Category: Music

  • Morfem Interview: Ping Pong+Model+Majalah HAI=The Real POP

    Morfem Interview: Ping Pong+Model+Majalah HAI=The Real POP

    Sebelum naik pentas di Release party 20 Februari silam, gue mendapat telephone dari nomor tak di kenal. “Siapa ini yha?”. Setelah gue angkat, ternyata…”Hallo Jim, ini Ryo dari Hai”. Pantesan gue hubungi berkali-kali tidak ada respon. “Lo ganti nomer yha?”. “Yoi, gue udah denger album Morfem tuh, main-main ke Hai lah.” Wah tawaran menarik nih. Akhirnya kita janjian berkunjung tanggal 24. Empat hari kemudian, tanggal 24, gue ngetweets dari account @morfem_band. Berangkat menuju @HaiMagazine. Ternyata tweets gue direply, @HaiMagazine: di tunggu, ada yang bisa main ping pong? Gue pikir nanti buat rubrik chalenge ngadu Ping Pong sama pembaca Hai. Ternyata gue salah duga.

    morfem hai magazine

    Sesampainya di kantor Majalah hai kita di tantang main Ping Pong oleh Teguh Gimbal. Kantor redaksi bagian tengah di sulap menjadi meja ping pong. Buat pelepas stress ujar Yorghi Gusman sambil memotret tingkah Pandu, Fred, Bram dan Teguh dari BBnya. Langsung kejadian tersebut di sebar ke dunia. Twitter membuat dunia menciut jadi sekepalan 🙂

    morfem hai magazine

    Ternyata siang itu Ryo mengutus Lingga untuk menginterview Morfem. Pertanyaan-pertanyaan mengalir dari mulutnya. Kalo di lihat dari properti yangdi bawanya, kertas pernytanyaan, buku notes kecil. Tampak sekali Lingga telah siap dengan wawancara ini.

    morfem hai magazine

    Dan pasti sudah siap dengan jawaban ngawur dari Morfem. Pertanyaan pertama, Pandu langsung mengambil recorder.

    morfem hai magazine

    Saat sedang asiknya Pandu bercerita Bram justru menjajal kaca mata Freddie. Pandu pun nampak mengolah kata-kata dengan cara menggali hidungnya.

    morfem hai magazine

    Setelah recorder di estafet ke Bram, maka bermunculanlah retorika-retorika khasnya.

    morfem hai magazine

    Akibatnya suasanapun jadi seperti ini. Hahahaha

    morfem hai magazine

    Kalo giliran gue, cukup bahasa sederhana. Biar gampang di tulis dan mudah di mengerti he he he.

    morfem hai magazine

    Musik kami sebenarnya adalah “The Real pop”. Bener juga si Pandu. Setuju-setuju. Mulai saat ini kita deklarasikan, bahwa musik Morfem adalah POP 😀

    morfem hai magazine

    Selesai wawancara, masuk ke photo session. Di studio Hai. Bagian Indoor Budi cuprit yang memegang peran.

    morfem hai magazine

    Di ganggu seperti apapun dia tetap konsentrasi.

    morfem hai magazine

    Seolah-olah di dekati paparazzi

    morfem hai magazine

    Kadangkala berlagak ala male model

    morfem hai magazine

    Tibanya di sesi outdoor. Ilham Obama yang mengambil peran. Panasnya mak, buset. Maklum tengah hari bolong. Oyha Ilham Obama adalah bintang iklan Indonesia yang selalu berperan sebagai Barrack Obama. Sayang kita gak sempat memotret dari depan karena kamera gue lowbatt.

    morfem hai magazine

    Terakhir jangan lupa berpose dengan Wartawatinya 🙂

    Yeah!!

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    photo: Jimi Multhazam, Freddie Warnerrin, Lingga

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by Jimi VS Henry

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Interview: obrolan di taman belakang Rollingstone, asri

    Morfem Interview: obrolan di taman belakang Rollingstone, asri

    Satu hari setelah Release Party di Eastern Promise, kami di undang wawancara di kantornya Rollingstone Indonesia. 22 Februari 2011. Masih terasa Ephoria konsernya. Otot pundak dan leher agak kaku. Tapi secara diundang Rollingstone, semuanya berubah nyaman. Secara pribadi, wawancara juga termasuk suatu pertunjukan buat gue. Bangunpun gue setel lebih pagi. Langsung berangkat. Sesampainya di Rollingstone kami di sambut wartawan yang sangat Rock tapi taat beribadah. Soleh solihun. Nyedot teh botol dan gorengan racun bentar di depan kantornya (maklum belum sempet sarapan), sekedar menipu lambung. Ngobrol ngalor ngidul tentang penjurian musiknya Soleh di Sukabumi. Lalu kita di ajak ke halaman belakang RS. Untuk memulai wawancara.

    morfem rollingstone

    Nah di sinilah kita melangsungkan perbincangan. Untuk setting suasana Rollingstone cukup handal. Dengan kondisi seperti ini, nara sumber akan betah ngobrol berjam-jam. Kadang-kadang bisa jadi boomerang juga buat wartawannya. Transcriptnya bisa panjang tuh.

    morfem rollingstone

    Obrolanpun di mulai. Soleh mengeluarkan alat perekam digitalnya.

    morfem rollingstone

    Soleh Solihun termasuk wartawan yang tajam. Dia akan terus menggali titik-titik sensitif yang di lontarkan oleh kita. Kalo hal ini sudah terjadi matanya akan menajam, dan keningnya mulai berkerut. Kelak, dua hari kemudian. Morfem akan di wawancarai oleh adik kelasnya di Unpad. Katanya skripsi Soleh setebal setengah jengkal tangan gadis dewasa. Tentang sejarah musik Rock Indonesia. Ngeriiiiiii….

    morfem rollingstone

    Tapi entah kenapa, tertawa terbahak-bahak hingga terkekeh-kekeh adalah unsur yang selalu ada di tiap wawancara kita 😀

    morfem rollingstone

    Selesai wawancara dengan Soleh, kita di photo oleh Drigo L Tobing. Termasuk Photograper legendaris. Photo Shopia Latjuba yang kontroversial di salah satu cover majalah bertahun-tahun silam adalah hasil jepretan beliau. Menurut Soleh, abang Drigo ini paling jago motret Photo Profile. Wah, suatu kehormatan bukan.

    morfem rollingstone

    Setiap habis memotret preview dulu di lcd. Hasil photonya seperti apa lihat saja nanti di Rollingstone April.

    morfem rollingstone

    Wawancara di manapun selalu menyenangkan 🙂

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use RADIX guitars

    photo: Yenaretsa Syamsulkalam

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Release Party Bagian 2: “Orang Penting dan Album Penting 2011”

    Morfem Release Party Bagian 2: “Orang Penting dan Album Penting 2011”

    Hal kecil yang perlu di perhatikan di Morfem Release Party tgl 20 Februari lalu. Sebuah display panel dengan rangkaian photo 3r bertajuk “Orang Penting dan Album Penting 2011”. Bahkan beberapa pengunjung show yang membeli CD di sana pun langsung di potret dan di display photonya. Apa sih sebenernya Orang Penting dan Album Penting 2011 ini? Sebenarnya “Orang Penting…” adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang masih membeli CD di tengah maraknya sharing file di tahun ini. Kami mengajak siapapun yang membeli CD “MORFEM/Indonesia” untuk berpose dan mengupload photonya ke fanpage Morfem di facebook. Pada Release party kemarin kita mendisplay beberapa photo yang masuk sebagai pameran bagian pertama. Kelak di akhir tahun 2011, kita akan sertakan semuanya ke dalam Pameran besar “Orang Penting dan Album Penting 2011”. Apapun Profesimu, jika kamu masih memilih CD di tengah trend File Sharing ini. Maka kami nobatkan dirimu sebagai ORANG PENTING.

    morfem release party

    Beberapa ORANG PENTING di Indonesia:

    erwin gutawa

    Erwin Gutawa, Komposer, Konduktor, bassist, produser musik

    mira lesmana

    Mira Lesmana, Produser Film, penulis

    Denny Sakrie

    Denny Sakrie, Penulis, kritikus musik

    morfem release party

    Jordy Reynaldi, Pelajar SMA di Jakarta

    morfem release party

    Benny Endika Chandra, Punk Rocker Plangkaraya, Kalimantan

    morfem release party

    Chazmil Karim, Pelajar, Surabaya

    morfem release party

    Eric de Sona, Mahasiswa Udayana, Bali

    morfem release party

    Rizky, Mahasiswa di Malaysia

    Check Photo lain di Morfem Fanpage. Jika kamu sudah memili CD MORFEM/Indonesia, silahkan berpose dan upload photonya di Fanpage atau email ke morfem.info@gmail.com . Bergabunglah dengan Orang Penting dan Album Penting 2011.

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Release Party, Bagian Pertama: The Show!

