Category: Music

  • Cerita Hadi Ardianto menjebatani Kolaborasi Dubyouth X Lord K.I.M.O.

    Cerita Hadi Ardianto menjebatani Kolaborasi Dubyouth X Lord K.I.M.O.

    Bermodal Niat, Tekad dan Nekat, Hadi Ardianto berhasil menjebatani kolaborasi Dobyouth dengan Lord K.I.M.O (ex Asian Dub Foundation)

    Di bawah ini adalah kumpulan tweet panjang Hadi Ardianto @toktokpetok ke akun gue (@jimijimz) tentang bagaimana dia dengan “Live The Passion” menjebatani sebuah kolaburasi besar lintas benua. Sangat menginspirasi. Mari kita simak bersama 😀

    photo: deathrockstar.info

    @jimijimz keinginan memajukan band indo ke dunia. Kepenatan, karena itu2 lagi yg di review media. Live The Passion #GoAheadMoment

    @jimijimz berawal perkenalan dgn gitaris @ADFofficial di akun FB. Bertukar cerita,referensi,tujuan utama dia menjadi musisi. #GoAheadMoment

    @jimijimz komunikasi trs dilakukan, hingga mencapai titik ingin mengundang mereka. Ternyata undang musisi luar itu sulit. 😀 #GoAheadMoment

    @jimijimz akhirnya gagal, guapun dikenalkan dengan KIMO. Ex former Asian Dub Foundation. Interaksi beralih ke KIMO. #GoAheadMoment

    @jimijimz dgn KIMO ga mau kehilangan kesempatan. Akhirnya karena keinginan awal tadi. Bernegosiasilah dgn dia. Agar bisa kerja sama.. #GoAheadMoment

    @jimijimz hasilnya, dia ga yakin dgn industri musik Indonesia. Menurut dia, di Indonesia pembajakan cukup memprihatinkan. #GoAheadMoment

    @jimijimz gua pun terus meyakinkan dia. N, gua minta izin sama @HERUWA . Untuk perkenalkan n promosikan @dubyouth_yk ke UK (kimo) #GoAheadMoment

    @jimijimz Beberapa teman, gua terlalu ngayal untuk menyatukan musisi Indo dgn Luar. Karena gua yakin, @HERUWA gua kenalin ke KIMO #GoAheadMoment

    @jimijimz entah apa yg mereka bicarakan. Akhirnya, keluar single #basstruck . good job, @HERUWA@dubyouth_yk @EghaEshayoga #GoAheadMoment

    @jimijimz senang? Pasti.. Bangga. Otomatis! Berhasil menyatukan musisi Indo dgn musisi UK. Pembuktian, gua ga ngayal. N gua bisa lakuin.

    @jimijimz byk yg bertanya, apa gua bayar kimo? Ngga. Bahasa inggris gua bagus? Ngga, google translate is my hero :D. Niat, tekat, nekat #GoAheadMoment

    @jimijimz KIMO senang, karena #basstruck byk peminatnya. Gak cuma di Indo tp beberapa musisi/produser di Perancis,Jerman,USA,Swiss #GoAheadMoment

    @jimijimz sempat jg ada yg nanya, kenapa bisa ngeyakinin musisi sekelas KIMO bisa kolaborasi sama @dubyouth_yk ?? N knp hrs @dubyouth_yk ? #GoAheadMoment

    @jimijimz gua blg, gua pgn ada kerja sama antara UK n Indo. Ga harus dgn politik. Tp dgn musik. Dgn musik kita bisa satuin perbedaan yg ada. #GoAheadMoment

    @jimijimz ditambah personilnya yg humble , @HERUWA n @metzdub . Ngebikin gua yakin akan promosikan mereka #GoAheadMoment

    @jimijimz gua jg ngeyakinin, bahwa dia kerjasama dgn musisi yg berkualitas. N single-nya akan blow up. *ini tos2an aja sih 😀 #GoAheadMoment

    @jimijimz ternyata benar! Hehe. Knapa pilih @dubyouth_yk ? Mereka prnh kerjasama dgn @chinesemanrec . Tur Euro. Itu ada porto yg sgt ok #GoAheadMoment

    @jimijimz ditambah personilnya yg humble , @HERUWA n @metzdub . Ngebikin gua yakin akan promosikan mereka. #GoAheadMoment

    @jimijimz ga cma disitu, @dubyouth_yk gua promo ke beberapa negara di euro.Perancis merespon dgn baik.kenalan dgn DJ/produser krak in dub.

    @jimijimz Krak In dub -pun, meremix single @dubyouth_yk , dancehall king. Setelah #IndoUK, lanjut #IndoFrance.. Bikin makin semangat #GoAheadMoment

    @jimijimz karena hal tersebut pihak Asian Dub Foundation-pun ingin kerjasama dgn Indonesia. Mereka ingin merilis album disini. #GoAheadMoment

    @jimijimz tp karena, single-nya gagal direspon oleh media. Merekapun batal merilis album melalui label di Indonesia. #GoAheadMoment

     

  • Puti Chitara, bisa jadi nama berikutnya

    Puti Chitara, bisa jadi nama berikutnya

    Asli gue gak tau menau tentang nama Puti Chitara sebelum ada acara Identite 11.1 yang diadakan oleh RSC sebuah collective musik yang dimotori oleh Razi Razak, aktifis musik di Singapura. Puti Chitara dikasih kesempatan ke Singapura karena doi aktif di #Aexchange dan perkembangan yang dicapai setelah hampir setahun bergabung dengan platform ini. Boleh juga nih. Pengalamannya patut di simak 🙂

    Identite 11.1 ini menjadi menarik perhatian gue awalnya karena ada nama Bikinies yg sempat gue lihat di akhir semester kuliah. Kerja keras mereka, hingga bisa mewujudkan mimpi musikal patut di acungi jempol (gorilla). Dan setelah menulis tentang The Bikinies, akhirnya gue di seperti di tarik medan magnet untuk menelusuri Puti Chitara 🙂

    Hal pertama yg di lakukan sebelum mendengar lagunya adalah browsing tampangnya hehehe…ehm!!

    Puti Citara

    Hmmm manis juga. Langkah berikutnya adalah mencari lagunya. Download ilegal hanya untuk para alay. Bukan gaya gue. Gue lebih memilih mencarinya melalui media streaming. Kalau seorang musisi memiliki niat yang serius dia akan memasang karya mereka di soundcloud/revebnation/bandcamp atau tempat lainnya. Ternyata Puti memilih soundcloud. Dan inilah salah satu lagunya

    Gue klik lagu Sweet Nightmare ini karena menurut gue lagu ini sangat girly. Hehehe kenapa begitu? Secara teori gembel gue melihat dari judulnya. Gue pernah menemui beberapa puisi dan karya drawing kawan-kawan pacar gue pada jaman baheula dengan judul serupa 🙂

    lalu gue telusuri lagi. Judul berikutnya cukup menggelitik relung hati 🙂

    Sarsaparilla Dream…kalau tadi Mimpi Buruk yang Manis sekarang Puti bercerita tentang Mimpi indah yang Manis. Wah luntur sudah semua problema gue hari ini 🙂

    Lalu gue telusuri lagu berikutnya..

    Judulnya menarik Snow In Summer, bukankah kalo kita pas-pasin hal ini masih mimpi juga (iya bukan?). Pemilihan judul yang menarik. Eh gue belum ngomong soal musik yha. kalo musik lo bisa nilai sendiri. kan udah gue share link Soundcloudnya.

    Yang pasti Puti Chitara sangat serius dengan karyanya. Doi rajin manggung sampe ikut festival. Doi juga sering manggung untuk acara yang didukung oleh #Aexchange sampai akhirnya dia dan Bikinies dapat international experience untuk main di Identite 11.1 di Singapura. #Aexchange sendiri memang merupakan platform Sampoerna A yang selalu mendukung dan memberdayakan talenta kreatif baru di Indonesia. Salah satu link andalan tuh tandanya (ye gak 😀 )

    Dan gilanya lagi Puti Chitara sudah punya website sendiri

    Puti Citara website

    Gile gak tuh. Ini baru yg namanya niat (berimbang dengan kegigihan) Perjalanannya sampe saat ini cukup menginspirasi buat gue (berikutnya juga elo). Buat lo yg lagi mulai ngeband gue rasa langkah Puti Chitara cukup mumpuni untuk di tiru. Bisa jadi dengan kegigihan dia sampai saat ini, bisa membuat dia menjadi nama yag akan di sebut masyarakat umum setelah Endah (endah N Rhesa), Sarasvati dan Frau 😀

     

  • kejadian penuh LOU REED di masa lalu

    kejadian penuh LOU REED di masa lalu

    Bisa di bilang penyangkalan kalau gue gak terkejut mendapat pesan whatsapp dari Pandu Fuzztoni mengenai berita wafatnya Lou Reed di tanggal 27 oktober 2013 dini hari. Terlalu besar gengsi gue untuk mengakui kalo gue bersedih pada malam itu. Tapi yg pasti fikiran terbang jauh dan mendarat ke peristiwa ketika gue masih kelas 3 SMP. Jalan Sabang Jakarta Pusat. Bersama rekan kerja kakak gue yang biasa gue sapa Om Amir, kita berdua mampir ke toko kaset Duta Suara. Saat itu gue lagi ngebet-ngebetnya buat membeli kaset Tesla, The Great Radio Controversy, karena baru saja melihat video mereka berjudul Heaven Trail (No Way Out) di tv swasta. Di rak new Release akhirnya gue mendapatkan kaset Tesla. Tapi si Om Amir malah mengambil sebuah kaset di sebelah kanan Tesla. Kaset itu bertuliskan Lou Reed / New york.

    Om Amir berkata pada gue, ini lebih bagus Jim. Sekilas gue kira Lou Reed sedang berphoto bersama 4 orang band pengiringnya. Dan paling kanan adalah pemain drum hahaha. Lugu sekali gue waktu itu.

    Lalu setelah membayar gue nebeng mobil Daihatsu Zebra Om Amir. Gak sabar gue langsung nyetel Heaven Trail (No Way Out) dari Tesla. Seru memang. Sampai sekarang pun gue mengakui lagu itu masih asoy di dengar. Tapi lagu lain di album tersebut? Ibarat gas scooter, ngempos my friend! Lalu Om Amir mengganti kaset Tesla dengan Lou Reed sambil terus nyetir mobil. Dan seketika berkumandanglah track pertama album New York dari Lou Reed. Lagu itu berjudul Romeo Had Juliet. Gila! Gue terkesima. Gitarnya Raw, Drumnya Mentah. berbeda banget dengan musik yg sedang trend saat itu. Vokalnya malah seperti membaca puisi. Lalu gue menoleh ke Om Amir. “Om, ini Rock N Roll yha?” Om Amir menoleh pada gue dan tersenyum. Wajah om Amir tirus, badannya kurus (sekilas seperti Rio White Shoes dengan wajah yg lebih Sumatra Barat). Lalu dia kembali konsen menyetir. Dan track kedua Halloween Parade berkumandang. Gue sekilas menangkap rasa kasih tak sampai tapi masa bodoh dari lagu ini.

    Bebearapa bulan kemudian gue menyaksikan Metallica main di grammy Awards (siapa yg gak suka metallica pada jaman itu?). Tapi saat itu The Best Hard Rock/ Metal performence justru di menangkan oleh band Prog Rock Inggris Jethro Tull. Ah gue sih gak ambil pusing atas kontroversi itu. Tapi saat itu perhatian gue justru tersita oleh salah satu karakter khas nominator yg wajah dan lagunya terpampang gede dan sekilas di TV. IGGY POP! Gue cuma bergumam dalam hati. mendengar sekilas soundnya. Dia pasti makhluk sejenis LOU REED.

    Trainspotting

    Tahun 1996 naik semester dua ketika kuliah di IKJ di putarlah film Trainspotting di ruang kuliah kampus. Selain scene opening dengan lagu Iggy Lust For lIfe. Scene overdose dengan soundtrack Perfect Day adalah dua hal paling berkesan dari film ini. Sejak itulah gue tenggelam dengan karya Lou Reed/Iggy Pop seraya mengecilkan celana gue seperti Renton. Dan mulai mengenakan kaus berukuran Extra Small dengan bawahan di potong sejajar pusar :p

    lou-reed-walk-on-the-wilds

    Jaman hidup menggembel di kampus membuat gue rajin mencari kaset bekas di Taman Jendral Urip, Jatinegara. Dan kaset The Best of Lou Reed / Walk On The Wild Side adalah harta karun buat gue. Semacam katalog untuk streaming karya-karya solo Lou Reed dan dua lagu Velvet yg di bawakan secara live. Kaset ini akhirnya jadi yg paling sering gue putar di antara tumpukan koleksi Punk dan Klasik Rock dari locker gue. Gue selalu berfikir, kelak gue akan menulis lagu seperti Lou Reed. Lalu gue lanjut melukis 😀

    Lou Reed 1st

    Perekonomian gue mulai membaik di akhir smester kuliah. Mulai transisi dari Kaset ke CD. Salah satu CD awal yg gue punya adalah album solo perdana Lou Reed.

    Wild Child adalah lagu pertama LouReed yg mengena dengan mendalam bagi diri gue. Liriknya naratif. Pejamkan mata ketika mendengar lagu ini. Tiba-tiba sebuah film yg humanis akan muncul di layar lebar otak kita 🙂

    lou reed songs for drella

    Buat yg kecanduan Rock n Roll album ini akan menjadi sulit. Tapi untuk anak Seni Rupa album ini bisa di katakan wajib. Album minimalist ini semacam tribute buat Andy Warhol. Liriknya semua bercerita soal Warhol, dari hidupnya sampai pola berkaryanya. Hafiz Rancajale yang pertama kali memutarkan kaset ini ketika persiapan pameran Jimi VS Henry 2 di ruangrupa lama (waktu itu masih berlokasi di Pasar Minggu). Sebuah percakan tentang seni kontemporer dengan soundtrack Lou Reed. Belum pernah lagi kejadian di hidup gue. Work dan Problem with Classicist langsung nempel seketika. Thank you Fiz 🙂

    lou reed Transformer

    Satellite Of Love, lagu yg paling berpengaruh besar secara lirikal di album ini. Satellite’s gone way up to Mars. Soon it will be filled with parking cars.I watch it for a little while. I love to watch things on TV. Barisan kata sederhana tapi menancap keras di kepala gue. Akhirnya dua kata tersebut satelit dan planet Mars gue gunakan di karya gue. Tentu dengan penempatan dan arti yg berbeda.

    Lou Reed Pass thru Fire

    Moment Lou Reed paling klimaks di hidup gue adalah ketika buku Pass Thru Fire masuk ke Indonesia. Saat itu hidup gue kembali bokek. Perkembangan digital print membunuh bisnis mural gue. Jadi penata artistik sinetron gak sudi gue lakoni. Gue melakukan pekerjaan-pekerjaan ajaib buat survive. Dan ada satu hobby baru gue. Gue seneng banget jalan kaki ke toko buku QB (RIP) di belakang gedung Sarinah dari kosan gue di jalan Kali Pasir (belakang TIM). Sambil nyetel discman berisi kompilasi Velvet dan Lou Reed gue duduk di sofa QB sambil membaca Pass Thru Fire. Selain di nikmati dalam lagu. Ternyata lirik Lou Reed juga nikmat di baca. Hal ini benar-benar menginspirasi gue. Lucunya di tahun berikutnya gue baru mampu membeli buku ini. Alhasil hampir sebulan hobby ganjil ini gue lakoni. Yang gue dapat cukup besar. Selain sensasi, juga cara menulis gue di masa depan.

    Dari penggalan-penggalan kejadian ini akhirnya gue tau apa yang membuat gue merasa dekat dengan karya Lou Reed. Doi menulis kejadian yg agak mirip dengan yang gue alami. Lou Reed menulis tentang bohemian. Pemain theatre muda yang idealis. Musisi yang mencari jati diri. Kehidupan hedonisme perkotaan. Seniman kontemporer nyentrik. Kawan-kawan yg terjerat hingga mati dalam drugs. Kehidupan seks bebas. Patah hati. Bokek. Jatuh cinta. Bahkan kehidupan yg mulai normal. Konsep menceritakan kejadian itu yg akhirnya gue serap.

    Selamat jalan Lou Reed. Terimakasih atas segalanya.

     

  • Bikinies melayang ke Singapore :)

    Bikinies melayang ke Singapore 🙂

    Jika kita berfikir soal Bikinies maka image yang tampi di otak kira-kira seperti ini:

    Bikinies

    Tapi gue gak bermaksud membicarakan bikini dan gadis-gadis bersliweran di pantai. Gue hanya teringat jaman kuliah dulu. Junior kelas gue ada yang menggunakan kata “Bikinies” untuk nama band mereka. Seluruh personel mereka cewek. Memang ketika manggung mereka jarang menggunakan baju minim apalagi bikini two pieces ke atas panggung. Mereka adalah sekumpulan cewe-cewe seni rupa yang dengan cueknya bermain musik. Saat itu mereka sudah mulai membuat lagu. Cukup catchy. Tapi setelah lulus kuliah nama mereka tidak lagi terdengar. Yaah pernah mendengar single mereka dalam sebuah kompilasi. Tapi kembali tenggelam.

    Namun beberapa bulan ini gue di kejutkan oleh kehadiran mereka yg intens di dunia maya, bahkan di studio latihan tempat gue dan Morfem nongkrong. Wiih ada apa gerangan nih Bikinies 🙂

    Dan tiba-tiba ep mereka akhirnya release (tsaaaaah mantaff nengs )

    Bikinies

    Belum habis terkejut gue dengan kehadiran mereka kembali. Tiba-tiba mereka bikin release party. Waaah makin progress nih Bikinies

    Bikinies

    Gue demen nih kalo ada proyek suka-suka tapi di garap semakin serius. Artinya mereka berkarya sampai selesai, gak setengah-setengah. Beneran ini …

    Gak sampai di situ aja keterkejutan gue. Tiba-tiba gue mendengar mereka berangkat show ke Singapore. Edaaaaan Bikinies, ngebut banget progressnya

    Bikinies

    Dengan kegigihan dan niat keras mereka, akhirnya mereka di terbangkan ke Singapore oleh Aexchange dan Death Rockstar. Setelah kasak-kusuk bertanya akhirnya gue tau sepak terjang Bikinies. Ternyata mereka mensubmit karya rekaman mereka ke website platform milik Sampoerna A yakni A Exchange (Amild.com). Lebih dari 150 band mengirim karyanya ke A Exchange, dimana elo bisa ngumpul, nunjukin karya kreasi seni, ngobrolin ide kreatif dan bisa dapet kesempatan internasional experience kaya Bikinies. Lewat kompetisi Journey #Aexchange diadakan untuk mencari talenta musik Indonesia yang berbakat buat digodok oleh Eric Wirjanata. Bikinies-lah salah satunya karena mereka aktif di #Aexchange dan perkembangan bermusik mereka sangat pesat selama bergabung di platform ini.

    Akhirnya dari 150 band dan musisi yang submit ke A Exchange hanya dua yang di terbangkan ke IDENTITE 11.1 Home Club, Clarke Quay, Singapore pada Jumat, 18 Oktober 2013 silam. Mereka adalah Bikinies dan seorang singer song writer Puti Citara. Disana mereka bermain bersama musisi setempat yaitu Obedient Wives Club dan GIF. Identite 11.1 merupakan acara reguler di Singapore yang di prakarsai oleh kurator musik bernama Razi Razaq.

    Sepertinya acara ini sangat keren..

    Bikinies

    Bikinies tampil sebagai headliner, bahkan sempat di beritakan di Koran lokal

    Bikinies

    Canggih-canggih, menyesal gue gak bisa hadir menyaksikan Bikinies berlaga di negeri tetangga.

    Bikinies

    Penasaran gue dengan sepak terjang Bikinies berikutnya. Pergerakan Bikinies cukup menginspirasi gue. Gue rasa elo juga merasakan hal yang sama.

    Bikinies

    Sukses Bikinies !

     

  • Pinbol

    Pinbol

    Karena gue sudah lama gak nulis blog gue mulai isi lagi blog gue ini dengan judul pendek. Pinbol. Apa ini Pinbol? Silahkan dengerin di soundcloud gue. Nanti akan banyak lagu Indonesia favorit gue yg akan gue ceritakan.

    Gue cabut latihan dulu my friend 🙂

  • RGB Intro diciptakan untuk Outro

    RGB Intro diciptakan untuk Outro

    Di penghujung tahun, 29 Desember 2012 gue mendapatkan CD ini. Sebuah band yang gue saksikan debut manggungnya di kampus gue sendiri (IKJ) tahun 1996. Pada malam itu kawan-kawan sekelas Rhino (gitaris) di kampus berujar jika RGB itu singkatan dari Rhino Gendut Banget. Malam itu gue sempet menganggap jawaban itu serius. Dan gue menyaksikan banyak sekali Mohican dan skinhead yang berguling-guling di depan RGB. Pengalaman yang gak gue lupakan sampai sekarang.

    Setelah gue bergabung dengan Bequiet, dan sering sepanggung dengan mereka. Baru gue sadari ternyata RGB itu kepanjangannya Rage Generation Brothers. Kena gue di kibulin kakak kelas gue hahaha.

    Dan RGB pada era itu sangat merajai panggung. Setiap RGB manggung otomatis acara ramai. Mereka merilis Demo Tape pada tahun 1996. Dan masa keemasaan mereka raih dengan gemilang.

    RGB melewati fase turun naik dikarir musik mereka setelah merilis album pertama Our Lifestyle (2000) di Label Major. Independent Records, anak perusahan rekaman Aquarius. Dari di tinggalin fans sampai perlahan mulai balik lagi di album ke tiga Sambut Kemenangan (2007). Bongkar pasang personil di jalani. 1 kali ganti drummer, 3 kali ganti vokalis dan 7 kali ganti bassist. Fantastis.

    2011 RGB balik masuk studio. Tanpa persiapan apa-apa. “Semuanya ada di dalam kepala gue” ujar Rhino. Bahkan Genta (drummer) belum tau main apa ketika di studio. “Lirik gue yang nulis semua bahkan track bass gue yang take” tambah Rhino lagi. Engineer rekaman mereka, Roni Chandra pun bingung, apa yg harus dia rekam. Rhino pun akhirnya berlatih lagu bersama Genta 2 jam sebelum rekaman. Raymond pun datang ke studio belum hafal liriknya seperti apa. Langkah nekad Rhino ini di lakukan untuk efisinsi waktu. Mengingat seringnya berganti personil dan sibuknya personil lain dengan pekerjaan utama mereka. Tidak ada waktu untuk mengompakkan lagu baru di studio. Akhirnya di penghujung tahun 2012 album ini release juga.

    Ketika gue membuka sleeve album RGB. di sana tertulis Illustrasi Cover, design grafis Rhino juga yg garap. Cuma gambar cewe sexy di depan di garap oleh Yudhi Brush 3D. Seharusnya Rhino menyandang nama Producer. Album ini terwujud berkat kegigihan doi. Mantaff 🙂

    Di dalam sleeve cover dalamnya tertulis dengan font besar SPIRIT OF 96. Seperti itulah gambaran sound mereka di album ini. Punk Rock 90an. Lirik Broken English. Dan gitar yang melodius. 3 lagu lama (So Sorry, Skins N Punks, dan Satu Tujuan) dari album pertama di rekam ulang di sini. Pas buat Nostalgia. Yang pasti album ini merupakan pencapaian sound terbaik RGB sejak 1996.

    Ketika gue akan berpisah dengan Rhino malam itu, sempet gue lontar pertanyaan terakhir.
    “Lo ada mimpi buat mengulang kejayaan lo di era 90an gak?”
    “Ah gak ada Jim, album ini cuma buat regenerasi aja”

    Sampai akhirnya pamit pulang gue belum ngerti apa maksud regenerasi versi Rhino. Yg pasti gue turut senang album ini rilis. Itu saja 😀

  • Ultra Enigma: Lawan Api dengan Api

    Ultra Enigma: Lawan Api dengan Api

    Suatu malam gue merepeat lagu Ultra Enigma di playlist gue. berulang-ulang belasan kali. Sebenernya CD ini sudah gue dapat dari bulan Oktober 2012. Tapi baru malam tgl 5 Januari 2013 gue nikmati secara seksama. Hal pertama yang menarik dari band ini tentu si vokalisnya yang selalu bersemangat ketika berbicara. Dan cara mereka menyebarluaskan single plus Tshirt mereka secara Pre Order. Bahasa gampangnya bayar dulu baru produksi. Dan ketika lo di kirimin paket tersebut. Lo pasti akan terkesima dengan kesan pertamanya 🙂

    facebook-ultra-enigma-78931

    Waaah nama pemesan di print secara khusus di amplopnya. Hingga bungkus paket ini pun bisa di simpan sebagai memorabillia. Coba gue keluarin CDnya

    Hmmm artworknya cukup keren. Di garap oleh Johnson dari Rumah Ranting Workshop. Bergambar cewek berpakaian mini dengan wajah sangat Indonesia. Di tengah rumah susun dengan menggotong kepala pria yg habis dia sembelih. Hmmm gue yakin gambar ini berkaitan langsung dengan singlenya.

    Tapi ketika lo putar CD ini di player Hifi, pasti unread. Karena isinya ternyata MP3. Sempet kecewa gue. Beli CD dapetnya MP3. Tapi biarlah isinya ada 3 versi single. Dan dua video (yang keduanya juga sudah mereka upload di Youtube). Cukup meredam kekecewaan gue.

    Dari judul lagunya yg cukup rumit Anti Appeasement Policy. Ternyata liriknya berbahasa Indonesia, setelah gue minta ke Oyi (vokalis) akhirnya liriknya di tag ke FB gue. Beginilah lirik lagu ini:

    ANTI APPEASEMENT POLICY

    Ku tunggu di sini, di tempat ini, jam 7 pagi.
    jangan kau lari dari semua janji mu lagi.
    aku berharap sungguh berharap tolong dengarkan ini.
    hati yg terluka bisa menghancurkan mimpi karir mu..

    Aku Bukan Penjahat, Aku Hanya Lawan Api dengan Api.

    Gue sih masih bingung apa hubungan dari judul dengan liriknya. Kalo Appeasement Policy bisa di ceck di Wikipedia apa tafsirnya. Tapi Oyi lebih singkat menjelaskan di twitternya:
    @heil_hardcore @jimijimz appeasement itu kebijakan mengalah/kompromi Inggris di era 1930an trhadap NAZI Germany.policy trsebut penyebab pecahnya WW 2 (Perang Dunia Ke Dua)

    Aseeekk mulai jelas kan. Dan lebih singkatnya Oyi menerangkan tema lagunya ke gue lewat twitter

    @heil_hardcore @jimijimz @ultra_enigma peringatan dan ancaman samar

    Oke, mari kita simak lagi Covernya

    Anti Appeasement Policy

    Di liriknya sih gak ada kalimat yg menggambarkan Churchill maupun Hitler apalagi Nazi. Judul lagu ini pasti sangat klik dengan orang-orang penggila WW2. Jika di beri judul lain bisa jadi lagu ini jadi lagu Indie Pop yg ringan. Lagu Pop yang di mainkan anak-anak HC/Punk. Kalo melihat covernya. Gue bisa saja menyimpulkan tema lagu ini adalah: Tepati janjimu atau kau ku sembelih. Hahahaha. Coba check video mereka dan simpulkan versi lo sendiri:

    Gue sempat menyaksikan mereka secara Live di acara AMN, Pisa Cafe, beberapa bulan silam. Oyi sempat berujar di atas pentas: Ultra Enigma adalah band HARDCORE! Nah. Intinya lagu ini enak buat di nikmati. Kalo butuh penjelasan lebih panjang lagi, tunggu saja di Box Comment di bawah. Nanti Oyi akan menulis panjang lebar. Yha kan Oy 🙂

    Follow @ULTRA_ENIGMA untuk update berita terbaru dari mereka dan bagaimana mendapatkan Single dan Tshirt Anti Appeasement Policy 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click here
    Follow Us on Twitter: @morfem_band
    Morfem Supported by:
    Radix Guitars
    Monochrome Denim
    Morfem 2nd Album Recorded at ALMOS, a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow @Almosstudio
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • The Kuda: Bogor Electra Complex

    The Kuda: Bogor Electra Complex

    Pada suatu malam setelah merepeat lagu Anti Appeasement Policy dari Ultra Enigma belasan kali, gue teringat nama The Kuda. Yang sempat di ceritakan Sidda (wartawan Trax Magz dan vokalis Skandal). Kalo gak salah sempat jadi nominator ICEMA juga. Lalu gue check di Youtube, gue ketik The Kuda. Akhirnya gue dapati video ini:

    WAHHH! gue tersentak dan mengulang-ulang lagu ini. Keren iki masbro!perhatikan komentar penonton yg sempet terekam: lagu irit amat hehe. Yoa itu dia kunci dari The Kuda. Lagunya Irit atau tepatnya berdurasi singkat. Lagu berdurasi singkat adalah cinta pertama gue di SMA. Yang gak pernah mati.

    Lalu gue download secara legal album mereka di YesNoWave, nih link nya –> THE KUDA . Coba lo dengerin. Semoga selera kita sama. Vokalisnya sekilas terdengar seperti Richard Hell bercampur dengan Bangkit Sanjaya. Musik mereka Proto Punk tapi sesingkat album perdana D.R.I. Andaikata liriknya Indonesia. Pasti sound band ini semakin antik. Ibarat ulangan di sekolah, band ini dapet ponten 9. Itupun kalo wali kelasnya seperti gue hahaha.

    the kuda poster

    Coba lo perhatikan tampang-tampang mereka. Sebenernya mereka layak jadi idola gadis-gadis bercelana gemes masa kini. Enjoy!

    Follow @_thekuda_ di twitter buat update khabar terbaru mereka

    Baca juga postingan lain:
    – Tahun 2013 tahunnya Indie Pop?
    – Ini MLILISI KECOA bung, YOA!

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click here
    Follow Us on Twitter: @morfem_band
    Morfem Supported by:
    Radix Guitars
    Monochrome Denim
    Morfem 2nd Album Recorded at ALMOS, a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow @Almosstudio
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • 2013 tahunnya Indie Pop?

    2013 tahunnya Indie Pop?

    Setelah tgl 12 12 12 dirilisnya album Rumahsakit 1+2. Yang dalam waktu 3 minggu ludes 500 keping. Bahkan merchandisenya yang di repeat terus saking banyaknya permintaan. Bahkan di pesta peluncuran albumnya masih ada sekitar 100an anak muda yang menunggu di luar venue karena gak kebagian ticket

    pestolaer laydown cover

    Lalu anggal 24 12 12 Pestoaer, pioneer Indie Pop Jakarta, merilis single bebas unduh di Rollingstone.co.id berjudul Lay Down. ALbum mereka akan di rilis Maret 2013 kelak. Single yang bernuansa berbeda dengan warna dua album mereka sebelumnya. Sebaiknya lo simak dengan mendownload di sini. Mumpung linknya masih tersedia

    langkahbaru_cov

    Dan tanggal 3 01 13, Bangkutaman merilis single bebas unduh pula. Berjudul Langkah Baru di Rollingstone.co.id. Kalo band yang satu ini, wah gue udah jadi fans mereka sejak album Ode Buat Kota. Dan gue selalu menunggu kejutan apalagi yang akan di buat oleh mereka. Di single ini Bangkutaman benar-benar telah ber-eksplorasi di lagu mereka. Dan mereka lambat laun sudah meninggalkan warna Stone Roses seperti di dua album pertama mereka. Tapi lagu mereka makin keren. Dan liriknyaun makin ciamik. Sepertinya penulis lirik habis bercinta malam harinya. Lalu paginya pergi kerja dengan kereta. Dan senyum gak bisa hilang di wajahnya. Coba lo tes dengan mendownload di link ini. Mereka seperti bermain-main dengan Folk Rock. Ayo Acum mainkan harmonicanya lagi biar si Irwin menyambut dengan melodi-melodi manisnya. Dan Dedyk telah membuat gue bergoyang santai. Aaah sedapnya 🙂

    Tinggal kita tunggu Planetbumi menyelesaikan album mereka The Rest Of….
    Jadilah tahun 2013 tahunnya Indie Pop 🙂

    Jangan lupa follow: @_rumahsakit @pestolaer_ID @bangkutaman @planetbumi untuk update berita-berita terbaru mereka.

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click here
    Follow Us on Twitter: @morfem_band
    Morfem Supported by:
    Radix Guitars
    Monochrome Denim
    Morfem 2nd Album Recorded at ALMOS, a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow @Almosstudio
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Ini Milisi Kecoa bung! Yoa!!

    Ini Milisi Kecoa bung! Yoa!!

    Minggu terakhir Desember 2012, kiriman CD pesanan gue sampai di rumah. Split album Milisi Kecoa / Harda Tider. Entah kenapa gue selalu penasaran dengan rilisan baru Milisi Kecoa. Sebuah band kenceng, dengan vokal yg antik tapi kadang offbeat. Gitar ngebut kadang ngepot ala Gregg Ginn dan fales-fales dikit. Dan yang paling nampol, lirik mereka bertema sangat Indonesia sekali. Sadis! Awal ketertarikan gue dengan Milisi Kecoa karena artwork album pertama mereka:

    Milisi Kecoa

    Keren yha! Sayangnya pertama kali di tag di FB rilisan ini dalam format kaset. CDnya sudah duluan ludes. Dan gilanya mereka tidak mau merilis ulang album tersebut lagi. Tapi malah membebaskan kita untuk mengunduh di blog mereka milikecoa.blogspot.com . Nyentrik amat band iki ho!

    Di album perdana mereka track Ini Bukan Arab, Bung! sangat catchy. Gue rasa lagu ini jadi anthem fardhu ain di tiap show mereka. Sayangnya gue belum pernah nonton sama sekali. Dan gilanya lagu ini terpilih menjadi Best Punk/Hardcore/Post-Hardcore di ICEMA award 2012. Cocok lah!

    milisikecoa hardatider

    Balik lagi ke split album mereka. Track Paranoia Masal udah jadi favorit gue. Cuplikan sound efek kerusuhan agama di sambut intro yg janggal membuat lagu ini khas. Track berikut Parasites punya intro crunch yg sedap. Andaikata bunyi gitarnya crunch semua mungkin lagu ini jadi Punk Rock abis hehe. Yang bikin seru dua lagu terakhir gitarnya semakin fals. Sepertinya album ini di rekam secara live. Oia intro lagu terakhir Artificial juga harus di garis bawahi. Mereka mengambil sample dari film Indonesia lawas (entah judulnya apa). “Dia akan ku bawa ke kota. Dan ku perkenalkan pada peradaban modern”. hahaha keren 🙂

    Harda Tidernya gimana jim?
    Waduh belum sempat gue dengar hehehe…

    Kunjungi Blog mereka milisikecoa.blogspot.com Nikmati artwork-artwork keren mereka, jadwal tour sampai deskripsi lagu mereka. Lengkap dengan versi Indonesia dan English.

    Baca juga postingan lain:
    – Playlist 5.20.12: TOTAL ANARCHY / Frustrasi Global
    – Dua Artefak bernama KEBUNKU
    – THE DEHUMANIZER band yang bikin gue ngeband

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click here
    Follow Us on Twitter: @morfem_band
    Morfem Supported by:
    Radix Guitars
    Monochrome Denim
    Morfem 2nd Album Recorded at ALMOS, a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow @Almosstudio
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG