Ide awal dari artwork ini ketika The Upstairs di undang main di perayaan 10 tahun Ruangrupa. Secara gue di undang sebagai musisi bukan seniman (dan selalu begitu). Makanya gue mengakali, gimananya caranya gue bisa hadir sebagai Musisi sekaligus seniman. Gokill? Heheh. Akhirnya gue mengakali kostum The Upstairs. Lalu gue menulis penggalan-penggalan lirik diatas kostum manggung nanti. Dan karya ini gue beri judul “Disco Bareng Seniman”. Ngehe emang tapi persetan lah. Yha kan 🙂
Pertama-tama gue mau berterimakasih kepada “Manusia Gua”, yang nge-tag trailer film Taqwacore. Sebuah trailer yang menarik.Lalu gue mencari tahu tentang film ini di Wiki. Oh ternyata taqwacore itu ternyata adalah warna musik Punk yang berelaborasi dengan Muslim dan budayanya. Dan akhirnya gue ngedapetin root dari Taqwacore. Sebuah band yang di dirikan di Inggris akhir 70an. Alien Kulture! yeah! band Ini keren! Sumpah.
Secara musikal Alien Kulture bisa di bilang perpaduan dari the Clash dan Gang Of Four. Bukan kebetulan dua band itu adalah masuk dari puluhan band yang mempengaruhi selera berkarya gue.
ketika gue check ke you Tube, wow gue bisa liat aksi mereka dan beberapa lagu mereka yang Keren!
Lirik mereka simple. tapi bobotnya lumayan nendang. Secara mereka kumpulan remaja keturunan Pakistan di Inggris. Lo bayangin gimana perlakuan yang mereka terima di tahun 1979. Bahkan PM Inggris yang lagi memegang pucuk pimpinan sampe mengeluarkan statement: “people rather fear being swamped by an alien culture” . Yoa. Sekumpulan pemuda Pakistan yang panas kupingnya mendengar itu langsung bikin band. Dan mengutip kalimat terakhirnya untuk nama band mereka.
Airport Arest! Ini adalah lagu favorit Alien Kulture gue. Bercerita tentang diskriminasi orang-orang asia. sepertinya di Inggris. Tapi efeknya bisa Universal.
Asian Youth. ini lebih ke budaya orang Asia. yang masih hidup dibawah ketiak orang tua ketika masuk usia 20an. Gimana masa depan dan mimpi orang Asia banyak di kontrol orang tua. Jangan-jangan lo juga merasakan nih hahaha.
Nah tentang band ini. Siapa aja mereka. Darimana mereka mendapatkan nama band yang unik ini, lalbumnya, lagunya yang lain, atau apapun, langsung buka aja link di bawah.
Sebuah paket dari kawan jauh. Harus di tebus dengan harga tinggi. Dasar Bea Cukai. Matre. Namun paket ini sangat berharga! Persetan dengan kematrean mu.
Sebuah paket dari Des Moines (dekat Seattle) Washington. Sebuah kota pelabuhan.
Sebuah paket dari P.I.G. Records!
Gile, di bungkus dengan poster. Sayang amat 🙂
Coba kita lihat isinya. Whaaaaaaaaa….
Sebuah CD Kompilasi. A Tribute to The Dehumanizers. Yoa. The Upstairs dan 2 band Indonesia lainnya terlibat di sana.
Sebuah rilisan Internasional pertama The Upstairs…..
sebelum kita main ada Monkey To Millionaire ber akustik ria
Penonton cukup ramai, tapi kondisinya seperti ini, waaah
Freddie baru pulang kerja, sempet kehilangan kunci motor, dan wajahnya nampak sendu 🙂
Kalo yang ini selalu ceria, pick udah mau di telen rasanya
Bram lagi sumringah dengan Kampak barunya
Jimi memperhatikan situasi di temani MC malam ini Marsha Suryawinata
Dimas di FOH, wajahnya serius
Kalau dia menyeringai seperti ini, tandanya sound sudah Fix. Gue sudah bisa naik pentas
Lagu pertama, kedua masih flat aja nih
Di lagu ke tiga Bram memecah suasana.
Bram: Kayaknya harus ada yang di dobrak nih
Jimi: yoi, Gunung Es harus di cair khan
Hajarlah: kita sikat dengan dua lagu Black cover version. Black Sabbath dan Black Flag
Di susul dengan lagu baru Pandu, yang bernuansa Old School Punk, dengan part skate rock di tengahnya. menaikkan mood ke tingkat selanjutnya
Pilih Sidang atau Berdamai dan puncaknya
Gadis Suku pedalaman dengan Narasi panjang. Dan spanduk back drop di belakang akhirnya menjadi bait lirik dadakan hahahah. Keberagaman bukan keseragaman, Keberagaman bukan keseragaman, Keberagaman bukan keseragaman, di ulang ulang terus sampai Pandu, Bram dan freddie menghabiskan sisa noise mereka
Penonton memang masih di tempat duduknya. Dan berdiri di lokasi semula. Tapi paling tidak ekspresi mereka berubah. Dan momment ini pasti terpatri di otak mereka. Ingat, kami Morfem…….
Kita Ganyang 2011
JM
Telah Beredar CD Morfem/Indonesia (MRFM/demajors Records)
Jakarta 9 Desember 2010
Pelataran belakang yang asri,
Kantor deMajors
Teken kontrak dengan label yang masih tegak berdiri di tengah amukan badai musik Indonesia, merupakan suatu kebanggan tersendiri. Akhirnya ada label yang tertarik juga dengan materi kita. Demajors tau kalau Morfem adalah band yang berisi orang-orang paling gigih sejagat. 9 Desember, akhirnya di tetapkan sebagai waktu untuk kita sepakat melaksanakan kerjasama.
Pada saat penandatangan, David karto dari pihak demajors di wakili salah satu orang penting deMajors. Dedi Bironk 🙂
Salaman tanda MORFEM sudah resmi bergabung dengan deMajors
Kontrak sudah fix sejak tanggal 2, baru tanggal 9 bisa di tandatangani. karena kesibukan masing-masing.
Album perdana GG Allin. Ketika GG Allin masih waras. Sebelum berak di panggung, dan melempar tokai ke penonton. Sebelum GG Allin ngancurin jidat pake mic dan berdarah-darah. Sebelum dia mencoba bunuh diri di panggung, tapi justru mati OD di motel selayaknya Rockstar mainstream. Album ini cocok banget buat yang sudah keracunan The Stooges dan New York Dolls atau The Mau Maus!!
Album ini isinya melulu soal cewe. Tepatnya bagaimana GG memandang rendah kaum hawa. Bukan termasuk kategori penulis lirik yang bagus. Tapi secara penulisan musiknya cukup mewakili selera gue. Riff- riff ala the Stooges dan New York Dolls mendominasi. Cocok lah buat jungkir balik di kamar sendirian sebelum memulai hari yang memuakkan.
Di album ini GG Allin bernyanyi dengan baik. Si bangsat suaranya merdu juga ternyata. Seandainya dia gak memutar haluan jadi maniak di album berikutnya, bisa jadi musiknya berkembang menjadi Hanoi Rocks, Faster Pussycat atau bisa jadi Poison. Coba saja dengar lagunya yang berjudul Live Fast Die Fast. Glam Rock 80an abis hahaha.
Beberapa track yang bikin gue keranjingan album ini, pertama Cheri Love Affair. lagu yang bercerita soal pelacur jalanan. Lengkap dengan dialog dua perek jalanan sebelum di angkut. (Pussy Summit meeting) Itu negatifnya (lirik). Tapi backing cewek dan tempo mediumnya bikin lagu ini seksi. Iyalah namanya juga tema pelacuran. Salah satu lagu dansa favorit gue. Seksi.
Don’t Talk To Me. Track yang paling Modern. Entah kenapa gue setiap denger lagu ini Gue jadi terbayang Le Tigre atau the Ravionettes. Garage rock 2000an paling tidak. kalo dari segi lirik, cuma tentang GG Alin yang muak dengan cewek bawel. Hahahaha buset beda banget sama tema lagu GG Allin seperti Suck My Ass It Smells, last line for the gangbang, atau Cunt Suckin Canibal di album Freaks Faggot Drunk and Junkies!
Unpredictable
Girls, girls are, they are so unpredictable
You can’t believe what they tell you
Unpredictable, you gotta throw it away
Girls are so unpredictable, bull, bull, bull, bull, bull
Centil banget kalo dari liriknya. Cocok buat Glam Rock hair band 80an sebenernya. Tapi musiknya, wuih. Jeff Penney gitaris yang berkarakter menurut gue. jago nggak, tapi soundnya. My type! Bunyi tamborine bikin lagu ini makin centil.
1980’s Rock N Roll. nah ini adalah lagu yang paling nggak GG Allin. Pake Keyboard cing. kalo di dengarkan lebih seperti The Dickies. Tapi lagu ini sedap abis menurut gue. Singkat. Dengan tema klise tentang musik Rock N Roll.
Bored To Death dan Automatic coba denger backingnya. Sedap!
I Need Adventure, Jeff Penney mainkan lead kusut mu!
Karena gue pertama kali dengerin GG Allin ketika udah jadi Psycho Maniac. Lagu-lagu di sini cukup membuat gue terkejut. Walau cikal bakal gila nya udah ketahuan. kadang gue bertanya-tanya, kenapa bisa jadi gila gitu ni orang yha hihihihi. Ah sudah lah! Bodo amat. Yang pentig Always Was,Is, & Always Shall Be adalah album GG Allin terkeren menurut gue!
Morfem Contact: +62858 11 764 764 (Booking Show & CD direct Selling)
I hate the one who stole it
I’m gonna wreck his neck
I’m gonna fuck his ear
I swear I’ll cut his penis
Throw it to garbage can
I’ll gave him a miserable life
A life without a fuck
Who stole my bike?
I wanna know
Now I must be waiting
For an ugly bus
I pay two thousand cash
For a hundred quality trash
Why life so unfair
The government seems no care
They get a better life
We’re surviving as fuck
Who stole my bike?
I wanna know
Di ambil dari BEQUIET unreleased album (1999)
Reissued MAYBE SOMEDAY WE WILL FOLLOW HIM (2010)