Category: Music

  • Video Project : Alinea Baru Rumahsakit

    Video Project : Alinea Baru Rumahsakit

    Suatu kesempatan berharga buat gue untuk hadir dan merekam video kegiatan rekaman rumahsakit dengan formasi barunya. Sepeninggal Andri LMS ternyata rumahsakit tetap berkarya dan menghasilkan sesuatu yang segar. Satu persatu Marky, Saddam, Mickey, dan Fadly bercerita bagaimana mereka mencari pengganti LMS dan terus melanjutkan album. Di bantu dengan cameraman Agung Hartamurti dan editor Japs Shadiq dan Miller, gue rangkum beberapa quotes keren mereka tentang album yg tengah mereka garap akhir tahun lalu. Sebuah Alinea baru buat rumahsakit

    Tonton videonya di digilive.co.id –> http://bit.ly/15wUcW5

  • Bagus Netral: Pujangga Alternative Modern

    Bagus Netral: Pujangga Alternative Modern

    Selalu ada yang jadi pertanyaan di benak gue tentang apa di balik lagu-lagu Netral di 3 album pertama mereka. Mungkin elo punya pertanyaan yang sama. Di video Digilive Artist Talk Bagus Netral ini kita akan dapat sepotong-dua potong kata kunci yang dapat menolong kita untuk lebih paham lirik-lirik Bagus Netral.
    Ya benar, dia memang pujangga alternative yg bisa membuat tanah air bangga 😀

    Simak videonya di sini → http://bit.ly/1uuCZ5l

  • In Memoriam Denny Sakrie (1963-2015)

    In Memoriam Denny Sakrie (1963-2015)

    Ketika sedang liburan tahun baru di Bogor gue di kejutkan dengan khabar kepergian seorang Pengamat Musik/Abang/Kawan bernama Denny Sakrie. Maaf jika kala itu gue menganggap ini masih hoax. Tapi setelah gue tanya sana sini berita ini benar adanya. 3 Januari sekitar pukul 12 siang Denny Sakrie tutup usia, meninggalkan kita semua.. gue sekedar ingin mengenang beberapa kejadian yang paling berkesan bersama beliau.

    Awal perjumpaan gue dengan beliau adalah ketika The Upstairs diwawancarai di program radio Music Box, Delta FM. Program yg di siarkan di 10 kota jaringan radio Delta dan Female FM ini di pandu oleh Denny Sakrie. Kalo gak salah kejadiannya di 2006.

    Gue selama ini hanya tau Denny Sakrie dari tulisannya. Dan dia bagi gue adalah wartawan musik senior. dan sebagai band yang baru mletek, karya kita di ulas wartawan senior itu girangnya setengah mati. Dan kesempatan wawancara dengan beliau gue sambut dengan antusias. Terimakasih untuk Wendi Putranto, manager The Upstairs yg menjebatani pertemuan ini.

    yockie

    Obrolan malam itu makin nyambung ketika doi bercerita tentang album Yockie Suryaprayogo, Punk Esklusif. senang sekali gue bisa mendengar lagu dari album ini berkumandang di radio dan di tahun 2006 pula. gue lihat personil cewek The Upstairs mulai terkantuk-kantuk. Kubil dan Alfi sudah asem dan mencari ruang rokok. Beni melipir. Akhirnya siaran ini jadi tinggal gue berdua aja ngobrol di udara. Nice-Nice Nice hahaha.

    junaedi s

    Gue lupa bulan apa kejadiannya, Yang pasti di tahun 2014. gue selalu bercerita kepada Denny Sakrie tentang betapa penasarannya gue dengan lagu Joni Teler milik Junaedi Salat. Akhirnya beliau bela-belain bawa plat album ini ke Blok M Square. lalu kita nebeng muter di salah satu kios di sana. Aaaaaah suasana ini nikmat sekali. Walau ternyata lagu ini gak sekeren ekspektasi gue seperti ketika gue denger waktu SD, tapi pertemuan ini keren sekali. Walau tetep Denny Sakri setelah nyetel album ini slangsung nyela gue dengan becandaannya. “Tuh kan gue bilang, lagunya mediocre aja. Lu aja yang penasaran”. Ah bodo judulnya keren ini band, Joni Teler! Buat anak SD jaman pertengahan 80an hal ini udah shocking. dan ternyata reff yg gue tunggu jarang di putar hahaha. (jadi pengen gue cover ini lagu jadinya)

    invisible touch

    Album ini adalah album Genesis terburuk buat Denny Sakrie. Tapi karena gue masa kanak-kanak ketika album ini hits, maka penilaian gue jadi sebaliknya. Setiap gue siaran di Ruru Radio, gak lupa gue puterin Invisible Touch dan gue tweet sebagai lagu favorit Denny Sakrie. Beliau pasti membalas singkat “Fitnah” hahahhaha

    herbie hancock rockit

    Cerita ini hampir sama dengan Invisible Touch. Beliau selalu terpingkal-pingkal mendengar cerita gue dengan om gue tentang lagu ini. Untuk penggemar Herbie lagu ini mungkin biasa saja. Tapi waktu SD gue lihat konser lagu ini ada Break Dance Windmillnya di part DJ scratch. Kereeeen, bagi beliau aaah komersil itu hahahahaha.

    journey

    Selasa 30 Desember 2014, gue bersama istri meluncur ke Blok M Square mencari album Journey ini untuk kado pernikahan kawan. Di sana gue ketemu bang Denny. Seperti biasa kita pasti berkelakar. Gue utarakan album apa yang gue cari. Lalu dia berceloteh:
    Denny: Orang tua nyarinya album tua ya?
    Gue: Kalo gue tua, trus nyebut lo apa dong?
    Denny: Lho gue kan udah stop di usia segini…
    lalu kami berdua pun tertawa

    Ternyata kejadian itu adalah terakhir kalinya gue jumpa dengan kawan/abang/pengamat musik favorit di Indonesia. 4 hari kemudian gue mendengar khabar wafat beliau. Begitu cepat tanpa aba-aba…

    Selamat jalan bang, mohon maaf atas becanda gue yang suka kelewatan sama elo. Terimakasih atas segala ilmu yang telah elo berikan tanpa pelit sedikitpun kepada gue. Akan sulit lagi bagi gue bertemu wartawan senior bisa di ajak seenak jeplaknya ngobrol sampe lupa waktu.

    Sekali lagi terimakasi bang Denny Sakrie, love you always 🙂

     

  • The Upstairs / Matraman 12″ Vinyl Reissue

    The Upstairs / Matraman 12″ Vinyl Reissue

    Demajors records memprakarsai di rilis ulangnya album klasik The Upstairs / Matraman. Dalam format vinyl 12 inch, dan jumlah terbatas hanya 250 keping saja. Kepingan ini akan terdengar utuh seperti sound pertama di rilis tahun 2004 silam. Tanpa ada restorasi bunyi dan rekayasa ulang di sana sini.

    200 keping akan di jual pada saat perayaan pesta rilis di 365 Eco Bar Kemang, tanggal 16 Desember 2014 tepat pukul 8 malam. 50 keping lagi akan di jual di website http://www.demajors.com pada hari yang sama.

    Tiap keping Matraman Vinyl di hargai Rp 250 000,-. Demajors tidak melayani booking, holding, bahkan pre-order. Dan satu orang pembeli hanya berhak mendapatkan satu vinyl saja.

    Pada pesta peluncuran vinyl nanti juga akan di meriahkan oleh penampilan DJ Robot dan DJ Upstairs yang akan memainkan hits-hits di era keemasan Post Punk, New Wave dan New Romantic. Pada malam itu personil-personil lawas yang dulu sempat ambil bagian dalam pembuatan album Matraman akan di undang hadir. Jadi suasana malam 16 Desember nanti akan bernuansa New Wave dan kita seakan hadir di pesta orang-orang dari planet Mars 😀

  • Hari Pertama Shooting Video Rayakan Pemenang

    Hari Pertama Shooting Video Rayakan Pemenang

    Maklum Morfem terbiasa membuat video dengan available light. Tapi untuk saat ini kolaborasi Morfem X Barde Films cukup terlihat serius dari sisi tata cahaya. Cukup wah untuk ukuran Morfem. Dan Barde Films menggarapnya dengan ultra total!!

    morfem

    Dengan latar belakang hitam dan camera Sony Alpha, Barde Films habis-habisan mengerahkan kemampuan mengolah gambarnya

    morfem

    morfem

    morfem

    morfem

    Ini dia otaknya Barde Films, Surya Penny 😀

    morfem

    Kasih efek asap sedikit biar dramatik ye gak 😀

    morfem

    Uds segitu dulu, kalo di share semua udah gak ada kejutannya nanti 😀

    JM

     

  • Morfem mencari Model klip untuk single “Rayakan Pemenang”

    Morfem mencari Model klip untuk single “Rayakan Pemenang”

    Morfem kembali berkolaborasi dengan komunitas sinema. Kali ini Morfem bekolaborasi dengan Barde Films untuk menggarap single pertama dari mini album Morfem X Converse Sneakerfuzz: Rayakan Pemenang.

    Surya Adi S selaku sutradara dari Barde Films sudah menyelesaikan storyline bersama teamnya. Kelak video ini akan dipenuhi symbol-symbol yang menggambarkan lirik dari lagu Rayakan Pemenang. Dan akan ada pemeran gadis pelari yang akan menjadi tokoh kunci yang akan menyambungkan tiap adegan dalam video Rayakan Pemenang.

    Untuk melengkapi pemeran video ini, Morfem X Converse X Barde Films mengadakan audisi pemeran gadis pelari yang akan di laksanakan di kantor Barde Films, jl Kemang Timur Dalam 14/1A

    Sejalan dengan blog ini di publish, maka pendaftaran calon pemeran “gadis pelari” dalam klip Rayakan Pemenang telah di buka. Jika kamu berminat menjadi model aka pemeran “gadis pelari” dalam video terbaru Morfem, langsung kirimkan
    -photo colse up dan seluruh badan
    -Copy/Photo KTP
    -Akun Twitter
    Lalu email morfem.info@gmail.com

    Mari bergabung dengan kolaborasi apik tahun ini Morfem X Converse X Barde Films

     

  • Press Release: Beni Resmi Mundur Dari The Upstairs

    Press Release: Beni Resmi Mundur Dari The Upstairs

    Pentas di Acreate De Larosa 9 Maret silam, merupakan salah satu pentas terbaik The Upstairs di tahun 2014. Banyaknya fans yg hadir memadati venue hingga banyak antrian di luar yg tidak mendapatkan kesempatan masuk bisa menjadi salah satu parameter kesuksesan malam itu. Selain susunan lagu dari album lama hingga Katalika yang juga pas di suguhkan. Suasana crowd juga merespon dengan seru permainan kami.

    Tapi suasana malam itu juga merupakan hal yang keren bagi Beni untuk mengakhiri perjalanannya bersama The Upstairs. Benar, seturunnya dari pentas Beni Adhiantoro menyatakan resmi mundur dari The Upstairs. Beni berkomentar singkat:

    “Keputusan saya mundur dari The Upstairs karena ingin fokus menjalani bisnis keluarga di bidang furniture dan mengurangi kegiatan bermusik”

    Tentang keputusan Beni ini Jimi Multhazam berkomentar:
    “Gue pribadi tidak terkejut dengan keputusan Beni. Gelagat ini sudah mulai terbaca oleh gue beberapa bulan terakhir Beni mendalami “Agama”. Beni tetap gue kenang sebagai drummer hebat yang bisa bermain keras tapi juga memiliki groove yg asik. Dia juga seorang producer berbakat. Tetapi keputusan meninggalkan semua ini tetap ada di tangan dia. Sebahai kawan gue menghargai keputusannya. Dan gue doakan yg terbaik selalu untuk Beni”

    Andre “Kubil” Idris berkomentar singkat:
    “Beni adalah seorang yang perfeksionis, rapih dalam bermusikdan segala hal dalam hidupnya”

    Saat ini The Upstairs sedang mempersiapkan album ke lima dan Andre “Kubil” Idris yg mendapatkan tongkat estafet untuk memproduseri album ini. Format baru sedang di persiapkan. Yang pasti album kelima akan banyak nuansa yg lebih”planet” di banding album Katalika. Dan untuk tampil di pentas The Upstairs telah memilih beberapa additional player yang paling mumpuni.

  • Lirik Indonesia Keren: Symphony / Lensa Kamar Putih

    Lirik Indonesia Keren: Symphony / Lensa Kamar Putih

    Gadis yg bercumbu dengan butiran tablet berwarna

    Di ambil dari album ke dua Symphony berjudul Metal tahun 1983. Ketika lagu ini sedang hits gue baru kelas 3 SD. Masih gemar main tokadal, dampu dan permainan kampung lainnya. Tapi abang tertua gue sering memutar lagu ini di rumah. Pelan-pelan terekam di benak gue. Ketika dewasa akhirnya gue mencari lagi lagu ini. Dan ketika gue dengar ulang…waaaah liriknya keren luar biasa. Sebuah lagu yg bercerita tentang gadis “pecandu”.Simak dulu aja lagunya friend. Ayolah di klik –>

    Lensa Kamar Putih

    Tempatkan dirimu dan diriku dalam satu cita
    Dialog sederhana dan mudah saja, tegas tapi nyata
    Adakah kau ragu selama ini atau tak kuasa
    Rangkulan butiran tablet berwarna membuat mu lupa

    Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
    Pengisi sepi akrab selama ini
    Berjalan kaku tak sanggup berlagu
    Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

    Wajahmu tak lagi cerah ayu, berganti sendu
    Tubuh yang menuntut tak kompromi tak mau tahu
    Kau jual diri sebagai pengganti jenuh dan frustrasi
    Membiarkan racun datang mengabdi untuk meronta

    Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
    Mencari mimpi yang tiada berarti
    Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
    Mencoba lupakan yang lalu

    Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
    Pengisi sepi akrab selama ini
    Berjalan kaku tak sanggup berlagu
    Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

    Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
    Mencari mimpi yang tiada berarti
    Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
    Mencoba lupakan yang lalu

    Symphony adalah
    Fariz RM, Ekki Soekarno, Jimmy Paais, Herman “Gelly” Effendi, Tony Wenas
    Lihat video penampilan Symphony di Aneka Ria Safari, video yg di upload dengan nama account youtube Proclaro Jaya. Terimakasih atas videonya friend 🙂

    Baca juga Lirik Indonesia Keren: Deddy Stanzah / Paradox

     

  • DEDDY STANZAH / PARADOX sebuah cerita singkat

    DEDDY STANZAH / PARADOX sebuah cerita singkat

    Saat ini gue mencoba memutar kembali fikiran gue ke tahun 2001 silam. Pertama kali gue tau album Paradox Deddy Stanzah dari sebuah poster di jalanan. Gue sedang naik mikrolet M 01 (Kp Melayu Senen) duduk di depan. Di dekat Bearland (Matraman) gue melihat sebuah poster yg cathy. Bentuknya masih jelas di kepala gue, seperti gambar album di atas.

    Wow, Deddy Stanzah! Saat itu gue belum begitu ngeh tentang lagu-lagu beliau. Tapi image dia sebagai rocker bengal sudah terpatri sejak gue melihat pin up doi di majalah remaja ketika gue SD.

    Akhirnya hari itu juga gue memutuskan untuk mencari kaset Deddy Stanzah / Paradox di Gunung Agung Kwitang. tahun 2001 masih ada toko kaset di sana. kalo gak salah di lantai 3. Toko kasetnya menempel dengan bagian Agama Islam, Masagung. Tidak sulit untuk mencari album Paradox di rak Indonesia. Karena covernya lumayan catchy di banding rilisan pop lokal saat itu.

    Singkat kata gue sudah di depan kasir, dan bersiap membayar. Seperti biasa pramuniaga dengan ramah menawarkan untuk memutarkan dulu kasetnya.
    Pramuniaga: “mau di putarkan dulu kasetnya mas?’
    Gue : “Oh boleh mba” 🙂
    Pramuniaga membuka bungkus kaset dan memutar di tape deck. Soundnya cukup besar dan menembus counter agama lantai 3 di Gunung Agung. Intro lagu Paradox terdengar. Gue mendengarkan sambil merogoh dompet di kantong kiri celana jeans dekil gue. Asik juga intronya. Klasik 🙂
    Tiba-tiba masuk ke lirik pertama. Terdengarlah dengan jelas suara Deddy Stanzah…..
    Deddy Stanzah: “Aku suka mabuk-mabukan…. jtrek kaset di matikan dengan keras oleh pramuniaga!
    Pramuniaga : (dengan wajah anik) “Mas ini lagu apa sih?”
    Gue : “loh mana saya tau mba, saya kan baru aja beli”
    Gue menjawab dengan wajah mesem-mesem geli tapi berusaha tetap sopan.
    Nampak si pramuniaga buru-buru membungkus kaset gue. Mukanya tampak merasa takut melakukan kesalahan 🙂

    Setelah membeli kaset ini, gue langsung memutar di studio kriya kayu di kampus. Serta merta kawan-kawan tergelak mendengar intronya. Dan gilanya saat itu juga kaset muter ke kawan-kawan dan hilang entah kemana.
    Beberapa hari kemudian gue gterpaksa membeli lagi kaset Paradox tanpa harus mencobanya. Gara-gara album ini gue jadi menelusuri karya-karya dimana Deddy Stanzah terlibat. Bukan hal mudah, lo tau sendiri pendokumentasian musik kita seperti apa. Tulisan gue ini juga sebagai “pengingat” pada generasi berikutnya. Kalo dulu ada rocker bengal bernama Deddy Stanzah yg juga merupakan seorang penulis lirik brilian dan punya album keren berjudul Paradox.

    Baca Juga:

    Lirik Indonesia KEREN: DEDDY STANZAH / PARADOX

     

  • Lirik Indonesia Keren: DEDDY STANZAH / PARADOX

    Lirik Indonesia Keren: DEDDY STANZAH / PARADOX

    PARADOX adalah peninggalan terakhir Deddy Stanzah sebelum meninggalkan kita semua. Dirilis oleh DCU records tahun 2001. Deddy Stanzah adalah salah satu dari deretan list lirikus genius di Indonesia dan menurut gue lagu yang berjudul Paradox adalah lagu Deddy yg paling explicit dan mencerminkan kehidupannya. Walau beberapa musik Deddy Stanzah gak bisa mengejar kedahsyatan liriknya, Paradox merupakan komposisi yg pas. Lagu asoy, musiknya enak, liriknya keren Simak saja friend:


    Paradox

    Aku suka mabuk mabukan
    Otakku sering keracunan
    Badanku sering gemetaran
    Permisi ikut ke belakang

    Bila mataku bagai mata elang
    Rambutku bagai jilatan api
    Kulitku menembus pandang
    Takutpun jadi permainan

    Benci orang sok bersih
    Benci orang sok kaya
    Benci orang sok bener
    Benci orang sok keren

    Siang aku jadi mentari
    Malam aku jadi rembulan
    Aku sahabat kematian
    Selamat jalan kawan-kawan

    Laguku tak mau ketenaran
    Bajuku tak mau kebagusan
    Kawanku tak mau kebanyakan
    Permisi aku ikut ke belakang

    Benci orang sok tau
    Benci orang sok seneng
    Benci orang sok miskin
    Benci orang sok tau
    Benci orang sok bersih
    Benci orang sok kaya
    Benci orang sok bener
    Benci orang sok keren

    Deddy Stanzah

    In Memoriam Deddy Stanzah (14 April 1949-22 Jan 2001)

    Baca juga cerita gue ketika mendapatkan album ini:
    DEDDY STANZAH / PARADOX sebuah cerita singkat