Category: Music

  • Iggy Pop – Soldier ( 1980)

    Iggy Pop – Soldier ( 1980)

    Iggy Pop 69

    soldier_album_cover

    Soldier (1980)

    Menurut gue, Soldier adalah album Iggy dengan cover artwork terbaik. Digarap oleh desainer Alex Mc Dowell dan photographer Brian Griffin. Dari sisi sound album ini adalah rekaman Iggy paling nge-punk (walaupun bukan berarti yang terbaik). Seru sih. Dog Food paling asik. Loco Mosquito juga favorit gue. Lagu yang selebor tapi kenapa didominasi gitar akustik ya? Terasa menggantung. Take Care Of Me, lagu yang paling bernuansa Punk Rock. Ketika memutar Play It Safe, tiba tiba nuansanya berubah menjadi New Wave dan hey ada suara Bowie melatarinya.

    Ternyata album ini awalnya di produseri James Williamson. Namun di tengah rekaman doi cabut karena banyaknya campur tangan David Bowie dalam proses rekaman. Namun perlu di ketahui musisi pendukung album ini adalah nama-nama penting dalam Punk Rock. Steve New (Rich Kids) pada gitar, Glen Matlock (Sex Pistols, Rich Kids) di posisi bass, Ivan Krall (Patty Smith Band) gitar, Barry Andrews (Keyboards), David Bowie dan Simple Minds (backing vocal di lagu Play It Safe). Album ini akhirnya di selesaikan oleh produser Pat Moren. Konon khabarnya banyak bagian lead dari Steve new yang di mute karena pertengkaran diproses rekaman. Yah gue berharap album ini di remixing seperti Raw Power. Pasti lebih sadis ☺

    Lagu andalan:
    – Dog Food
    – Loco Mosquito
    – Play It save
    – Take Care Of Me

  • Iggy Pop – Kill City (1977)

    Iggy Pop – Kill City (1977)

    Iggy Pop 69

    iggy-pop-kill-city

    Kill City (1977)

    Album ini sebenarnya adalah sebuah demo yang di rekam Iggy dan James Williamson pada tahun 1975 untuk mendapatkan kontrak baru dengan label lain setelah bubarnya The Stooges. Di rekam disela-sela masa rehabilitasi mental Iggy karena kecanduan narko-boy. Lalu di rilis di tahun yang sama dengan album sukses Iggy, The Idiot dan Lust For Life oleh label kecil Bomp Records. Seru kan.

    Di situlah letak asiknya album ini. Jika ada yang bilang Iggy Berubah karena Bowie, gue rasa pendapat itu gak sepenuhnya benar. Karena di Kill City bisa kita dengar cikal bakal sound dari The Idiot dan Lust. Album ini di produseri bahkan di selaraskan langsung oleh James Williamson. Coba simak lagu-lagu di bawah ini (sambil bergoys pastinya)

    Lagu andalan:

    – Kill City

    – I Got Nothing

    – Beyond The Law

    – Conselation Prizes

  • Iggy Pop – Skull Ring (2003)

    Iggy Pop – Skull Ring (2003)

    Iggy Pop 69

    iggi-pop-skull-ring

    Skull Ring (2003)

    Album kolaborasi Iggy dengan musisi yang lebih muda. Tapi yang gue suka dari album ini justru adalah kembalinya Iggy berkolaborasi dengan The Stooges. Little Electric Chair adalah single paling keren di album ini. Ron Asheton masih terdengar sangar dan sruntuls. Perverts In The Sun juga termasuk yang seru di album ini. Kolaborasi Iggy dengan The Trolls, band bentukan Iggy sejak album Beat Em Up. Yang seru adalah kolaborai Iggy dengan Peaches di lagu Rockshow. Gue ingat ketika Eunice Nuh (pendiri Provoke! Magazine) menjadi DJ dan memutar lagu ini di BB’s. Waaah pecaaaaah. Bagaimana single lain ketika Iggy berkolaborasi dengan Green day dan Sum 41? Ah lupakan itu friend…

    Lagu andalan:

    – Little Electric Chair
    – Pervert In The Sun
    – Rockshow

  • Iggy Pop – American Caesar (1993)

    Iggy Pop – American Caesar (1993)

    Iggy Pop 69

    iggy-pop-american-caesar

    American Caesar (1993)

    Sebenernya album ini hampir luput dari perhatian gue. Tapi setelah mendengar kompilasi the best Iggy Rude and Nude (1996) diawal semester kuliah dulu, akhirnya gue memburu album ini. Cukup lumayan. Wild America adalah single yang asik. Hey ada spoken words Henry Rollins di sana.

    Besides You juga termasuk balada yang manis. Sepertinya Iggy berusaha mengulang sukses Candy di album Brick By Brick. Dan menurut gue usahanya berhasil dengan sukses. Lagu ini di tulis Iggy Bersama Steve Jones (Sex Pistols). Dan di bagian vokal Iggy menggaet Lisa Germano. Sebuah perpaduan yang manis. Apalagi ketika kita menyaksikan video klip ini. Video garapan Mark Romanek berhasil menerjemahkan lagu ini kedalam bentuk visual. Dengan artistik ala Mad Max. Gesture Iggy Pop berdialog dengan bahasa wajah Lisa Romano. Sunyi ditingkahi rindu menggebu. Bahkan ketika gitar Eric Scermerhorn bersilangan dengan keyboards dibagian akhir lagu, emosi gue ikutan meluap. Dengan scene video klip menggambarkan perangkat komunikasi visual electric rakitan yang meledak, maka terbitlah haru di sudut mata gue.. Lagu yang super sentimentil.

    Tapi moment paling keren ketika tentang album ini adalah ketika menonton kumpulan film pendek jim Jarmusch , Coffee And Cigarettes, di Jiffest 2003. Opening Tittle dari film ini adalah versi asli dari lagu Louie Louie dari Richard Berry. Iggy juga terlibat di film ini. Dan epicnya adalah ketika closing credit tittle film ini. Louie Louie versi Iggy Pop sebagai soundtracknya. Wuuuuuuuhuuuu seketika gue mengangkat kedua kepalan tangan gue setinggi-tingginya di kursi 21 TIM :p

     

    Lagu andalan:

    – Wild America

    – Beside You

    – Louie Louie

  • Iggy Pop – Avenue B (1999)

    Iggy Pop – Avenue B (1999)

    Iggy Pop 69

    iggy-avenue-b

    Iggy Pop Avenue B (1999)

    Album ini dirilis ketika gue sedang mempersiapkan tugas akhir kuliah. Mendapat kritik sebagai album yang terlalu lembut dari seorang Iggy. Tentu gue punya penilaian lain tentang album ini. Pertama kali mendengar single Corruption pinggul gue masih bergoyang kecil. Dan album ini menjadi soundtrack yang pas ketika melukis di kanvas besar. Cover Version Johnny Kidd And The Pirates, Shakin All Over juga di suguhkan Iggy dengan sukses. Gitaris Whitey Khrist termasuk musisi yang pas mengiringi Iggy. Single Espanol juga sukses membuat gue bertanggo dengan tipis-tipis overdrive di belakangnya.

    Bicara soal Avenue B tentu tak lepas dari lagu-lagu kelam dan lambat Iggy Pop. Nazy Girlfriend. Miss Argentina dan Avenue B adalah sisi lain Iggy yang baru gue temui di sini. Sejak album Brick By Brick gue mulai menyukai lagu-lagu balada dari Iggy.

    Jangan lupa “Façade” ini justru lagu favorit Avenue B ketika merampungkan tulisan ini ☺

    Lagu andalan:
    – Façade
    – Corruption
    – Shakin All Over
    – Avenue B
    – Miss Argentina
    – Nazi’s Girlfriend

  • Morfem  Planet Berbeda

    Morfem Planet Berbeda

    Thursday Noise Vol 10

    Thursday Noise vol 10Yang bisa gue garis bawahi dari penampilan Thursday Noise Vol 10 adalah, penonton mulai bernyanyi ketika kami memainkan Planet Berbeda. Misi berikutnya adalah Roman Underground!

    Thursday Noise vol 10

    Kalau gigsnya, Thursday Noise gak usah di tanya…

    Thursday Noise vol 10

    Thursday Noise tempat paling enak untuk terjun bebas di kerumunan kawan.

    Thursday Noise vol 10

    Singalong….

    Thursday Noise vol 10

    Berpesta…

    Thursday Noise vol 10

    Habis-habisan

    Thursday Noise vol 10

    Thursday Noise adalah Planet yang Berbeda

  • Skandal adalah Band Rock

    Skandal adalah Band Rock

    Thursday Noise Vol 10

    skandal_artwork_sugar

    Skandal adalah band Indie Rock Jogja yang menjadi line up awal Thursday Noise Vol 1 di tahun 2013 silam. Saat itu mereka mulai merekam album perdananya. Lagu Sugar sudah di mainkan waktu itu. Di tahun 2017 akhirnya Thursday Noise mengundang mereka lagi. Dan album Sugar sudah rampung di garap. Pergantian personilpun sudah tak terelakkan. Kini Skandal di perkuat Yogha Prasiddhamukti (vokal, tamborin), Rheza Ibrahim (gitar), Robertus Febrian Valentino (gitar/vokal), dan Argha Mahendra (drum). Sugar Ep di rilis label Jogja, Yellow Records. Dikemas dalam karya gitaris mereka Robertus Valentino yang khas, membuat album ini layak dikoleksi. Sedap di pandang sambil menikmati lirik bertulisan tangan ketika memutar kepingan CDnya. Tak banyak cakap, mereka harus main lagi di Thursday Noise!

    Thursday Noise vol 10

    Mereka tampil habis-habisan di Thursday Noise. Penampilan ini juga merupakan rangkaian tour mereka dengan Nerv.ous keliling Jawa dalam rangka promo album mereka.

    Thursday Noise vol 10

    Mereka tampil habis-habisan di Thursday Noise. Penampilan ini juga merupakan rangkaian tour mereka Superfine adalah single yang di jadikan andalan pertama di album ini. Berdistorsi ramah telinga khas 90an dengan lirik sentimentil berbahasa inggris. Suara latar pada bagian refrainnya membuat kita larut bersingalong ketika mereka tampil di Thursday Noise.dengan Nerv.ous keliling Jawa dalam rangka promo album mereka.

    Thursday Noise vol 10

    Skandal mulai memecahkan suasana Thursday Noise.

    Thursday Noise vol 10

    Thursday Noise vol 10, Skandal diperkuat additional bass Gusti Arirang

    Thursday Noise vol 10

    Satu-satunya lagu berbahasa Indonesia di album Sugar, Stay Slay Slack di mainkan dengan sukses malam ini. Bener, jangan terkecoh dengan judulnya. Lagu ini cukup manis dengan vokal Roberto yang berfalshetto. Namun bait kedua terdengar menggantung ketika kita sedang dibuai suara wanita lalu Roberto menyalip dengan bait-bait puisinya.

    Thursday Noise vol 10

    Seperti deja vu ketika Skandal memainkan Sugar. Suasana seketika bagai di tahun 2013 ketika pertama kali menonton pertunjukan mereka. Lagu ringan yang nikmat untuk di nikmati sambil berlompat-lompat kecil. Band ini benar-benar menampilkan sisi centil Sidha. Apalagi untuk yang lebih dulu mengenal Dental Surf Combat sebelum Skandal.

    Thursday Noise vol 10

    Secara keseluruhan mini album perdana Skandal ini cukup sedap dinikmati versi livenya. Stuck and Stradded, Sidewalk Song dan Skandal dengan mantaff di bawakan oleh mereka. Hal lain yang berkesan dari penampilan Skandal di Thursday Noise Vol 10 adalah ketika mereka mengcover OST Janji Joni, Satu Watu. Dan mereka membocorkan beberapa lagu baru mereka yang berbahasa Indonesia. Sepertinya full albumnya bakal lebih bedebah.

    Thursday Noise vol 10

    Silahkan di buru mini album mereka dan ikuti perjalanan mereka di sosial media
    Twitter & Insagram @skandalrockband

    photo: Agung Hartamurti

  • Texpack – Courageous

    Texpack – Courageous

    Thursday Noise Vol 10

    texpack

    Kami mendapatkan mini album perdana Texpack – Courageus dalam wujud kaset di awal tahun 2017. Diluncurkan oleh kolaborasi dua label lokal Tromagnon X Hujan! records. Dan seketika kami terkesima. Album bernuansa indie rock ini memiliki riff-riff antik dan lagu yang mudah di cerna. Produksinyapun cukup baik. Nyaman di dengarkan tanpa harus kelelahan dengan bisingnya bebunyian gitar. Texpack adalah band muda dari Bogor yang menjajikan setelah Sex Sux, Reid Voltus dan The Kuda. Di gawangi oleh Dimas (Bass Vokal), Afnan (Gitar Rhythm, Vokal), Alfian (Gitar) dan Iqbal (Drums).

    Karena kegemaran kami akan rilisan mereka inilah, akhirnya kami memutuskan untuk mengundang mereka tampil kembali di Thursday Noise Vol 10

    Thursday Noise vol 10

    Ocean Breath adalah single kedua mereka yang menjadi kegemaran tim Thursday Noise. Kami berada di barisan depan menunggu single ini di mainkan.

    Thursday Noise vol 10

    Alfian bisa menjadi gitaris Indie Rock yang bersinar kelak. Permainannya cukup impresif malam itu.

    Thursday Noise vol 10

    Afnan adalah penulis lagu yang menjadi andalan Texpack. Dia juga berbagi tugas mengisi vokal utama dengan Dimas.

    Thursday Noise vol 10

    Dan Dimas adalah tipe bassist yang atraktif.

    Thursday Noise vol 10

    Selain juga cukup piawai dalam hal menguasai penonton. Single-single seperti introduction, kids out, shiftless dan bored song di babat habis malam itu. Tak lupa satu cover version dari Guided By Voice di sikat juga.

    Thursday Noise vol 10

    Beberapa penonton sepertinya sudah hafal lagu-lagu dari texpack. Dan malam itu set Thursday Noise Vol 10 di tutup Texpack dengan lagu Wasted dari mini album
    perdana mereka. Lengkap sudah.

    Silahkan diburu album mereka. Ikuti kegiatan sosial media mereka di twitter @texpack_id instagram @texpack_ dan streaming lagu-lagu mereka di souncloud.com/texpack

  • They Are Nerv.ous

    They Are Nerv.ous

    Thursday Noise Vol 10

    Thursday Noise vol 10

    Awal 2017 Nerv.ous bersama Skandal sedang melangsungkan rangkaian tour keliling pulau Jawa dalam rangka mempromosikan album mereka yang baru saja dirilis. Waktu yang tepat untuk Thursday Noise mengundang mereka main di Jakarta.

    Thursday Noise vol 10

    Nerv.vous kami daulat sebagai band pertama yang tampil di Thursday Noise Vol 10. 23 Februari 2017 di Lost & Found Kemang. Jakarta Selatan. Di luar dugaan mereka tampil habis-habisan.

    Thursday Noise vol 10

    Sound yang terdengar di panggung justru lebih nampol dibanding hasil rekamannya. Lagu mereka seperti: 23, Kakiku dan Aku, dan Lagu Angsa, tetap menjadi nomor favorit dari Nerv.ous. Bebunyian terderngar lebih lebar di depan panggung.

    Thursday Noise vol 10

    Desiree Aditya bermain lepas sampai merangsek ke arah penonton.

    Thursday Noise vol 10

    Yang menarik adalah improvisasi diakhir Lagu Angsa. Kalo mereka sempat sadar akan hal ini. Sebenernya bisa menjadi dasar lagu baru yang asik menurut gue.
    Beri tepuk tangan yang meriah untuk Nerv.ous. Di tunggu kedatangannya kembali di Jakarta.

    album_nervous_nervous

    Follow jejaringan sosial mereka Facebook Fanpage: Nerv.ous, Twitter & Instagram @WeAreNervous

    Streaming lagu-lagu mereka di Soundcloud: wearenervous

    Dan yang paling penting silahkan diburu album perdana meraka. Rilisan Yellow Records Jogja. Dengan artwork yang di garap seniman kontemporer Farid Stevy membuat album ini layak di koleksi. Walau dibutuhkan kejelian dan konsentrasi tinggi untuk membaca judul-judul di dalamnya. Virus Carson masih terasa disini 🙂

  • Suara gaduh di Camden 22 Februari 2015

    Suara gaduh di Camden 22 Februari 2015

    Gue datang pas jam 7:30 PM. Segitu sampai DJ MMS sedang menghangatkan suasana dengan playlist randomnya. Gue langsung menuju meja teman-teman tepat di sebelah stage. Wah posisinya mantep nih. Lalu memesan beberapa minum dan duduk santai menikmati tingkah DJ MMS yng menggemaskan. Lalu menjelang pemutaran video “Ksatria” tiba-tiba bartender datang dan menyuruh kami pindah. Katanya ada pelanggan tetap Camden yg sudah reservasi tempat. Hah? Gak tulisan reservasi dan mereka gak mencegah kami duduk pada awalnya. Duakali nih gue kena perlakuan begini, “Cukup Tau” untuk Camden. Lalu gue memilih untuk mencari spot di depan panggung menikmati penampilan Bite.

    Video Ksatria keren banget. Video yang di sutradarai Heytuta ini menampilkan stopmotion dari Chalk Artist bernama Enjoyjohnny (Chalk The World). Point A untuk video ini, kalo semuanya full Chalk Art Stop motion video ini berpredikat A+.

    Bite

    Duarrrr jam berapa lupa, Bite akhirnya naik pentas. Eh jalan menuju pentas maksud gue. Karena level penonton dan Bite memang di biarkan sejajar.

    Bite

    Penampilan di buka dengan gebukan Intro dari drummer Febri Joko. Wow sepertinya doi semangat sekali malam itu. Pukulannya kencang seperti berada di pentas besar panggung Metallica di GBK. Satu persatu personil Bite masuk ke arena. Dan gue memilih berdiri mendekati speaker supaya semua instrumen dan vokal terdengar jelas.

    Bite

    Penonton cukup sesak di awal penampilan Bite. Tanpa lampu tambahan mereka hajar Devide Et Ampera di medley dengan Modus Operandi sebagai pembukaan.

    Bite

    Rebecca tampil habis habisan malam itu. Beberpa musisi tamu di album juga diajak mentas malam itu.

    Bite

    Sesi kedua medley Generasi Gadget-Don’t Light My Fire– Karyawan Kontrak moodnya mulai gue dapatkan. Terutama lagu Karyawan Kontrak. Salah satu album favorit yg sudah nancep ketika pertama kali mereka mainkan di pentas. Judul yang cemerlang. Isi yang kontekstual dengan kita semua. Dan aransemen yang mantaf menurut gue. Tanpa gue sadari udah mulai goyang-goyang kecil nih kaki.

    Bite

    Ketika mereka masuk medley ke 3 Populer-Masuk Surga-Samaritan suasana jadi agak mengawang-awang gini. Disini mulai terasa kalo Bite di perkuat gitaris yang terjangkit virus Shoegaze akut: Andi Hans Sabaruddin. Salah satu dari sejumlah gitaris terbaik Indonesia versi gue pribadi. Bravo Hans!

    Medley ke 4 adalah favorit gue Ksatria di sambut dengan Untuk Binnayev. Dua lagu ini adalah lagu yang paling menonjol di album Mayday. Lalu malam ini di akhiri dengan medley ke 5 Hey hey hey– Drama Komedi. Lalu mereka menghilang meninggalkan set dan pestapun berakhir

    Sampai di rumah gue dan istri gue, Chiara, bercakap-cakap di ruang keluarga sambil mendengarkan CD Bite / Mayday. Mengulang-ulang track. Mengambil EP pertama mereka, memutarnya dan balik mendengarkan Mayday. Dan track Untuk Binnayev akhirnya di repeat one hinbgga jam 3 dini hari baru kami bisa tidur dengan nyenyak.

    Photo: Nareend Kameshwara
    Photo selengkapnya bisa di lihat di fanpage mereka–> BITE 🙂