    Morfem Release Party, Bagian Pertama: The Show!

    Malam itu tanggal 20 februari. Tahun 2011. Hari minggu. Morfem mengadakan Record Release Party. Merayakan beredarnya album perdana bertajuk “Indonesia”. Yang sudah beredar di sejak 13 Januari 2011. Tempat yang di pilih Eastern Promise. Bar bule bernuansa Belanda, dengan sebuah panggung di halaman belakangnya. Yang tentunya sudah di sulap menjadi concert hall kelas garasi. Eunice Nuh adalah penggagas Release Party malam ini. Dengan team kecilnya bernama H.O.R.E. Malam itu Morfem di buka oleh dua band keren. Suri dan Pal/NTSC.

    Setelah Pal/Ntsc turun panggung, MC memanggil Morfem. Freddielah personel pertama yang naik panggung.

    morfem release party

    Drum set langsung di hajar habis-habisan olehnya. Tiada ampun.

    morfem release party

    Selang beberapa bar, Bram inisiatif naik kepanggung. Langsung mencabik basnya.

    morfem release party

    Sepertinya Pandu gatal melihat Bram dan Freddie larut di atas panggung. Akhirnya Pandu menyusul selang beberapa menit. Langsung menginjak Pedal Wah

    morfem release party

    Dan….inilah Fuzztoni! Krrrrkkkkkkk Zzzzzzzzt ngiiiiiiiing Wuaaaaaaaaaaaiiiinnnngggggggg

    morfem release party

    Ketika kebisingan memuncak, saatnya Jimi hadir dan menyapa kerumunan..Hei!!!!

    morfem release party

    Nomor pertama setelah kebisingan adalah Who Stole My Bike. Di susul Death Kitchen ……

    morfem release party

    Pada malam itu kita juga membawakan beberapa nomor unrelease seperti Rumah Kita Dermaga dan 2 lagu lagi yang belum sempat di beri judul. Semestinya 3 lagu ini masuk ke album Indonesia. Namun karena keterbatasan waktu, kita memutuskan merelease ke 3 lagu ini di album berikut. Namun di mainkan di release party nampaknya seru juga.

    morfem release party

    Dan pastinya memainkan beberapa Cover Version dari Black Sabbath, The Vaselines, Black Flag dan The Velvet Underground yang sudah di poles dengan nuansa MORFEM. Lagu lagu ini cukup membantu kita ketika mencari sound yang tepat untuk Morfem. Dan versi Morfem dari The Velvet Underground / I’m Set Free adalah cikal bakal sound yang terdengar di album Indonesia.

    morfem release party

    Wow, Bram mulai menenteng gitar akustik. Yoa, seperti di album Indonesia kita punya beberapa single akustik yang akan di lantunkan. Wahana Jalan Tikus dan Tidur di Manapun Bermimpi Kapanpun di mainkan. Tapi sela lagu tersebut kami selipkan single lawas the Beatles. What Goes On. Yeah, semua awak Morfem adalah penggemar The Beatles, kecuali Jimi. Sebagai jalan tengahnya kita mainkan the Beatles yang bernuansa Bob Dylan. Cukup adil toh 🙂

    morfem release party

    Apakah kamu melihat jimi membawa kertas di photo atas? Yup dia tidak hafal. Itulah salah satu alasan kenapa kami gemar menciptakan dan memainkan lagu sendiri. Sangat malas menghafal lagu orang lain hahaha

    morfem release party

    Selesai dengan nomer akustik. Kita hajar lagi dengan kebisingan lainnya. Pilih Sidang atau Berdamai

    morfem release party

    Pada bagian ini kita berhasil mengajak penonton menyanyikan refrain menjadi yel yel panjang. Dilanjutkan dengan Tidur Dimanapun Bermimpi Kapanpun dengan versi electric.

    morfem release party

    Dan malam ini pun di tutup dengan Gadis Suku Pedalaman. Dan Akhirnyaaaaaa……

    morfem release party

    Tiada mungkin untuk mu pulaaaaang….

    morfem release party

    Bram dan Pandu pun berduet di tengah lagu

    morfem release party

    Dan Pandu Fuzztoni pun tak bisa di hentikan

    morfem release party

    Ah, baiknya ku tingkahi dengan tarian ala pedalaman. Lalu turun ke Penonton, mengajak mereka menyanyikan refrain…

    morfem release party

    Jimi: “Ku Spekulasi Kau Bercinta……”

    Leonardo (the sun): “Kalo Ngewe Jangan Kedaleman…!!!””

    Disambut tawa dan tepuk tangan meriah penonton

    morfem release party

    Jimi: Ku Spekulasi kau bercinta

    Kubil The Upstairs: Dengan Gadis…..yang mana aja deh 😀

    Hahahaha

    morfem release party

    Wah ada Shandy Sondoro nih…

    Jimi: “Akuuuuuuuu Yeah…..”

    Shandy: ” Dengan Gadis Suku Pedalaman!!!”

    Kali ini tepuk tangan lebih meriah. Shandy mengeluarkan suara emasnya.

    morfem release party

    Waaah siapa ini, hmmmm Casandra Masardi…..

    Jimi: Ku spekulasi kau bercinta….

    Casandra: hi hi hi…

    morfem release party

    Naik meja untuk melihat suasan lebih luas. lalu lompat kembali ke panggung.

    morfem release party

    Setelah mengobrak abrik penonton. Sekembalinya ke panggung. Pandu sudah berguling guling dengan Radix Zetanya.

    morfem release party

    Selang beberapa saat dia sudah melompat ke set drum Freddie. Disusul Bram yang mendarat di kick drum.

    morfem release party

    Akhirnya Pandu merampas drum Freddie. Freddie pun membalas dengan mengacak-acak box efek Pandu. Dan Jimi membalas dengan gesekan mautnya

    morfem release party

    Salut untuk semua yang hadir malam ini. Eunice penggagas acara. David Karto dari deMajors. Suri dan Pal/Ntsc sebagai band pembuka. Kawan-kawan jurnalis yang hadir yang gak bisa gue sebutin satu persatu. Kawan-kawan musisi. Rekan kerja. Teman Tongkrongan. Dan yang pasti penikmat musik Indonesia yang hadir dan membeli album perdana kami.

    morfem release party

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

    morfem release party

    Photo 1.2.3.4.5.6.8.10.11.13.14.15.16.17.18.19.20.21.24.28: Dimas Wisnuwardono

    Photo 3.7.9.12.25.27 : Shakti Siddarta

    photo 26 : Ade Branuza

    photo 20,22,23: Chiara Deserina

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY:

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Morfem Interview: Tertawa terus di Global Radio

    Morfem Interview: Tertawa terus di Global Radio

    Wawancara Radio adalah pentas buat gue. Di Radio manapun bisa seru. Tapi di Global Radio kemarin, gila jatuhnya. Hahaha. Alternative zone sebuah program yang di kawal Zaki dan di bumbui Toni Brandals dan Whisnu Monkey to Millionaire, mengudara setiap hari minggu siang. 13 februari mereka mengundang Morfem berbincang di udara. Tepat sebulan setelah rilisnya album “Indonesia”. Wawncaranya penuh antusiasme. dari Whisnu yang penasaran, Toni yang nyeleneh, untung ada Zaki yang mengembalikan ke relnya. Kalo nggak nyasar kita hahahaha.

    global radio

    Zaki Otak dari Alternative Zone. 884 fm Global Radio. Yang membuat show tetap pada framenya.

    global radio

    Wishnu Monkey To Millionaire, antusias menggali sepak terjang Morfem. Dan terbahak-bahak mendengar berita yang kita paparkan 😀

    global radio

    Toni Brandals, banyak mengangkat fakta ngehe dari Morfem. Sepertinya dia sisi selebornya Alternative Zone.

    global radio

    Morfem cuma datang berdua, tapi suasana tetap gak berkurang meriahnya.

    global radio

    Lagi offair cerita berlanjut terus

    global radio

    Di tambah bahasa tubuh yang gak kedengeran di radio

    global radio

    Coolingdown, Wishnu mulai bertanya lagi

    global radio

    Ketika Jimi menjelaskan Wishnu menyimak sambil ngupil dan ongkang kaki (Rocks!!)

    global radio

    Habis itu ketawa lagi, hahahahhaha

    Crazy

    Teks: Jimi Multhazam

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • 1992: Jimi tersengat Sonic Youth / Dirty

    1992: Jimi tersengat Sonic Youth / Dirty

    Album Sonic Youth pertama yang gue kenal

    Sebelumnya gue lebih akrab dengan sound Nirvana Nevermind. Ketika album ini di rilis, 1992, majalah Hai menyebut merekalah yang menemukan Nirvana. Oyha? seperti apa sih band ini? Kebetulan mudah sekali menemukan album ini di toko kaset. Setelah gue mendapatkannya. Dengan semangat tinggi gue pulang ke rumah gue yang dalam kondisi sedang di bangun, dan baru 60 persen rampung. Gue setel di kamar gue yang belum jadi. Anjing!!! Noise rock membahan di kamar gue di tambah suara para kuli yang sedang menyelesaikan atap rumah gue bagian belakang. Sangat berisik. Saat itu juga adrenalin gue terpacu. Bebunyian kisruh mereka menempel di otak dan tersebar ke seluruh nadi gue.

    Pada awalnya gue hanya menganggap cover band ini adalah ide lucu-lucuan belaka. Musik Rock dengan cover boneka. Setelah kuliah 3 tahun kemudian, gue baru tau kalo pembuat cover ini adalah seorang seniman kontemporer bernama Mike Kelley. Yang kerap berkarya dengan medium boneka. Dan orang aneh di dalamnya adalah si kutu kupret seniman ndableg tersebut.

    Wish Fullfilment adalah lagu favorit Nomer Satu gue di album ini. bagian lirik
    ” I see you shaking in the light, reading the headline news.
    The others they’re not quite so bright, we want them to choose you
    I could almost see your face tonight, singing simple rhythm’n’blues
    You’ll always be a star…”
    Adalah barisan favorit gue.
    Gue sering menggambarkan betapa gue memuja lagu ini kepada Henry “batman” Fondation ketika masih kuliah. Lonjakan tempo. Noise yang melatari semua lagu hingga liriknya kena banget buat gue. Hingga Batman menyanyikan lagu ini di pesta pernikahan gue. Gila betapa terharunya gue.

    Shoot! adalah kagu favorit ke dua di album dirty. Entah kenapa otak gue langsung terbayang bunyi ilalang dengan jankriknya ketika mendengar intro lagu ini. Senyap, namun gersang. Sebuah trailer. Suami pemabuk tukang gamparin istri. Yang akhirnya di bunuh oleh istrinya sendiri. Lalu sang istri memakai lipstick. dan jalan-jalan dengan mobil suaminya. Hahahaha. Itulah gambaran pribadi gue tentang lagu ini.

    100% masih segar diingatan gue ketika tiba tiba TV menayangkan video klip ini. Waaaah skateboards 🙂 Gue akhirnya membawakan lagu ini dengan kawan-kawan gue. Setelah gue bujuk berulang kali. mereka akhirnya mengiyakan gue, dengan syarat part noisenya di buang semua!!! Jadilah gue menyanyikan lagu ini plain tanpa noise gitar. Jadi kayak Punk Rock yah 🙂

    Youth Againts Fascism dan Nic Fit. Bagian yang menandakan kegemaran Thurston Moore terhadap Hardcore. YAF menghadirkan Ian MacKaye di gitar. Sedangkan Nic Fit adalah cover song dari The Untouchables (yang juga di punggawai adik kandung Ian, Alex MacKaye). Dua nomor yang bersemangat.

    Sugar Kane. Lagu paling hits di album ini. Masuk chart kalo gak salah.

    Theresa Sound World, Drunken butterfly, JC, Purr, Creme Brulee, Swimsuit Issue, Chapel Hill ah gue suka album ini secara keseluruhan.

    Setelah gue mendengarkan album Sonic Youth yang lain. Ternyata Dirty adalah album mereka yang paling nge”POP”

    Morfem Contact: +62858 11 764 764 (booking show & CD’s direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Jude: Jangan Su’uzon, mereka tidak Naif

    Jude: Jangan Su’uzon, mereka tidak Naif

    Gue jemu banget melihat band baru yang mengcover hits-hits milik The Beatles. Sumpah! Tapi ketika Jude naik pentas sebagai opening act di mini konser “Sore”, pada suatu waktu di sebuah bar bernama Eastern Promise. Jakarta. Penilaian gue itu pupus seketika. Gimana nggak, mereka mengcover single The Beatles berjudul “Yer Blues”!! Pilihan tak lazim untuk band yang berpersonil anak muda. Andai mereka mengcover Twist and Shout apalagi Love Me Do, udah cabut pasti gue. Selain itu, pas gue lihat front man mereka. Udah gondrong, tinggi, tambun, kumisan dan pake cutbray lagi. Sambil memainkan gitar pula. Lengkap sudah 😀

    Tanggal 11 Januari 2011 (tanpa di sengaja) bertepatan dengan ulang tahun gue. Mereka merilis EP pertamanya. Dengan judul “Apapun itu EP”. Dan kebetulan pula album ini merupakan Cd pertama yang di putar di mini hi-fi baru gue. Kehadirannya mau-tak mau menjadi spesial. Gue putar lah CD itu. Bah. Intro pertama gue langsung terbayang Black Crowes. Namu ketika masuk verse pertama terbang sudah image burung gagak di kepala gue. Pop 60an langsung menyeruak ke sekeliling ruangan. Track 1 sampai 5 gue putar. Sekilas seperti Naif . Lalu gue putar ulang dari pertama. Ternyata gue salah. Image 60an memang sudah di monopoli Naif. Namun Jude berbeda. Sekali lagi jangan Su’uzon!

    Yehezkiel (frontman mereka) tetap sebagai nilai jual tinggi band ini. Main gitarnya sadis mack. Bluesss. Abisss. Song writing mereka memang berhawa the Beatles. Tapi di bungkus dengan nuansa musik yang campur aduk. 60an pastinya. Dari bunyi gitar ala The Yardbirds, Cream sampe Hendrix ada. Bahkan tabokan Lukman ala Keith Moon (The Who) di drums. Hingga aroma pshychedelia juga ada (anjing! mulai sok tau gue). Yang jelas mereka merekam musik secara live. Kebayang betapa repotnya rekaman dengan teknik seperti ini. Hasilnya cukup busuk (maksud gue Vintage). Dan itu Keren!

    4 track mereka keren semua. Kecuali yang instrumental. Selalu gue skip soalnya (Jadi belum pernah gue denger sama sekali). Tapi Bidaman yang pertama nancep di kepala. Namun secara lirikal Sadar dan Tersenyumlah yang paling istimewa. Eits tunggu dulu! Tentang seorang kawan juga keren. Banyak istilah-istilah unik yang mereka pakai. Keseluruhan album ini bercerita tentang kawan dan cinta pastinya. Sepertinya mereka sudah mulai menemukan formula menulis lirik Indonesia yang oke. Sebuah awalan bagus.

    Mereka menggandakan sendiri album ini dengan format CDR. Di kemas dengan cover yang cukup oke. Di distribusikan sendiri via internet. Gue akhiri tulisan ini dengan kutipan lagu mereka

    “Ayo berjuang Kawan. Hajar yang menghadang. Kurangi asupan. Nanti jantungan. Yang penting senang”

     

    logo morfem

    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Gigs: Mom’s Day Asian Tour. IKJ

    Morfem Gigs: Mom’s Day Asian Tour. IKJ

    Street Gigs dengan Spirit Malu-malu kucing!!

    Mom’s Day sebuah band Melodic Punk Jerman mengadakan lawatan keduanya di Jakarta. Tanggal 11 Februari mereka pentas di IKJ. Gue di kontak Bam Sickos untuk menjadi opening act. Hajar lah. IKJ hmmmmm… Weits almamater gue nih. Biasanya kalo acara di sini suasananya gila-gilaan nih. Terbayang gerakan-gerakan moshing absurd yg belum pernah kita lihat di video manapun, belaga main surfing di konbloklah, celetukan berbau kesenimananlah, sampai anak teater yang selalu request Rolling Stone kepada band manapun yang main. Mantaff. Bam mengkonfirmasi kalau Morfem main jam 22:00 wib, acara di mulai jam 19:00 wib. Deal. Bram baru kelar shootingan, Freddie pulang gawe. Gue selesai siaran. Aman. Dan…tibalah hari yang di nanti…..

    morfem gigs moms day

    Gue sampe duluan di IKJ. Jam 20:30 wib gue lihat di Arloji. Lho kok Mom’s Day masih sound check? Boker salah satu penggagas acara bilang: “Acaranya blom mulai bang, molor!” Jger!!! Panjang juga molornya yha. Mana gue perhatikan sekeliling sepi banget.

    morfem gigs moms day

    Penonton baru segelintir. Gile juga nih. Di era kemajuan teknologi komunikasi abad ini. Acara gratis bisa sepi. Ada yang salah sama panitia nih. Atau mungkin nanti anak kampusnya rame.

    morfem gigs moms day

    Tapi terperangah juga gue, ada anak kecil udah pake Tshirt Mom’s Day. Apakah Mom’s Day sudah sebesar itu, sampai anak-anak kecil di Jakarta ada yang make Tshirtnya he he

    morfem gigs moms day

    Tapi kawan gue ini Tshirtnya cukup menarik perhatian gue, photo dulu ah

    Karena gak banyak yang gue kenal lagi di kampus. Dan ambiencenya membuat gue kikuk, akhirnya gue berkenalan dengan Benny. Vokalis Mom’s Day. Lalu datang mendekati gue Yam (semoga tulisannya bener) Drummer Mom’s day. yang doyan sekali mengunyah Tempe goreng gosong haha. Benny, bertanya pada gue “apakah acara di Jakarta selalu sepi begini?” Lalu gue jawab: “Ah nggak, semakin larut akan semakin ramai”. Jangan sampe malu-maluin negara jawaban gue nih. he he he. Obrolan kita ngalor ngidul dari influence. 10 tahun karir Mom’s Day. Sampe cerita tentang band-band Jerman yang sempat kemari seperti Not Available dan Kreator.

    Malam ini suasana hati gue seperti lagunya Andy Tielman “Stranger in My Land”. Mendingan gue kenalan sama stranger sekalian. Itu lebih baik.

    morfem gigs moms day

    Sekitar jam 22:00 band pertama main. A.N.S. namanya mengingatkan gue akan bis Padang Jakarta pp yang ngetop tahun 80an. Covering Nirvana. Sayangnya mereka sangat terinfluence “keblepotan” Nirvana di panggung. Sering nonton DVD Nirvana sebagai referensi nampaknya . Vokalis dan bassistnya sekilas sudah nampak seperti Cobain dan Novoselic Kw 4. Marcus (Bassist Mom’s Day) duduk paling depan. Waduh jangan sampe malu-maluin negara nih 😀

    morfem gigs moms day

    Akhirnya A.N.S. turun juga. Lho-lho kok Mom’s Daynya bersiap-siap di panggung? Morfemkan di undang sebagai opening act. Sepertinya Mom’s Day belum terbiasa dengan budaya jam karet kita. Waduh mulai Absurd nih acara.

    morfem gigs moms day

    Mom’s Day bermain abis abisan. Tapi penonton adem ayem.

    morfem gigs moms day

    Coba tengok ke kanan…..selow aja

    morfem gigs moms day

    Tengok ke kiri, gak ada perubahan…

    Akhirnya gue membisikkan anak-anak Morfem. Lagu pertama kita cover Black Flag/Wasted di medley The Vaselines/Son Of A Gun. Gue Yakin “sesuatu” akan terjadi nanti 😀

    morfem gigs moms day

    Band ketiga, Separator. Kali ini agak Metal. Penonton masih belum bergeming juga. Celetukan-celetukan udah mulai ada. Tapi gue gak ngerti. Bahasanya kurang universal. He he.

    morfem gigs moms day

    Akhirnya Morfem naik pentas. Lagu pertama langsung hajar Black Flag/Wasted. Pas kita sambung ke Vaselines/Son Of A Gun. Novoselic IKJ pun mulai joget-joget di depan kita….sudah gue duga. (FYI: Son Of A Gun di cover sama Nirvana)

    morfem gigs moms day

    Beberapa temannya juga mulai terpancing. Setelah Son Of A Gun selesai. Novoselic teriak-teriak depan gue merequest Molly’s Lips (another Vaselines song yg di cover Nirvana). Lalu menarik Cobain IKJ, Vokalis gue mau nyanyi bang!!! Tapi si Cobain yang di tarik nampak malu-malu sambil menahan badannya. Gue cuma tersenyum. Bukannya gak mau memanjakan. Tapi lagu sendiri lebih enak di bawakan 😀

    morfem gigs moms day

    Sikat dengan “Who Stole My Bike”. Penonton pun Bubar!!! hahahahaha….

    morfem gigs moms day

    Tapi kita cuek, naik pentas tandanya hajar bleh!

    morfem gigs moms day

    Turun panggung kita bercengkrama dengan Marcus (bass) Yam (drums) Benny (guitar) dan gue lupa kenalan dengan gitaris satu lagi yang berambut merah, dari Mom’s Day.

    Akhirnya Morfem justru di buka oleh band Jerman.

    Penonton malu untuk sekedar bergoyang, padahal 50 persen yang dateng mabuk.

    Atau karena yang datang hanya tau Nirvana???

    Wah kampusku sudah berubah.

    Begitulah malam Yang Super Mega Ultra Absurd

     

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Video: Pilih Sidang Atau Berdamai Team

    Morfem Video: Pilih Sidang Atau Berdamai Team

    Band tanpa Video, ibaratkan Steak tanpa Garam. Morfem telah merilis debut berjudul”Indonesia”. Maka Video adalah langkah berikutnya. Video pertama Morfem ini di garap tanggal 10 Februari 2011. Mengambil lokasi ruang tamu kediaman Henry Foundation. Video single “Pilih Sidang atau Berdamai” di buat untuk merajai dunia maya. Belum ada rencana untuk tayang di TV karena biayanya yang sangat fantastis. Singlenya hanya sedikit Radio yang memutarkan. Tapi yang namaya Morfem tidak mudah kalah pada keadaan. Kita yang akan mengakali keadaan, Video Morfem datang semua senang 😀

    morfem video klip

    The Sutradara: JIMI vs HENRY

    Dua sahabat ini sudah dua kali berpameran bersama dengan nama JIMI vs HENRY. Kini mereka kembali berkolaburasi dengan format Video.

    Henry Foundation alias Batman adalah vokalis dan otak dari Goodnight Electric. Frigi Frigi dan VULT. Sempat membahana di dunia pervideoan dengan Jadugar. Hingga akhirnya memutuskan menjadi Videographer mandiri. Seniman kontemporer. grafis desainer dan beraeka ragam profesi lainnya.

    Jimi Multhazam. Vokalis Morfem. Pelukis. Penulis. Penyiar.

    Konsep dari Video ini muncul dari benak Jimi. Lalu dia mengontak Henry Foundation untuk berkolaburasi dalam mewujudkannya ke bentuk Video.

    morfem video klip

    The Kameraman: Haoritsa

    Seorang seniman kontemporer. Photographer. Hingga kini aktif merekam kegiatan dari band bernama Naif.

    morfem video klip

    The Penata Artistik: Mushowir Bing

    Ide Video ini penuh dengan properti artistik dari awal hingga akhir. Dengan bantuan Bing semuanya menjadi lebih mudah. Kadangkala Bing juga merangkap jadi DOP. Menyenangkan. Bing adalah seorang Pelukis dan Penata Artistik Profesional.

    morfem video klip

    The Make Up Artist: Mela WSATCC

    Mela yang bertanggung jawab agar Morfem tetap terlihat segar di depan Kamera dengan peralatan Make Upnya. Mela adalah pemain keyboards dari White Shoes and The Couples Company. Pemain Biola klasik. Guru musik pada sebuah sekolah di Jakarta.

    morfem video klip

    Nasta aka Mamarobow

    Istri dari Henry Foundation. Ruang tamu dari rumahnya kita pakai menjadi lokasi shooting. Persediaan Tissue dan Air Mineralya kita habiskan. Dapurnya kita acak-acak. Koleksi buku dan dvd mereka berdua kita jadikan properti tambahan. Terimakasih atas segala kebaikan mu Momorobow 😀

    morfem video klip

    The Band: MORFEM

    Semangatnya gak luntur dari jam 13:00 sampe jam 23:00. Tetap ceria, dan ada-ada saja tingkahnya.

    Nantikan Videonya dalam waktu dekat ini

    MORFEM contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Morfem Interview: Suasana Perbincangan di Trax Magz

    Morfem Interview: Suasana Perbincangan di Trax Magz

    Ruang Meeting Trax Magz dan studio photo MRA groups

    7 Februari 2011

    Kalo kita membaca majalah, biasanya pikiran kita langsung menggambarkan kisah yang di tuturkan. Bisa seru, flat, atau berapi-api. Tapi seperti apa sih suasana ketika di wawancaranya? Nah ini lah suasana yang tertangkap kamera oleh Yenaretsa.

    Kadang suasana jadi serius, bisa juga santai.

    morfem trax magz

    Kalo ekspresinya udah begini, pasti ada ide yang timbul dari cerita kita. Oh iya, cowok gondrong ini adalah Rio. Yang sudah memberikan kita 4 bintang untuk review album “Indonesia” di Traxmagz.

    morfem trax magz

    Ekspresi khas Freddie setiap kali wawancara, cengengesan 😀

    morfem trax magz

    Kalo tangan Bram sudah melambai begini, tandanya dia sedang mengeluarkan isme-ismenya haha

    morfem trax magz

    Pada serius banget yha (mereka gak sadar kalo lagi gue kibulin) 😀

    morfem trax magz

    Setelah tanya jawab, kita di potret deh.

    morfem trax magz

    Wah photonya belum lepas nih, bisa lebih ekspresif gak?

    morfem trax magz

    Bisa dong, kayak ginikan? hahahahaha….

    Teks: Jimi Multhazam

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s direct selling)

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG