu di gelar 🙂

    morfem & mirles

    Special Thanks buat Mira lesmana atas kesempatan menyaksikan MahaKarya ini 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • JakMusik Episode 2: Now Music Era aka EMO!

    JakMusik Episode 2: Now Music Era aka EMO!

    Episode kedua JakMusik minggu ini cukup kencang. Gak juga sih. Tepatnya band yang memadukan musik keras dengan pop. Hmmm seberapa keras kah. Sampai urat leher vokalisnya keluar lalu menukik ke lembah pop. Kalau mau lebih singkatnya bisa di sebut Emo atau Screamo lah 🙂

    Dan band yang akan tampil di edisi ke dua JakMusik, 3 Juli 2011, di JakTV pukul 19:30 adalah:

    thirteen
    Thirteen
    Band yang musiknya bagai sebuah blender yang memadu apa saja yang mereka suka. Baru saja merilis album ke dua, Epidemic. Dan mendapat sambutan yang cukup hangat oleh penggemar musik modern. Kalian akan bisa menyaksikan mereka tetap manis di antara deru distorsi dan jeritan parau dalam layar kaca. suguhan yang berbeda untuk tontonan keluarga 🙂

    sar
    Sweet As Revenge
    Band yang sudah lama malang melintang di kavling Emo. Mengalami berkali-kali perubahan personil. Merilis debut albumnya di tahun 2007, Birth Of Expectation. Dengan bermodal album debut ini mereka menjadi band super sibuk di jalan. Keliling Indonesia hingga negara tetangga. bagaimana penampilan mereka di TV? Patut di simak.

    wfts
    Jika Thirteen dan SAR besar di scene Jakarta Selatan. Maka Waiting For The Sun lahir di scene Jakarta Utara. Akan sulit untuk mencari nama mereka di Google, karena yang timbul selalu The Doors. Tapi coba check keberadaan mereka di Pure Volume dan Reverbnation. Karya mereka cukup mengigit.

    Di sarankan menyaksikan program ini bersama keluarga di ruang TV rumah lo. Rasakan sensasi musik yang berbeda bersama 🙂

    PS: Jika ada band favorit lo yang ingin di rekomendasikan ke JakTV silahkan cantumkan di box comment di bawah. Jangan lupa cerita sekilas dan link tentang bandnya.

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Morfem Shows : 11 Juni 2011, Satu Hari, Tiga Pentas, Gitar Bablas!

    Morfem Shows : 11 Juni 2011, Satu Hari, Tiga Pentas, Gitar Bablas!

    Hari padat Morfem pertama dalam sejarah. Dalam satu hari ada tiga pentas. Dua akustik, dan satu pentas besar full electric. Pengalaman yang seru sebenernya. Akhirnya kita di latih disiplin. Turun di pentas yang satu lihat jam, tarik nafas berlari ke pentas berikut. Turun pentas lagi begitu seterusnya. Dan yang menyenangkan kita bermain di suasana yang berbeda.

    Pentas Pertama Fixed Fest, SCBD Senayan, pukul 15:00 wib

    morfem at fixedfest 11 juni 2011

    Morfem datang sebagai penghibur para penunggang Fixie di SCBD. Segelintir orang yang maju ke depan stage kita. Sebagian besar sudah mengerumuni adu ketangkasan atau mungkin istilahnya Fixed Trick, beri tahu gue nama yang benarnya yah. Karena sebagian besar orang di sana menyebutnya ngetrick. Dan sudah pasti semua orang yang datang kesana untuk fixed gear buakn untuk band. Andaikata sore itu kita tampil fullband gue rasa lebih nyambung dengan tema extreme sport.

    Tapi coba lihat di sisi kiri panggung, keren kan 🙂

    fixedfest morfem 11 juni 2011

    Pentas Kedua, Indonesian Cellular Show. Indosat Stage. JCC. 17:00 wib

    Morfem live at ICS

    Turun panggung dari Fixed Fest kami berlarian ke parkiran. Masukin equipment ke mobil langsung ngebut ke JCC. Dua jam lagi tampil di stage Indosat. Beruntung tempat yang berdekatan membuat kita bisa mengatur jam dengan jadwal ketat. Sampai di Senayan, mobil kami parkir di depan pintu 3 gelora Bung Karno. Tepat di belakang panggung ke tiga nanti malamnya. Lalu kita berkjalan kaki ke JCC. Sambutan penonton yang sebagian besar mainstream cukup meriah. Terlihat antik mungkin, melihat band seperti Morfem hehehehe…

    Morfem Live at ICS 11 juni 2011

    Pentas Ketiga, Kickfest, Plaza Barat Senayan. 20:30

    Morfem live at kickfest 11 juni 2011

    Inilah puncak dari petualangan di tanggal 11 Juni 2011. Pentas yang kita persiapkan dengan matang. Ketika nama kita di panggil pembawa acara, serentak ribuan orang bergerak ke depan. Wow ….

    Morfem live at kickfest 11 juni 2011

    Hal ini mentransfer Energy berlipat ke Morfem

    Morfem live at kickfest 11 juni 2011

    Lalu….

    Morfem live at kickfest 11 juni 2011

    Kami transfer kembali energy tersebut ke penonton!

    Morfem live at kickfest 11 juni 2011

    whuih benar-benar pelepasan energy yang sempurna

    Morfem live at kickfest 11 juni 2011

    Tapi ternyata, selesai ketiga pentas yang melelahkan tadi. Lalu kami balik ke mobil. Ternyata…..equipment akustik yang kami simpan di mobil ludes di curi maling. Satu bass akustik. Dua gitar akustik lenyap tak berbekas. Yang gilanya salah satu gitar akustik kita pinjam dari Kubil Idris The Upstairs, bermerk Taylor. Seharga 10 juta saja cing. Seketika kita lemas di tempat. Bram terserang panic attack. Gue cuma bisa tertawa getir hahahahaha…

    Jangan pernah meninggalkan equipment dalam mobil di Senayan kawan. Insiden ini gue ambil sisi positifnya. Gue yakin musibah ini suatu pertanda. Tandanya Morfem akan sukses kelak!

    Kami Pantang Menyerah!!!!

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • JakMusik: Program Musik TV bernuansa Cutting Edge

    JakMusik: Program Musik TV bernuansa Cutting Edge

    Program TV Perdana Jimi Multhazam

    Sebenarnya menjadi host acara musik di TV pernah gue jalani di TV 7 bersama Ocha Uriona beberapa tahun silam. Dengan format chart musik Pop. Namun kali ini gue menjadi host tunggal di acara JakMusik yang mulai di tayang tanggal 26 juni 2011. Di JakTV. Yang menarik adalah musik yang di suguhkan, Cutting Edge cing! Akhirnya. Jadi gue anggap JakMusik adalah show TV perdana gue. Karena konten acaranya pas,dan gue tampil sendirian. Klop sudah 🙂

    Awal dari semua ini adalah ketika gue dan Pandu Fuzztoni mewakili Morfem ketika di undang ke acara Roti Bakar. Ronald dan Tike bawa Khabar di Jak TV. Selesai shooting Boim Damon, assistant producer acara, menghampiri gue. Dia mengajak gue casting buat acara JakTV dengan segment musik. Gue mengiyakan, walau belum menganggap tawaran ini serius.

    Beberapa bulan kemudian gue di calling buat casting. Wah serius juga perbincangan kemarin ternyata. Tanpa beban gue menjalani casting. Selang beberapa hari kemudian, Boim menelphone gue ketika siaran.
    Boim: “Jim, producer gue suka nih sama gaya lo, ketemuan lah kita…”
    Gue: “Oke friend, besok abis siaran gue kesana. jam 9 malam yah”

    Esoknya selama perjalanan ke JakTV gue membayangkan kira-kira bentuk acaranya seperti apa. Namun istri gue, Chiara, sempat membuyarkan khayalan gue…
    Chiara: “Kalau acaranya seperti musik pagi, ada penontonnya di belakang band, gimana?”
    gue: “Wah kusut tuh, terima gak yah tawarannya, kalo formatnya kayak begitu,ogah bener?”
    Akhirnya gue gak mau memikirkan format acaranya. Yang penting sampe JakTV, meeting. Beres

    Sesampainya di JakTV gue bertemu dengan Boim, dan head producernya Velantin Valiant. Meeting pun di mulai.
    Bung Val pun menerangkan konsep acaranya…
    Velantin: “Intinya Jim gue mau bikin acara musik yang berbeda dari biasanya. Gue fokus ke musik yang punya komunitas. Independent. Spiritnya berbeda….
    Gue: “wah kalau begini sih menarik, kalo boleh tau siapa aja band yang udah ada di list elo?”
    Bung Val: “Sebentar.”
    Lalu bung Val pun meninggalkan ruang meeting lalu berjalan kerarah meja kerjanya. Selang beberapa saat dia masuk kembali ke ruang meeting dengan membawa tumpukan kertas. Berisi photo, nama band, dan data-data social medianya. Lalu dia melempar tumpukan kertas itu ke hadapan gue…
    Bung Val: “tuh gimana, ada yang lo tau gak bandnya?’
    Lalu gue membaca kertas tersebut satu persatu…
    Gue:”beneran nih mereka semua bandnya?”
    Bung Val: “Beneran gue, kalo band pop sudah terlalu sering di ekspos. Gue pengen menampilkan yang lain. Untuk komunitas indie. Juga buat masyarakat luas, ada edukasi, bahwasanya ada musik seperti ini dan mereka eksis..”
    Gue: “anjiiing, kalo ini mah delapan puluh persen gue tau bandnya..”
    Bung Val: “bagaimana tertarik?”
    Gue:”Deal!”
    Akhirnya kitapun bersalaman..
    Bung Val: “Sabtu besok kita shooting yha…”
    Gue”Buseeettt….”
    Bung Val & Boim: Hahahahaha

    speak up and jimi jakmusik

    Episode Pertama: Punk With A New Face

    Anjing gak tuh judul episode pertamanya. Band yang tampil di edisi pertama Speak Up (Jakarta), Buckskin Bugle (Bandung), dan Topi Jerami (Bogor). yang menarik adalah band yang tampil berasal dari tiga kota berbeda. Setiap Episode JakMusik juga mengundang nara sumber sebagai pengamat musik. jadi nilai informasi acara ini juga di pertahankan. Dan episode pertama ini Rhino RGB yang di beri kehormatan. Kebetulan gue kenal banget doi. Rhino sudah kenyang banget dengan yang namanya Punk Rock.

    Suasana studio sangat menyenangkan. Bayangkan studio JakTV di penuhi anak-anak indie dengan attitude khasnya. Mempersiapkan band mereka untuk tampil. Ternyata mereka cukup profesional. Deangan team produksi yang sigap. Dan gilanya Speak Up, Buckskin Bugle, dan Topi Jerami datang tepat waktu. hal yang perlu di catat tentang band indie. Dan mereka pun tampil habis-habisan ketika shooting. Tambahan satu lagi, yang membedakan band indie dengan band mainstream. Mereka dengan lugas menceritakan konsep mereka. Sangat antusias.

    Produksi Edisi pertama ini cukup lancar. Sebuah permulaan yang bagus. Ngehe, gue cinta banget program ini. Kontennya selaras dengan minat gue. Gue yakin pasti selaras juga dengan minat elo 🙂

    Ayo support acara ini friend, tonton terus JakMusik, di JakTV setiap hari Minggu jam 19:30 sampai 20:30. Buat kawan-kawan di luar jakarta bisa saksikan secara live streaming di http://www.jak-tv.com/. Kalo lo ada informasi tentang band cutting edge Indonesia yang keren bisa mention ke @jimijimz atau tinggalkan pesan / data lengkap tentang band lo di box comment di bawah tulisan ini.

    Kita buktikan pada dunia kalau Musik Indonesia itu lebih berkualitas.

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Sekantong Boti itu bernama BRNDLS

    Sekantong Boti itu bernama BRNDLS

    Akhirnya album ini sudah ada di tangan gue! Setelah kalang kabut ngeliat semua orang ngetweet tentang album ini. Gue gak pernah absen megoleksi album The Brandals sejak mereka merilis album pertamanya dalam format kaset.

    The Brandals memang gak pernah mau tampil biasa. Album ini dikemas seperti sekantung obat resep dokter. Lengkap dengan lingkaran hijau di kanan atasnya. Impresi pertama yang gue dapat adalah, album ini bisa mengobati berbagai penyakit yang lo derita. Entah itu elo mengidap kangen banget sama rilisan The Brandals. Atau lo mengidap Stress dengan penurunan musik Indonesia yang aktif berdegenerasi. Atau lo mungkin mengidap bosan sendiri dengan musik lama The Brandals, album inilah obatnya.

    Yoi di album ini The Brandals mengubah warna musiknya. Suatu langkah berani fiend. Eka sudah teriak geram seperti biasa. Dia malah bernyanyi dengan flamboyan sekarang. Selain ada 2 personil baru PM di gitar dan Radit di Bass, The Brandals juga menyingkat penulisan namanya menjadi BRLNDS. Sekilas seperti nama gerai fashion anak muda di Jakarta-Bandung he he. Gokil, langkah yg terbilang nekat.

    Sampai saat menulis blog ini, gue belum mendengarkan album ini secara lengkap. Karena gue menulis di sela-sela siaran sore gue di 101.4 Traxfm. Namun single mereka seperti Start Bleeding, Perak sering gue puter di tiap siaran gue. Dan gue sempat melihat mereka membawakan Awas Polizei! di atas panggung. Bahkan gue sempat di dengarkan oleh Yoseph Saryuf bocoran single Start Bleeding ketika menggarap Morfem di Sinjitos records. Sampai rumah nanti mungkin gue akan menambahkan 2 paragaraf lagi setelah mendengarkan album ini secara lengkap. Yang pasti gue yakin kita tak akan mendengarkan sound kasar ala The Berandals seperti album sebelumnya. Karena album ini di tangani oleh Yoseph Saryuf,dan sudah pasti akan banjir reverb.

    Gue sedang menunggu bagaimana reaksi fans The Brandals menanggapi album BRNDLS terbaru. Gue pribadi sudah kesengsem dengan 2 single pertama mereka. Karena The Brandals sudah punya free pass untuk masuk ke selera musik gue.

    Betul, gue adalah salah satu fans berat mereka

    🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Akhirnya kini kita tau siapa yang jadi juara…Rock Bergema!

    Akhirnya kini kita tau siapa yang jadi juara…Rock Bergema!

    Betapa terkejutnya ketika pulang siaran menemukan CD ini di MusikPlus, Sarinah, Thamrin. ANJING! Itu adalah kata yang pertama terlontar melihat CD ini. Gue punya story dengan album ini…

    Flashback sejenak, gue pertama memiliki album ini versi kaset. Masih kelas 3 smp. Gue masih inget dengan jelas. Track terakhir side B kaset ini di isi oleh Roxx. Sebuah lagu berjudul Rock Bergema. Lagu tersebut di repeat 2 kali. Hal ini lumrah di jaman itu. Buat mengakali sisa pita kaset yang tersisa.

    Dan gue biasanya nyetel lagu ini keras-keras di tape JVC di lantai dua rumah gue. Masih berseragam SMP, teriak-teriak mengikuti vokal Trison sampai serak. Saking enaknya lagu ini, gue sampe skip semua lagu yang ada di kompilasi ini. Bodo amat. Alhasil kaset gue kriting di bagian Rock Bergema karena keseringan di rewind. Lalu gue pun mulai sering mendatangi acara dimana Roxx menjadi bintang utamanya. Dan akhirnya, beberapa tahun kemudian Roxx merilis album hitamnya. Gue sudah masuk SMA. Sebuah album yang keren. Tapi gue agak kecewa mendengarkan versi Rock Bergema di album hitam. Sensasi Rock Bergema di kompilasi Festival Rock v tak tergantikan.

    Tahun 2011, Log Zhelebour meremaster album ini ke format CD. Dan gue termasuk orang yang melonjak kegirangan. Buru-buru pulang. Pengen dengerin semua track kompilasi ini. Sampai di rumah gue dengerin track demi track. Salahnya gue dengerin terbalik. Dari track terakhir, Rock Bergema, naik ke track teratas. langsung deh lagu lain terdengar Ketrow. Kejadian gue smp terulang kembali hahahaha.

    10 Finalis Festival Rock se-Indonesia ke-V…..

    Sebuah judul kompilasi yang sangat panjaaaang. Lo liat covernya friend. Caur banget yah.
    Yang lebih menarik adalah thanks listnya. Coba perhatikan:

    thanks list

     

    Baris pertama nama-nama ABRI, baris berikut musisi, baris terkhir wartawan hehehe

    Di tilik secara fashion, Roxx pun lebih maju di banding band-band sejawatnya. Dimana band lain masih gondrong belakang dan berjambul. Roxx sudah terlihat seperti Thrasher. Dan berkaos hitam. Akhirnya gue menemukan musisi lokal yang pantas di jadikan idola. Coba perhatikan:

    fashion

    Akhirul kata, gue membeli CD ini hanya untuk “Rock Bergema” versi pertama. Walau pun Roxx gagal menjadi juara di Festival ini. Tapi taruhan sama gue, orang-orang membeli album ini di tahun 2011 pasti karena Roxx. Walaupun ada nama-nama besar seperti Kaisar,Andromedha, Big Boys, Power Metal, Kamikaze, dan Rudal. Tetep. Setelah mendengar Roxx/Rock Bergema semuanya putus!!!

    Akhirnya di masa depan kita tau. Siapa yang jadi JUARA!

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Sir Dandy Lesson #1: Furniture Membawa Future

    Sir Dandy Lesson #1: Furniture Membawa Future

    Sir Dandy, kawan-kawan biasa memanggil dia Achong. Seniman serba bisa. Vokalis band rock ugal-ugalan Bandung, Teenage Death Star. Sempat bisnis garmen. Jadi Pelukis. Illustrator. Kontributor majalah (ini bener gak yha?), dan membuka toko furniture. Harrington Home. Namun bidang usaha terakhirnya lah yang paling membawa hokie. Kalo ini menurut penuturan Achong sendiri. Furniture membawa Future. Kok bisa?

    Di Harrington Home lah pertemuan pertama Sir Dandy dengan Widi Puradiredja (Maliq & D’Essentials). Awalnya Widi mau beli furniture di sana. Karena keduanya klop, berkawanlah mereka. Sampai akhirnya Sir Dandy mendesain cover Soulvibe (band Organic Records, tempat Widi dan kawan-kawan bernaung). Dari sini bisa terbaca. Achong aka Sir Dandy anaknya asik berat (orang asik rejeki lancar, InsyaAllah). Sambil mendesain, Sir Dandy memperlihatkan ke Widi proyek sruntulannya di Youtube. Dari situ Widi sempat di ajak jadi Drummer SirDandy di Rossi. Fatmawati. Sebuah klab Underground di selatan Jakarta. Singkat cerita, Sir Dandy akhirnya merekam proyeknya tersebut di studio lama Organic Records. Perdatam. Sebagai artist terakhir yang rekaman di sana. Begitu Organic Records pindah ke Bintaro, Sir Dandy lah yang merawanin sudio baru tersebut. Nah di studio baru inilah doi di tawarin sign di Organic Records. Furniture membawa Future….

    Minggu 29 Mei akhirnya gue menemukan album ini di Aksara bookstore. Album ini masuk jadi favorit gue karena lirik ngehenya dan gaya rekamannya yang cuek abis. Denger album ini kayak dengerin rekamannya Vaselines, Jonathan Richman, The Pogues bahkan Lou Reed. Padahal yang jadi produsernya Widi, musisi Jazz. Yang biasa memproduseri band Jazzy seperti 21st Nigt dan Soulvibe.
    Keren!!

    Lagu favorit gue di album ini…Juara Dunia! Semua orang pasti suka lagu ini. Tentang Chris John. Freedownloadnya udah di sikat 80 000 orang lebih di website Rollingstone Indonesia. Momentumnya pas banget dengan pertandingan Chris John mempertahankan gelarnya. Tapi Itu favorit gue nomer 3.

    Favorit nomer dua gue justru Ode To Antruefunk part II. Liriknya kampret abis. Hahahah. Ngomongin adik kelas doi yang jadi gitaris handal dari 70’s Orgasm Club, Antruefunk. Simak liriknya di bagian outro. Klimaks (tadinya mau gue tulis, tapi panjang friend, maaf)

    Dan lagu favorit gue nomer satu adalah Sekdrag. Reffnya racun!. Moodnya berubah-rubah. Progesive? Sorry kagak! Kontemporer nih friend hahaha. Part masuk Reff sama ke Codanya adalah bagian terkerennya.
    simak…
    Penyesalan selalu datang terlambat
    waktu hidup mikirnya yang nikmat-nikmat
    sampai lupa lo bakalan mokat
    di akhirat di tanya sama malaikat
    menyesal-menyesal-menyesal-menyesal…..

    Semua lagu di buat di kunci G- C-D-Am. Kecuali Antruefunk II ada lari F dikit hehehe. Belajar gitar langsung bikin album. Kalo doi bukan seniman gak bakal kejadian hal tersebut. Sayangnya Chong kemasannya kurang argonomis buat di taro di rak CD. Akhirnya CD ini berteman dengan buku-buku saja. Semoga gak cepet jebol yah.

    Akhirul kata, Achong aka Sir Dandy akhirnya masuk ke dalam kelompok penulis lirik Indonesia favorit gue. Setelah Ebiet G Ade, Iwan Fals, Dodo Zakaria, Bagus Netral, Johan Kebunku, Fariz RM, Acum Bangkutaman dan nominasi berikutnya elu Chong. Sir Dandy.

    🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • The Hydrant masuki usia 30 tahun?

    The Hydrant masuki usia 30 tahun?

    Bukan bandnya friend, tapi personilnya. Seperti yang gue baca di website kawan gue Rudolf Dethu ternyata nama Dirty Thirty ini di pakai karena 2 personil The Hydrant (Marshello & Wis) memasuki usia 30 tahun dan menikah. Wow.

    Balik lagi ke Album The Hidrant. Dirty Thirty. Suatu sore sebelum siaran, ada sebuah kiriman dari Bali di alamatkan ke gue. Wah dari management The Hydrant nih. Yoi sebelum CD ni masuk ke Library Trax FM, gue bawa pulang dulu ah. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Sandra Asteria hehe.

    Album keempat The Hydrant, merupakan album terkeren mereka. Menurut gue. Rockabilly ala Stray Cats dengan polesan distorsi. Yoi,Wis bermain gitar ngeri sekali. Terutama di lagu Don’t Cry dan Shake Rhytm & Jive. Doi memang nilai jual tinggi The Hydrant. Di tambah aksen Bali English dari vokalis, Marshello. Klop sudah. Suasana Bali dengan settingan Amerika 50an.Tapi gue agak janggal yah denger lagu bertema Cadillac di band Indonesia. Selebihnya album ini cocok buat turun melantai. Boogie Woogie!!

    Jangan lupa, sisir kecil di kantong belakang jeans. Wajib itu.

    🙂

    logo morfem
    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • 10 lagu baru & keren di Chart 2020 101.4 Trax FM Jakarta

    10 lagu baru & keren di Chart 2020 101.4 Trax FM Jakarta

    Hal yang menyenangkan selama gue siaran di Traxfm selain teamnya yang kreatif, view pemandangan sorenya yang manis, dan pastinya playlistnya. Terutama playlist chart 2020. Setiap sore jam 16:00 sampai 17:00 wib. Oiya lupa ngasih tau, gue siaran di 101.4 Trax FM Jakarta, setiap hari senin sampai jumat. Jam 16:00 sampai 20:00 wib (bisa di catet tuh friend hehe).

    Balik lagi ke chart 2020. Selain diisi artist-artist langganan chart (gak usah di sebutin namanya, lo pasti udah bisa menebak). Seringkali 40 lagu di chart 2020 di susupi musik-musik cutting edge yang keren. Nah sekarang gue rekomendasiin 10 lagu keren di Chart 2020 Trax FM menurut selera pribadi gue. Enjoy friend 🙂

    black lips
    Black Lips / Modern Art
    Ini dia Punk Rock di era Hipster. Musik yang ada spirit Punk nya kemungkinan besar keren di telinga gue. Band ini keren abis. Ngehe. Masa bodoh. Nikmati friend, selagi fresh. Sebelum band ini ngetop di sini dan jadi Hipster Rock haha

    yuck
    Yuck / Get Away
    Sebelum band ini masuk chart Pandu Fuzztoni udah ngeshare video mereka di page gue. Kalo dari dia sudah jelas type band apa ini hehehe. Noise Rock dengan bassist cewe (formula lazim saat ini). Buat yang suka Jesus and Mary chain dan BRMC masih masuk lah. Yang pasti Pandu Fuzztoni memberi caption begini di Linknya: The Vocalist looks like young Dylan.

    tor y moi
    Tor Y Moi / Still Sound
    Soloist multi instrumentalist yang lagi jadi bahan obrolan anak-anak Maliq N D’ Essensials dan konco konconya. Music jazzy dengan vocal indie pop. Manis deh.

    cage the elephant
    Cage The Elephant / Around My Head
    Pixies jaman sekarang. Atau bisa di sebut Pixies edisi revisi. Tanpa bassist cewe pula. Keren

    noah and the whale
    Noah And The Whale / Tonight Is My Kind of Night
    New Romantic revivalist dari Inggris. Suara low pria dewasa. Keyboards. Backing suara cewe. Benar-benar New romantic. Sampe dandanannya pun improvisasi dari Spandau Ballet.

    joy formidable
    Joy Formidable / Whiring
    Noise ramah lingkungan bersuara wanita. Buat yang kesengsem sama Smashing Pumpkins pasti masuk banget sama band ini. Salah satu band Inggris yang ngetop melalui promosi British Council, The Selecter. Kapan yah Pusat kebudayaan Indonesia tergerak untuk menyebarkan lagu-lagu Indonesia baru yang keren ke dunia. Salah satu Good Nation Branding tuh pak. Daripada bikin website sampe 9 milliar. Hadeeeh…

    foster the people
    Foster The People / Pumped Up Kicks
    Band Amrik yang tipis tipis ala Talking Head.Siulan di belakang reffnya membuat lagu ini makin asik 🙂

    cloud control
    Cloud Control / Nothing In The Water We Can’t Fight
    Ada ada aja judulnya. Bahkan hiu pun bisa di makan ye gak hahaha. Band Australia ini malah kedengeran seperti MGMT. Kalo gue salah mohon di maafkan.

    anna calvi
    Anna Calvi / Black Out
    Yha sudah lah kalo Lady Gaga dan Katty Perry ngetop. Team marketingnya memang jago jualan. Tapi lokit dulu yang satu ini. Kalo nyanyi mukenye ekspresif cenderung nyeremin tapi sexy. Anjing. Bingung juga membayanginnya haha.

    Architecture In Helsinski
    Architecture In Helsinski / Contact High
    Lagi lagi band dari Australia. Lagu ini seperti Prince di iringi Kraftwerk. Yang suka sound Synth bertaburan di mana-mana plus suara falset. Ini dia yang lo cari

    Oke bagaimana. Mantaff yha. Sampai jumpa nanti sore, jam 16:00 diudara. Bersama Jimi Multhazam

    🙂

    logo morfem
    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG