Category: Music

  • The Upstairs dalam CD Kompilasi Tribute to KLA Project

    The Upstairs dalam CD Kompilasi Tribute to KLA Project

    Kompilasi ini terdiri dari 10 lagu. The Upstairs di percayakan untuk mengintepretasikan lagu Kla Project berjudul Lantai Dansa. Karena lagu ini aslinya sudah cukup New Wave, maka gue pun spontan untuk menggarap di luar kebiasaan The Upstairs. Dengan mengambil sedikit beat Jungle. Gitar Funk (yang di mainkan anak Punk). Dan permainan bass ala Drum n Bass. Bahkan gue nekat sedikit berRappin di bagian verse. Terimakasih buat Lilo yang membebaskan gue bikin additional lirik. Akhirnya The Upstairs menjadi satu-satunya band yang tampil dengan lirik tambahan.

    Selain The Upstairs Maliq & D’Essentials juga tampil memukau di lagu lagu Prasangka. Lagu ini patut di simak. Kalo soal penggarapan musik Maliq gak pernah tanggung-tanggung. Selain Maliq, Ran juga tampil cukup oke dengan hits pertama Kla. Tentang Kita. Seharusnya Boyband-boyband sekarang belajar dari Ran bagaimana bernyanyi yang elok di dengar.

    Sisanya lagu-lagu Kla di terjemahkan lebih melankolis dari aslinya. Tapi solois bernama Babas membawakan lagu Sudi Turun Ke Bumi dalam bungkusan Modern Rock. Album ini tersedia hanya di Indomaret. Waaah suatu kerjasama yang unik. Di bandrol cuma 30 000 perak. Cukup layak di koleksi.

    tribute to kla indomaret

    Awal mula ceritanya sekitar setahun (atau dua tahun) silam gue berkenalan dengan Lilo Kla. Doi bercerita tentang idenya membuat kompilasi Tribute To KLA Project. Gue lupa tepatnya di mana. Sepertinya di launching album Kadri Jimo and the Prinze. Rollingstone Indonesia. Lilo menawarkan gue untuk meremake lagu Kla berjudul Lantai Dansa. Wah menarik sekali. Kebetulan 2 album pertama Kla cukup gue dengarkan. Namun obrolan kita seperti menguap ke angkasa. Sampai gue pun lupa wacana tersebut.

    Hingga tiba-tiba pada bulan puasa tahun 2011, Lilo kembali menghubungi gue. Dan gilanya proyek ini musti bisa kelar dalam waktu sebulan! Hahahaha. Hajar bleh. Kebetulan gue sudah familiar dengan lagunya. Masalahnya tak satupun anak The Upstairs yang akrab dengan lagu Kla. Sebagian besar anak-anak The Upstairs hanya tau single Jogjakarta. Untungnya ketika gue datangi toko CD, ternyata KLa mengeluarkan album The Best dalam format CD. Langsung gue share ke anak-anak. Reaksi pertama tentunya dari Krishna (keyboardist), gile ternyata lagu Indonesia jamdul ada yang seperti ini yha. Seperti gue tulis di atas. Basic ide lagu ini mengadopsi beat Jungle. Dan Kubil menghajarnya dengan gitar Funk ala anak Punk. Kalo Krishna jangan di tanya. Dia yang mengemas Jungle jadi Ruang Angkasa.

    The Upstairs 2011

    Versi pertama lirik The Upstairs di kompilasi ini di nilai cukup eksplisit bagi Lilo. Karena menurut Lilo konsep Kla bukanlah band dengan kritik sosial. Akhirnya gue merubah lirik pertama dalam itungan 2 jam. lalu retake kembali. Album ini di garap di studio 58 Depok. Dengan engineer Wahyu Hw. Ketika bulan puasa. lalu mixing di kerjakan DJ Soemantri dan Lilo. Hasilnya cukup memuaskan. Senang bisa terlibat dalam kompilasi band lawas sekelas KLA Project.

    Mantaff

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • JAKMUSIK Episode Oktober 23, 30 dan November 6, 13

    JAKMUSIK Episode Oktober 23, 30 dan November 6, 13

    Jak Musik akan tampil dengan kemasan baru. Setiap hari minggu jam 19:30 – 20 30 wib di JakTV. Tenang saja kalo elo berada di luar Jakarta masih bisa streaming di http://www.jak-tv.com. Siapa sajakah band yang akan tampil di JakMusik berikutnya? tentunya bukan nama sembarangan! Coba simak siap saja yang akan tampil. Siapa tau di antaranya adalah band favorit lo. Atau mungkin band lo juga mau tampil di JakMusik? Bisa….simak dulu yang satu ini

    white shoes and the couples company
    White Shoes And The Couples Company

    the milo
    The Milo

    monkey to millionaire
    Monkey To Millionaire

    toilet sounds
    Toilet Sounds

    the banery
    The Banery

    L’Alphaalpha
    L’Alphaalpha

    little space donkey
    Little Space Donkey

    the time traveller
    The Time Traveller

    jude
    Jude

    the experience brothers
    The Experience Brothers

    dan…..

    kolaburasi penting
    Sebuah Kolaburasi untuk format masa depan 🙂

    Tonton terus JAKMUSIK di JakTv setiap hari minggu jam 19:30 -20:30 wib. Dan untuk di luar Jakarta streaming di Jak-tv.com. Kalau band lo mau tampil di JakMusik, silahkan cantumkan contoh link musik lo dan profile di box comment di bawah ini….

    enjoy

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Morfem masuk dalam Film Dokumenter karya Vincent Moon

    Morfem masuk dalam Film Dokumenter karya Vincent Moon

    Morfem terlibat dalam sebuah Film Dokumenter! Sebuah pengalaman yang luar biasa. Apalagi sebuah Film Dokumenter dari Vincent Moon. Seorang film maker Prancis yang telah membuat video-video keren dari The Kooks, Phoenix, Yeasayer, Sigur Ros, Animal Collective, Architecture In Helsinsky, Guillemots, Arcade Fire dan lain-sebagainya. Saat ini dia sedang membuat proyek Film Dokumenter tentang Jakarta. Suatu kehormatan karena Morfem adalah salah satu band yang menarik minatnya.

    Hari Minggu, 16 October 2011. Vincent Moon akan mengabadikan sebuah gigs di JayaPub. yg beralamat di Gedung Jaya Jl. MH. Thamrin Kav. 1-2, Jakarta Pusat. Tepat di seberang hotel Sari Pan Pacific dan Gedung Jakarta Theatre. Acara di mulai pukul 19:00 sampai 21:00 wib. Dan elo bisa menikmati lagu-lagu dari album Indonesia dan beberapa bocoran lagu baru Morfem di sana. Yang patut di catat: Gigs ini GRATIS, siapapun yang ingin bersenang-senang di akhir pekan kami undang untuk datang.

    Jadi, datanglah minggu besok ke Jaya Pub. jadilah bagian dari video Dokumenter Vincent Moon tentang Jakarta. kami tunggu jam 19:00.

    Sampai jumpa di JayaPub 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Apakah Aku ada di mars…dan cerita di balik lagunya

    Apakah Aku ada di mars…dan cerita di balik lagunya

    Apakah Aku Berada Di Mars Atau Mereka Mengundang Orang Mars

    Musik: Andre “Kubil” Idris
    Lirik: Jimi Multhazam

    Ruang gemerlapan yang hingar bingar
    Lalu berat kaki terhadap nada
    Tetapi lantai telah di hentakkan
    Pertunjukan tetaplah harus berjalan
    Berdentum nada seiring nada
    Apa terhidang di lidahku hambar
    Tiada bahasa telah terdengar
    Mampu di pahami tertangkap oleh telinga

    Apa ku ada di Mars
    Ataukah mereka mengundang orang Mars

    Kehadiranku kian menyiksa mata
    Menyita sinar pada tata cahaya
    Mereka berdansa sungguh seragam
    Tetabuhan purbakala telah di listrikkan

    Lagu ini sempat di ubah berkali-kali sampai akhirnya baku seperti versi album Matraman. Sempat di mainkan dengan dua bass. Rave Bass oleh Bin Harlan. Dan Alfi Chaniago bermain bass gitar di nada tinggi. Hingga akhirnya kita sepakat menghilangkan bagian Bass Gitar. Dan lagu ini pun terdengar seperti lagu electronic yang dimainkan secara manual oleh anak Punk.

    Lirik lagu ini gue tulis berdasarkan pengalaman pribadi bersama kawan-kawan baru gue. Sebuah kegugupan sosial. Sekaligus pendobrakan tatanan fashion yang mulai monoton.

    Sekitar tahun 2002 gue di ajak kawan-kawan baru ke Mana House (RIP). Sebuah tempat hiburan malam yang punya nuansa musik Deep House di dalamnya. Kala itu, karena sedang trend, hampir semua orang berpakaian silk warna hitam gelap.

    Sedangkan gue, kala itu datang bercelana kotak-kotak hijau ketat (kalau jaman sekarang namanya skinny jeans), berkaos merah dan jaket jeans belel. Lalu gue pun melantai bersama kawan-kawan. Gaya berdansa gue sudah pasti berbeda dengan semua pengunjung di sana. Meski berasa janggal, gue sangat menikmati malam itu.

    “Enjoy, Jim?,” tanya temen gue di tengah-tengah lantai dansa.

    Lo tau apa jawaban gue?

    Gue jawab: “Gue berasa di planet Mars!”

    Lalu gue berfikir sejenak. Ngga lama, kata-kata mulai keluar lagi dari mulut gue, “atau jangan-jangan elo yang mengundang Orang Mars?”

    Kawan gue pun tertawa terbahak-bahak. Keras sekali….! ☺

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Antahberantah dan cerita di baliknya

    Antahberantah dan cerita di baliknya

    Antahberantah

    Musik: Andre “Kubil” Idris
    Lirik: Jimi Multhazam

    Berwajah tirus
    Lengan berlubang
    Tanpa alas kaki
    Mantel penahan dingin
    Menahan kantuk
    Terus terjaga
    Luka serius
    Sekujur badan
    Engkau berdarah-darah dari antahberantah
    Terus berjalan
    Kehilangan
    Alamat pulang
    Atas nama baru
    Beban di pundak
    Tanpa alas kaki
    Lengan berlubang
    Engkau berdarah-darah dari antah berantah

    Antahberantah adalah lagu kedua yang di ciptakan Kubil. Suatu hari dia menelphone gue. Bercerita tentang lagu barunya lalu mengundang gue kerumahnya. Setelah memberitahu part bassnya pada gue, lalu kita memainkannya berdua dengan gitar akustik. Ketika Kubil memainkan part leadnya, seketika gue terkesima. Anak ini memang memiliki sound gitar yang khas.

    Lirik untuk lagu ini tidak seketika itu juga gue temukan. Selang beberapa hari kemudian. Gue menghabiskan waktu bersama kawan-kawan di gerbang TIM (Taman Ismail Marzuki). Malam kian larut. Pagi menjelang. Sekitar jam 3: 30 kami mulai merapatkan jaket karena dinginnya malam. Kepalapun telah berasa berembun. Namun ketika kita sedang berusaha melawan dingin, muncullah seorang gadis kurus tak beralas kaki. Berjalan tertatih dengan muka giting dan tatapan mata kosong. Tanpa jaket yang membungkus tubuhnya dia membeli Coca-cola dingin dan menenggaknya seketika. Kami semua terkesima. Kami semua tau dia adalah gadis junkie pemadat yang sering main di parkiran TIM. Otak kamipun sibuk dengan fikiran masing-masing. Gue berfikir dia pasti habis “make” karena lengannya berdarah. Kawan gue bergumam, dia pasti abis di “pake” secara bajunya gak lengkap. Kawan gue yang satu lagi berujar, gile yhe jam segini bisa minum Coca Cola si Saproy (pedagang asongan) yang dinginnya naujubilah. Kawan gue yang lain bertanya, kira-kira dari mana yha dia? lalu gue menjawab. Dia berdarah-darah dari Antahberantah.

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • JARB! … Kuliahnya di Fakultas Rock

    JARB! … Kuliahnya di Fakultas Rock

    JARB aka Just Another Rock Band. Sebuah band Alternative Rock ibu kota, akhirnya merilis album perdananya. Setelah dua tahun berkutat di studio. Masuk studio Desember 2009 dan akhirnya rilis September 2011. JARB bukanlah band alternative rock biasa. Musiknya cukup kompleks. Racikannya selain ada rasa 90’s Alternative Rock, juga ada ramuan Psychedelic, The Beatles, bahkan condong ke Progressive Rock. Lagu meraka Kawan Dalam Waktu dan Semesta Menari adalah nomor pembuka yang layak di coba, sebelum mendengar album ini lebih jauh. Drama pembuatan albumnya pun bisa di jadikan film dokumenter yang menarik. Di tengah penggarapan album bassist mereka cabut dengan alasan yang cukup pelik. Ketika album telah rampung vokalis merekapun akhirnya hengkang karena harus bertugas ke luar negeri. Pada album ini nama personil yang tercatat masih Bagus Pratama (Gitar, Vokal), Patra Gumala (drum), Molen Kasetra (vokal), Bramasta Juan Sasongko (Bass, Vokal). Saat ini telah terjadi peremajaan di tubuh JARB. Kini mereka beranggotakan…

    JARB
    Batara Swandita (Bass), Bagus Pratama (Gitar,Vokal), Dimas Anggara (Vokal), Patra Gumala (Drum)

    Dapatkan CDnya melalui direct selling dengan menghubungi Fadhil di 0856 918 160 40. Nah kalo elo mau mengetahui sekilas tentang cerita JARB, bisa di simak obrolan gue di YM bersama personil dan juga mantan personilnya. Siapkan energy…enjoy

    Obrolan Jimi bersama JARB

    Jimi:
    Gimana friend perasaan elo setelah rilis?
    Patra :
    Satu kata… Akhirnyaa
    Dan itu juga jawaban yang sama dari semua orang.
    Bagus:
    Lega sih ya. Soalnya kemaren sempet mundar-mandir distribusinya, terus akhirnya sendokir aja deh.
    Patra:
    bener gue juga menyebut itu. Pertama take drum Desember 2009 baru rilis resmi September 2011. Gile gak tuh!Hahahahaha….
    Jimi:
    gile hampir dua tahun friend
    yg bikin lama apa?
    Patra:
    Revisi-revisi aransemen. Trus pindah2 studio Jim. Firecatz. Sinjitos. Trus drum di Flip.
    Trakhir di Warehouse Kelapa Gading. Dan revisi2 studionya Yoga.
    Jimi:
    yang memutuskan pindah-pindah studio siapa?
    Patra:
    Awalnya firecatz karena murah dan kita patungan
    Jimi:
    pasti itu. Bisa ngutang lagi hehehe
    Patra:
    Trus tiba2 ada label baru mau modalin produksi yaitu Dewi dgn DGR recordnya
    Jimi:
    Wah enak banget
    Patra:
    Akhirnya kita putusin untuk take drum. Gue pengennya di Flip
    Nah sisanya di Sinjitos. Tapi berhubung Sinjitos ternyata klao rekaman yang operate ternyata bukan Iyub langsung, pindahlah kita take vokal ke Warehouse. Kelapa Gading. Tempatnya Andre Handriyono and Sonic People. Yang kanan kirinya tempatnya terdapat Pijit Plus-plus.
    Jimi:
    Wah ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yha. Abis take pada di pijit gak tuh??? hehehe
    Patra:
    Berhubung budget ngepas jadinya kaga sih, tapi liat2 cewe-cewenya doang klo kita lagi break rekaman.
    Mayan liat perek-perek masih baru mandi, dateng ke tempat pijet. Ada yg Mandarin + Uzbeknya lagi. Tae ah hahahaha….
    Jimi:
    hahahahha, kenapa gak di masukin budget produksi aja?
    Patra:
    Berhubung pacar-pacar kita juga tau posisi itu, dan suka ada yg ngikut rekaman. Jadinya mustahil kita kesana hahahaha…
    Jimi:
    Gile, nah kalo gue ibaratkan musik kalian sebuah jalanan. Musik kalian ini jalanan di gunung friend. Berliku liku hingga sampai ke puncaknya hahaha. Kalo menurut kalian musik JARB sendiri itu seperti apa sih?
    Patra:
    Klo dari awalnya, JARB sebenernya band kampus Jim. Iseng2 gue Bram sama Bagus sering ngobrolin musik dan mabokan. Bikin band cover version Silverchair sama Foofighters
    Bagus:
    hmm… basically sih jarb itu kan awalnya cover band
    covernya pasti Silverchair mulu lagi. Sekalinya ganti, jadi Stone Temple, Foo Fighters. Jadi kalo anak kuliahan, JARB tuh kuliahnya udah pasti di Fakultas Rock hahaha
    Jimi:
    kalo warna musiknya?
    Patra:
    90anlah pokoknya
    Jimi:
    Kalo gue denger di album malah lebih kompleks dari Foo dan Silver yha, kok bisa begitu pat?
    Patra:
    Nahh kalo itu awal ngebandnnya
    Jimi:
    Patra:
    Alhirnya, 2009 awal deh. Pas gue sama Bram udah lulus kuliah pengen serius lagi ngeband
    Jimi:
    jadi sempet vakum yha
    Patra:
    Sempet banget.lalu kita komit patungan bikin mini album 4-5 lagu
    Jimi:
    oooo, trus-trus
    Patra:
    Jaman-jamannya gue sama Bram jadi produser (Trax FM) tuh kita vakumnya.
    jimi:
    oke
    Patra:
    Malah bagus sempet keseruan bikin musik trance. Hahaha….
    Jimi:
    Oyha!!!! ini baru Berita!!!!
    Patra:
    Hahahaa…..Lama bertapa di kamar Bagus akhirnya balik lagi. Kita ngumpul udah bawa influence yg beda-beda lagi. Bagus udah ke phscydelic (klo salah nulis maap ya).
    Jimi:
    Apa aja tuh Influence lainnya?
    Patra:
    Bram udah Beatles bangetkan tuh. Gue balik gara-gara udah gabung sama Speedkill jadi Thrash mulu
    Tapi akhirnya tetep komit balik ngeband seperti JARB awal. Rock 90an.
    Jimi:
    Ngarti, jadi racikan musik 90an dengan hawa The Beatles, Psychedelia dan sentuhan Thrash? betul gak tuh?
    Patra:
    Bisaa-bisaa
    Bagus:
    waduh kalo gua lebih suka mendeskripsikannya kaya musik-musik Classic Rock tapi dibawain anak Stoner Rock.
    Kaya Kyuss ngecover Jimi Hendrix hahaha. Ngarep :p
    Jimi:
    hahhaha
    Patra:
    Dan pas lg rekaman, Bagus sama Bram lagi kecanduan the Dodos, Fleetfoxes Paul Mc Cartney dan sejenisnya.
    Jadi ada bagi-bagi suara gitu Jim.
    Jimi:
    Hmmmmm ngerti gue, oke-oke. Standard friend, ada cerita menarik pas pengerjaan album ini gak?
    Patra:
    Hmmm kalo dari gue sih pasti caur banget lah. Take drum hari pertama dari jam 7 malem sampe jam 4 pagi. Cuma dapet 2 lagu hauahaha. Gak biasa main pake metronom. Sama biasa, deg-degan juga.
    Jimi:
    Gile, ini pengalaman pertama lo recording?
    Patra:
    Yoi, agak lompat dikit Jim. Dikiiit.
    Jimi:
    pecah perawan yah hahaha
    Patra:
    Belum cerita ketemu Molen
    Jimi:
    nah ketemu Molen gimana tuh?
    Patra:
    Gue sama Molen waktu SMA sempet ngeband-ngeband juga.
    Incubus gitu2 dahhh. Nah berhubung vokalis gak nemu-nemu,trus susah nyari yg deket. Akhirnya ngajak Molen.
    Taktik strategi band mainsttream juga, vokalis mesti ganteng. Hauahaha
    Jimi:
    hmmm kayaknya taktik band gue bisa jadi mainstream juga nih hahahaha
    Patra:
    Hahahhaa. Lo ganteng Jim, dari jauh Huehehehehe
    Bagus:
    Nah ni album kan rekamannya sana sini nih Jim. Terus paling serunya ya pas manajemen semua data2 itu tuh.
    Puyeng gilak. Tapi untungnya kita disupport Yoga banget, dengan musiclabsnya.
    Jadi kaya punya studio basecamp buat manajemen data dll.
    Jimi:
    hahahha….Molen adaptasinya bagaimana?
    Patra:
    Awalnya masih Brandon Boyd banget. Tapi lama-lama mulai kebawa sih. Karena untuk refrensi musik Molen lebih modern. Dan dia susah utuk nyanyiin lagu2 bahasa Indonesia. *dasarsokbule*
    Hahahahahahahah
    Jimi:
    hahhaaha tapi akhirnya dia nulis lagu bahasa Indo juga tuh. Gimana ceritanya bisa sampai begitu
    Patra:
    Dipaksa dan terpaksa mungkin. Atau kadang-kadang dia nulis pake bahasa Inggris dulu, abis itu di terjemahin. Hahahahaha…
    Jimi:
    Sadis lo haha. Biasanya kalo ngeband, kita ngebayangin penonton kita seperti apa. Kalo JARB idealnya main di depan penonton seperti apa?
    Bagus:
    hmm kayanya rocker2 yang kangen rock2 90-an
    Patra:
    yg udah2 sih penontonnya manis2
    Pada pengen liat Molen. Dan beberapa temen-temen kita aja sih. Setiap selesai maen biasanya ada cewe-cewe yg minta foto bareng Molen hahahaha…
    Jimi:
    anjrit Jarb band Pop ternyata hahaha
    Patra:
    Pop dong. Kalo Rock kan Andra and The Backbone.
    Jimi:
    Hahhaha kalo kata Radio elo, Indo Rock yha (peace) hahahaha
    Cara nentuin singlenya Jarb gimana friend?
    Patra:
    Huaahaha yahhh namanyaaa jugaaaaa orang bisnis musik Jim. Gue mah pekerja ngikut aja,bikin perubahannya gak bisa di dalemnya. Single jarb sih kita hearing ke beberapa MD (Music Director Radio).
    Awal single gratisan dulu yg Wahana Psikadelia.Trus utk single album, hearing ke beberapa MD kayak Mya(Jakfm), kang Heri (Gen), Sandra(Trax), trus Dida (Oz). Kalo menurut mereka dan ternyata pas sama pikiran kita. Singlenya, ya track 8 : Semesta Menari
    Jimi:
    Telah Ku Berikan sebenernya lagu yang sangat catchy, gue denger-denger kalian malah malas membawakannya di panggung kenapa bisa begitu?
    Patra:
    Sebenernya telah kuberikan itu lagu yg dulu kita bikin utk musik latar tugas film di kampus.
    Jadi lagu ini, lagu yg trakhir kita masukin ke album utk menuhin quota. Ehh trnyata banyak yg suka.
    Dari segi beat agak trlalu pop juga, kadang-kadang suka males latihannya. Hahaha gak ada alasan khusus.
    Cuma klo manggung tetep kita bawain.
    Bagus:
    hahaha nah iya tuh. Jadi tu lagu tuh aslinya mungkin sekitar taun 2003. Terus pas proses rekaman ni akhirnya dirework total ampe yang nyisa tinggal reffnya. Nah terus tapi dari 10 lagu yang lain, ini lagu yang paling emo gimanaa gitu. Ditambah lagi umurnya yang udah lama, jadi mungkin agak boring jadi males juga bawainnya.
    Jimi:
    emang tema liriknya apa gus?
    Bagus:
    ceritanya kaya hantu nyalamin pasangannya yang masih hidup. 2003 Jim heheuehuehe.
    Jimi:
    bah serem juga hahaha
    Bagus:
    nah terus tapi didempul ama mas bram jadi lebih nyambung sama tema besarnya. Gua inget tuh di studio.
    “lu inget lagu lu yang ini gus?” sambil mainin, terus “gua dapet depannya ni”
    Jimi:
    wah keren, spontan tuh yha si Bram dapetnya
    Bagus:
    kalo ga salah engga deh, dia malah niat banget emang. Dicari dulu di rumah dikulik. Terus dimainin pas latian. Tapi yah, dia mah spontan juga bisa. Tinggal kita nonton dia merem sebelah main bass sambil miring-miringin kepala
    Jimi:
    hahahhaha
    Bagus:
    hahaha ya kan?
    Jimi:
    yoi, miringnya bisa sampe 90 derajat
    Bagus:
    iya, itu kalo nadanya jauh biasanya tuh Jim
    Jimi:
    yoi udah #b7/16 yha hahaha
    bagus:
    hahahaa
    Jimi:
    Sebenernya secara duo song writer elo berdua klop banget. Selera sampai skill sepadan. Trus kepergian Bram (bassist) di sela-sela proses pengerjaan album karena sebab apa yha?
    Bagus:
    Ya biasalah, miskom-miskom dan emosi yang bad timing aja sih sebenernya. Tapi ya menggelinding, membesar sampe akhirnya jadi ada yg musti mundur.
    Patra:
    Alasan klise : udah ga satu visi ngeband bareng hahaha..
    Kengebutan (visinya), tapi arahnya gak jelas. Emang cocoknya dia bikin proyek solo aja. Kayaknya.
    Jimi:
    setelah Bram, gimana reaksi kalian ketika mendegar Molen (Vokalis) juga ikutan cabut sebelum album rilis?
    Patra:
    Klo Bram kan emang mendadak,untungnya nyari bassist lumayan gampang. Ada Ara. Bandnya (Levin) lagi vakum.
    Nahhh pas Molen nihhh, tiba2 dia diterima di Deplu. Awalnya kita berdoa supaya dia ga keterima hahahaaha.
    Jimi:
    hahahhah gile, taunya?
    Patra:
    Yang bikin album lama rilis itu juga tuh. Nyari gantinya Bram dan Molen. Terus latian lagi. Molen akhirnya masuk Deplu dan bulan depan siap ditugasin negara di Mexico huahaha.
    Bagus:
    wahaha Molen cabut? Itu lebih bingung lagi sih. Karena kan ni gua punya produk udah jadi tinggal edar, tapi gua gak bisa promoin produknya pake produk yang sama. Garuk2 pala deh. Oiya itu jg yang bikin rilis kita mundur sih. Bingung mikir gimana tacklenya. Sampe akhirnya ada tawaran manggung, terus gua kebetulan juga lagi ngerjain Barris, bandnya Dimas. Terus gua denger suara dia cocok. Terus gua coba. Wah ternyata cocok. Jalan!
    Jimi:
    Bagaimana style musik JARB dengan dua personil baru ini?
    Bagus:
    So far sih masih belom berubah dari yang lama.
    Cuman ya secara detil ada signature2 yang beda jadinya. Dimas soalnya vokalnya cenderung lebih berdistorsi
    eh overdrive deh. Terus Ara juga karena kidal dan main bassnya suka ngestrum, tp krn kidal ngestrumnya jadi kebalik kan tuh dari senar kecil dulu.
    Patra:
    Klo mereka sih so far ngikutin aja, toh belum bikin materi baru.
    Tapi kalo dari segi karakter vokal,yang sekarang suaranya lebih rock daripada Molen. Molen itu terlalu manis untuk nyanyi rock hahahaa.
    Jimi:
    wuih bisa jadi DT nanti nih hehe
    Patra:
    DT apa tuh?
    Jimi:
    Dream Theatre hahaha
    Patra:
    Huahahhaa…..Yah pokoknya sih JARB yang sekarang bisa jalan
    Jimi:
    Gue denger-denger juga, vokalis baru kalian malah sekarang main sinetron, Ku Pinang Dengan Bismillah. Gimana tuh kalian nyikapinnya ?
    hahaha iya sih gua juga mungkin kalo ga kenal Dimas bisa punya image yang gak enak. Kebetulan nih gua kenalnya udah mayan lama. Tadinya abangnya Dimas, vokalis band gua jaman sma Jim.
    Terus lama ga ketemu, tiba2 dia nelpon, bandnya butuh md (music director). Wah sekarang dia ngeband juga. Terus pas gua dengerin ternyata suaranya emang asik. Gua pikir dia awalnya itu kerja di eo gitu.
    Sering banget jawab telephone “lagi kerja gus, di luar kota” hahaha.
    Jimi:
    hahaha ternyata seorang aktor
    Patra:
    Meskipun tiba-tiba vokalis kita mendadak tambah terkenal karena sinetron
    Doa kita cuma satu, mudah-mudahan dia gak jadi Adly Fairuz atau Dude Herlino.
    Jimi:
    huhahahahahahaha
    Patra:
    Sah-sah ajalah main sinetron silahkan, namanya juga nyari duit..bebasss. Asal bisa jaga image aja.
    Gue juga bingung kenapa dia bisa main sinetron religi gitu dengan Tatto yg lumayan banyak. Yahhh fucklah Punjabi.
    Jimi:
    hahahahha, bener juga yha. Ngomong-ngomong setelah waktu rilis yang lama ini, bagaimana hasrat lo sama lagu-lagu Jarb?
    Bagus:
    hmm berkurang sih pasti jim, soalnya kan udah lama banget nih. Berarti gua review2 10 lagu, sementara mungkin gua secara individu juga udah banyak perubahan kecenderungan secara musiknya.
    “waah ini mustinya ke sini dulu baru begini, baru begitu”
    “wah ini kalo dimasukin kaya gini, pasti lebih enak ni”
    Tapi ya hasrat gua buat JARBnya tetep, karena kan sekarang juga ada dancing partner barunya.
    Jadi ya album yang sekarang ini ya kaya potret jarb mark 2, nah tapi skrg yg lagi jalan jarb mark 3. Mudah2an the third time’s the charm
    Patra:
    Klo untuk pangungg kita udah lama gak manggung
    1.Emang gak ada yg nawarin
    2.Gara-gara vokalisnya shooting striping (sinetron, berpuluh0puluh episode)
    Tapi bulan depan kita rencananya mau bikin clip kok.
    Jimi:
    oyha lagu yang mana tuh?
    Patra:
    Kawan dalam waktu
    Jimi:
    Lagu paling gue suka di album lo friend. Siapa sutradaranya?
    Patra:
    Hahhaha. Belom tau. Mungkin minta tolong temen-temen aja. Mentok-mentok ke anak-anak Muvell.
    Atau gue sndiri yg ngedirect hahaa
    Jimi:
    Keren! Terakhir nih friend. Setelah rilis album. Langkah dan strategi JARB apa lagi nih?
    Bagus:
    Kayanya musti sesegera mungkin manggung. Butuh feedback2 buat karya yang selama ini bisu.
    Patra:
    Keluarin single-single-single. Pengennya sih taun depan mulai nyusun-nyusun materi lagu untuk album ke 2
    Kalo dari musik, gue sama bagus sih sepakat biarlah musiknya kita yang beredar. Kalo bukan karena ada yang modalin tadinya kita pengen 10 lagu ini kita kasih gratis aja.
    Dan kalo ngomongin cita-cita, yaa musik kita akan jadi legenda.
    Hahahahahahahahaha..

    Di lain waktu gue juga ngobrol bersama mantan personil JARB……
    Jimi:
    Udah megang albumnya JARB masbro?
    Bram:
    Siaran langsung!
    belum nih, tp lsg dikasitau Bagus dan Elo pas mereka rilis. Masuk toko toko CD juga, gue sempet cek twitternya juga. Congrats!
    Jimi:
    Gimana kira-kira perasaan lo nanti ketika lo dengerin JARB, padahal lo udah gak ada di sana?
    headup00
    Perasaan gue buat JARB itu special Jim, asseekk. Kalo kehilangan sih pasti ada, jujur semenjak cabut dari JARB, master mixingannya sempat gue endapkan dan resmikan sebagai fosil. Gak denger-denger lagi sama sekali, biar kelar. Ibaratnya urusan sama mantan super nih, gak kelar-kelar kalo ga di cut! Hahaha
    Tapi suatu saat nanti gue akan nyaksiin mereka di panggung. Atau masuk chart radio, menurut gue JARB udah berhasil disuarakan. Dan terlepas dari intrik-intriknya sebagai band, gue yakin kalo spirit dari lagu-lagunya bakal ngasih pengaruh positif. Rasanya absurd, tapi yang absurd kalo sering, lama-lama jadi biasa kan 🙂
    Jimi:
    hahha…Kalau gue denger, materi album JARB sebenernya sangat mewakili selera musik lo. Bahkan bisa gue nilai ini adalah hasrat dan mimpi lo. Tapi kenapa lo justru memutuskan untuk keluar dari JARB?
    Bram:
    Gue yakin kita semua berlomba dengan waktu. Pada saat itu gue ngerasa kalo JARB hampir kehilangan momentum. Ibarat intro opening konser panjangnya 45 menit. Baru masuk lagu pertama, penonton keburu pulang, hahaha..Saat itu gue merasa treatment gue terhadap JARB kayanya gak sepaham sama maunya anak-anak. Gak sepaham berakibat error. Dan jalannya makin berat. Jadi gue pikir kenapa gue harus halangin yg 3 orang lagi? Toh ini kan band mereka juga, bukan band gue doang.
    Jimi:
    Andaikata nanti JARB malah sukses secara mainstream, gimana perasaan lo?
    Bram:
    Perasaan gue sih happy2 aja jim, bagus malah bisa ke mainstream. Bukti juga kalo bikin lagu sukses gak pake formula, lagu JARBkan aneh-aneh secara struktur dan nada-nadnya.
    Jimi:
    Ada rencana bikin album seperti JARB gak, di proyek solo elo, atau di band baru lo nanti mungkin?
    Bram:
    Sepertinya ada jim, entah bentuknya apa. Yang jelas nada-nada juga muter-muter di kepala gue. Mungkin gue mau coba Scoring film. Atau Solo seru jg tuh. Seperti idola gue, sang guru Paul Mc Cartney, hehe
    Jimi:
    Berandai-andai aja nih. Kalo lo bikin solo, siapa kira-kira musisi inceran lo yang akan lo libatin?
    Bram:
    Gue pengennya sessionist aja Jim biar pada nurut mau gue, hahahahahhah…
    Engga deng.. Gue mau libatin abang Anda Perdana sama si drummernya Devries, canggih banget tuh lekak lekuk suara sama beatnya. Vokal cewe jemima juga cakep ye suaranya, boljug masuk! Buat internasional Geddy lee, Roger Waters, Thom Yorke, sama Daniel Johns bolehlah waiting list hehe..
    Jimi:
    terakhir nih masbro, kira-kita mimpi lo album ideal itu seperti apa?
    Bram:
    Wah too smart and serious nih pertanyaannya.
    Jimi:
    Ah santai kok, kalo lo mau ambil serius juga gak napa hehehe
    Bram:
    Mugkn album yg punya banyak jenis lagu. Dalam tiap lagu banyak surprise. Dan selalu ada 1 atau 2 lagu yang sensasinya baru. Musisi bereksperimen di luar comfort zone-nya. Pendengar menantang daya serapnya. Apapun hasilnya nanti. Pasti itu adalah sebuah progress> Entah sisi mana di otak kita pasti ada yg kebuka. Good or bad tetep aja ada “penemuan” disana. Gue rasa porsi itu cukup mewakili album ideal.

    Yah itulah JARB, gue rasa elo bisa ngambil kesimpulan sendiri. Dimana letak asal muasal Kompleksnya album JARB. Intinya, selamat menikmati 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Dialog dengan Oyi “Nervous Breakdown”

    Dialog dengan Oyi “Nervous Breakdown”

    Intro:
    Nervous Breakdown adalah salah satu band Hardcore Punk lokal favorit gue. Karena NB mencampur adukkan Hardcore Punk dengan musik apa saja semau mereka. Lebih Crossover dari Crossover yang ada. Hardcore ala NB bisa bernuansa Grunge di lagu Animal Angst, Love Buzz (Cut The Crap) Polynationtech Maniac dan di lagu the relationship between oldskool hiphop and nationalist socialize ideas. Lalu mereka dengan selebornya mengawinkan Hip Hop dengan gitar Blues di lagu Hardcore Suxxx. Bahkan memparodikan the Upstairs Antahberantah di Shure 5 yg di hajar dengan refrain khas hardcore. Bahkan mereka punya lagu balada di lagu Jayabaya Hardcore Scene Rules. Hal yang banyak di haramkan oleh band HC Punk. Xeno gitaris NB, memang kental dengan Bluesnya. Banyak Lick ala NWBOHM di tiap lagu NB. Drummernya, Freddie A Warnerrin intens dengan pukulannya yang keras. Tommy menggilas bassnya kencang selayaknya musisi hardcore. yang menyenangkan album mereka di rekam live. Raw, sehingga terdengar nuansa 80’s Hardcorenya.

    Kalau ingin tau lagu mereka seperti apa? Klik link download di bawah ini:

    never green

    Download

    god save the freak

    Download

    Dan kalo lo masih punya energy untuk tau lebih jauh tentang Nervous Breakdown, ikuti obrolan gue dengan Oyi. Vokalis Nervous Breakdown, di bawah ini…

    Dialog dengan Oyi Nervous Breakdown

    Nervous Breakdown by Senja Mencerna

    Jimi: apa khabar friend?
    Oyi: jawaban gw standar jim kl ditanya seperti itu hehehehe
    Jimi: pertanyaan juga standard friend hehe….btw bagi link lagu NB yg baru lagi friend. Ilang kemaren. Buat soundtrack obrolan aja
    Oyi: yg mana ya ?
    Jimi: Setelah Polynationtech Maniac
    Oyi: ohh
    Jimi: lo keluarin mini album lagi kan tuh
    Oyi: bukan mini album Jim. Tapi single hehe
    Jimi: oooh single. Mau dong. Emailin ke gue yha…
    Oyi: wkwkwk geli nama emailnya hahahaa.. kidding jim
    darling = dadar guling , itu yg slalu kepikiran di kepala gw
    ok gw kirim skrg hahaha
    tapi unyuuu sich nama emailnya hahahahhaa
    Jimi: biar lo tambah sayang sama gue oy
    Oyi: (harus gw akuin) tetttt wkwkwkwkwk
    Jimi: lo ngaku sayang sama gue? gileee
    Oyi: nama email lo unyuu dan itu harus gw akuin, asikkk
    Jimi: di sesuaiin sama orangnya Oy
    Oyi: udah gue kirim tuh ke gmail. tinggal lo extract dan nikmatin
    Jimi: siap. And…..the story begin
    Oyi: yoi
    Jimi: Oy, isi album New Dogs On My Blog sama 2 ep di yes no wave sama gak tuh?
    Oyi: sama tapi ada beberapa yg beda versi
    Jimi: yang mananya tuh?
    Oyi: 1999. jayabaya hardcore scene rules dan animal angst. Oh ya masing2 ep ada 6 lagu, tapi di new dog total ada 14 lagu. Itu artinya ada 2 lagu NB yg masih cukup gak ke-expos oleh publik underground.
    Jimi: oiya 2 lagu lagi apa tuh? Maklum New Dogs gue ilang Oy, pas pindahan.
    Oyi: bring back the peace dan bee bites.Bring Back the Peace adalah lagu yg sebenarnya diproyeksikan untuk direkam ulang secara profesional dengan Aca (Straight Answer) dan Mario Ganzamo (LOOSERZ) sahut2an mengisi vokal utama. Dan gue paling kalo gak pogo doank di depan panggung. Yah main rhytm gitar dengan semangat pastinya. Sayang sekali meninggalnya Mario yg mendadak membatalkan itu semua. Padahal kalo jadi akan keren banget. Representasi Positive Hardcore yang menggebu-gebu ketemu sama seruntulannya Negative Hardcore yg liar. Namun tetap 1 dan unitity.
    Jimi: Oooh. Untung masih ada nih gue Bring Back The Peace. Lyric lo mau dong Oy. Gak nangkep gue bahasa lo. Keterbatasan TOEFL juga sih hehehe..
    Oyi: karna saat itu gw merasa di scene kebanyakan perbedaan yg menjurus ke arah perpecahan. dan kadang menjadi penyakit yg membusuk. gw ga betah sama apa yg gw lihat dan rasakan jadi gw tuangin aja dalam bentuk konsep musik yang sengaja dibikin se-simple hardcore mungkin dengan lirik english bergrammar ” pede aja lagi hehe “
    Serius jim lo masi ada bring back the peace ? formatnya mp3 bukan ? jika iya. bisa ga skrg lo kirimin ke gw?? jujur gw kangen banget udah lama gak dengerin dan gak megang lagu itu.
    Jimi: musik yang sengaja dibikin se-simple hardcore mungkin dengan lirik English bergrammar pede aja lagi. Gue demen nih, bagian ini 🙂
    Oyi: ya kl dibandingkan sama lagu-lagu NB lain, di sesi itu emang itu lagu yang paling berasa Straight Hardcore yg minus experiment
    Jimi: liriiknya doongl
    Oyi: lupa gw jim. mesti denger lagunya lagi
    Jimi: lah emang gak lo save dalam satu folder gitu?
    gile hahaha
    Oyi: dulu iya tapi kehapus pas install PC lagi, masternya yg megang bukan gw tapi Xeno
    Jimi: repot juga gue. Oke. Langsung ke New Dogs nih Oy.
    Oyi: bisa lo kirimin ga yg bring back the peace ??
    Jimi: kapan pertama lo rilis pake Format di plastikin ala CD bajakan Oy?
    Oyi: Jim jawab pertanyaan gw duluu donk. bisa lo kirimin ga bring back the peace lewat email ?
    Jimi: bisa Anjing!
    Oyi: nah gitu donk hehehe
    Jimi: kontol! hahahaha
    Oyi: kirimin donk jim skrg hehhee
    Jimi: maksud gue semua lirik lo Oy, bukan cuma Bring Back
    Oyi: lo cari aja di myspace NB. Ada kok, di blog gue taruh semua
    Jimi: oke,balik ke pertanyaan gue kampret!
    kapan pertama lo rilis pake Format di plastikin ala CD bajakan,anjing!
    Oyi: pertama rilis dalam bentuk plastik pas 4 november 2007 sehari sebelum nyokap gw ultah dan sebulan kurang setelah New Dog direkam
    ciyeee yg emosian.. kalem Jim. hahahaha
    Jimi: nah, gitu dong. Suseh emang sama ngobrol sama anak keras kepala!hahaha
    Toss dulu biar gak slek
    Oyi: yoi jim. Coss!Maklum taurus Jim.
    Jimi: susah di urus!
    Oyi: perlu pendekatan tersendiri haha
    Jimi: Pler!
    Oyi: hahahahahha tuh udah gw jawab tuh
    Jimi: berapa banyak tuh Oy masih inget gak? Lo jual apa bagiin gratis?
    Oyi: jual jim goceng sekeping dan bikinnya cm 15 keping doank. maklum duit patungannya cm bisa segitu doank. itu pun pake usaha niat bgt dulu baru bisa hadir hehhee
    Jimi: Buset abis itu gak lo terusin? Trus makan waktu berapa lama tuh sampe lo ketemu Yesnowave? (net label asal Jogjakarta)
    Oyi: oh ya by the time kita ngobrol di seblah rumah gw ada keluarga yg lg berantem. Dan jarak tu rumah 3 rumah dari rumah gw. gila kedengeran ampe sini. soundtrack chat gw sama lo kaya ginian Jim skrg. Lo bisa bayangin ga sich apa yg gw rasakan skrg?? (memang begini kalo ngobrol sama Oyi, gak focus. Harap maklum)
    Jimi: iye terus…
    Oyi: paska di review sama lembaran yesnowave di bulan februari gw jadi kenalan sama sosok unik nan flamboyan bernama wok the rock. asli unik abis tu orang. KEREN
    maksud gw paska di review sama dede di wastedrockers dalam bentuk lembaran kertas dan bukan web. sori skip
    Jimi: Oke setelah rilis lo di wawancara Wasted Rocker, trus 3 bulan kemudian ketemu si Wok The Rock? Masih dalam bulan yg sama tuh yha?
    Oyi: bukan wawancara namun review tepatnya
    Jimi: Oke di review Wasted Rocker dulu, bulan Februari?
    Oyi: beda jim. Gue kenal Wok pertama kali pas april 2008 , May 2008 gagas konsep. Juni 2008 rilis. Direview wasted rockers di edisi 13 mereka februari 2008
    Jimi: Anjing, pasti sambil mabok nih anak hahaha. Berantakan otak lo friend
    Oyi: yup lumayan Jim tadi selinting bedua sama sepupu gue yg ngefans banget sama Jimi Upstairs. Susah Jim nyarinya tapi akhirnya dapet juga hahaha
    Jimi: Oke lanjuuut oy. Lo di hubungin si Wok atau sebaliknya nih?
    Oyi: Gue iseng mesej doi di myspace. Gak taunya Wok anaknya asik. Yha udah nyambung lah gue sama doi. Haha mungkin krn faktor Virgo Taurus memang cocok abis hahahaa
    Oh ya selain Bring Back The Peace ada juga Bee Bites yg mana satu2nya lagu pure buatan Freddie dari awal sampai akhir (Freddie juga tergabung dalam Morfem, Damascus, Di Keroyok Wanita, Unmistake dll). Tapi lirik gue juga yg buat bareng Fred di lagu itu.
    Jimi: Oke, abis New Dogs On My Blog, rilis Never Green dong yha?
    Oyi: 1234 yoi bleh bener banget. Asik bahasa gw jadi Kramat Jati gitu hahaha.Yup juni
    Jimi: hahhha deket lah Pondok Kelapa sama Kramjet!Kenapa cuma separo Oy?
    01. Hardcore Suxxx!
    02. Shure 5
    03. 1999
    04. Animal Angst
    05. (Love Buzz) Cut The Crap
    06. Jayabaya Hardcore Scene Rules!
    yang di rilis
    Oyi: gpp random action aja Jim. Random pick.
    Jimi: hahaha tae
    Oyi: Dan anehnya Never Green isinya sangat mewakili sisi NB yg experimental dan bukan God Save The Freak yg cendrung lebih ke hardcore punk dengan segala macam keluarga besarnya
    Jimi: 5 maret 2010 god save the freak yha?
    Oke, Terus kalo Kiss This sama Thrash FM itu apa?
    Oyi: kaya NB mengidap bi-polar yg obsesif kompulsif nan impulsiv gitu karakter bandnya hahahaha
    Jimi: oke, sambil googling lo yha? hahahaha
    Oyi: god save the freak adalah selebrasi 4 tahun NB kover albumnya almarhum John Patrick dan yg foto pacarnya sendiri Dinda Advena
    Jimi: Oooh itu covernya si….siapa panggilannya friend? Jones?
    Oyi: kiss this dan thrash fm itu datang dari sesi ke 2 NB rekaman di K pas 3 nov 2010. Jone
    Jimi: Yoi si Jone!
    Oyi: John Patrick = Jone
    Jimi: ya ya ya
    Oyi: trakhir gw lihat dia pas di duck dick duke
    Jimi: sama, gue sama Morfem main sebelum Final Attack waktu itu
    Oyi: yoi
    Jimi: Kiss This sama Thrash FM ini dua ep yang berbeda?
    Lagunya apa aja Oy?
    Oyi: kalo sesi ke 2 ada 7 lagu yg berhasil direkam di K
    Jimi: sesi ke 2?
    Oyi: Kiss This, Pollinationtech fucking shit hehheehe
    Jimi: Olrayth
    Oyi: sesi ke 2 NB live di K. tapi sesi ke 3 dalam sejarah NB rekaman
    Jimi: Kiss This isinya cuma satu lagu Polynationtech Maniac? Anjing bingung gue hahaha
    Kiss This tanggal berapa tuh Oy? bisa inget gak?
    Oyi: gak Jim maksud gw kiss this dan pollination itu termasuk lagu2 yg ada di 7 laguu rekaman NB yg ke 2 di k
    Jimi: Oh ada lagu lo berjudul Kiss This?
    Oyi: yeah kiss this itu judul lagu dan bukan judul sesinya
    Jimi: ngerti. Kirimin dong, gue belom denger
    Oyi: nah lagu yg barusan tadi gue kirim ke elo itu datang dari sesi yg sama kaya Kiss This dan Poli
    Jimi: Oke sesi rekaman lo ke dua apa aja judulnya?
    Oyi:
    kiss this.
    pollinationtech maniac
    moon raising in caringin
    our band could be your life (demo version)
    the relationship between oldskool hiphop and nationalist socialize ideas
    heaven made to be burn
    thrash fm
    Jimi: oh ngerti gue. Ini kenapa gak di rilis?
    Oyi: enakan di leak jim hasilnya dari pada di rilis resmi. Bergerak menyebar diam2 dan menyergap dengan tiba-tiba.
    jimi: oh gitu. Our Band…. mengingatkan gue sama judul buku Michael Azerrad
    Oyi: apresiasi tetap didapatkan tanpa harus menjadi kelampau ke-expos secara berlebihan. kalo pake prinsip gaya kerja nge-leak. Soalnya segala hal yg underated itu pasti keren hehe. Berasa elit dan exclusivenya. Jadi ada nuansa sacred gitu. Aah masalah cita rasa dan pola berpikir yg sok sophisticated mungkin ?? entah
    Jimi: oh itu toh teori nge Leak elo. Hahaha paham gue.
    Jimi: balik ke pertanyaan gue yang lo skip
    Oyi: leak. nyebar diam2. menghidupkan budaya bootleg ala kiss the stone records di Indonesia. Yeah i love good bootleg
    ya Michael Azzerad kenapa jim ?
    Jimi: Our band could be your live, lo ambil dari buku si Azzerad friend?
    Oyi: yoi inspirasinya datang dari judul buku itu. soalnya sangat merepresentasikan banget apa yg gw sama anak2 rasakan dengan bangga
    Jimi: lo membaca habis buku itu kah?
    Oyi: ga pernah jim. cuma separuh doank. pas lagi mampir ke rumah sakit tempat drummer Revitol (bung Yopi RIP) saat itu di rawat di carolus,, ada buku itu di meja seblah tempat tidur dia
    Sonic Youth, Black Flag, Big Black yeah
    Jimi: Oke
    Oyi: trus ?
    Jimi: Strategi “Leak” elo untuk di sesi rekaman ke dua mendapat tanggapan apa dari anak-anak NB?
    Oyi: Setiap tindakan pasti udah kordinasi or minimal konfirmasi dulu sama personil yg lain, gak mungkin gak. Kan band bukan cuma gue sendiri. hehehehe
    Jimi: bukan itu pertanyaan gue Oy, tapi apa tanggapan mereka?
    Oyi: beragam jim
    Jimi: Oke apa tanggapan mereka?
    misalnya Xeno bilang apa?
    tommy?
    Freddie?
    Oyi: kalo detailnya gw kurang tau.
    Jimi: wah lo gak mau tau pendapat band lo dong hahaha
    Oyi: gue sama anak2 punya prinsip kepercayaan yg kuat jim. Semua yg kita lakukan untuk NB pasti untuk tujuan yang positif buat NB, dan setiap personil di NB punya cara yg berbeda-beda dalam menunjukkan rasa cinta mereka terhadap band ini. Mungkin gw dengan cara leak, Freddie dengan cara produktif dalam hal mendesain. Tommy menjadi pemodal kaos NB. Serta Xeno yg memberi sentuhan teknologi dan juga fasilitas yg mempermudah NB. Lo nangkep maksud gw kan Jim? Semua jalan yg kita tempuh memang beda, namun untuk satu tujuan yg sama. yaitu kejayaan NB
    Jimi: Sebenernya bukan itu yang gue tanya. Cuma pendapat mereka tentang Leak elo itu. Oke, setiap Kapal Kan ada Nakhodanya, kalo kagak mah ngapung atau bisa tenggelam Oy. Makanya gue tanyain hal ini 🙂
    Oyi: untungnya NB bukan kapal jim tapi Pisces yg terbentuk 5 maret 2006 itu artinya prinsip kerja kapal gak kepake di mahluk yg bisa bergerak lincah diam2 di bawah permukaan air/ laut sambil sesekali meloncat keatas permukaan bagai penampakan ikan lumba2 di tengah lautan. Pisces = fish
    karakter NB emang ga common Jim. Dan itu ga cuma di musik doank. Tapi emang semuanya gak common.
    Gak common yg natural mungkin.
    Jimi: aneh juga gak common tapi natural (dua hal yang berbeda)
    taurusfromvenus
    lo kudu mengenal karakter zodiak pisces jika ingin mengerti tentang NB
    Jimi: Hmmm band yang percaya zodiac. Gue gak percaya tahayul masalahnya.
    Oyi: some people are born different jim. even against their own wishes
    Jimi: saaaahhhh…paham gue Oy
    Oyi: ga juga sich itu murni pendapat gw pribadi hehehehe
    Jimi: Lo banyak mengambil Kutipan Orang lain yang udah terkenal nih Oy. Misalnya Tonite We Dine In Hell (300), Kiss This, (Sex Pistols) Our Band Could Be Our Live (Michael Azerrad). Lo gak takut di cap “gak kreatif” Oy. karena kutipan itu cukup termasyur di dunia
    Oyi: hidup adalah inspirasi gw dalam membuat suatu karya. dan jika ada orang2 yg punya pikiran seperti itu. maka itu hak mereka tuk memiliki pendapat sendiri. yeah long live democracy
    Jimi: cukup diplomatis Oy
    Oyi: sekedar info tonite we dine in hell itu tagline yg paling jarang gw lihat di poster film 300. kiss this lebih merujuk ke istilah lokal ” mamam tu ” trus our band could be your life judul lagunya dibikin seakan ga nyambung sama lirik lagunya yg hopeless romantic
    Jimi: iye deh ngeles
    Oyi: padahal nyambung.. haha mempermainkan persepsi orang memang menyenangkan. bagaimana hepinya bikin orang merasa kecele hahahaha
    Jimi: Tapi lo dapet dari sumber yang gue sebutin kan? Atau ada sumber lain?
    Oyi: gapapa jim buat ngajarin orang biar jangan terlalu ngejudge sesuatu berdasarkan pandangan sekilas yg sempit dan dangkal.Kehidupan Jim. Lirik buatan gw maupun judul datangnya kaya wahyu. Alias muncul satu-satu dan terpisah momennya pas datang ke pikiran gue
    Jimi: Ooooohh oke friend
    Oyi: biasanya datang pas gue lagi autis di wc sambil nunggu tai atau gak bengong dalam bis kota
    Jimi: hmmm tempat keramat. Tapi kenapa lo gak pernah pake bahasa Indonesia Oy. Apakah bahasa Indo gak pas di lagu elo atau karena kenapa?
    Oyi: itu mah cuma soal mood doank. Kalo gue pengen, gue bikin. Nah kebetulan emang waktu itu belum ada pikiran aja buat bikin Berbahasa Indonesia. Bukannya gak Nasionalis. Tapi gue ngerasa Nasionalis bagi musisi itu gak sesempit harus membuat lirik lagu dalam Bahasa Indonesia.
    do something real lah.
    Jimi: lha kok jadi ke Nasionalis haha. Padahal bukan itu arah pertanyaan gue.
    Oyi: bikin scene indonesia jadi dikenal sebagai produsen karya kreasi yg kreatif dan gak hanya cuma Bali, dan hal2 standard yg merepresentasikan Indonesia.. scene Hardcore Punk / Cutting Edge dunia harus tau kalo scene indonesia ga cm konsumen doank tapi juga bisa jadi produsen hal2 keren
    Jimi: Maksud pertanyaan Bahasa Indonesia gue simple sebenernya, lo mau orang-orang mengerti lirik lo atau tidak 🙂
    Oyi: gue banyak dapat review yg mengagetkan dari media2 underground luar yg kaget dan ga nyangka kalo di negara dunia ke 3 kaya Indonesia gini punya band-band yg keren2
    Jimi: pertanyaan simple, lo mau orang-orang mengerti lirik lo atau tidak oy…..
    Oyi: gw membebaskan orang2 tuk menginginkan apapun yg mereka inginkan
    jika mereka beneran pengen ngerti. Maka mereka pasti akan berusaha dengan sendirinya untuk mengerti
    tanpa harus disetting agar mereka mau untuk ngerti. Biarkan cinta datang dengan natural. Semoga lo bisa memahami penjelasan gw jim
    Jimi: ya atau tidak jadinya nih
    Oyi: gw abstain jim. kan ga memilih juga adalah pilihan hehehhee
    Jimi: hahahahaha lo diplomatis yha kaya band major
    Oyi: flow like water jim
    jimi: siap
    Oy: taurusfromvenus gue gak diplomatis Jim. Tapi gue emang gak pintar dalam hal membohongi diri sendiri.
    Semoga penjelasan gue gak berarti bengkok di pikiran lo bro. Cuz i am trying to say it as straight as i can.
    Jimi: yah kalo gak mau boong jujur aja kalo gitu Oy. Susah amat hahahahaha
    Oyi: yolaaaa. Itu jujur. Sejujur-jujurnya
    Jimi: Oke, straight Oy. Boleh kita lanjutkan
    Oyi: gue cuma pengen orang-orang tau NB. Tapi gue sekalipun gak pernah berharap mereka yang tau NB akan menyukai NB
    Jimi: Hal yang paling menggerakkan elo buat menulis lagu NB apa Oy?
    Oyi: suasana hati. Indeed i’m a moody person
    Jimi: suasana hati lo bisa berubah karena apa?
    Oyi: apa saja jim. buat orang se-sensitiv gw hahahhaa
    Jimi: sesensitif kulit pler hahahaha
    Oyi: i am fragile things Jim aka mudah pecah. Hehhhehe
    Jimi: saik
    Oyi: jadi harus disikapi dengan lembut dan khusus baru bisa OK GO hahaha
    jimi: pecah dan di sapu, lalu…
    apakah di buang, atau?
    Oyi: telen jim biar jadi bagian selamanya dari diri gue hehehhe
    Jimi: Gue suka tema cinta di lagu keras lo Oy, lo maunya si “dia” mendengarkan lagu lo atau tidak?
    Oyi: akan lebih baik jika si “dia” itu ga pernah tau dari gw
    jimi: sedaaaaaaaappppp….
    Oyi: gak pernah tau langsung dari gue jim maksudnya.
    Biar Tuhan aja yg menentukan dia boleh tau atau engga.
    Jim, lagu yg barusan gw kirim ke lo gimana pendapat lo ??
    Jimi: Keren! Soundnya lebih exploratif. Dan yang mengharukan ada Happy Birthday Mom di endingnya.
    Lagu tentang apa iki friend?
    Oyi: haha itu lagu tentang dinamika komunikasi yg ga nyambung antara ke dua belah pihak yg emang tercipta berbeda
    Jimi: Bias lagi Oy hahaha
    Oyi: Rada-rada nyerempet isi mata kuliah psikologi komunikasi jim
    Jimi: Cinta bertepuk sebelah tangan? hahahaha
    Oyi: nope, actually lagu itu tentang gue dan hubungan gue sama nyokap. Tapi gue rasa gue gak perlu bercerita detail tentang hal tersebut. Lo analisa aja sendiri dari lirik dan judulnya.

    Karena malam sudah semakin larut,akhirnya gue menyudahi brolan gue dengan Oyi. Paginya gue menerima sms dari Oyi:
    Beberapa musisi bermain musik untuk kepuasan orang lain. Beberapa musisi bermain musik untuk diri sendiri. Pertarungan antara menjadi sosialis dan individualis. Sms tadi gue share biar gue gak jadi gila sendiri dengan kemelut di pikiran gue Jim.
    Last words:
    Pemikiran tersebut timbul dari ide bahwa setiap manusia berhak untuk mendapatkan kebahagian mereka tanpa harus membuat tidak nyaman diri sendiri atau orang lain.

    Gue cuma bisa tersenyum, itulah Oyi. Orang normal bisa melaontarkan 300 kata per menit, tapi Oyi bisa melontarkan 1000 kata per menit 🙂
    Dan gue masih terus menunggu karya Nervous Breakdown terbaru, bagaimanpun bentuknya.

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Alien Sick : Rock Kelas Kakap

    Alien Sick : Rock Kelas Kakap

    Awal gue tertarik album ini karena covernya. Sketsa sederhana dengan tinta China. Citra orang yang memeluk lututnya, dengan ekspresi kosong. Lalu tulisan tegas: Sinting! Sangat menonjol di antara deretan cover album Indonesia yang meriah. Tapi setelah itu, belum timbul minat gue untuk membelinya. Namun setiap masuk toko CD mata gue selalu di giring ke arah sana. Akhirnya gue sikat juga tuh CD. Harganya cuma Rp 25 000,-. Gak ada ruginya juga buat buat menjajal. Da de do kena masa bodo, gue bawa pulanglah itu cd!

    Sesampainya di rumah bolak balik tiap track akhirnya jempol gue berhenti di remote hi fi. Tepat di track Nihil. Lalu gue pencet tombol repeat. Wah lagu ini langsung gue nobatkan jadi track favorit di album ini. Musiknya simple, tapi lagunya mengalun catchy. Dan suara vokalisnya pun mengalun tinggi. Sempurna! Liriknya cukup keren, sederhana, dan cenderung apatis:

    Daun-daun berguguran dikakiku
    Angin yang berhembus menghempasnya
    Hari-hari berlalu tanpa makna
    Memutar roda waktu belaka

    Tak ada cerita yang pantas untuk dikenang
    Tak ada pelita yang memberi seberkas cahaya

    Terlupakan
    Tersingkirkan
    Hilang dan terbuang

    Wajah2 asing menatap dengan hampa
    Melukiskan kekosongan jiwa
    Hari-hari berlalu tanpa makna
    Memutar roda waktu belaka

    Dari mid tempo seperti Nihil, jempol gue kembali menekan knob remote hifi. Lalu pindah ke track Teri Kampung. Judulnya memang sekilas seperti kuliner. Setelah di dengar secara detail ternyata judul ini merujuk kepada istilah Jagoan Kampung Kelas Teri, boleh boleh boleh. Lagunya keras penuh amarah. Lirik dengan kosa kata keseharian sangat riskan jadi kampungan. Tapi Alensick berhasil meramunya jadi keren. Sekarang baca dulu liriknya

    Modalnya tongkrongan doang
    Kelakuan kayak binatang
    Sok sangar ngancemin orang tapi cuma kalo gak sendirian

    Beraninya keroyokan
    Gak peduli sama aturan
    Maen pukul sembarangan kalo lawannya udah ketakutan

    Jagoan teri….kelas kampung
    Jagoan teri….kelas kampung
    Jagoan teri….kelas kampung
    Jagoan kampung….kelas teri

    Treak treak ga karuan
    Sumpah serapah jadi hapalan
    Giliran ada yang ngancem balik dia ngacir paling duluan

    Senjata nyelip dipinggang
    Padahal gagangnya doang
    Bijinya langsung mengkeret lihat orang pake seragam

    Menurut Olitz (vokalis, gitaris Aliensick) lagu ini berkisah tentang tingkah laku Ormas-ormas yang kayak jagoan. Tapi kalo kita baca, lirik ini juga bisa bisa ditujukan buat jagoan lokal, aka akamsi dengan tingkah ngeselinnya. Sebuah realitas sosial Indonesia, yang sering kita jumpai sehari-hari. Teri kampung! Yha akhirnya gue mengerti. Alensick telah mengotakkan orang seperti itu ke kelas rendah paling murahan. Teri Kampung.

    Lalu ada juga lagu dengan judul tersingkat di album ini. “P”. Apakah ini inisial nama? Yang sengaja di samarkan. Karena nada lagunya sangan melancholia. Namun Olitz kembali berujar, P itu maksudnya Pedhopilia. Dan lagu ini mengambil sudut pandang si pelaku yang bengis merayu dengan muslihat manisnya. Sehingga lagu ini pun terdengar manis. Hahaha disinilah letak sintingnya:

    Hey hentikan isakmu keringkan matamu
    Sakitnya dunia takberlangsung lama
    Datanglah padaku tak usah kau ragu
    Lupakanlah saja hidupmu yang dulu

    Pejamkanlah matamu
    Malam ini segera berakhir
    Perih yg kini kau rasa
    Itu sementara

    Aku kan membawamu kesana
    Aku kan membuat pedihmu sirna
    Aku kan membawamu kesana
    Ketempat kau temukan bahagia

    Peluklah diriku genggam tanganku
    Jangan kau hiraukan sakit yang kau rasa
    Lupakan lukamu hentikan tangismu
    Kau kan segera bebas dari segalanya

    Tiga lagu itulah favorit gue di album Sinting milik Aliensick. Coba check juga track mereka berjudul Muak,Terminal Khusus, dan nomor ballada Pupur & Gincu. Kalau Mendengarkan album ini, kita seperti masuk lorong waktu. Terhempas ke era pertengahan 90an. Secara bunyi musik mereka berkisar antara Grunge atau Alternative Rock. Gue pribadi sih gak perduli soal itu. Yang penting mendengarkan album ini bisa membuat kita larut dan ikut bernyanyi. Dan karena hampir semua lagu di tulis dalam bahasa Indonesia, maka album ini masuk ke dalam salah satu album terbaik 2011 versi gue pribadi.

    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • The Experience Brother, Mama Boy Psychedelia

    The Experience Brother, Mama Boy Psychedelia

    Album ini memang agak susah di cari. Dan itulah budaya Indonesia my friend. Makin sulit di cari kemungkinan album itu keren semakin tinggi hahahaha. Dan betapa beruntungnya gue mendapatkan album ini dari bandnya langsung, ketika menghadiri acara Ramadhan di Demajors records.

    Singkat kata gue sampai dirumah, lalu memutar album ini di mini hifi gue. Gue puter keras-keras. Wuih terasa banget pengaruh 60annya, tapi tetep aman di balut sound kekinian. Gue ambil covernya, siapa sih yang mixing album ini. Tertulis Barlian Krisna Yoga. Wah kayaknya gue kenal nih. Akhirnya gue berinisiatif mengontak langsung vokalisnya, Bram Ibrahim.

    Jimi: Yang mixing si Barlian Yoga? Soundengineer TTAW yha?

    Bram: ya…mixingnya di Barlian Yoga, Jim.Masteringnya di studio Aru Bandung…

    Jimi: Gimana kerjasama sama si Yoga friend, udah dapet belom maunya elo di album ini?

    Bram: sebenernya sih album eye contact itu memang sudah seperti maunya Gue dan Daud…soalnya pd waktu mo merancang album ke 2 itu kita memang lg nyari2 karakter rock yang jarang diangkat sama band2 Garage Rock Indonesia..tiba2 secara tak sengaja terbentuklah sound The Experience Brothers yg sekarang..dan menurut kita itu adalah pencapaian yg memuaskan pd saat itu

    Jimi: Mantaff friend, kayaknya lo menyebut musik lo Garage Rock nih

    Bram: sebenernya bukan..gw lbh seneng menyebut musik gw “modern psychedelic rock blues”…gw menyebutkan garage rock karena itu ungkapan yg lebih umum drpada psychedelic rock blues,haha itu karena gue sama Daud seneng musik psychedelic cuma kita gak kepengen membawakan dengan karakter sound tua..jadi psychedelic pun butuh revolusi sound

    Jimi: Anjiiing Revolusi Sound! iya yha “Modern Psychedelic Rock Blues”, kepanjangan hahaha
    lo gak takut di cap sebagai pengikut White Stripes, The Datsun atau The Strokes friend. anak-anak jaman sekarangkan mengidentikkan Garage dengan mereka

    Bram: betul makanya gw kepngen bikin roots baru tapi dimainin secara berdua aja…kalo boleh jujur sih sebelum bikin album dalam menentukan aliran, kita sedikit survey dulu..

    Jimi: oyha! surveynya gimana tuh?

    Bram: sekarang tinggal dilihat…kira-kira ada band apa aja sih di dunia yg personilnya cuma berdua? kita gak kepengen dicap sebagai pengikut soalnya.

    Jimi: Gue demen tuh kalimat terakhirnya hehehe

    Bram: Hehe terimakasih….sebut aja ada The Black Keys dan White Stripes.
    Kita jangan ambil roots yg sama dengan mereka..soalnyakan psychedelic itu luas…

    Jimi: Psychedelic tanpa bass itu, aneh banget menurut gue. Biar kedengeran gak aneh lo apain tuh?

    Bram: Hmm sebenarnya ide ini sudah tercetus lama..sejak tahun 2005an. Jadi gue terus berfikir gimana caranya biar efisien dalam bermusik karena kita selalu bermasalah dengan bassist. Nah baru terlaksana pas tahun 2009an. Itu pun gara-gara ditinggalin bassist 2 hari sebelum tour..jadi mau gak mau dalam keadaan terjepit manusia hrs bisa kreatif! Intinya sih sound itu kan ada low, mid dan high…nah gimana caranya biar gitar bisa mndapatkan semua EQ itu. Alhamdulillah saya mendapatkan formulanya secara ga sengaja. Begitulah hahaha

    Jimi: Semesta mendukung hahaha

    Bram: Hahahaha

    Jimi: Oke, lirik lo menarik nih friend. Pas dengerin track pertama. She’s Alright. Lagu cinta ini lugu banget. Dari membawa mama, sampai suatu saat akan mengawini dia. Bagaimana sampai terfikir membuat lirik seperti ini friend?

    Bram: ini lucu bgt…ceritanya….pernah denger tentag istilah “sesuatu yg kamu lakukan secara rutin maka tanpa kamu sadari kaamu telah membawa aktivitas itu ke kreativitas kamu?”
    Nah, itu yg terjadi sama kita…
    Jadi kalo boleh jujur gue bikin lagu memang lepas begitu saja, kadang pengalaman pribadi, kadang sesuatu yg tercetus begitu aja. Nah kalo She’s Alright itu terjadi karena gue sering curhat sama nyokap tentang pacar-pacar gue. Tanpa sadar, gue membawa itu kedalam lagu.
    Gue pun gak menyadari itu sampe akhirnya pas nyokap sering dengerin lagu-lagu gue, dia tiba-tiba bilang: “kamu sadar gak kalo ini tuh, semua omongan kamu yang kamu bicarain ke mamah”
    Jadi ternyata hampir semua lagu yg di album eye contact adalah sesuatu yang sering gue obrolin sama nyokap hahaha tapi gue gak sadar…dan nyokap gue tau hal itu. Begitulah. Hehehe…

    Jimi: Wow, elo ternyata seorang Mama’s Boy haha

    Bram: haha iya dan gue gak malu untuk mengakui hal itu.
    Restu ortu adalah restu Allah…

    Jimi: Dan elo sangat religius juga ternyata ☺

    Bram: Hmm sebenernya kalo religius itu mungkin belum terlalu yah…namanya orang pasti tetap bandel…gue gak mau orang beranggapan gue religius karena gue gak seperti itu hahahaha. Tapi yang jelas gue respect sama ortu gue

    Jimi: hahahah, btw lagu yang Killer Eye Contact termasuk favorit gue tuh. Gimana cerita latar belakang lagu ini friend?

    Bram: ide ceritanya simpel…
    terkadang tatapan orang yg ga kita kenal dijalan bisa bikin maslah
    kita kan sering di jalan nemu bhwa kita sedang diliatin sama orang dng tatapan yg kurang enak..hahaha dan itu itu kan bikin anggapan “apa lo liat2!”
    itu ide dr killers eye contact

    Jimi: Nah “Apa lo liat-liat!” gue demen tuh. kalo di Indonesiain akan jadi sangar. Ketika lo tuangkan ke bahasa Inggris jadi terdengar sopan sebenernya. Pernah gak lagu ini lo bikin dalam bahasa Indonesia

    Bram: hmm klo boleh jujur sebenerya belum…gue ga terlalu jago dalam mengungkapkan bahasa Indonesia ke dalam lagu hehehe. Kalo Jimi mau berkolaborasi gue mau bgt kok hahaha

    Jimi: hahaha jadi ke sokin nih. Balik lagi ke elo friend. Kalo Little Pony itu siapa sebenernya? Ini track favorit gue juga

    Bram: dan lagu yg disetel pada saat itu adalah “Maju tak gentar”

    Jimi: Maksudnya?

    Bram: hanya reflek yg berjalan. Tiba-tiba mulut gue ngoceh sendiri sambil bermain gitar. Makanya nada awal Little Pony itu gue ambil dari nada “Maju Tak Gentar”.
    Sebenarnya Little Pony itu sendiri adalah sebuah karakter yg gue sendiri gak tau siapa. Gue gak kepengen mengumbar isu perdamaian dalam lagu. Makanya gue pake karakter si Little Pony itu biar kesannya agak misterius gitu dan tidak terbaca dengan jelas semuanya. Tapi inti dari Little Pony itu tentang perdamaian. Begitulah

    Jimi: Mantaff! obrolan ringan nih friend. Sebelum elo tenggelam dalam rimba Psychedelic lo banyak dengerin musik apa? Sempet punya band dengan warna beda?

    Bram: hahaha apa yah? hampir semua band yang gue denger sih awalnya dari band-band tahun 50-70an haha. Dari kecil gw udah di kasih denger bokap lagu-lagu tua. Kalo band, sebenernya gue dulu punya band yang meng cover lagu-lagu The Beatles. Itu pas jaman SMA. Nah kalo pas jaman SMP sih cuma ngeband-band biasa aja. Waktu itu bawain lagunya Slank sama Stinky hahaha

    Jimi: buset, yg terakhir maut tuh hahaha

    Bram: huahahaha maklum masih SMP

    Jimi: Jimi Hendrix sempet covering gak?

    Bram: iya itu juga cuma udah pas bikin band The Experience…
    Dulukan awalnya namanya itu The Experience, cuma akhirnya banyak orang yg mengidentikan sama Jimi Hendrix. Kita gak mau cuma jadi pengekor, makanya moment ngeband berdua itu kita manfaatin untuk mengganti nama menjadi The Experience Brothers

    Jimi: artwork album lo keren friend. Apakah elo berkarya di dunia seni rupa juga?

    Bram: iya betul. Gue juga desainer grafis hehe..

    Jimi: Mantaff, main job lo yg mana nih. Desainer, atau Rocker

    Bram: Bokap gw sih selalu ngingetin “inget musik lo yg utama yah, kerjaan lo itu sampingan” hahaha
    Tapi malah pekerjaan sampingan ini yang bikin musik tetep hidup.

    Jimi: Wuanjeng mantaff juga si om bokap hehehe, selalu begitu di Indonesia

    Bram: hahaha iya makanya gue harus tetep kerja biar bisa maen musik

    Jimi: Nah kalo mimpi lo terhadap The Experience Brothers mau sampai gimana friend?

    Bram: kalo sekarang jujur..impian gue cuma pengen karya Experience Brothers dikenal lebih luas…
    simpel aja kan?
    hahaha
    Gue rasa itu impian semua musisi deh haha

    Gak terasa waktu udah jam satu pagi aja. Akhirnya gue pamitan dengan Bram, menutup laptop gue. Dari obrolan singkat gue tadi gue rasa elo udah bisa menyimpulkan, band seperti apa The Experience Brothers. Yang pasti, Pandu Fuzztoni merekomendasikan gue untuk melihat mereka mentas. Konon khabarnya mereka lebih Raw di atas panggung. Jadi gak sabar nunggu tanggal 16 September. Morfem akan tampil bareng mereka dan Jude. Akan menjadi pengalaman yang menyenangkan pasti.

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • JakMusik Episode Folk, menampilkan: TTATW, Ikat Kepala, dan “mungkin juga kamu” :)

    JakMusik Episode Folk, menampilkan: TTATW, Ikat Kepala, dan “mungkin juga kamu” 🙂

    Musik Folk sedang marak di scene musik anak muda sekarang. Baik solois, group bahkan band yang mengusung Folk banyak bermunculan. Setelah nama-nama melegenda seperti Iwan Fals, Franky and Jane, Ebiet G Ade, Leo Kristi dll. Kini nama-nama baru di musik Folk telah menjadi idola remaja masa kini. Mereka adalah:

    TTATW
    The Trees And The Wild dan …

    ikatKepala
    Ikat Kepala.

    Dengan mengusung nuansa Folk yang lebih eksploratif kami undang mereka di Jakmusik. Untuk melengkapkan episode folk ini, maka kami akan mengundang satu nama lagi di untuk bergabung bersama mereka. jika kamu punya band atau bahkan proyek solo bernuansa folk, mari bergabung dengan JakMusik episode Folk yang akan mulai shooting tanggal 30 juli nanti

    Silahkan cantumkan Link contoh musik kalian, profile, website, contact person, atau berita-berita menarik lainnya di box comment di bawah ini –>

    logo morfem
    Booking Contact: 0858 11 764 764 | Kiki
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG