You’re The Cloy
You’re The Cloy
You’re The Cloy
You’re better dead
You
You better dead
Di ambil dari BEQUIET unreleased album (1999)
Reissued MAYBE SOMEDAY WE WILL FOLLOW HIM (2010)

You’re The Cloy
You’re The Cloy
You’re The Cloy
You’re better dead
You
You better dead
Di ambil dari BEQUIET unreleased album (1999)
Reissued MAYBE SOMEDAY WE WILL FOLLOW HIM (2010)

You’re closing your mind
Till they came to you
Hipnotize
Giving the thought
Suicide
Gave you a vision
The mass where you stand
You go down and
Suicide
Dreaming a better life
Chose the cowards
Suicide
Doktrinize you’re the victim
Death is a solution
Death is the only way
Believe in life after death
Reincarnation you’ve got
You took a lot of sleeping pills
But you’re not dead yet
Try to jump off from the bridge
But your friend catching you
Then you drink an insecticides
Finally you are poisoned and dead
You wake up in the new nation then
Welcome to America
But hey I have a tail
I have a four hairy legs
I grab everything with my mouth
Look in the mirror
I’m a cat!
Miauw
Go away you lousy cat
Miauw miauw
Damn! you stole my fish
Erkkk ewkk ekkk
Bad cat
(The American strangled your neck. And you die as a cat in U.S.A)
Di ambil dari BEQUIET unreleased album (1999)
Reissued MAYBE SOMEDAY WE WILL FOLLOW HIM (2010)

I feel the smell getting close to me
I feel the mustache I feel them thick
He comb his hair the way John Wayne did
Wears his trouser
And tuck shirt in
Reff:
Old Boy
In my life
Old Boy
In my mind
Old Boy
Everywhere
He’s falling in love with every girls he met
Wrote his diary they broke his heart
Maybe it’s not his glory day
Or maybe someday
We’ll follow him
(back to Reff)
Di ambil dari BEQUIET unreleased album (1999)
Reissued MAYBE SOMEDAY WE WILL FOLLOW HIM (2010)

Episode terakhir Radio Tour Morfem di Bandung di tutup dengan obrolan santai malam hari di Pop Circle. Pop Circle, adalah sebuah Program Radio Rase Fm yang di produseri oleh Dimas Ario. Program yang pertama memutar single “Gadis Suku Pedalaman” di udara Bandung raya. Wo ho thank you Dims (ternyata doi dapet julukan Mas Pop di sana, keren!). malam itu kita banyak ngobrolin lagu-lagu yang mempengaruhi emosi. Seperti, lagu yang membuat kita menangis, lagu yang selalu membuat kita berdansa hingga soundtrack pernikahan anak-anak Morfem kelak. Dari nama The Limousins, The Kingsmen, New Order, Velvet Underground, sampe Mouldy peaches jadi bahan perbincangan yang asyik malam itu. Suara khas Syauqi Lukman yang terdengar “penyiar malam” sekali di temani oleh Ligar Pananjung membuat udara Bandung setelah hujan semakin syahdu. Keluar dari Rase kita langsung pulang ke Jakarta. Sepatu yang di pakai Pandu akan di pakai abangnya untuk sidang S1 pagi harinya.
Teks: Jimi Multhazam
Photo: Agung Hartamurti Wirawan

Bisa di bilang inilah wawancara terseru Morfem di Bandung. Pertanyaan penyiar Indra Ansara sebenernya cukup simple. Namun pembawaannya lugas. Kami pun bercerita hingga terpingkal-pingkal sendiri. Atau mungkin kondisi Morfem yang baru saja bangun tidur dan mandi. Efeknya otak kita lebih fresh. Dan suasana 99ers dengan pemandangan Gunung Tangkuban (koreksi jika salah) cukup melengkapi suasana. Di 99ers adalah moment pertama kali kita membawakan “Tidur Di Manapun, Bermimpi Kapanpun” secara akustik. Sepertinya kami sudah kecanduan wawancara Radio. Sayang Freddie gak bisa ikut serta di karenakan pekerjaannya.
Special thanks: Ijal The Seven
Teks: Jimi Multhazam
Photo: Agung Hartamurti Wirawan






Sewaktu kita berangkat ke bandung untuk main di POTA, terlintas di kepala sebuah pentas yang diisi oleh banyak band pada sebuah pub yang kecil. Lengkap dengan suasana penonton khas Bandungnya. Ternyata setelah kita sampai di venue perkiraan kami meleset. Pota adalah sebuah gig yang di on airkan OZ. Aha! Putar knob mindset segera, nuut!! Beres.
POTA dilangsungkan di Blitzmegaplex stage. Mudah di tebak. Gak bisa seberisik biasanya. Kita udah siapin gitar akustik malah. Hahaha. Ternyata ketika kita soundcheck Akmal stage manager Oz justru menyarankan full electric. Yah syukurlah.
Malam ini Morfem di buka oleh Trisa, solois wanita yang datang dengan kawan-kawannya yang ayu-ayu. Cukup menambah semangat. Dan serunya show kita ini di Bantu oleh Ichad Beside dan salah satu teknisi The Sigit, Uwok si Mohican Man.
Singkat Cerita Mc malam itu Bunny D’looney dan Trefi Adiwiyasa yang sunguh kocak memanggil Morfem untuk naik pentas. Lagu pertama “Pilih Sidang Atau berdamai” di mainkan. Ternyata!!!!! Setelah lagu pertama MC naik pentas dan ngobrol2 dengan kita. Adem lagi deh mood kita. Untungnya Bunny dan Trefi membawakan wawancara dengan kocak. Mood pun cukup terselamatkan. Setelah 2 lagu berikut (Who stole my Bike dan Velvet Cover femme fatale), duo centil naik lagi. Hiyah itu mood turun naik di buatnya. Games-games ala radio sejenak lalu malam itu di tutup dengan lagu “Tidur Di manapun Bermimpi Kapanpun” dan pastinya “Gadis Suku Pedalaman”. Ending yang menyenangkan dengan reportoar panjang di bagian narasinya. Lumayan membuat penonton dan beberapa crew Oz bersingalong bersama. Akhirnya kita merampungkan agenda pertama dari episode singkat Radio Tour di Bandung. Kita pulang ke kamar kost Adi dan sulit untuk memejamkan mata.
Special Thanks: Wine, Cia (Oz Radio Bandung), Ichad (Beside), Uwok (The Sigit)
Teks: Jimi Multhazam
Photo: Agung Hartamurti Wirawan
Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking Shows & CD’s Direct Selling)
MORFEM DATANG SEMUA SENANG
Selesai satu lagu, langsung wawancara, adem lagi hehehehe
Sikat lagu berikut…. Who Stole My Bike!!!
Freddie Hot Banget!!!
eyyyaaaa wawancara lagi hihihihi….
Freddie belum atur nafas
Sikat Lagi
Bram mulai terbawa suasana
Langsung wawancara lagi, tetap antusias
Hajar lagi ho!
Pandu di backing vocal….dan
wuahahahahaha…
Akhirnya kita tutup episode pertama Bandung Radio Tour dengan “Gadis Suku Pedalaman”

Owkaiey inilah ke tiga kalinya kita maen di MU Cafe dengan acara yang berbeda 🙂 Yang pasti acara ini juga di perkuat oleh band-band hebat sepeti Bite, Monkey To Millionaire, The Trees And The Wild. Dan 2 solois handal Lucky Anash dan Sir Dandy. Tapi sayangnya Freddie gak bisa tampil malam ini. Untungnya dengan persiapan mendadak, Bowo dari The Porno bersedia menggantikan sementara di posisi drum. Dan malam ini Morfem membawakan enam lagu dari tujuh lagu yang telah kami garap beberapa bulan ini. Yoi, set list lagu sendiri dan band-band gawat! Malam ini bener-bener hebat!!
Gue sendiri melewati penampilan Lucky Anash. Sayang sekali. Gue baru masuk MU sebelum Bite bersiap-siap di panggung.gue duduk di barisan terdepan ketika Bite tampil. Mengamati gerak gerik dan liuk tubuh Rececca yang janggal. Dan lagunya yang renyah sangat menghibur hati. penonton belum banyak terlihat di MU saat itu. Lalu Sir dandy naik di temani fachri the Sigit. Dua lagu sempat gue nikmatin dan… ahh sayangnya harus standby ke backstage. Sambil membantu persiapan gue masih sempet menikmati Jakarta Motorcity di belakang panggung. Dan….MC memanggil MORFEM
Mantaff! di atas panggung gue lihat penonton mulai ramai. Yah paling tidak lebih ramai dari setengah jam silam. Penampilan Morfem kita buka dengan I wanna be your Dog. Sengaja kia mainkan cover song untuk memberikan keleluasaan kepada Dmust dari Handle This untuk mengatur sound kita di FOH. lagu kedua kita sikat dengan “Pilih Sidang Atau Berdamai”. Dengan aransemen terakhir (kita memainkan lagu ini dengan versi berbeda-beda sebelumnya). Dilanjutkan dengan Who Stole My Bike, lagu yang gue bikin buat bequiet di tahun 1999. di susul dengan “Jalan Tikus”. Kami belum tahu judul apa yang pas untuk lagu ini. Mungkin panggung berikutnya akan berubah lagi. sebuah ballada yang di permak absurd oleh Bram dan Pandu. di lanjuti dengan “Tidur Di Manapun, Bermimpi Kapanpun”. dan di akhiri dengan “Gadis Suku Pedalaman” dengan reportoar panjang. Jika Freddie hadir malam ini mungkin penampilan kita akan berakhir destruktif.
Keringat lebih sedikit malam ini. Penonton lebih banyak menyimak, menyerap. nampak di dekat bar wajah-wajah familiar. Dadi Superglad, Arian 13 seringai, Ai Pee wee Gaskin yang menjadi crew bass dari Bite (wah crew nya aja Rockstar,mantaff), beberapa Traxtrooper, Rayzee, Abigail juga hadir, dan Soleh Solihun dengan mata meniliknya. Huuuuw malam ini seperti festival musik rock suasananya.
Gak sabar menunggu tanggal 21 🙂
Anxiety, Anxiety, keeps me happy (Ramones)
teks: Jimi
Photo: Agung Harta Murti Wirawan, Restu Aulia
Morfem contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s Direct Selling)
Morfem use RADIX guitars
MORFEM DATANF SEMUA SENANG

Yeah. Tempatnya bener-bener bernuansa Ground Zero. kita mempresentasikan koleksi single-single kita dari Pilih Sidang Atau Berdamai, Who Stole My bike, dan tentunya yang paling di tunggu-tunggu Gadis Suku Pedalaman.
Acara ini merupakan off air dari MD Radio. penonton lebih banyak di dominasi oleh Hero. Dan sebagian hadir untuk menyaksikan penampilan kami. Walau nampak mereka dalam suasana menyerap dengan tenang. Tapi ending lagu Gadis Suku Pedalaman mereka mulai nampak bersingalong bersama kami. Ku spekulasi kau bercinta…dengan gadis suku pedalaman, ayo lebih keras lagi!!!
Yoa, pesan-pesan mulai menguak. Makna mulai di tancapkan.
Kami tunggu kalian di pentas berikutnya
lagu pertama; Pilih Sidang Atau berdamai?
Penonton masih menyimak, menyerap, Gadis suku pedalaman.
.
Who Stole My Bike, I Wanna Know!!!
Noise is Red
Covering I wanna Be Your Dog, The Stooges
Noise Blender, Pandu Fathoni
Bram dengan Steve Harris pose
I’m the world Forgotten Boys
The One who searcing only to destroy!
Freddie tafakur sejenak sebelum menyiksa drumkit
Meliuk liuk, ber zig zag
Now I must be waiting for an ugly Bus.
I pay 2000 cash for a hundred quality stuff!! (Who Stole My Bike)
ending Gadis Suku Pedalaman. Noise dan jeritan spektakuler 🙂
Teks : Jimi Multhazam
Photo: Agung Hartamurti Irawan, Ira Indriani
Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s Direct Selling)
Morfem use RADIX guitars
MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Pentas yang Menyembuhkan
Stage yang oke untuk panggung pertama. Untuk pertama kalinya kami memperkenalkan dua lagu yang telah rampung. Gadis Suku Pedalaman dan Hot Pants Brigade. Dimana pada lagu Hot Pants Brigade Jimi belum menulis lyric dengan sempurna. Alhasil Jimi hanya menyanyikan kalimat yang terlintas di kepala ketika di atas pentas. Mungkin di pentas berikut Lyricnya sudah mapan. Hot Pants hanyalah sebuah judul sementara. Walaupun kami tidak full membawakan lagu sendiri malam itu, setidak-tidaknya kita mengaransemen ulang juga tiga lagu Velvet Underground.
Panggung nampak sepi setelah De Jenks tampil. Mungkin penonton keluar untuk mengeringkan keringat setelah bergoyang reggae selama satu setengah jam. Kami pun naik pentas set up, dan hajar. Lagu pertama Hot Pants Brigade.Gemuruh Drum Freddie di intro membuat orang-orang berdatangan kembali. Kami memang tak terbiasa membawa massa ketika mentas. Jadi biarkan sound yang mengundang. Penonton banyak yang bersikap mengamati dengan seksama. Wajah mereka berubah-ubah. Dari melongo, tersenum, tepuk tangan sampai ikut berusaha sing a long. Yoa, tipikal band baru di panggung pertama. Di tengah-tengah set list kita selipkan tiga lagu Vevet Underground. Dan malam itu kita tutup dengan calon hit, Gadis Suku Pedalaman. Ponten delapan untuk panggung pertama ☺
Kami di jadwalkan tampil jam 22.00 malam. Namun Black Bandits dan De Jenks sepertinya sedang on fire, hingga mereka tak kunjung menuntaskan lagunya. Akhirnya kami naik pentas jam 23.30. Lumayan hihi. Yang menyenagkan di pentas pertama adalah datangnya kawan-kawan dekat. Nampak di backstage anak-anak The Porno asyik bermain Billiard ketika Indo Beatbox naik pentas. Ichan Vokalis Scientific 4 dateng bersama kekasih barunya. Ada Jimmy Pitstop pula hadir. Ada anak-anak Denial. Yang mana pemain violinnya sempat kita bahas sebelum naik pentas sampai berlanjut di comment photo Agung Hartamuti di facebook. Yang pasti istri gue sempet khawatir waktu gue terbawa suasana ketika jejeritan di lagu pertama. Alhasil suara gue sempat amblas di lagu terakhir. Maklum kondisi baru saja pulih dari penyakit yang mengharuskan gue bed rest dua mingguan. Tapi tetap. Pentas itu menyembuhkan ☺
Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s Direct Selling)
Morfem menggunakan RADIX guitars
MOTFEM DATANG SEMUA SENANG
set list
Hot Pant Brigade (judul dan lyric akan berubah di pentas berikut)
White light, White Heat
I’m Set Free
Sweet Jane
Gadis Suku Pedalaman
Text: Jimi Multhazam
Photo: Agung Hartamurti Wirawan

Kali ini semua Morfem telah hadir. Freddie datang terlambat. Mood latihan malam ini sempat melorot karena itu. Untungnya Bram membawa penawar badmood yang mempan untuk Pandu. Jimi kesehatannya menurun dan nampak kusut. Perlahan tapi pasti malam ini kita berhasil merampungkan dua lagu dan siap direkam. Dan suasana studio berubah hangat satu jam berikutnya.
Kita bersiap-siap untuk rekaman tanggal 28 esoknya. Akan menjadi hari bersejarah buat Morfem.
Sekali lagi terimakasih kepada Agung Hartamurti yang telah mengabadikan suasana malam itu.
Dari sini kesitu lalu begini sedikit. Mantep khan tuh apalagi kalo di giniin di endingnya wuuushhhh. (Sepertinya Bram dan Pandu gak ngerti bahasa tarzan gue hehe)
Yha udah deh ambil gitar juga…
Jimi: “nah begini maksudnya du…..”
Pandu: “selouw Jim, Kabelnya di colokin dulu dong …”
Pandu: Siiip hajar Intro yah!!!
Freddie: Temponya emang ngambang gitu yha? Shimba dong….
Yang Lain: Shimba? Ha ha ha
karena tenggorokan Jimi sedang bermasalah Pandu take over Reffrain untuk sementara..