Category: Music

  • Playlist 28 Mei: Memutar kembali Izzy Stradlin and The Juju Hounds

    Playlist 28 Mei: Memutar kembali Izzy Stradlin and The Juju Hounds

    Album solo Izzy Stradlin ini sempat menjadi favorit gue ketika lulus SMA. Yah walaupun gak meledak di sini. Tapi spirit Rock N Roll dan Punk Rock album ini bener-bener mengena dengan selera kuping gue. Melebur dengan sound 90an hardrock gondrong yang lagi marak-maraknya zaman itu. Sebelum di bantai sadis oleh Nirvana.

    Gue akui sebelum gue kesengsem sama Izzy Stradlin And The Juju Hound, gue lebih dulu ikut-ikutan menggilai Guns N Roses ketika SMP. Appetite for Distruction udah jadi salah satu album wajib di sekolah (selain Thrash Metal tentunya). Semua kawan cewek gue menggilai Axl dan jago-jago gitar di sekolah menggilai Slash waktu itu. Tapi karena gue bukan cewe dan gak jago gitar. Gue punya penilaian lain tentang GNR. Suatu hari gue datang ke rumah sohib. Di rumahnya terpampang poster gede GNR. Pada waktu itu kami para abg melihat poster ini keren sekali. Lalu gue googling, mencoba mengenang gambar itu. Ah ketemu! Coba kita lihat sekali lagi…

    Guns N Roses

    Hahaha klasik. Dan noraknya gue bersama kawan gue (bernama Chandra Manurung) sampai menggambar ulang poster ini ke bentuk cartoon. Setelah selesai menggambar ulang poster ini, gue menyadari. Ternyata orang paling keren di poster ini adalah Izzy Stradlin (bertopi hitam kedua dari kanan). Karena di album tertulis dia seorang pemain Rhytm Gitar, akhirnya gue mulai menerka-nerka permainan gitar doi. Ketika memutar kaset GNR. Kira-kira yang mana bunyi gitarnya Izzy yha. Hahahaha… Singkat cerita di rilislah double album GNR, Use Your Illution I & II …

    Use Your Illution

    Bah entah kenapa gue kurang dapet nih enaknya mendengarkan album ini. Padahal album ini meledak banget di Indonesia. Apalagi pertama liat video klip You Could be Mine. Ah finish nih GNR. Gebukan Matt Sorum yg pertama gak sreug di gue. Gue seperti kecewa lalu mengubur dalam-dalam GNR dari list favorit gue. Dan setahun kemudian kalo gak salah, Izzy hengkang dari GNR. Dan tiba tiba pada tahun 1992 dia merilis solo album.. Izzy Stradlin And The Juju Hound

    Izzy Stradlin And The Juju Hounds

    NAH INI DIA!!!! Sepertinya album ini menjadi jawaban atas kekecewaan gue dengan Use Your Illusion. Abum ini lebih kental banget pengaruh Rollingstones, The Faces, New York Doll, bahkan The Clash. Sepertinya itulah alasannya. Sempat terfikir, kenapa gak Izzy aja yg jadi konseptor Use Your Illusion yha. Gak mungkin lah hahaha..

    Ketika masuk lagu pertama Somebody Knockin, gue langsung setuju. Album ini enak. Nuansa Stonesnya terasa. Tapi lagu yang paling sering gue puter di album ini adalah Bucket Of Trouble. Maklum lagu ini Punk Rock banget. Gue curiga Rancid terinspirasi lagu ini ketika menggarap Fallback Down. Yoi Punk Rock tapi ada Hammondnya. Pas di lagu How Will It Goes, gue seperti mendengar ballada ala The Faces di blender dengan The Stones. Train Tracks? beh flamboyan banget nih. Seperti New York Dolls yang makin mahir memainkan Rollingstones. Di album ini juga ada Pressure Drop. Satu lagi lagu cover version Toots And The Maytals terbaik setelah The Clash. dan pastinya doi punya single ballada yang manis. Suffle It All.

    Puas sekali mendengarkan album Izzy Stradlin And The Juju Hound. Setelah mendengarkan album ini akhirnya gue menyadari. Sentuhan Izzy Stradlin lah yang gue suka di tubuh Gubs N Roses (plus gebukan Adler). Ketika GNR makin kenceng, gue malah berpaling hahaha. Hard Rock ternyata bukanlah jodoh kuping gue. Intinya pengaruh The Rollingstones dan Punk Rocklah selera yang Jimi banget. Sorry penilaian gue sangat personal. Dan tulisan ini bukan review. Ini sekedar Nostalgia 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 5.20.12: TOTAL ANARCHY / Frustrasi Global

    Playlist 5.20.12: TOTAL ANARCHY / Frustrasi Global

    Rilisan Crossover terbaik dari Bekasi (2009) !!

    Gue lagi keranjingan Thrash Metal lokal friend. Dari pioneernya Roxx dan Rotor, hingga yang paling muda Social Black Yelling bergantian di puter di mini hifi meja gue. Lama-lama kenceng juga ini kuping hahaha. Tapi dari semua rilisan Thrash Metal lokal, menyeruak satu band Crossover yang mencuri perhatian. Yoi bener, band itu bernama Total Anarchy 🙂

    Mereka memang lahir dari scene Punk. Rilisan pertama mereka Natural Madness, asli Street Punk sejadi-jadinya. Namun di rilisan kedua mereka tahun 2009, warna Thrash Metal mulai bercampur dengan kegelisahan Punk Rock mereka. Jadilah album Frustrasi Global. Yang masih sedap di nikmati sampai sekarang. Wajarlah gue sebut mereka band Crossover sekarang.

    Yang menarik adalah Total Anarchy berhasil meramu kesederhanaan Punk dengan teknik Thrash Metal. Alhasil riff-riff mereka memang cihuy untuk mengiringi segerombolan orang yang turun melantai ke moshpit. Vokal Rudi sekilas seperti Scott Ian menyanyikan lagu Discharge. Kalo gak percaya lo denger aja track ke 4, Mental Disturbance. Benerkan! Apa kata gue hehe.

    Mental adalah satu-satunya lagu berbahasa Inggris di album ini. Itulah mengapa album ini jadi semakin menarik untuk di nikmati. GPK lagu lama dari album Natural Madness di remake dengan riff gitar Thrash. Masa Depan…??? track favorit gue. Penggunaan tiga tanda tanyanya mempertegas tema lagu ini tentang apa. Sampah Kimia, Amoral, Konstruksi Jaman dan Frustrasi Global juga termasuk nomor yang ciamik. Di track Frustrasi dan Diantara Kekacauan malah kita bisa mendengarkan permainan lead gitar yang cukup njlimet. Khas ala Thrash Metal. Sedaplah

    Total Anarchy

    Sebenernya tidak sulit untuk menemukan rilisan keren ini. Tinggal telephone Rudi di 085 31 30 60 182, transfer, trus CD sudah sampai di rumah lo. Dan bersenang-senanglah 🙂

    Ketika pertama kali menjadi host tamu di Radio Show TV One. Gue berjumpa vokalisnya, yang menjadi team artistik di sana. Wah sepertinya team kreatif Radio Show tidak menyadari ada harta terpendam di tubuh mereka. Dan nama itu adalah Total Anarchy

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 20 Mei: PURE SATURDAY jadi Art Rock dan Grey

    Playlist 20 Mei: PURE SATURDAY jadi Art Rock dan Grey

    tgl 5 Mei, gue sudah memegang ticket konser Pure Saturday, Grey, dengan hati nelangsa dan tatapan kosong. Anjiiiing kenapa konser ini bertepatan dengan janji pertemuan Morfem dan Brutal. Setelah menimang-nimang akhirnya ticket gue lepaskan. Karena pertemuan ini merupakan hajat hidup orang banyak. Dengan alasan gak mau egois, maka gue lepaskan kesempatan nonton PS di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru. Lalu berangkat meeting deh. Di perjalanan lagu The Smith dan Morrissey berkumandang terus menerus di mobil si Pandu. Tapi otak gue melayang, menggambarkan suasana di GKJ. Hiks 😦

    Satu hari berikutnya gue langsung meburu album ini. Lalu gue setel di mini Hifi kesayangan di meja kerja gue. Dengan menggunakan headphones (karena gue takut membangunkan Pijar) gue setel dengan volume kenceng..

    headphones

    Gile album ini di buka dengan komposisi klasik. Entah ini hasil komposisi anak-anak PS atau memang sudah ada komposisi seperti ini. Gue gak paham klasik. Tapi yang pasti di intro ini seperti sudah mewarning kita akan pengalaman-pengalaman yang terjadi di track demi track berikutnya.

    Track pertama Horsemen. Buset, keren. Suasana langsung berubah jadi nostalgia. Yoi friend, musik kayak gini mah waktu gue SD di sebut Art Rock. Refrainnya gue jadi inget Yes (dalam versi yang lebih ringan tentunya). Apalagi ada sentuhan Yockie Suryoprayogo di keyboards. Makin-makin deh Art Rocknya. Dan yang bikin tambah keren adalah ketika perpindahan ke track berikut ada efek-efek mindahin gelombang radio AM. yoi Radio AM karena kresek-kresek seperti ini gak bakal terjadi di gelombang FM. Lalu masuk intro drum Lighthouse…anjiiing keren. Lagu ini sudah sangat familiar di kuping gue. Karena sering di puter ketika gue siaran sore di Trax FM. Setelah gue baca sleevenya ternyata Rekti The Sigit jadi backing vokal di sini.

    Musim Berakhir, satu satunya track berbahasa Indonesia di album ini. Liriknya keren pas bagian…Oh Cakrawala Berselendang Pelangi…reflek gue menoleh ke anak gue yang sedang tidur di dekapan ibunya. Pas di sebelah gue. Gile puitis banget PS di track ini.

    Starlight, gile perasaan lagu ini gak kelar-kelar. Oh iya 6:52 cing. Ada sedikit noise hitar di bagian tengahnya. Liat di sleeve, eits, si Rekti lagi keluar.

    Utopian Dream, di kasih akustik sedikit. Peregangan khayal. Biar gak terlalu terbuai kita hehe. Cakep iki lagunye. Bagian favorit..Cold night has no pitty…Home is where i want it to be…..writingsong that i cant, belieeeeeeeeve…nanjak Satria NB..Nanjak 🙂 (eh ternyata ini suara Rekti, kata Hasief)

    The Air, The Empty Sky….bunyi keyboards yang di beri judul 0:52 menit saja 🙂

    Passepartout

    To The Edge

    Albatross:
    I. Candle Lit-Moonshine
    II. Embrace
    III. Dream A New Dream

    Wah skip gue untuk menulisnya lagi. Album ini membuat gue melamun. Asli. Sampai dimana tadi? Akhh…yang pasti album ini sudah seperti album Artrock saja kayaknya. Bukan indie pop hehe. Dan suara Satria NB makin merdu saja 🙂

    Warning: Kalo lagi banyak masalah jangan mendengarkan album ini 😛

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 13 Mei: Belkastrelka, elektronikantik

    Playlist 13 Mei: Belkastrelka, elektronikantik

    Sebenernya gue dapet album ini di akhir tahun lalu. Gue bokul di lapak RRRECFEST, gedung Tan Ek Tjoan Cikini. Ketika Morfem juga bermain di acara yang sama. Kemasannya unik. Seperti mainan yang biasa di display dengan di gantung di tembok warung. Atau abang-abang keliling pada tahun 80an.

    Secara musiknya? Mereka memainkan musik elektronika pop. Yang biasanya musik elektronik itu simple dan enak buat jogetan, mereka justru menggunakan progresi chord yang cukup miring. Musik elektronik yang enak untuk di jadikan topik berwacana 🙂

    Judul lagunya juga keren-keren. Seperti Pujian Expatriat, Agen Gossip, Pertarungan Pinggir Selokan, Kampung Yang Tenggelam, Mitos Bangsa Ramah. Seru ye 🙂

    Kalo lo pengen tau band ini ebih jauh buka aja web mereka belkastrelka.tk. Walau informasinya cukup abstrak tapi nikmat di nikmati.

    Belkastrelka

    Dalam kemasannya juga ada bonus sticker. Sticker bergaya sticker urban, sedaplah pokoknya. Tapi masalahannya setelah gue selesai menyetel CD ini, agak repot untuk memberesinnya. Supaya bisa menjadi seperti kemasan semula. Terasa kurang praktis saja.

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • ke Hammersonic hanya untuk D.R.I.

    ke Hammersonic hanya untuk D.R.I.

    Inilah hasil dari mampir ke Hammersonic. Sabtu 28 April 2012. Lapangan D Senayan. Benar-benar Dirty dan Rotten. Pagi harinya ketika gue merendam Tshirt ini, pembokat di rumah langsung menggabungkan Tshirt kesayangan gue dengan kain pel!!! Untung sempat terselamatkan. Sebelum gue teruskan cerita ini, gue mau Flashback sebentar.

    Anthrax

    Yoi…Anthrax!

    Penantian 23 tahun terbayar sudah. Anthrax salah satu band papan atas untuk urusan Thrash Metal datang ke Jakarta. Main di Ancol 31 Maret 2012. Dengan sound yang mumpuni. Yang awalnya gue cuma niat nonton anteng, tapi ketika Caught In The Mosh di mainkan gue terjun ke mosh pit juga. Dan meledak ketika lagu Indian di mainkan, akhirnya setiap 2 lagu berselang terjadilah itu pusaran Wardance. Dan kita harus ikut circle pit untuk survive. Gue gak mau cerita banyak di sini. Yang pasti setelah Anthrax menyelesaikan encorenya, dan lampu di terangkan. Gue jadi agak sentimentil bersama beberapa kawan lama. Kita berpelukan. Agak norak memang. Tapi entah mengapa itu terjadi. Dan yang keluar dari mulut gue selalu….”akhirnya kita nonton yang ori friend!” Yoa secara puluhan tahun gue dan kawan-kawan lama hanya menyaksikan kw super Anthrax….yaitu ROXX. Tidak mengherankan jika malam itu kita larut dalam Euphoria.

    Perjalanan meremajakan diri berikutnya adalah Dirty Rotten Imbeciles alias D.R.I

    Hammersonic

    Hammersonic
    Gue udah memprediksi sound yang akan di hasilkan D.R.I. Makanya gue hanya datang untuk D.R.I. Karena secara band nomer sekian dari kavling Thrash Metal/Crossover mereka pasti datang dengan sound alakadarnya. Gue gak mau sound band lain yang gue tonton memupuskan euphoria penantian 23 tahun gue malam itu.

    Singkat kata gue udah di depan panggung Hammersonic. D.R.I setting alat. Ehm tanpa crew! Gitar bunyi sedikit mereka langsung memainkan Who Am I? Samasekali gak nendang. Lalu gue maju ke baris terdepan. Walau samar lama kelamaan soundnya beradaptasi juga di kuping dan gue pun larut dalam suasana. Paling tidak jauh lebih baik dari sound Misfits.

    D.R.I hampir memainkan semua nomer favorit gue. Dari Dirty Rotten Lp, Dealing With It (ini yang paling penting), Crossover, 4 of a kind, Thrash Zone, Deffinition pun di babat. Entah apa mereka memainkan lagu dari album Full Speed Ahead atau tidak (gue kurang familiar dengan album ini). Gue lebih berasa nonton band HC/Punk ketimbang band Crossover Thrash. Mungkin karena soundnya busuk sekali. Andaikata soundnya sekeren Anthrax entah jadi apa crowd malam itu 🙂

    Tapi itulah kehebatan nostalgia. Sound busuk bukan masalah. Semua bisa di akali. Penantian 23 tahun membuat semuanya jadi keren. Yang penting bisa larut, sedikit singalong, dan banyak moshing, slamming, dan circle pit hahaha…

    Reuni dengan kawan lama jaman SMA, Kuliah dan Poster Cafe juga patut di tulis.

    Malam itu gue berasa seperti anak SMA lagi. Tinggal nunggu SUICIDAL TENDENCIES mampir Jakarta. Maka gue sah di baptis kembali menjadi anak umur 15 tahun lagi hahahaha.

    Sepulangnya ke rumah gue rendem kaos gue. Mandi dan keramas. Tanah merah lapangan D Senayan bikin badan kasat dan dekil. Full Dirty dan Rotten.

    Siangnya ketika gue bangun, gue mendapati kaos kbanggaan gue sudah bergabung dengan kain pel di pelataran belakang rumah. Akhirnya gue meminta pembokat gue untuk merendam ulang kaos ini. Lo tau apa yang dia katakan
    “Wah maaf mas saya kira kaos ini udah mau di jadikan kain Pel (dengan logat jawa tengah khasnya)”

    Die gak tau apa, kaos ini udah di baptis sama Kurt Brecht 😛

    hammersonic-festival-2012-penonton-nggak-melulu-metalhead_articleimage

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 29 Maret: Edane / Kharisma Pancaroba

    Playlist 29 Maret: Edane / Kharisma Pancaroba

    Dulu, ketika gue masih kecil. Gue menghayalkan ada band rock dengan lirik Indonesia. Pasti keren kali yah, dalam bayangan gue. Walaupun pada saat itu banyak band-band pop rock berbahasa Indonesia. Tapi lirik lagu-lagu mereka cenderung klise bahkan parahnya menggurui. Ketika Roxx dan Rotor rilis, gue mulai merasa terwakili. Di susul dengan Edane, nah ini dia. Walau musiknya gak seekstrim dua band tadi. Tapi rilisan ke dua mereka,Jabrik , sempat jadi favorit gue. Dan ketika Aquarius me-reissue album ini ke dalam bentuk CD. Gue termasuk anggopta masyakat yang berbahagia. Karena album ke dua ini menyisakan dua anthem yang keren menurut gue. Dan gue kembali membeli album ini hanya unuk memutar track Pancaroba dan Kharisma.

    Pada credit tittle di sleve album ini tertulis: All song written, Arranged and performed by ‘Edane’ except lyrics. Dan kebetulan lirik kedua lagu ini di tulis Tantowy. Nah sampe sekarang gue belum tau siapakah Tantowy. Gue rasa peran dia atas kerennya ke dua lagu ini sangat besar. Karena musik yang sudah di komposisi bagus, tapi hancur di lirik, sudah pasti akan ngedropin mood. Selain menulis lirik dua lagu keren ini, Tantowy juga menulis di track Alam Manusia. Lagu in juga cukup keren, walau masih kalah seru di banding ke dua lagu tadi. Selain Tantowy, nama-nama lain seperti Sawung Jabo (wow doi menulis lirik berbahasa Inggris di sini), JP Patton, Tagor S, juga ikut sumbang tulisan lirik. Tapi paling keren tetep tulisan Tantowy my friend. Coba lo check penggalan lirik ini:

    Pancaroba

    Walau luka di urat darahmu
    Walau lahar di denyut nadi mu
    Di langkahmu beling berserakan
    Di Jalan nyawa tak bertuan
    Rasa bergolak menghantam batasan yang usang
    kau yeah meradang di cakrawala

    reff
    Kau derunya pancaroba
    Syairnya kenyataan
    Nafasnya kehidupan
    Bias keadaan

    Kau derunya Pancaroba
    Kau hidup di jiwaku
    Kau jiwa di hidupku
    Bagian duniaku

    Masa penuh tanda tanya
    Dan kecewa bagai detik bom waktu
    Jeritmu kudengar di celah pencakar langit
    Untuk siapakah nikmat merdeka?

    Hey ke sini, mari mari satukan segala rasa
    Agar sekokoh bukit barisan

    Wuih seru ya, seperti mengomando para pemuda yang gelisah kedalam barisan pancaroba. Satu lagi simak Kharisma. Temanya kurang lebih masih sama. Sebaiknya di baca sambil mendengarkan lagunya, dengan volume penuh. Biar makin meresap di nadi, tsaaaahhh….

    Kharisma

    Kita mata sang zaman
    Saksi prilaku peradaban
    Kita nafas sang waktu
    Yang menghembuskan kekuatan

    Janganlah kita mudah menangis
    lantangkan suara hati nurani
    Bakarlah slogan dan impian
    Beranikan menerjang rintangan hidup

    Disini semua senyawa
    Sempurnakan rasa
    Gemakan Kharisma

    Gerai rambut panjangmu
    bergelombang di cakrawala
    Rona alam kebebasanmu
    Menghampar sejauh pandangan

    Capailah puncak kehidupan
    Taklukkan cadas terjal yang menghadang
    Singkirkan kabut di fikiran
    Tegarlah bagai karang di lautan

    Disini semua senyawa
    Sempurnakan rasa
    Gemakan Kharisma

    Disini semua senyawa
    Hayati nuansa
    Udara terbuka

    Disini Semua senyawa
    Mereguk suasana
    Bebas dan Merdeka

    Itu liriknya. Kalo ngomongin musik mereka? Bah semua orang udah tau kehebatan Eet bergitar dan gaya gebukan Fajar Satriatama. Dan kawalan Iwan Xaverius juga menambah gahar komposisi mereka. Dan album keren ini di produseri sendiri oleh Edane pada tahun 1994. Sampai sekarang masih sedap di setel kenceng buat yang suka Heavy Metal atau Hard Rock. Sayangnya gue gak menemukan ephoria lirikal seperti lagu Kharisma dan Pancaroba di album terbaru Edane. Sepertinya mereka harus mengontak kembali Tantowy untuk menggarap album terbaru Edane berikutnya.

    Edane

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 27 Maret: Agrikulture / Terang Benderang

    Playlist 27 Maret: Agrikulture / Terang Benderang

    Trus terang gue selalu melawati album ini di toko CD. Karena kemasannya kurang menggoda gue untuk memegangnya. Padahal sebelum album ini rilis, beberapa bulan silam. Gue langsung kepincut dengan lagu mereka yang berjudul Kita. Mereka membawakan lagu ini di sebuah launching produk Jeans di Grand Indonesia. Kebetulan gue jadi MC di sana. Dan lagu kita langsung nancep di kepala gue seketika. Benar. Lagu ini ringan dan catchy. Apalagi bagian refrainnya. Tapi begitulah. Ketika gue denger khabar album ini rilis, lalu gue cari di toko CD. Dan melihat artwork covernya. Gue mengurungkan diri untuk membelinya.

    Berbulan-bulan lewat. Akhirnya gue ketemu mereka lagi di acara Radio Show Tv one. Malam itu gue di daulat menjadi co-host Sandy Andarusman untuk yg ke tiga kalinya. Dan bintang tamu pada malam itu kebetulan Agrikulture dan Jiung. Mereka mengcover beberapa lagu Benyamin S (malam itu tema Radio Show adalah tribute to Benyamin S). Tapi ketika mereka membawakan lagu sendiri, lagu Kita, ada rasa bersalah menghantui diri gue. Anjiiing lagu ini enak banget. Kenapa gak gue sikat album mereka dari dulu yah.

    Esok harinya sebelum siaran gue memburu CD ini di Toko CD Sarinah, deket radio gue. Sial stocknya gak ada. Akhirnya gue bela-belain berjalan ke jalan Sabang. Aaaah…untungya gue bisa mendapatkannya di DS. Lumayan sedikit usaha di terik panas matahari jam 2 siang.

    Ternyata secara keseluruhan album ini cukup bagus. Kelebihannya DJ ngeband adalah mereka pandai menciptakan beat yang asoy dan sound yang pas buat bergoys! Salute buat Adit dan Dipa yang telah memproduseri sendiri album ini. Hal lain yang bisa di sebut untuk album ini adalah, suara vokal si Fandimc. Gile makin maut aja cing. Selain Kita yang menjadi favorit pribadi gue. Lagu Orang Utan dan Gengsi Oh Gengsi terasa banget mereka terpengaruh gaya lagu betawie Benyamin S dan Rap seadanya ala Farid Harja. Yang lebih antik lagi Lagu Cinta-Cintaan malah mengadaptasi teknik vokal vibrasi ala Farid Harja. Lengkap dengan sengaunya segala hahaha. Suatu waktu lain gue juga sempet liat Dipa jadi DJ, buset itu lagu Indonesia lawas dia mainkan di Club. Sepertinya hal ini adalah salah satu penyebab antiknya lagu-lagu di album ini. Kalau masalah sound, bah album ini ciamik. Lagu penutup Untukmu juga nomor penutup yang pas.

    Gue suka banget album ini 🙂

    Repeat yang Kita lagi aaahhh….

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Dokumenter Musik: Who The Fuck is Superglad

    Dokumenter Musik: Who The Fuck is Superglad

    Who The Fuck is Superglad adalah judul pertama dvd dokementer ini. Begitulah yang di ceritakan Buluk kepada gue beberapa waktu lampau. Sebelum DVD ini rilis. Setelah datang ke launching DVD ini gue mendapatkan judulnya sudah berubah menjadi Kemarin, Hari ini, Selamanya Rock Together. Buluk memang terinspirasi judul album 7second Walk Together Rock Together, sempat di jadikan tagline Superglad. Dan sudah melekat dengan image Superglad. Dan pergantian judul ini merupakan strategi agar memudahkan penjualan , ujar Buluk di launching DVD dokumenternya.

    Terlepas dari kompromi judul dokumenter ini. Isi dari DVD ini patut di acungi 4 jempol. Sutradara Edmond Woworuntu aka Kamerad Edmond aka Elkamerad berhasil mengaduk-aduk emosi kita. Dari tertawa melihat ulah SG. Terharu melihat suasana kepergian crew mereka, Aheng untuk selamanya. Kembali tertawa-tawa di adegan Mokai (judi), Bokeknya SG, Kedekatan dengan keluarga, hingga cuplikan show mereka yang cukup menghibur. Dan editor Haris Kartasumitra berhasil merangkai ribuan footage menjadi sebuah gambar yang sedap untuk di nikmati.

    Dalam dokumenter ini lo akan lebih mengenal karakter personil SG satu persatu. Selain Buluk yang sudah kita kenal dekat dengan “Mad Man” nya. Adegan Dadi di studionya lalu switch ke Crew gitar adalah bagian favorit gue. Hahahaha. Giox yang ternyata selalu berfikir positif. Akbar yang family man. Sisanya lo tonton sendiri. Karena di dalamnya ada komentar-komentar keren dari Jaya Roxx, Arian 13, WEndi Putranto dll. Lengkap dengan bahasa eksplisit dan gak di sensor. Rate 18+.

    Superglad

    Ada dua dvd yang siap lo nikmati myfriend. Merah untuk dokumenternya. Hitam live footagenya. Follow sutradara brilian dokumenterini @elkamerad untuk mendapatkan salah satu dokumenter musik terbaik di Indonesia saat ini.

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 19 Maret: Brutal / walau BeR -Umur tetep neTrAL

    Playlist 19 Maret: Brutal / walau BeR -Umur tetep neTrAL

    Beruntung sekali gue mendapatkan CD Single Brutal pertama, Bobo Siang, pada tahun 2009. Walau cuma format CD-R tapi tetap asik. Formatnya agak-agak Netral album 1-3. Walau vokalisnya terlalu manis dan terdengar sungguh-sungguh di refrain. Gue tadinya menganggap project ini hanya main-main isengnya Bimo. Format band ini bertopeng semua ketika tampil di TV. Alasan Bimo sih mereka masih terikat kontrak dengan label fast food yang ternama itu. Setelah single ini di putar di Radio. Brutal gak pernah terlihat lagi.

    Brutal / Album Semau Gue

    Akhir 2011. Tiba-tiba seorang kawan gue menggarap Video klip dari Brutal. Tadinya gue gak tertarik sama sekali. Tetapi setelah gue lihat photo-photo dokumentasi pembuatannya di FB, lho sepertinya ada tampang Bagus di situ. Hati gue mulai tergelitik.

    Ketika videonya di publish di Youtube, gue termasuk salah satu orang yang menunggu-nunggu. Walau konsep video klipnya ber alur cerita yang gak nyambung dan mubazir. penampilan Bagus dan Bimo sangat menghibur di sana. Andai adegan ceritanya di take out, video ini akan jadi lebih keren. Toh mereka berdua sudah nampak absurd 🙂

    Intinya gue memang menunggu formasi ini bergabung kembali. Bagus termasuk penulis lirik idola gue. Dan musik Netral MK I adalah Netral terbaik menurut gue.

    Ketika dapat khabar album ini di rilis gue langsung memburu toko CD terdekat. Gue buru-buru pulang dan nyetel CD ini di mini Hi fi meja kerja gue.

    WOOOWWW…

    Ternyata Miten (ex Netral MK I) juga jadi additional gitar di sini. Wah reuni terselubung nih.

    Gue suka banget album ini. Single Semau Gue, cukup seru. Tapi lagu yang berjudul Putus Cinta Ya Allah Ya Tuhanku….poll! Judulnya sangat genius hahaha.

    Tiada Cinta Mu Di Dada juga cukup asik. Rhytm ala Weezer, Breeders atau 90an banget pokoknya plus suara Vibra bikinan Bagus. Cukup bikin tersenyum.

    Mesin Pemusnah Senjata Cinta juga keren. Sehidup Semati apa lagi.
    SEmua lagu barunya gue suka.

    Tapi kita gak bakal menemukan gaya penulisan Bagus di album-album pertama seperti Netral, Tidak Enak, bahkan Album Minggu Ini. Konon saat itu mereka masih akrab dengan kenakalan remaja. Makanya zaman itu lirik celeng seperti pemuda gontai di gang sempit. Kalau zaman sekarang mereka udah pada clear dan cling. Walaupun mereka berusaha memasukkan 3 lagu dari album Tidak Enak. Tapi hasil rekam ulang ini gak bisa mengulagi kegeblekan album tersebut. Seharusnya gak usah di masukin nih Gus hahaha. Di Album ini Bagus banyak memparodikan Cinta. Sah-sah aja. Selama terdengar enak. Musiknya seperti Netral MK I plus Synthesizer. Gaya bernyanyinya memang top top top. Lepas kayak rem blong.

    Brutal / Album Semau Gue

    Tapi tetep, untuk single Bobo Siang gue masih megang versi 2009. Kalo kata Rod Steward eh Cat Steven: First Cut Is The Deepest 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 18 Maret: Pancaran Sinar Petromax / Balada John Lennon

    Playlist 18 Maret: Pancaran Sinar Petromax / Balada John Lennon

    Gara gara dengerin siaran best friend gue, Jonsi Malau, di Rurushop Radio. Gue akhirnya memburu CD ini. Yoa gara-gara satu lagu doang Balada John Lennon. Liriknya sedap banget friend. Mungkin bisa di bilang lirik Dangdut paling berbeda. Maklum anggota PSP mahasiswa semua. Gue rasa PSP adalah pelopor Dangdut orkes ala Mahasiswa. Cukup banyak sih pengikutnya di tahun-tahun berikutnya. Tapi belum ada yang ngegeser PSP sang pionir. Gue sempet lihat mereka sekilas menyanyikan Fatimah di acara talkshow Tukul. Beberapa minggu lalu. Dan ternyata masih edan! Bagaimana sih liriknya? Nih selamat menikmati

    PSP

    Balada John Lennon

    Ada orang ahli musik
    terkenal seluruh dunia
    Kacamata pantat botol
    Jadi model anak muda
    Semua yang dia bikin
    orang- orang pada ngikutin
    musiknya, rambutnya, ampe sepatunya

    John Lennon siapa gak kenal
    Suaranya siapa gak suka
    Ngak ngik ngok kata nyang tua
    Top top top kata yang muda
    ber sama temen-temennya
    dia bikin geger dunia
    Teriaknya, gayanya, yang macem gini:
    Ye ye ye uye

    Sementara mereka teriak damai damai
    orangpun pada bertanya
    Perdamaian macam mana sih yang elu pada mau?
    Apa cuma sebatas perang di vietnam yang baru berlalu?
    Atawa sebatas rujuknya John sama Paul, John sama Yoko?
    Kalau esok matahari terbit di timur
    Ye…nenek-nenek juga tau
    Masihkah kita berharap damailah di bumi ku
    Yah tergantung pesenan boss

    Nasib orang siapa tau
    Umur orang kagak tentu
    Gak di sangka Gak di nyana
    Denger khabar die udah gak ada
    Waktu hidup musiknya laku
    Udeh mati mangkinan laku
    Dari plat, kaos oblong ampe gambarnya

    John Lennon malang nasib mu
    Teriak teriak perdamaian
    Buat orang seluruh dunia
    Ampe tidur tanpa busana
    Apa daya hendak dikata
    Justru dia menjadi korban
    Kekerasan karena soal tanda tangan
    Aduh malang nasib mu

    Sebenernya paling nendang dari lirik di atas adalah bagian:

    “Ngak ngik ngok kata yang tua
    Top top top kata yang muda”

    Penggemar The Beatles pasti gengsi denger lagu ini. Penggemar dangdut pasti merasa lagu ini janggal banget hahahaha

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG