Category: Music

  • Guruh Soekarno Putra: Kecewa, Sialan, Kecewa, Sialan, Kecewaaaaa….

    Guruh Soekarno Putra: Kecewa, Sialan, Kecewa, Sialan, Kecewaaaaa….

    Tenang friend, jangan su’uzon gitu ah. Judul di atas cuma penggalan lirik dari lagu favorit gue di album ini. Kecewa. Yang di nyanyikan Euis Darliah. Dan lagu ini merupakan lagu pertama dalam hidup gue yang penuh makian. Bayangin. Ketika SD dengerin lagu dengan lirik kecewa, sialan, bego, tak tau diri, membleh! Saking emosi tingkat tingginya memaki, Euis Darliah sampai terbatuk-batuk. Bah. Gue yakin. Inilah lagu Indonesia berspirit Punk pertama di hidup gue.

    Selain Kecewa lagu Langkah Kembara adalah favorit nomer dua gue dari album ini. Dengan Rico Tampatty sebagai penyanyinya. Heh? Rico Tampatty? Yoa Rico friend, RICO! yang sekarang sekelebat kita lihat di layar sinetron. Liriknya keren….

    Kemana berkelana
    seenak hati saja
    tiada kerja tiada rencana
    hidupku tak tau kan kemana
    Kemana ku mengembara
    Seenak hati saja
    Tiada cinta tiada keluarga
    Hidupku hanyalah sebatang kara
    Putus sekolah tiada biaya
    Melamar kerja tak di terima
    Aku tak mau jadi pengemis
    Santai-santai saja buat apa peimiiiiisssss….

    Bukannya Saya, adalah lagu favorit ke tiga gue. Dengan Penyanyi Ahmad Albar. Disini Ahmad Albar tidak banyak mengeluarkan lengkingan rocknya. Di sini doi di sulap jadi penyanyi pop oleh Guruh. Dan seperti banyak kita tau. Ahmad Albar bisa jadi apa saja. Beliau memang penyanyi serba bisa.

    Sebenarnya yang menjadi hits di album ini adalah Lenggang Puspita. Juga dinyanyika Albar. Gue masih ingat, lagu ini sempat ada video klipnya. Dan di putar beberapa kali di TVRI. Dengan setting Ahmad Albar bersama dua penari Betawi. Wah seharusnya video ini di upload ke youtube. Perpaduan Pop dengan budaya Lokal. Ide ini udah gak pernah terlihat lagi sejak memasuki tahun 1990an.

    Sebenernya album Guruh apa sih ini? Line up penyanyinya cukup unik yha. Ada Euis Darliah dan Ahmad Albar yang nge Rock, Ada Elfa’s Singer dan Rico Tampatty pula sebagai bintang utamanya. Jadi di tahun 1986 album ini di rilis. Setelah Guruh mengadakan pagelaran Swara Mahardika yang ke empat. Musik -musik di album ini Lagu-lagu ini adalah pengiring pegelaran Swara Mahardika tersebut. Warnanyapun perpaduan dari unsur-unsur yang lagi hype jaman itu. New Wave, Fusion, Classic Disco, dan di lebur dengan musik Tradisionil. Gue sendiri gak menonton pertunjukannya. Selain mahal buat keluarga gue. Gue masih kecil pula. Gue cukup puas membaca report dari majalah Gadis. Dan otak gue pun seketika mencitrakan pertunjukannya.

    Dan album ini cukup laris pada zamannya. Bahkan kakak perempuan gue pun, Hanoum, ikut membelinya. Dan biasanya dia akan gunakan untuk mengiringi tari kreasinya sendiri di panggung 17an atau pentas-pentas seni tingkat RT yang marak di selenggarakan pada tahun itu. Yoa itulah salah satu dampak dari pagelaran Swara Mahardhika di masyarakat.

    Dampaknya buat gue?. Friend, gue cukup bersyukur waktu kecil udah di sirami lagu-lagu Indonesia berlirik bagus dari Iwan Fals, Ebiet G Ade, Dodo Zakaria, Fariz RM, Guruh Soekarno Putra. Salut untuk mereka semua.

    Terharu 🙂

    logo morfem
    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Grunge? Besok Bubar!!

    Grunge? Besok Bubar!!

    Besok Bubar, nama band yang selalu menggelitik gue setiap ada gigs. Sampai tulisan ini di bikin pun gue belum pernah nonton mereka manggung. Gue sempat berfikir mereka hanya band iseng, yang membubarkan diri setelah manggung. Tapi kok namanya hadir terus di setiap acara. Dan konon sudah memiliki penonton sendiri. Wedeh makin penasaran gue. Dan rasa penasaran gue semakin memuncak, ketika melihat CD mereka di Monka, Kemang. Karena gue kehabisan kompilasi legendaris Those Shockin Shakin Momment, akhirnya gue memutuskan membeli CD mereka. Dengan satu alasan. Covernya Keren!!!!

    Sampai di rumah gak sabar gue buka plastik pembungkus Cd dan Anjiiiing…..artworknya memang kelas wahid. Ternyata slevenya berbentuk panjang. Satu sisi menggambarkan suasana kota yang indah, damai sentosa. Sisi sebaliknya suasana yang sama dengan gambaran yang mengerikan. Sleeve panjang tadi di lipat 5, lipatan terakhir di jadikan cover depan. Impresi pertama yang menyenangkan. Gue sampe lupa memasukkan CD ke player. Setelah selesai terpesona, langsung gue puter tuh CD. Yoa, track pertama langsung jadi favorit gue. Di gas poll dengan lagu yang keras. Berjudul Besok Kita mati. Dari sleeve cover ini akhirnya gue berhasil mengkontak Amar. Vokalis, gitaris dan pencipta hampir semua lagu Besok Bubar. Dan ternyata mereka sudah ada sejak tahun 2005.

    Dari Obrolan gue bersama Amar di dunia maya akhirnya gue tau kalo ternyata album ini adalah album kedua mereka.
    Amar: “awalnya album kedua ini mau kita beri judul ‘Jakarta’ dan judul album itu ditumpahkan ke artwork yaitu satu sisi keadaan kota Jakarta yg indah, bersih, damai, yg semua orang idam-idamkan. Di satu sisi yaitu keadaan kota yg sebenarnya, brantakan, pembunuhan, bunuh diri,chaos, polusi dll. Dan karna hasil akhir artworknya kita suka bgt, kyknya sayang kalo artworknya ‘dikotori’ oleh judul album ‘Jakarta’, akhirnya ga usah pake judul album sajalah. Heheheh..”

    Suatu alasan penamaan album yang cukup nyeleneh hahah. Sukses buat Dwarvo dari komunitas Pearl Jam Indonesia yang telah membuat cover ini fenomenal.

    Sebenernya gue males menayakan kenapa di namakan Besok Bubar (pertanyaan paling membosankan bagi semua band) Tapi karena penasaran, gue tanya juga. Dan Amar menjawab dengan selebornya: “gue keceplosan nyebut ‘Besok Bubar’ saat itu mendaftarkan band kita di gigs komunitas Grunge,karna gw pikir bakal bubar lagi nih band. Hehehe

    Apakah musik mereka Grunge? Amar tidak menyangkal: Musik kita Grunge! Karna kita menganggap grunge itu ga da batasan dan bebas! Jujur aja kita ini bukan orang-orang yg hebat memainkan instrumen. Kita cuma ingin main musik dgn skill pas-pasan. Dan grunge-lah yg membuat kami pede. Kita bisa maen sekencang nirvana, atau se-dark alice in chains, atau se-rumit soundgarden, ataauu se-heavy TAD, heheh..tp yg kita mainkan skrg, ya grunge ala besok bubar. 😀

    Yoa setelah dua track kenceng di awal, mereka memainkan nuansa yang berbeda di track lain. Tema penulisan liriknya pun cukup menarik. Mengangkat realitas persaingan di Jakarta. Ambisi mengeksploitasi bumi, sampai tema kegep nge Gele, dan yang ngegep akhirnya jadi pengedar. Lirik yang marah sekaligus apatis.

    Album Besok Bubar keluaran Paviliun records ini memang paling pas buat penggemar Grunge dan Alternative 90an. Tapi gak menutup kemungkinan juga buat pendengar Metal. Karena sound mereka cukup berat di beberapa track. Kekurangan album ini cuma di back sleeve CDnya. Gue sampe bela-belain memotong sedikit sisi kiri kanannya, agar muat di trey CD. Dan melipat ulang, biar gak bergelombang seperti pertama gue dapat di toko CD.

    Layak untuk di koleksi 🙂

    logo morfem
    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Punk Hendrix

    Punk Hendrix

    Gue kembali membuka koleksi Jimi Hendrix gue setelah obrolan dengan komunitas Blues (biasa nongkrong di cafe areal Gallery Nasional) di Trax FM senin kemarin. Gara-gara mereka hampir seminggu ini play list di mobile mp3 player gue adalah Hendrix. Dan yang uniknya gue menamakan folder Hendrix gue dengan PUNK HENDRIX.

    Kalo membicarakan permainan gitar Jimi Hendrix, itu sudah jamak. Siapa sih gitaris paling berkarakter di dunia. Udah pasti Jimi Hendrix masuk nominasi pertama. Tapi kalo kita membicarakan lagu Jimi Hendrix yang punya aura PUNK, ini baru menarik.

    Playlist yang gue susun ini adalah pencampuran single dan nonsingle yang memiliki bassline dan ketukan drum yang bikin gue gak bisa diam. Mitch Mitcel dan Noel Redding memang jarang di bicarakan. Tapi mereka pemain yang bikin mood lagu-lagu ini bergairah. Bahkan di lagu She’s So Fine dan Little Miss Strange, Noel Redding mengambil alih vokal. Sssst sebenernya vokal Noel lebih ngpop di banding Jimi. Tapi justru gaya nyanyi datar nan ngeblues Jimi lah yang bikin aura Punk di lagu-lagu mereka.

    Gak usah banyak cakap. Coba putar lagu-lagu di bawah ini. Kalo lo gak bergoyang dan berubah menjadi seksi, tandanya lo harus segera periksa ke dokter. Pasti ada yang salah dengan selera elo

    🙂

    Punk Hendrix:
    1. Fire
    2. Foxy Lady
    3. Stone Free
    4. Crosstown Traffic
    5. Manic Depression
    6. Little Miss Strange
    7. You Got Me Floatin
    8. Aint’ No Telling
    9. She’s So Fine
    10.Can’t Wait Till Tomorrow

    logo morfem
    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Album Terbaik Iwan Fals, Belum Ada Judul ’92

    Album Terbaik Iwan Fals, Belum Ada Judul ’92

    Iwan Fals sudah mencicipi beragam musik, dari Folk / Country bersama Willy Soemantry, Pop Rock bersama Ian Antono dan ngeband bareng Swami, Kantata Taqwa dan Dalbo, dan kembali (lebih) sederhana dengan Gitar dan Harmonica di album Belum Ada Judul ’92. Nah iki! album favorit gue. Gak perlu pengiring macam-macam. Gue cuma mau dengar Iwan Fals, gitar dan yang pasti celotehannya.

    Thank you buat Bravo Musik dan SKI records yang mereissue album klasik ini ke dalam bentuk CD. Walaupun track pertama ngegeol seperti kaset sering di rewind. Walaupun gak ada keterangan kapan di mana direkam. Siapa yang mixing, siapa producernya. Siapa pemain gitar tambahannya, atau cuma Iwan fals sajakah? Dan yang cukup mengganjal adalah remake cover yang seadanya. Burem boss. Mustinya Brafo Musik melihat desainer-desainer muda yang menggarap album The Milo, L’Alphalpha, Bangkutaman dan ehm Morfem. Jadi seharusnya CD ini bukan sekedar di beli, di grab datanya dan di buang covernya. Tapi bisa di koleksi dan menjadi barang keramat kelak.

    Tapi di luar kekurangan-kekurangan tadi. Gue bisa menikmati lagi lagu-lagu keren jaman gue remaja. seperti belum Ada Judul,Besar dan Kecil, Iya atau Tidak, Mereka ada di jalan, dan Di Mata Air Tidak ada Air Mata. Setiap susunan kalimat mendaki klimaks di tiap refrain dan ending lagu.

    Waaah kalo soal lirik Iwan Fals memang keren. Beberapa bait favorit gue…

    Iya Atau Tidak
    Bila hanya diam aku tak tahu
    Batu juga diam, kamu kan bukan batu

    Mereka Ada Di Jalan
    Anak kota tak mampu beli sepatu
    Anak kota tak punya tanah lapang
    Sepak Bola menjadi barang yang mahal
    Milik mereka yang punya uang saja
    Dan sementara Kita di sini
    Di Jalan ini

    Di Mata Air tak ada Air Mata
    Di tengah lagu suara ku hilang
    Karena hari semakin bising
    Hanya bunyi peluru di udara
    Gantikan denting gitarku
    Mengoyak paksa Nurani
    Jauhkan jarak pandangku

    Dan ini adalah lagu yang tak bisa gue potong satu bait pun. Track paling emosional. Bahkan Westerling pun akan menangis dengar lagu ini…

    Belum Ada Judul
    Pernah kita sama-sama susah
    Terperangkap dinding malam
    Terjerumus dalam lubang jalanan
    di gilas kaki sang waktu yang sombong
    Terjerat Mimpi yang indah…lelap
    Pernah kita sama-sama rasakan
    Panasnya mentari hanguskan hati
    Sampai saat kita nyaris tak percaya
    Bahwa roda nasib memang berputar
    Sahabat masih ingatkah…kau
    Sementara hari terus berganti
    Engkau pergi dengan dendam membara
    di hati…
    Cukup lama aku jalan sendiri
    Tanpa teman yang sanggup mengerti
    Hingga saat kita jumpa hari ini
    Tajamnya matamu tikam jiwaku
    Kau tampar bangkitkan aku…sobat

    Ampun, gue jadi inget mendiang sobat gue…Patar Ganesha Naiborhu

    😦

    Miss You My Friend

     

  • Nama-nama band gue dari jaman SMA

    Nama-nama band gue dari jaman SMA

    Triple Jerk
    The Blingers
    Dawalla
    Misery
    Still Dirty
    The Onky Alexander’s Wife
    Bequiet
    Jamaicunt Grinder
    Morvoids
    Jimi And The Playboys
    The Upstairs
    The Octobers
    Morfem

    Triple Jerk 1992
    Band SMA. Namanya improve dari Circle Jerk. Beranggotakan 3 orang. Gue (bass, Vokal), Tjahjo (gitar), Eric (drum). Covering band Punk. The Dehumanizers/Godmen Of The Future, Misfits/Hatebreeder/20 eyes, Ramones/Cant Get You Outta My Mind/Miracles?pet Cemetary, Nirvana/Son Of A Gun/Molly’s Lip/ Dive. Masuk studio aja sudah senang. Gak pernah di ajak manggung.

    The Blingers 1993
    Sebenernya ini cuma pelebaran band gue Triple Jerk. Agus seorang kawan. Selalu mencerca Triple jerk karena mulai membuat lagu. Dia berkata, “kblinger lo bikin lagu segala. kayak bakal ngetop aje”. Saking kesalnya akhirnya anak itu kita tarik jadi gitaris. Dan namanya gue ganti seenak jidat jadi The Blingers. Sekilas terdengar seperti The Breeders. Bodoh sekali.

    Dawalla 1993
    Inilah salah satu kebodohan gue berikutnya. Karena gue lihat ada tetangga baru gue gondrong dan celana nya strecth. Akhirnya gue mengajak dia memainkan Thrash Metal. Ceritanya mau naik kelas, dengan memainkan lagu yang lebih sulit. Lagu yang kita cover adalah Sodom/Remember The Fallen dan Versi Metallica/ Am I Evil. Gue masih main bass. Setiap tambah lagu gue di ajarin. Gak pernah bisa ngulik. Nama Dawalla di ambil dari tokoh wayang tumaritis. Dan penyebutannya sekilas seperti Diswalla. Band Alternative 90an. Namun keanehan terjadi ketika gue main ke rumah kawan gue tersebut. Dia menyebut poster Laaz Rockit di kamarnya sebagai poster Bon Jovi. Gilanya setelah menggubah lagu, lagunya terdengar seperti U’camp. Seminggu kemudian dia malah mengajak mengcover U’camp. Hah?? kampret!! Akhirnya gue silam. Cabut cantik. Ternyata gue satu band sama poser (kalo jaman sekarang namanya Alay)

    Misery 1994
    Ini termasuk band gue yang keren. Tiba-tiba gue mulai nyoba main drum. Lagu pertama yang gue kulik Anthrax/Antisocial. Lalu gue ketemu gitaris kamar. Tetangga gue yang lain. namanya Patar Ganesha. Karena dia ngefans sama Slayer namanya berganti menjadi Tom. Kawan-kawan gue memanggil dia Tompi. Si Tom ini jago banget. Dia khatam memainkan Megadeth. Tapi jarang punya band sukses. Misery adalah band bikinan dia. Covering Necrodeath, Sepultura sampai Metallica. Karena simpang siur akhirnya gue di tarik masuk. lagu yang di mainin Megadeth. Walaupun cuma album Youthanasia. Tapi gue bangga banget sebagai drummer. pas Soundgarden rilis Superunknown. Gue malah ngajak jadi Soundgarden cover band. Ngehe susah banget. Band ini akhirnya bubar. Patar aka Tom (RIP) gue nobatkan jadi sahabat gue. Kelak beberapa tahun yang akan datang gue membuat lagu tentang dia bersama the Upstairs.

    Still Dirty 1994
    Selain Misery gue juga bergabung dengan band yang isinya orang-orang doyang ngebo’at. Namanya Still Dirty. karena mainnya acak-acakan. Dan gue lagi sedang gandrung sama Sonic Youth / Dirty. Gue kasih nama aja Still Dirty sekalian. Awalnya kita covering Misfits dan AMQA. Tapi karena vokalisnya kacau. Akhirnya kita bikin lagu saja. Judulnya Paranoid. Gue akui, gue comot judul dari Black Sabbath. Tapi lagu ini sungguh berbeda. Dan yang pasti buruk. Hahaha

    The Onky Alexander’s Wife 1995
    Bosan bikin band di kavling. Dan gak maju-maju. Akhirnya tabungan gue cukup buat kuliah. Masuk IKJ. Ketemu dengan sobat kental Henry Irawan aka Batman aka Henry Foundation aka Dashenfo. Nama band ini di cetuskan oleh Batman. Gue jadi vokalis, batman main Drum, Bayu di Gitar dan Budjel pada bass. Lalu kita mengcover Faith No More/From Out Of Nowhere dan merecycle Cant Take My Eyes Off You versi Morten Harket yang di buat seperti Faith No More. Tentu saja band ini tidak sukses. Kelar manggung sekali, gue stress. Dan gak mau melanjutkan band ini lagi. Tengsin 😀

    Bequiet 1996-2000
    Inilah band serius pertama gue. Ketika di ajak gabung bequiet adalah band Cover Version Cranberries. Ketika di ajak bergabung gue sedang dalam kondisi putus asa di musik. Jadi drummer Cranberries kw juga gak napa deh yang penting asik. Formasi ketika gue ganbung Ekay/Gitar,Tio / Bass, Poppy/Vokal, dan gue pada drum. Latihan pertamanya cukup unik.
    Gue di bangunin Ekay ketika sedang tidur dikelas kosong kampus.
    Ekay: “Jim latihan yuk!”
    Lo bayangin, bangun tidur di ajak latihan. Bawain Cranberries band yang gak pernah gue dengerin sebelumnya.
    Jimi: ” Ah lo gila kay, belum ngulik gua!”
    Ekay: ” Nih gue bawa walkman, ada kasetnya”
    Gila maksa banget nih anak. Gue bangun sambil males-malesan. Ekay pun menyodorkan walkman Sony dan kaset Cranberries. Lalu gue meraih walkman, dan mengeluarkan kasetnya. Untuk di ganti dengan kaset Cranberries. Terkejut gue, ternyata di dalam walkman adalah kaset AMQA/Mutant Cat From Hell.
    Jimi: “Bah! kenapa kita gak bawain ini aja!”
    Ekay: “gue emang seleranya AMQA, tapi kalo nyari duit bawain Cranberries”
    Jimi: “Weits ada duitnya nih?”
    Ekay: “yoa…”
    Akhirnya tanpa sempat mandi gue jalan ke depan TIM sambil dengerin Cranberries di walkman. Lalu naik bis ke Cipinang untuk latihan.
    Kelak guelah yang merombak Bequiet. Memecat vokalisnya. Ganti dengan Asung yg warna vokalnya seperti Beastie Boys. Merilis dua album. Dan hampir setiap minggu main. Yang Gilanya….tanpa bayaran. Underground cing. Tekor di latihan dan rekaman. Akhirnya satu persatu dapat karir yg oke di bidang Desain Grafis. Dan Asung jadi Seniman Kontemporer. Dan gue luntang lantung jadi pelukis mural. Temen-temen gue sukses. Gue…cekak abis.

    Jamaicunt Grinder 1997
    Di sela-sela bequiet, adik kelas gue Bump Sickos, ngajakin gue gabung di Jamaicunt Grinder. Sebagai gitaris! Kampret gak tuh. Semua lagu di ajarin Bump. Musiknya Grind Punk. gue gak tau deh nama musiknya. Vokalisnya Are Cobor cenderung Scream. Ngeri amat nih band. Formasinya unik. Bump di Drums, Gue Gitar, dan Are di vokal. Tanpa Bass. Bising abis!

    Morvoids 1999
    Berbekal ilmu dari Jamaicunt Grinder. Gue balik ke kavling. Ke kawan lama gue Tom Ganesha. Lalu bikin lagu yang memadukan Punk dengan Grind. 8 lgu di rekam. Sayangnya masternya yang berupa kaset hilang. Salah satunya sempat masuk kompilasi Rebel Brothers. Dan lo tau apa judul lagunya? Judulnya….NGENTOT

    Jimi And The Playboys 2000
    Di sini gue bener-bener serius. Gue mulai jenuh dengan distorsi tebal. Sekarang selera Rock N Roll gue yang gue naikkan. Mengubur semua musik kenceng. Gue buka lagi Chuck Berry, Little Richards. Dan yang agak Modern Iggy Pop dan Velvet Underground. Formasi pertama cukup keren. Gue vokal, Ekay gitar, Vincent Rompies Bass, Desta 80’s Drums. Covering Iggy, The Troggs, dan Kingsmen. Semua personel menganggap band ini cuma momentum belaka. gak ada yg mau serius, tapi gue jalan terus. Cerita band ini sangat panjang. Gue akan menulis judul sendiri kelak. Tapi yang pasti Jimi And the Playboys adalah cikal bakal The Upstairs

    The Upstairs 2001-sekarang
    Inilah masa gemilang eksperimen gue. Gue lakukan hal yang gak pernah gue lakukan sebelumnya. Memasukkan unsur synth, dan drum elektrik ke musik Punk. Melakukan pola pikir New Wave di tahun 2000an. pertemuan gue dengan manusia ajaib bernama Andre “Kubil” Idris menghasilkan pencapaian yang lebih tinggi.

    The Octobers 2004
    Kalo ini cuma band sampingan. Bersama Ario The Adams, Ale dan Rio White Shoes, dan Beni The Upstairs. Semacam band top 40. Tapi memainkan rock nroll anthem. Seperti Kiss, The Damned, Buzzcock, Iggy Pop, The Kinks dll. Cuma hadir tiap bulan Oktober. Untuk acara kampus Oktaria di pantai Carita. Sempet main di BB’s. Setelah itu bubar. Dan Reuni di bulan Oktober entah kapan.

    Morfem 2011 sampai nanti
    Kalau ini sudah pasti masa depan gue. Gue kembali menjadi minimalis. Distorsi. Dengan team yang lebih muda. Ternyata gue sangat agresif dalam masalah berkarya. Gue butuh team yang sama agresifitasnya. Pandu adalah pilihan tepat. Freddie pilihan yang keras. Dan Bram pilihan yang rumit. Perpaduannya lebih Fun. Vibenya positif. Sederhana menusuk. Yoi…

    Berlagak Gila! hahaha….

    logo morfem

    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Gigs: Main di Ruang Tamu Kawan

    Morfem Gigs: Main di Ruang Tamu Kawan

    Sebuah gigs bernama Hey Saturday ini sangat menawan. Bahkan unik. Bagaimana tidak. Nama acara Hey Saturday ini di laksanakan hari minggu. 27 Februari 2011. Karena hari sabtunya ada Earth Hour. Sebuah alasan yang keren. Pemilihan venue di Brewww, kemang juga cukup unik. karena setingan tempat di sana sangat nyaman untuk duduk dan ngobrol. Susunan sofa memenuhi seantero ruangan. Akhirnya suasana seperti di undang di rumah kawan, yang orangtuanya sedang pergi keluar kota. Walaupun penonton tidak larut dalam suasana hingga bersimbah keringat. Tapi gue sangat senang dengan acara ini 🙂

    morfem hey saturday
    Pintu Masuk Brewww, dengan Poster Hey Saturday

    morfem hey saturday
    Sebelum naik tangga, kita berjumpa dengan panitia. Masuk 35 000 dapet beer, tangan kosong 15 000. Hmm gigs yang murah. Dapet Fanzine lagi.

    morfem hey saturday
    Wow Fanzine!

    morfem hey saturday
    Udah lama banget gue gak megang Fanzine, baca sekilas, langsung gue bawa pulang!!

    morfem hey saturday
    Melangkah sedikit gue berjumpa Antolele. Pria eksentrik yang diimport langsung dari Jogjakarta.

    morfem hey saturday
    Wahhh gue tertangkap kamera Irockumentary, jangan-jangan berikutnya elo?

    Suasana Hey Saturday, Brewww/Kemang 27 Maret 2011

    morfem hey saturday

    morfem hey saturday

    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday
    morfem hey saturday

    Dan Akhirnya, MORFEM naik pentas

    morfem hey saturday
    wow main ruang tamu memang seru!

    morfem hey saturday
    Habis-habisan…

    morfem hey saturday
    Sampai terbang…

    morfem hey saturday
    Bising….

    morfem hey saturday
    Total!!

    morfem hey saturday
    Lumayan, di teprokin penonton…

    Setelah kami turun panggung. Old Paper naik pentas. Hati kecil sebenernya ingin larut berboogie woogie bersama mereka. Tapi apa daya besok paginya kita sudah harus ada di Hard Rock FM untuk wawancara. Pulang saja.

    Cukup puas main di Hey Saturday

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY:

  • Morfem Gigs: Rollingstone INA, panggung (ukuran) besar pertama 2011

    Morfem Gigs: Rollingstone INA, panggung (ukuran) besar pertama 2011

    RollingstoneINA Release party kali ini cukup special. Selain di dukung Langitmusik Telkomsel, malam ini juga merayakan bersandingnya Rollingstone.co.id dengan Detik.com. Maka acara pun di selenggarakan di panggung besar di belakang kantor Rollingstone. Bukan di panggung kecil Rollingstone Cafe seperti biasa. Soleh Solihunlah yang menghubungi kita untuk main. Namun setelah selesai wawancara, Soleh menunjuk panggung besar, dan menyebut Drive, Pee Wee Gaskins dan The Milo sebagai line up lainnya. Tidak ada kata lain yang terbersit di kepala. Selain Morfem harus mengajak Jaya Roxx sebagai engineernya nanti.

    morfem rollingstone ina

    morfem rollingstone ina

    morfem rollingstone ina

    Rollingstone release party di selenggarakan pada tanggal 18 Maret 2011. Sesampainya di venue kita di todong untuk wawancara di Rollingstone.co.id.

    morfem rollingstone ina

    Jawaban kita serius kok, sumpah hahah

    morfem rollingstone ina

    Tiba-tiba Pandu: “Percis gak?”

    morfem rollingstone ina

    Coba pinjem kacamata lo Du, lha kok malah kaya Herbie Hancock hahaha…

    morfem rollingstone ina

    Freddie: Gue photo juga gung….hahahahhaha

    morfem rollingstone ina

    Selesai wawancara. Duduk deket stage. Eh nongol juga nih best friend gout. Kalo ngobrol sama Buluk pasti seputar “Itu” lah hahahaa..

    morfem rollingstone ina

    Soleh Solihun pun mulai naik pentas. nama Morfem di panggil sebagai band pertama untuk tampil. Malam itu semua band kena semprot celaan Soleh. gak perduli band major, band kolonel atau band briptu. Kena semua. Ampun dah ah.

    morfem rollingstone ina

    Dan Kami pun naik pentas. malam ini dalah panggung besar pertama kami di tahun 2011. Secara harafiah, panggung besar. Di hitung dari panjang kali lebar.

    morfem rollingstone ina

    Makanya bisa lari-lari kecil keliling panggung

    morfem rollingstone ina

    morfem rollingstone ina

    Radix Guitar, Fuzz Box, dan Jaya roxx…Pandu Fuzztonipun menggila

    morfem rollingstone ina

    Malam ini kami punya set special. Tidur di manapun Bermimpi kapanpun di mainkan akustik, Freddie maju ke depan dengan tamborinenya. Sambil menyeka keringat menyapa penonton.

    morfem rollingstone ina

    Lalu mengambil posisi di sebelah Bram, mendukung suara latar….

    morfem rollingstone ina

    malam itu cukup sukses mengajak penonton bersingalong.

    morfem rollingstone ina

    Tiba di refrain, Freddie langsung berlari ke belakang drums. Dan lagu pun kembali menjadi bising

    morfem rollingstone ina

    Di akhir lagu Fuzztoni nampak menyenggama sound

    morfem rollingstone ina

    Merasa belum klimaks bisingnya!

    morfem rollingstone ina

    Pandu kembali ke fuzzbox dan mengacak-acak konfigurasi stombox. Bram semakin trance dan….

    morfem rollingstone ina

    …Jimi pun menambahkan kebisingan dengan pita suaranya! Poll!

    morfem rollingstone ina

    Morfem turun pentas. Suasanapun akhirnya di heningkan oleh The Milo. Sepertinya ada yang salah. Mereka pun berisik. Tepatnya suasana di ubah ke arah Galau oleh mereka. Ketika Galau di kemas dalam nuansa yang bising, kata yang tepat adalah: The Milo. Mantaff

    morfem rollingstone ina

    Setelah The Milo suasana berubah, karena Drive naik pentas. Panggung Rollingstone biasanya menjadi mimpi buruk bagi band mainstream. Tapi Drive mengakali dengan memobilisasi Drive maniacs (fans mereka) untuk hadir malam itu.

    morfem rollingstone ina

    Selesai mentas sempat ngobrol sedikit dengan Anji Drive. Yang gue juluki Pujangga Twitter malam itu. Dan doi sempat bercerita tentang tweets cintanya di setiap senja. Hmmm menarik 🙂

    morfem rollingstone ina

    Pentas malam ini di tutup oleh Pee Wee Gaskins. Inilah pertama kalinya gue bener-bener menyimak aksi mereka. Walau banyak lagu yang gue gak paham. Tapi mereka mengcover Bon Jovi, You Give Love a Bad Name. Wow Bon Jovi, sebuah band yang selalu gue skip dari pendengaran gue sejak zaman SMA hingga sekarang. Hahaha…

    morfem rollingstone ina

    Malam ini di tutup dengan obrolan bersama Asra “Cantsaynotohope”. Seorang photographer handal. Bagaimana dia satu lift dengan Pat Smear menjelang show The Germs reuni (dengan vokalis baru tentunya). Dan dia sempat menyaksikan Filpper. Era Krist Novoselic, dengan jarak panggung yang dekat. Wow

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY:

  • Morfem Gigs: Menjajal Hard Rock Cafe, Traxmagz Plug N Play

    Morfem Gigs: Menjajal Hard Rock Cafe, Traxmagz Plug N Play

    Tiga hari setelah tampil di welcoming stage Stone Temple Pilots, kita di undang untuk berlaga di Hard Rock Cafe Jakarta. Pada hari Rabu 16 Maret 2011, Trax Magazine menggelar Plug N Play. Sebuah acara yang menampilkan musisi-musisi yang di beritakan di majalah Trax bulan ini. Malam itu bukan hanya penikmat musik yang hadir di Hard Rock Cafe. Para pengunjung reguler pun telah bercengkrama di setiap sudut cafe. Dan uniknya musisi yang tampil pun mewakili warna yang sangat beragam. Dari Morfem yang Fuzzy, Bayu Risa dan Marcell Siahaan dengan Popnya, Ronald Extravaganza yang bertransform menjadi Rocknal, dan jannu dengan nuansa J-popnya. Hayo gimana caranya agar penikmat musik terhibur dan pengunjung reguler tidak kabur di suguhi penampilan kita. tantangan yang menarik 🙂

    morfem hard rock cafe

    Sesampainya di Hard Rock ternyata ada ritual wall of fame ala Traxmagz Plug N Play. Sedang siap-siap berpose, Pandu dan Bram justru melakukan gerak-gerik absurd. Alhasil photo wall of fame kita jadi seperti ini ha ha.

    morfem hard rock cafe

    Sesampainya di lantai dua, kita bertemu dengan Ronald. Doi bener-bener telah bertransformasi menjadi Rocknal. Tshirtnya bergambar Alm Munir. Ketika show, berorasi. Keras. Selamat tinggal Ronaldisco, selamat tinggal Extravaganza.

    morfem hard rock cafe

    Bukan hanya pengisi acaranya yang superstar. LO Morfem pun adalah idola kami. Acum vokalis sekaligus Bassist Bangkutaman bertanggung jawab atas flow acara malam itu. Waaahhh

    morfem hard rock cafe

    Seperti biasa Morfem datang dengan rombongan kecilnya. Di sebelah Freddie ada Dymust, Teknisi Gitar. Dan Pocil yang bertanggung jawab sebagai teknisi Drum. Wajah-wajah yang optimis.

    morfem hard rock cafe

    Yang bertanggung jawab atas kerennya sound system malam itu adalah Wahyu HW. Beliau jugalah yang menata suara nomor akustik Wahana jalan Tikus dan Tidur di manapun di album Morfem/Indonesia.

    morfem hard rock cafe

    Mecker Gera, teknisi Bass. Cekatan.

    morfem hard rock cafe

    Dan waktunya untuk tampil pun tiba.

    morfem hard rock cafe

    Freddie nampak santai, tapi pukulannya keras bukan main

    morfem hard rock cafe

    Bram tampil elegan dengan Jazz Bassnya.

    morfem hard rock cafe

    Gue pun harus berlarian keliling panggung. Untuk mengisi bentuk panggung Hard rock yang tidak lazim

    morfem hard rock cafe

    Untungnya pengunjung reguler gak sampai terganggu melihat Pandu yang energetik di panggung

    morfem hard rock cafe

    Kalau sound sudah enak, badan pun jadi trance di buatnya. terimakasih banyak buat Wahyu HW. Jarang-jarang main di Hard Rock bisa seenak ini.

    morfem hard rock cafe

    Pundu Fuzztoni pun tak bisa terbendung lagi

    morfem hard rock cafe

    malam ini tidak bisa berdiri lurus. Temanya harus meliuk 🙂

    morfem hard rock cafe

    Kita akhiri malam ini dengan kebisingan yang elegan

    morfem hard rock cafe

    Mencengkram dawai dan mengangkat bass tinggi-tinggi. Tinggal di banting aja nih heeeaaaggrrh..

    morfem hard rock cafe

    Turun panggung langsung di sambut Bayu Risa. Tugas lo nih buat meng “Adem” kan suasana hahaha…

    morfem hard rock cafe

    Usai pentas di wawancara JakTV. Salah satu media yang hadir meliput malam ini. Seperti pentas besar saja yha. Hiiihaaaa…..

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY:

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Gigs: Curi Perhatian di Welcoming Stage “Stone Temple Pilots”

    Morfem Gigs: Curi Perhatian di Welcoming Stage “Stone Temple Pilots”

    Suatu kesempatan emas untuk main di welcoming stage Stone Temple Pilots. Walaupun belum menjadi opening seperti The Flowers. Panggung kecil sebelum pintu masuk pun cukup bisa di maksimalkan. Bagaimana tidak. Kita bisa menarik perhatian ribuan orang yang antri sebelum masuk ke panggung utama. Malam itu, 13 Maret 2011, konser STP di adakan di panggung Jiexpo PRJ. Ribuan orang berbondong datang (rata-rata berumur cukup dewasa). Mulai antri di depan pintu masuk. Bobby Jones, sebuah band bernuansa GNR plus Alternative Rock main di awal acara. 30 menit kemudian mereka turun pentas. Saat yang tepat untuk main. Tapi belum sempat kita set alat, kesempatan emas ini nyaris hilang dari genggaman.

    morfem welcoming stone temple pilots

    EO dari Djarum, Red Box, yang menangani welcoming stage menyarankan perubahan waktu. Morfem di undur menjadi setelah STP main. Dengan alasan 20 menit lagi pintu utama akan di buka. Dan penonton sudah masuk sebagian. Bah, itu sih namanya Good Bye stage hahaha. Akhirnya kita sepakat untuk tetap main. Hajar bleh! Tinggal 500 orang pun juga lumayan. Sikat. Dan Freddie pun mengambil inisiatif langsung main Drum. Tandanya Intro Who Stole My Bike sudah berkumandang.

    morfem welcoming stone temple pilots

    Selang 2 bar, Bram langsung memakai bas…

    morfem welcoming stone temple pilots

    Beberapa bar kemudian Pandu sudah lompat ke tengah stage

    morfem welcoming stone temple pilots

    Dan gue pun menyanyikan bait pertama

    morfem welcoming stone temple pilots

    Pentas ini pun termasuk cepat. Di latar belakang photo di atas tampak antrian orang menuju pintu utama. Letak stagenya di kelilingi antrian panjang orang-orang yang akan masuk pintu utama. Akhirnya gue pun harus bernyanyi menghadapi dua sisi. Kadang menghadap depan. Kadang menghadap belakang. Udah kayak plat vynil aja gue.

    morfem welcoming stone temple pilots

    Pandu habis-habisan

    morfem welcoming stone temple pilots

    Duet dengan Bram cukup agresif.

    morfem welcoming stone temple pilots

    Plus ekspresif juga 🙂

    morfem welcoming stone temple pilots

    Freddie bermain keras malam itu

    morfem welcoming stone temple pilots

    Pandu tetap dengan kebisingannya

    morfem welcoming stone temple pilots

    Ketika masuk part lead, dia sampai meniban punggung gue

    morfem welcoming stone temple pilots

    Dan Bram pun mengigit senar hahahha…klasik

    morfem welcoming stone temple pilots

    Malam ini di tutup dengan Tidur Di Manapun Bermimpi Kapanpun.

    Turun dari pentas kami tidak berminat sedikitpun untuk masuk nonton Stone Temple Pilots. Hanya Bram yang bersemangat. Karena STP termasuk Pahlawan baginya. Setelah Bram dan kekasihnya masuk ke panggung utama. Morfem justru berleha-leha di dekat mixer. Dan membahas pentas singkat tadi dengan semangat. Kami tidak ingin euphoria ini jadi antiklimaks dengan menonton STP. Ketika berjalan ke parkiran, sayup-sayup terdengar the Flowers memainkan Rajawali. Mari pulang 🙂

    JM

    Cuplikan penampilan kami bisa di lihat di bawah. Hasil ambilan Made Aditya. Terimakasih atas videonya.

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Gigs: MD Radio Dominator

    Morfem Gigs: MD Radio Dominator

    MD Radio, adalah salah satu dari sedikit Radio yang memutarkan single Morfem. Dan telah mendukung kami dari sebelum merilis album Indonesia. Hal menarik dari MD Radio adalah, ruang kosong di lantai 1nya yang sering di jadikan tempat untuk melangsungkan pertunjukan musik. Kali ini event MD di beri judul Dominator. Di langsungkan hari minggu 26 Februari 2011. Nama yang cukup ngeri untuk event Radio. Dan ini merupakan ke dua kalinya kita main di sana. Selain Morfem tercatat Seurius, Gangstarasta, dan Kunci yang turut meramaikan suasana. Sebelum kita sampai ke sana gedung MD di ujung Jakarta Timur, seorang kawan melaporkan kalau acara ini sangat ramai di padati penonton.

    morfem md radio

    Sesampainya di sana, pukul 21:15, ternyata penonton telah sepi. Saat itu sedang beraksi di pentas sebuah band melodic punk. Dengan lagu-lagunya yang cukup keren. Terutama lagu terakhir yang mereka mainkan. Beatnya tidak lazim untuk warna melodic. Gue acungi jempol buat performance drummernya. Lalu kemanakah larinya penonton yang ramai seperti di laporkan kawan gue tersebut?

    morfem md radio

    Ternyata malam itu penonton di padati oleh fans fanatik Gangstarasta. Sambil nonton band Melodic, gue sempat bercakap-cakap dengan Emilio (vokalis Gangstarasta). Gangstarasta turun penonton pun bubar hahahaha. Keren.

    morfem md radio

    Sedang asik-asik ngobrol, Emilio di todong photo bareng oleh fans-fansnya. mau gak mau masuk frame juga akhirnya. Hmmm aromanya pantai sekali 🙂

    morfem md radio

    Selang beberapa saat, Freddie sudah berinisiatif memainkan drum. Wah panggilan sudah berbunyi nih. Gue pamit dari anak-anak gangstarasta. Lalu naik pentas.

    morfem md radio

    Lagu pertamapun di mainkan…

    morfem md radio

    Pentas yang sepi pun mulai di datangi satu persatu penonton yang tersisa. Hal ini lumayan menambah energy kita dua kali lipat.

    morfem md radio

    Dari Who Stole My Bike, DeathKitchen, Black Sabbath..

    morfem md radio

    Tidur Di Manapun Bermimpi Kapanpun

    morfem md radio

    Pilih Sidang Atau Berdamai. Semuanya di mainkan,

    morfem md radio

    Habis-habisan…

    morfem md radio

    Hingga sampai pada Gadis Suku Pedalaman…

    morfem md radio

    Suasana mulai memanas. Sampai penyiar primetime pagi MD Radio, Rizky Mocil ikut naik pentas.

    morfem md radio

    Saatnya turun ke penonton

    morfem md radio

    Di mulai dari bagian kanan. Shaft yang sebagian besar di isi MD crew 🙂

    morfem md radio

    Sodorkan ke dia ah, penyiar yang satu ini nyentrik sekali

    morfem md radio

    Sepertinya pria kecil ini seru kalo di sodorkan mic.

    morfem md radio

    Tapi belok kiri dulu 🙂

    morfem md radio

    Akhirnya sampai ke dia juga. Suaranya cukup lantang ternyata ha ha

    morfem md radio

    Dan akhirnyaaaaa….

    morfem md radio

    Bram mengangkat bassnya ke udara

    morfem md radio

    Pertunjukan di akhiri dengan kebisingan.

    Dominator di akhiri dengan penampilan Kunci. Dengan penampilan vokalis barunya, Uban, yang di transfer dari the Majesty. malam ini gue dan Pandu melewatkan Andrew Fletcher dari Depeche Mode ngeDJ. Baiknya pulang, dan sebelum terlelap mengulang kembali suasana malam ini yang cukup menyenangkan.

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    by: JIMI vs HENRY

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG