Author: admin

  • Pemandangan ketika Siaran Sore

    Pemandangan ketika Siaran Sore

    Siaran di 101.4 Trax FM adalah kegiatan rutin gue. Dari jam 4 sore sampe jam 8 malem. Saking rutinnya, kadang gue lupa kalo pemandangan di kiri ruang siaran gue cukup menakjubkan. Suatu senja gue iseng mengabadikan dengan telephone Genggam sederhana gue.

    view siaran sore
    Cukup menghibur, melunturkan stress 45 persen

    view siaran sore
    Sayangnya Kaca jendela jarang di bersihkan dari luar oleh pihak gedung Sarinah, tapi gak mengurangi keindahannya gue rasa 🙂

    Kalau kita mau lebih membuka mata, ternyata banyak hal-hal yang kita lupakan. Saking rutinnya hidup, keindahan pun jadi terlihat biasa.

     

  • Morfem Gigs: Rollingstone INA, panggung (ukuran) besar pertama 2011

    Morfem Gigs: Rollingstone INA, panggung (ukuran) besar pertama 2011

    RollingstoneINA Release party kali ini cukup special. Selain di dukung Langitmusik Telkomsel, malam ini juga merayakan bersandingnya Rollingstone.co.id dengan Detik.com. Maka acara pun di selenggarakan di panggung besar di belakang kantor Rollingstone. Bukan di panggung kecil Rollingstone Cafe seperti biasa. Soleh Solihunlah yang menghubungi kita untuk main. Namun setelah selesai wawancara, Soleh menunjuk panggung besar, dan menyebut Drive, Pee Wee Gaskins dan The Milo sebagai line up lainnya. Tidak ada kata lain yang terbersit di kepala. Selain Morfem harus mengajak Jaya Roxx sebagai engineernya nanti.

    morfem rollingstone ina

    morfem rollingstone ina

    morfem rollingstone ina

    Rollingstone release party di selenggarakan pada tanggal 18 Maret 2011. Sesampainya di venue kita di todong untuk wawancara di Rollingstone.co.id.

    morfem rollingstone ina

    Jawaban kita serius kok, sumpah hahah

    morfem rollingstone ina

    Tiba-tiba Pandu: “Percis gak?”

    morfem rollingstone ina

    Coba pinjem kacamata lo Du, lha kok malah kaya Herbie Hancock hahaha…

    morfem rollingstone ina

    Freddie: Gue photo juga gung….hahahahhaha

    morfem rollingstone ina

    Selesai wawancara. Duduk deket stage. Eh nongol juga nih best friend gout. Kalo ngobrol sama Buluk pasti seputar “Itu” lah hahahaa..

    morfem rollingstone ina

    Soleh Solihun pun mulai naik pentas. nama Morfem di panggil sebagai band pertama untuk tampil. Malam itu semua band kena semprot celaan Soleh. gak perduli band major, band kolonel atau band briptu. Kena semua. Ampun dah ah.

    morfem rollingstone ina

    Dan Kami pun naik pentas. malam ini dalah panggung besar pertama kami di tahun 2011. Secara harafiah, panggung besar. Di hitung dari panjang kali lebar.

    morfem rollingstone ina

    Makanya bisa lari-lari kecil keliling panggung

    morfem rollingstone ina

    morfem rollingstone ina

    Radix Guitar, Fuzz Box, dan Jaya roxx…Pandu Fuzztonipun menggila

    morfem rollingstone ina

    Malam ini kami punya set special. Tidur di manapun Bermimpi kapanpun di mainkan akustik, Freddie maju ke depan dengan tamborinenya. Sambil menyeka keringat menyapa penonton.

    morfem rollingstone ina

    Lalu mengambil posisi di sebelah Bram, mendukung suara latar….

    morfem rollingstone ina

    malam itu cukup sukses mengajak penonton bersingalong.

    morfem rollingstone ina

    Tiba di refrain, Freddie langsung berlari ke belakang drums. Dan lagu pun kembali menjadi bising

    morfem rollingstone ina

    Di akhir lagu Fuzztoni nampak menyenggama sound

    morfem rollingstone ina

    Merasa belum klimaks bisingnya!

    morfem rollingstone ina

    Pandu kembali ke fuzzbox dan mengacak-acak konfigurasi stombox. Bram semakin trance dan….

    morfem rollingstone ina

    …Jimi pun menambahkan kebisingan dengan pita suaranya! Poll!

    morfem rollingstone ina

    Morfem turun pentas. Suasanapun akhirnya di heningkan oleh The Milo. Sepertinya ada yang salah. Mereka pun berisik. Tepatnya suasana di ubah ke arah Galau oleh mereka. Ketika Galau di kemas dalam nuansa yang bising, kata yang tepat adalah: The Milo. Mantaff

    morfem rollingstone ina

    Setelah The Milo suasana berubah, karena Drive naik pentas. Panggung Rollingstone biasanya menjadi mimpi buruk bagi band mainstream. Tapi Drive mengakali dengan memobilisasi Drive maniacs (fans mereka) untuk hadir malam itu.

    morfem rollingstone ina

    Selesai mentas sempat ngobrol sedikit dengan Anji Drive. Yang gue juluki Pujangga Twitter malam itu. Dan doi sempat bercerita tentang tweets cintanya di setiap senja. Hmmm menarik 🙂

    morfem rollingstone ina

    Pentas malam ini di tutup oleh Pee Wee Gaskins. Inilah pertama kalinya gue bener-bener menyimak aksi mereka. Walau banyak lagu yang gue gak paham. Tapi mereka mengcover Bon Jovi, You Give Love a Bad Name. Wow Bon Jovi, sebuah band yang selalu gue skip dari pendengaran gue sejak zaman SMA hingga sekarang. Hahaha…

    morfem rollingstone ina

    Malam ini di tutup dengan obrolan bersama Asra “Cantsaynotohope”. Seorang photographer handal. Bagaimana dia satu lift dengan Pat Smear menjelang show The Germs reuni (dengan vokalis baru tentunya). Dan dia sempat menyaksikan Filpper. Era Krist Novoselic, dengan jarak panggung yang dekat. Wow

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY:

  • Pagi Itu Sangat Singkat

    Pagi Itu Sangat Singkat

    Ketika bangun tidur, hal ternikmat adalah merasakan perpindahan dari gelap ke terang. Apalagi ketika kita larut dalam suasana tersebut, sambil berjalan kaki. Terimakasih Tuhan atas teknologi Telephone Genggam Berkamera. Akhirnya ada saksi dari luapan kegembiraan gue di pagi hari. Yang singkat. Sebelum satu jam kemudian pagi berubah menjadi hiruk pikuk budak zaman….

    pagi itu sangat singkat

    Dua pohon yang menyapa ketika keluar rumah

    pagi itu sangat singkat

    Suasananya akan berbeda tema kalo kita lewat di siang hari

    pagi itu sangat singkat

    Dengan trotoar sebesar ini, tandanya budaya jalan kaki telah memudar

    pagi itu sangat singkat

    Ah bodo amat, mari rentangkan tangan. Hirup sedalam-dalamnya…

    pagi itu sangat singkat

    Sebelum Pagi berubah seperti ini. Dan trotoar pun punah. Menyisakan kebingungan. Apakah untuk tempat berjalan atau menjadi selokan 🙂

     

    Photo dan Narasi: Jimi Multhazam

     

  • Seniman itu Bokek? Masa sih :D

    Seniman itu Bokek? Masa sih 😀

    Selama beberapa waktu ini gue sedang sering di wawancara. Entah itu untuk Film Dokumenter, atau Majalah bahkan TV swasta. Ada beberapa hal yang menarik gue. Pertanyaan seputar uang haha. Ada beberapa pertanyaan yang masih gue inget jelas seperti:

    -Udah bisa beli barang apa selama nge band sampai saat ini?

    -Katanya ada paradigma, seniman itu identik gak punya uang. Gimana pendapat elo?

    Jgeeerrr, dua pertanyaan terbaik tahun ini hahaha. Kenapa yha sampai ada pertanyaan seperti ini? Apakah masyarakat semakin materialistis. Atau positifnya, pertanyaan itu bisa memacu orang buat maju? Kalo pemicunya duit, beh gawat juga dunia kesenian. Memang fenomenal masalah duit yha.

    Untuk pertanyaan pertama gue inget apa jawaban gue. bah pertanyaan macam mana iki? Mampus gak tuh. I answer your quetion with question. Seperti lagu Manfred Mann saja haha.

    Pertanyaan kedua gue jawab dengan: Paradigma seniman bokek itu sebenernya ulah penokohan karakter di era 80-an hahahaha. Sekarang tugas sineas, penulis, dlsb era 2011 yang meluruskan paradigma seniman itu identik dengan berewok gak keurus. Bokek. Dan laper. Coba lo tengok seniman jaman sekarang. S Teddy D. Bob Sick. Dan masih banyak nama lain.

    Seniman itu sekarang glamour friend. Tapi kalo slebornya sih emang kagak pernah ilang.

    Ada ada saja hahahaha….

  • Morfem Gigs: Menjajal Hard Rock Cafe, Traxmagz Plug N Play

    Morfem Gigs: Menjajal Hard Rock Cafe, Traxmagz Plug N Play

    Tiga hari setelah tampil di welcoming stage Stone Temple Pilots, kita di undang untuk berlaga di Hard Rock Cafe Jakarta. Pada hari Rabu 16 Maret 2011, Trax Magazine menggelar Plug N Play. Sebuah acara yang menampilkan musisi-musisi yang di beritakan di majalah Trax bulan ini. Malam itu bukan hanya penikmat musik yang hadir di Hard Rock Cafe. Para pengunjung reguler pun telah bercengkrama di setiap sudut cafe. Dan uniknya musisi yang tampil pun mewakili warna yang sangat beragam. Dari Morfem yang Fuzzy, Bayu Risa dan Marcell Siahaan dengan Popnya, Ronald Extravaganza yang bertransform menjadi Rocknal, dan jannu dengan nuansa J-popnya. Hayo gimana caranya agar penikmat musik terhibur dan pengunjung reguler tidak kabur di suguhi penampilan kita. tantangan yang menarik 🙂

    morfem hard rock cafe

    Sesampainya di Hard Rock ternyata ada ritual wall of fame ala Traxmagz Plug N Play. Sedang siap-siap berpose, Pandu dan Bram justru melakukan gerak-gerik absurd. Alhasil photo wall of fame kita jadi seperti ini ha ha.

    morfem hard rock cafe

    Sesampainya di lantai dua, kita bertemu dengan Ronald. Doi bener-bener telah bertransformasi menjadi Rocknal. Tshirtnya bergambar Alm Munir. Ketika show, berorasi. Keras. Selamat tinggal Ronaldisco, selamat tinggal Extravaganza.

    morfem hard rock cafe

    Bukan hanya pengisi acaranya yang superstar. LO Morfem pun adalah idola kami. Acum vokalis sekaligus Bassist Bangkutaman bertanggung jawab atas flow acara malam itu. Waaahhh

    morfem hard rock cafe

    Seperti biasa Morfem datang dengan rombongan kecilnya. Di sebelah Freddie ada Dymust, Teknisi Gitar. Dan Pocil yang bertanggung jawab sebagai teknisi Drum. Wajah-wajah yang optimis.

    morfem hard rock cafe

    Yang bertanggung jawab atas kerennya sound system malam itu adalah Wahyu HW. Beliau jugalah yang menata suara nomor akustik Wahana jalan Tikus dan Tidur di manapun di album Morfem/Indonesia.

    morfem hard rock cafe

    Mecker Gera, teknisi Bass. Cekatan.

    morfem hard rock cafe

    Dan waktunya untuk tampil pun tiba.

    morfem hard rock cafe

    Freddie nampak santai, tapi pukulannya keras bukan main

    morfem hard rock cafe

    Bram tampil elegan dengan Jazz Bassnya.

    morfem hard rock cafe

    Gue pun harus berlarian keliling panggung. Untuk mengisi bentuk panggung Hard rock yang tidak lazim

    morfem hard rock cafe

    Untungnya pengunjung reguler gak sampai terganggu melihat Pandu yang energetik di panggung

    morfem hard rock cafe

    Kalau sound sudah enak, badan pun jadi trance di buatnya. terimakasih banyak buat Wahyu HW. Jarang-jarang main di Hard Rock bisa seenak ini.

    morfem hard rock cafe

    Pundu Fuzztoni pun tak bisa terbendung lagi

    morfem hard rock cafe

    malam ini tidak bisa berdiri lurus. Temanya harus meliuk 🙂

    morfem hard rock cafe

    Kita akhiri malam ini dengan kebisingan yang elegan

    morfem hard rock cafe

    Mencengkram dawai dan mengangkat bass tinggi-tinggi. Tinggal di banting aja nih heeeaaaggrrh..

    morfem hard rock cafe

    Turun panggung langsung di sambut Bayu Risa. Tugas lo nih buat meng “Adem” kan suasana hahaha…

    morfem hard rock cafe

    Usai pentas di wawancara JakTV. Salah satu media yang hadir meliput malam ini. Seperti pentas besar saja yha. Hiiihaaaa…..

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY:

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Gigs: Curi Perhatian di Welcoming Stage “Stone Temple Pilots”

    Morfem Gigs: Curi Perhatian di Welcoming Stage “Stone Temple Pilots”

    Suatu kesempatan emas untuk main di welcoming stage Stone Temple Pilots. Walaupun belum menjadi opening seperti The Flowers. Panggung kecil sebelum pintu masuk pun cukup bisa di maksimalkan. Bagaimana tidak. Kita bisa menarik perhatian ribuan orang yang antri sebelum masuk ke panggung utama. Malam itu, 13 Maret 2011, konser STP di adakan di panggung Jiexpo PRJ. Ribuan orang berbondong datang (rata-rata berumur cukup dewasa). Mulai antri di depan pintu masuk. Bobby Jones, sebuah band bernuansa GNR plus Alternative Rock main di awal acara. 30 menit kemudian mereka turun pentas. Saat yang tepat untuk main. Tapi belum sempat kita set alat, kesempatan emas ini nyaris hilang dari genggaman.

    morfem welcoming stone temple pilots

    EO dari Djarum, Red Box, yang menangani welcoming stage menyarankan perubahan waktu. Morfem di undur menjadi setelah STP main. Dengan alasan 20 menit lagi pintu utama akan di buka. Dan penonton sudah masuk sebagian. Bah, itu sih namanya Good Bye stage hahaha. Akhirnya kita sepakat untuk tetap main. Hajar bleh! Tinggal 500 orang pun juga lumayan. Sikat. Dan Freddie pun mengambil inisiatif langsung main Drum. Tandanya Intro Who Stole My Bike sudah berkumandang.

    morfem welcoming stone temple pilots

    Selang 2 bar, Bram langsung memakai bas…

    morfem welcoming stone temple pilots

    Beberapa bar kemudian Pandu sudah lompat ke tengah stage

    morfem welcoming stone temple pilots

    Dan gue pun menyanyikan bait pertama

    morfem welcoming stone temple pilots

    Pentas ini pun termasuk cepat. Di latar belakang photo di atas tampak antrian orang menuju pintu utama. Letak stagenya di kelilingi antrian panjang orang-orang yang akan masuk pintu utama. Akhirnya gue pun harus bernyanyi menghadapi dua sisi. Kadang menghadap depan. Kadang menghadap belakang. Udah kayak plat vynil aja gue.

    morfem welcoming stone temple pilots

    Pandu habis-habisan

    morfem welcoming stone temple pilots

    Duet dengan Bram cukup agresif.

    morfem welcoming stone temple pilots

    Plus ekspresif juga 🙂

    morfem welcoming stone temple pilots

    Freddie bermain keras malam itu

    morfem welcoming stone temple pilots

    Pandu tetap dengan kebisingannya

    morfem welcoming stone temple pilots

    Ketika masuk part lead, dia sampai meniban punggung gue

    morfem welcoming stone temple pilots

    Dan Bram pun mengigit senar hahahha…klasik

    morfem welcoming stone temple pilots

    Malam ini di tutup dengan Tidur Di Manapun Bermimpi Kapanpun.

    Turun dari pentas kami tidak berminat sedikitpun untuk masuk nonton Stone Temple Pilots. Hanya Bram yang bersemangat. Karena STP termasuk Pahlawan baginya. Setelah Bram dan kekasihnya masuk ke panggung utama. Morfem justru berleha-leha di dekat mixer. Dan membahas pentas singkat tadi dengan semangat. Kami tidak ingin euphoria ini jadi antiklimaks dengan menonton STP. Ketika berjalan ke parkiran, sayup-sayup terdengar the Flowers memainkan Rajawali. Mari pulang 🙂

    JM

    Cuplikan penampilan kami bisa di lihat di bawah. Hasil ambilan Made Aditya. Terimakasih atas videonya.

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Gigs: MD Radio Dominator

    Morfem Gigs: MD Radio Dominator

    MD Radio, adalah salah satu dari sedikit Radio yang memutarkan single Morfem. Dan telah mendukung kami dari sebelum merilis album Indonesia. Hal menarik dari MD Radio adalah, ruang kosong di lantai 1nya yang sering di jadikan tempat untuk melangsungkan pertunjukan musik. Kali ini event MD di beri judul Dominator. Di langsungkan hari minggu 26 Februari 2011. Nama yang cukup ngeri untuk event Radio. Dan ini merupakan ke dua kalinya kita main di sana. Selain Morfem tercatat Seurius, Gangstarasta, dan Kunci yang turut meramaikan suasana. Sebelum kita sampai ke sana gedung MD di ujung Jakarta Timur, seorang kawan melaporkan kalau acara ini sangat ramai di padati penonton.

    morfem md radio

    Sesampainya di sana, pukul 21:15, ternyata penonton telah sepi. Saat itu sedang beraksi di pentas sebuah band melodic punk. Dengan lagu-lagunya yang cukup keren. Terutama lagu terakhir yang mereka mainkan. Beatnya tidak lazim untuk warna melodic. Gue acungi jempol buat performance drummernya. Lalu kemanakah larinya penonton yang ramai seperti di laporkan kawan gue tersebut?

    morfem md radio

    Ternyata malam itu penonton di padati oleh fans fanatik Gangstarasta. Sambil nonton band Melodic, gue sempat bercakap-cakap dengan Emilio (vokalis Gangstarasta). Gangstarasta turun penonton pun bubar hahahaha. Keren.

    morfem md radio

    Sedang asik-asik ngobrol, Emilio di todong photo bareng oleh fans-fansnya. mau gak mau masuk frame juga akhirnya. Hmmm aromanya pantai sekali 🙂

    morfem md radio

    Selang beberapa saat, Freddie sudah berinisiatif memainkan drum. Wah panggilan sudah berbunyi nih. Gue pamit dari anak-anak gangstarasta. Lalu naik pentas.

    morfem md radio

    Lagu pertamapun di mainkan…

    morfem md radio

    Pentas yang sepi pun mulai di datangi satu persatu penonton yang tersisa. Hal ini lumayan menambah energy kita dua kali lipat.

    morfem md radio

    Dari Who Stole My Bike, DeathKitchen, Black Sabbath..

    morfem md radio

    Tidur Di Manapun Bermimpi Kapanpun

    morfem md radio

    Pilih Sidang Atau Berdamai. Semuanya di mainkan,

    morfem md radio

    Habis-habisan…

    morfem md radio

    Hingga sampai pada Gadis Suku Pedalaman…

    morfem md radio

    Suasana mulai memanas. Sampai penyiar primetime pagi MD Radio, Rizky Mocil ikut naik pentas.

    morfem md radio

    Saatnya turun ke penonton

    morfem md radio

    Di mulai dari bagian kanan. Shaft yang sebagian besar di isi MD crew 🙂

    morfem md radio

    Sodorkan ke dia ah, penyiar yang satu ini nyentrik sekali

    morfem md radio

    Sepertinya pria kecil ini seru kalo di sodorkan mic.

    morfem md radio

    Tapi belok kiri dulu 🙂

    morfem md radio

    Akhirnya sampai ke dia juga. Suaranya cukup lantang ternyata ha ha

    morfem md radio

    Dan akhirnyaaaaa….

    morfem md radio

    Bram mengangkat bassnya ke udara

    morfem md radio

    Pertunjukan di akhiri dengan kebisingan.

    Dominator di akhiri dengan penampilan Kunci. Dengan penampilan vokalis barunya, Uban, yang di transfer dari the Majesty. malam ini gue dan Pandu melewatkan Andrew Fletcher dari Depeche Mode ngeDJ. Baiknya pulang, dan sebelum terlelap mengulang kembali suasana malam ini yang cukup menyenangkan.

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    by: JIMI vs HENRY

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Interview: Ping Pong+Model+Majalah HAI=The Real POP

    Morfem Interview: Ping Pong+Model+Majalah HAI=The Real POP

    Sebelum naik pentas di Release party 20 Februari silam, gue mendapat telephone dari nomor tak di kenal. “Siapa ini yha?”. Setelah gue angkat, ternyata…”Hallo Jim, ini Ryo dari Hai”. Pantesan gue hubungi berkali-kali tidak ada respon. “Lo ganti nomer yha?”. “Yoi, gue udah denger album Morfem tuh, main-main ke Hai lah.” Wah tawaran menarik nih. Akhirnya kita janjian berkunjung tanggal 24. Empat hari kemudian, tanggal 24, gue ngetweets dari account @morfem_band. Berangkat menuju @HaiMagazine. Ternyata tweets gue direply, @HaiMagazine: di tunggu, ada yang bisa main ping pong? Gue pikir nanti buat rubrik chalenge ngadu Ping Pong sama pembaca Hai. Ternyata gue salah duga.

    morfem hai magazine

    Sesampainya di kantor Majalah hai kita di tantang main Ping Pong oleh Teguh Gimbal. Kantor redaksi bagian tengah di sulap menjadi meja ping pong. Buat pelepas stress ujar Yorghi Gusman sambil memotret tingkah Pandu, Fred, Bram dan Teguh dari BBnya. Langsung kejadian tersebut di sebar ke dunia. Twitter membuat dunia menciut jadi sekepalan 🙂

    morfem hai magazine

    Ternyata siang itu Ryo mengutus Lingga untuk menginterview Morfem. Pertanyaan-pertanyaan mengalir dari mulutnya. Kalo di lihat dari properti yangdi bawanya, kertas pernytanyaan, buku notes kecil. Tampak sekali Lingga telah siap dengan wawancara ini.

    morfem hai magazine

    Dan pasti sudah siap dengan jawaban ngawur dari Morfem. Pertanyaan pertama, Pandu langsung mengambil recorder.

    morfem hai magazine

    Saat sedang asiknya Pandu bercerita Bram justru menjajal kaca mata Freddie. Pandu pun nampak mengolah kata-kata dengan cara menggali hidungnya.

    morfem hai magazine

    Setelah recorder di estafet ke Bram, maka bermunculanlah retorika-retorika khasnya.

    morfem hai magazine

    Akibatnya suasanapun jadi seperti ini. Hahahaha

    morfem hai magazine

    Kalo giliran gue, cukup bahasa sederhana. Biar gampang di tulis dan mudah di mengerti he he he.

    morfem hai magazine

    Musik kami sebenarnya adalah “The Real pop”. Bener juga si Pandu. Setuju-setuju. Mulai saat ini kita deklarasikan, bahwa musik Morfem adalah POP 😀

    morfem hai magazine

    Selesai wawancara, masuk ke photo session. Di studio Hai. Bagian Indoor Budi cuprit yang memegang peran.

    morfem hai magazine

    Di ganggu seperti apapun dia tetap konsentrasi.

    morfem hai magazine

    Seolah-olah di dekati paparazzi

    morfem hai magazine

    Kadangkala berlagak ala male model

    morfem hai magazine

    Tibanya di sesi outdoor. Ilham Obama yang mengambil peran. Panasnya mak, buset. Maklum tengah hari bolong. Oyha Ilham Obama adalah bintang iklan Indonesia yang selalu berperan sebagai Barrack Obama. Sayang kita gak sempat memotret dari depan karena kamera gue lowbatt.

    morfem hai magazine

    Terakhir jangan lupa berpose dengan Wartawatinya 🙂

    Yeah!!

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    photo: Jimi Multhazam, Freddie Warnerrin, Lingga

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by Jimi VS Henry

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Interview: obrolan di taman belakang Rollingstone, asri

    Morfem Interview: obrolan di taman belakang Rollingstone, asri

    Satu hari setelah Release Party di Eastern Promise, kami di undang wawancara di kantornya Rollingstone Indonesia. 22 Februari 2011. Masih terasa Ephoria konsernya. Otot pundak dan leher agak kaku. Tapi secara diundang Rollingstone, semuanya berubah nyaman. Secara pribadi, wawancara juga termasuk suatu pertunjukan buat gue. Bangunpun gue setel lebih pagi. Langsung berangkat. Sesampainya di Rollingstone kami di sambut wartawan yang sangat Rock tapi taat beribadah. Soleh solihun. Nyedot teh botol dan gorengan racun bentar di depan kantornya (maklum belum sempet sarapan), sekedar menipu lambung. Ngobrol ngalor ngidul tentang penjurian musiknya Soleh di Sukabumi. Lalu kita di ajak ke halaman belakang RS. Untuk memulai wawancara.

    morfem rollingstone

    Nah di sinilah kita melangsungkan perbincangan. Untuk setting suasana Rollingstone cukup handal. Dengan kondisi seperti ini, nara sumber akan betah ngobrol berjam-jam. Kadang-kadang bisa jadi boomerang juga buat wartawannya. Transcriptnya bisa panjang tuh.

    morfem rollingstone

    Obrolanpun di mulai. Soleh mengeluarkan alat perekam digitalnya.

    morfem rollingstone

    Soleh Solihun termasuk wartawan yang tajam. Dia akan terus menggali titik-titik sensitif yang di lontarkan oleh kita. Kalo hal ini sudah terjadi matanya akan menajam, dan keningnya mulai berkerut. Kelak, dua hari kemudian. Morfem akan di wawancarai oleh adik kelasnya di Unpad. Katanya skripsi Soleh setebal setengah jengkal tangan gadis dewasa. Tentang sejarah musik Rock Indonesia. Ngeriiiiiii….

    morfem rollingstone

    Tapi entah kenapa, tertawa terbahak-bahak hingga terkekeh-kekeh adalah unsur yang selalu ada di tiap wawancara kita 😀

    morfem rollingstone

    Selesai wawancara dengan Soleh, kita di photo oleh Drigo L Tobing. Termasuk Photograper legendaris. Photo Shopia Latjuba yang kontroversial di salah satu cover majalah bertahun-tahun silam adalah hasil jepretan beliau. Menurut Soleh, abang Drigo ini paling jago motret Photo Profile. Wah, suatu kehormatan bukan.

    morfem rollingstone

    Setiap habis memotret preview dulu di lcd. Hasil photonya seperti apa lihat saja nanti di Rollingstone April.

    morfem rollingstone

    Wawancara di manapun selalu menyenangkan 🙂

    JM

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use RADIX guitars

    photo: Yenaretsa Syamsulkalam

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Release Party Bagian 2: “Orang Penting dan Album Penting 2011”

    Morfem Release Party Bagian 2: “Orang Penting dan Album Penting 2011”

    Hal kecil yang perlu di perhatikan di Morfem Release Party tgl 20 Februari lalu. Sebuah display panel dengan rangkaian photo 3r bertajuk “Orang Penting dan Album Penting 2011”. Bahkan beberapa pengunjung show yang membeli CD di sana pun langsung di potret dan di display photonya. Apa sih sebenernya Orang Penting dan Album Penting 2011 ini? Sebenarnya “Orang Penting…” adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang masih membeli CD di tengah maraknya sharing file di tahun ini. Kami mengajak siapapun yang membeli CD “MORFEM/Indonesia” untuk berpose dan mengupload photonya ke fanpage Morfem di facebook. Pada Release party kemarin kita mendisplay beberapa photo yang masuk sebagai pameran bagian pertama. Kelak di akhir tahun 2011, kita akan sertakan semuanya ke dalam Pameran besar “Orang Penting dan Album Penting 2011”. Apapun Profesimu, jika kamu masih memilih CD di tengah trend File Sharing ini. Maka kami nobatkan dirimu sebagai ORANG PENTING.

    morfem release party

    Beberapa ORANG PENTING di Indonesia:

    erwin gutawa

    Erwin Gutawa, Komposer, Konduktor, bassist, produser musik

    mira lesmana

    Mira Lesmana, Produser Film, penulis

    Denny Sakrie

    Denny Sakrie, Penulis, kritikus musik

    morfem release party

    Jordy Reynaldi, Pelajar SMA di Jakarta

    morfem release party

    Benny Endika Chandra, Punk Rocker Plangkaraya, Kalimantan

    morfem release party

    Chazmil Karim, Pelajar, Surabaya

    morfem release party

    Eric de Sona, Mahasiswa Udayana, Bali

    morfem release party

    Rizky, Mahasiswa di Malaysia

    Check Photo lain di Morfem Fanpage. Jika kamu sudah memili CD MORFEM/Indonesia, silahkan berpose dan upload photonya di Fanpage atau email ke morfem.info@gmail.com . Bergabunglah dengan Orang Penting dan Album Penting 2011.

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG