Blog

  • Playlist 27 Maret: Agrikulture / Terang Benderang

    Playlist 27 Maret: Agrikulture / Terang Benderang

    Trus terang gue selalu melawati album ini di toko CD. Karena kemasannya kurang menggoda gue untuk memegangnya. Padahal sebelum album ini rilis, beberapa bulan silam. Gue langsung kepincut dengan lagu mereka yang berjudul Kita. Mereka membawakan lagu ini di sebuah launching produk Jeans di Grand Indonesia. Kebetulan gue jadi MC di sana. Dan lagu kita langsung nancep di kepala gue seketika. Benar. Lagu ini ringan dan catchy. Apalagi bagian refrainnya. Tapi begitulah. Ketika gue denger khabar album ini rilis, lalu gue cari di toko CD. Dan melihat artwork covernya. Gue mengurungkan diri untuk membelinya.

    Berbulan-bulan lewat. Akhirnya gue ketemu mereka lagi di acara Radio Show Tv one. Malam itu gue di daulat menjadi co-host Sandy Andarusman untuk yg ke tiga kalinya. Dan bintang tamu pada malam itu kebetulan Agrikulture dan Jiung. Mereka mengcover beberapa lagu Benyamin S (malam itu tema Radio Show adalah tribute to Benyamin S). Tapi ketika mereka membawakan lagu sendiri, lagu Kita, ada rasa bersalah menghantui diri gue. Anjiiing lagu ini enak banget. Kenapa gak gue sikat album mereka dari dulu yah.

    Esok harinya sebelum siaran gue memburu CD ini di Toko CD Sarinah, deket radio gue. Sial stocknya gak ada. Akhirnya gue bela-belain berjalan ke jalan Sabang. Aaaah…untungya gue bisa mendapatkannya di DS. Lumayan sedikit usaha di terik panas matahari jam 2 siang.

    Ternyata secara keseluruhan album ini cukup bagus. Kelebihannya DJ ngeband adalah mereka pandai menciptakan beat yang asoy dan sound yang pas buat bergoys! Salute buat Adit dan Dipa yang telah memproduseri sendiri album ini. Hal lain yang bisa di sebut untuk album ini adalah, suara vokal si Fandimc. Gile makin maut aja cing. Selain Kita yang menjadi favorit pribadi gue. Lagu Orang Utan dan Gengsi Oh Gengsi terasa banget mereka terpengaruh gaya lagu betawie Benyamin S dan Rap seadanya ala Farid Harja. Yang lebih antik lagi Lagu Cinta-Cintaan malah mengadaptasi teknik vokal vibrasi ala Farid Harja. Lengkap dengan sengaunya segala hahaha. Suatu waktu lain gue juga sempet liat Dipa jadi DJ, buset itu lagu Indonesia lawas dia mainkan di Club. Sepertinya hal ini adalah salah satu penyebab antiknya lagu-lagu di album ini. Kalau masalah sound, bah album ini ciamik. Lagu penutup Untukmu juga nomor penutup yang pas.

    Gue suka banget album ini 🙂

    Repeat yang Kita lagi aaahhh….

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Pijar Cakrawala kini berusia 4 Bulan

    Pijar Cakrawala kini berusia 4 Bulan

    Pijar Cakrawala Multhazam. Hari ini tanggal 25 Maret 2012 telah memasuki usia 4 bulan. Tanpa terasa Bestfriend ku yang satu ini sudah bertambah besar saja. Dan malam ini saya kembali sentimentil. Semoga kamu sehat selalu, bertambah cerdas, kuat, beriman dan tambah charming selalu. Benar, InsyaAllah Pijar akan tumbuh besar menjadi sahabat saya, bukan sekedar anak sulung saja. Kita akan berdialog dan bermain seperti kawan di kesempatan apapun kelak. Dan saya akan membagikan apapun pengetahuan yang saya punya kepada my bestfriend. Pijar Cakrawala.

    Masih teringat jelas bagaimana ketika dia masih dalam kandungan. Dan ketika air ketubannya pecah tepat di jam 12 malam memasuki tanggal 25. Waktu itu saya sedang menulis. Dan langsung saya tutup laptop seketika. Dan mengantarkan Chiara istriku ke rumah sakit Cinere. Dan sayapun duduk sampai tertidur di sebelah Chiara, menunggu sampai Pijar dilahirkan jam 9 paginya. Ketika tangisnya terdengar untuk pertama kali, saya merasakan keajaiban yang belum pernah di rasakan sebelumnya. Lalu pelan-pelan mengazankan telinganya. Dan mengembalikan kepada ibunya 🙂

    Kini dia sudah bisa tertawa. Berguling kesamping. Tengkurap dan mengangkat kepalanya. Dan mengularkan bahasa bayi, yang kita tebak-tebak apa maksudnya. Dan dengan suka cita kita menafsirkan apa arti setiap tangisnya.

    Masih jelas teringat ketika pertama kali memutarkan lagu The Whole Of The Moon milik The Waterboys. Karena saya bingung, bagaimana menenangkan dia yg sedang menangis. Ketika lagu sudah terdengar, Pijar lambat laun terdiam. Lalu tertidur pulas.Dan akhirnya lagu itu menjadi lagu pertama yang ia dengar di dunia.

    Kini pagi hari kerap saya habiskan untuk mengajaknya berjalan keliling perumahan dengan Chiara. Menjemurnya di matahari pagi. Mengajak dia ngobrol, menanggapi bahasa bayinya. Menafsir arti setiap tangisnya dan yang pasti menyanyikan lagu apa saja sampai Pijar tertidur. Dari lagu anak-anak zaman kecil dulu yang masih saya ingat. Lagu Lou Reed yang berlirik sopan. surat-surat pendek yg saya hafal. Lagu Barney, Bob Dylan, Jon Anderson, sampai mengarang lagu sendiri, bahkan improve di tempat karena stock sudah habis dan Pijar belum kunjung tertidur.

    Dan lagu anak-anak yang berkesan sampai tulisan ini saya bikin adalah

    dipucuk pohon cempaka
    burung kutilang berbunyi
    bersiul, siul sepanjang hari
    dengan tak jemu jemu
    mengangguk angguk sambil berseru
    trilili lili lilili

    sambil berlompat lompatan
    paruhnya slalu terbuka
    digeleng gelengkan kepalanya
    mnentang langit biru
    tandanya ia suka berseru
    trilili lili lilili

    Gak nyangka gue akan memasuki tahap ini. That’s What friend are for…kalo kata Dionne Warwick:

    Keep smilin’ keep shinin’
    Knowing you can always count on me for sure
    That’s what friends are for
    For good times and bad times
    I’ll be on your side forever more
    That’s what friends are for

  • Dokumenter Musik: Who The Fuck is Superglad

    Dokumenter Musik: Who The Fuck is Superglad

    Who The Fuck is Superglad adalah judul pertama dvd dokementer ini. Begitulah yang di ceritakan Buluk kepada gue beberapa waktu lampau. Sebelum DVD ini rilis. Setelah datang ke launching DVD ini gue mendapatkan judulnya sudah berubah menjadi Kemarin, Hari ini, Selamanya Rock Together. Buluk memang terinspirasi judul album 7second Walk Together Rock Together, sempat di jadikan tagline Superglad. Dan sudah melekat dengan image Superglad. Dan pergantian judul ini merupakan strategi agar memudahkan penjualan , ujar Buluk di launching DVD dokumenternya.

    Terlepas dari kompromi judul dokumenter ini. Isi dari DVD ini patut di acungi 4 jempol. Sutradara Edmond Woworuntu aka Kamerad Edmond aka Elkamerad berhasil mengaduk-aduk emosi kita. Dari tertawa melihat ulah SG. Terharu melihat suasana kepergian crew mereka, Aheng untuk selamanya. Kembali tertawa-tawa di adegan Mokai (judi), Bokeknya SG, Kedekatan dengan keluarga, hingga cuplikan show mereka yang cukup menghibur. Dan editor Haris Kartasumitra berhasil merangkai ribuan footage menjadi sebuah gambar yang sedap untuk di nikmati.

    Dalam dokumenter ini lo akan lebih mengenal karakter personil SG satu persatu. Selain Buluk yang sudah kita kenal dekat dengan “Mad Man” nya. Adegan Dadi di studionya lalu switch ke Crew gitar adalah bagian favorit gue. Hahahaha. Giox yang ternyata selalu berfikir positif. Akbar yang family man. Sisanya lo tonton sendiri. Karena di dalamnya ada komentar-komentar keren dari Jaya Roxx, Arian 13, WEndi Putranto dll. Lengkap dengan bahasa eksplisit dan gak di sensor. Rate 18+.

    Superglad

    Ada dua dvd yang siap lo nikmati myfriend. Merah untuk dokumenternya. Hitam live footagenya. Follow sutradara brilian dokumenterini @elkamerad untuk mendapatkan salah satu dokumenter musik terbaik di Indonesia saat ini.

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 19 Maret: Brutal / walau BeR -Umur tetep neTrAL

    Playlist 19 Maret: Brutal / walau BeR -Umur tetep neTrAL

    Beruntung sekali gue mendapatkan CD Single Brutal pertama, Bobo Siang, pada tahun 2009. Walau cuma format CD-R tapi tetap asik. Formatnya agak-agak Netral album 1-3. Walau vokalisnya terlalu manis dan terdengar sungguh-sungguh di refrain. Gue tadinya menganggap project ini hanya main-main isengnya Bimo. Format band ini bertopeng semua ketika tampil di TV. Alasan Bimo sih mereka masih terikat kontrak dengan label fast food yang ternama itu. Setelah single ini di putar di Radio. Brutal gak pernah terlihat lagi.

    Brutal / Album Semau Gue

    Akhir 2011. Tiba-tiba seorang kawan gue menggarap Video klip dari Brutal. Tadinya gue gak tertarik sama sekali. Tetapi setelah gue lihat photo-photo dokumentasi pembuatannya di FB, lho sepertinya ada tampang Bagus di situ. Hati gue mulai tergelitik.

    Ketika videonya di publish di Youtube, gue termasuk salah satu orang yang menunggu-nunggu. Walau konsep video klipnya ber alur cerita yang gak nyambung dan mubazir. penampilan Bagus dan Bimo sangat menghibur di sana. Andai adegan ceritanya di take out, video ini akan jadi lebih keren. Toh mereka berdua sudah nampak absurd 🙂

    Intinya gue memang menunggu formasi ini bergabung kembali. Bagus termasuk penulis lirik idola gue. Dan musik Netral MK I adalah Netral terbaik menurut gue.

    Ketika dapat khabar album ini di rilis gue langsung memburu toko CD terdekat. Gue buru-buru pulang dan nyetel CD ini di mini Hi fi meja kerja gue.

    WOOOWWW…

    Ternyata Miten (ex Netral MK I) juga jadi additional gitar di sini. Wah reuni terselubung nih.

    Gue suka banget album ini. Single Semau Gue, cukup seru. Tapi lagu yang berjudul Putus Cinta Ya Allah Ya Tuhanku….poll! Judulnya sangat genius hahaha.

    Tiada Cinta Mu Di Dada juga cukup asik. Rhytm ala Weezer, Breeders atau 90an banget pokoknya plus suara Vibra bikinan Bagus. Cukup bikin tersenyum.

    Mesin Pemusnah Senjata Cinta juga keren. Sehidup Semati apa lagi.
    SEmua lagu barunya gue suka.

    Tapi kita gak bakal menemukan gaya penulisan Bagus di album-album pertama seperti Netral, Tidak Enak, bahkan Album Minggu Ini. Konon saat itu mereka masih akrab dengan kenakalan remaja. Makanya zaman itu lirik celeng seperti pemuda gontai di gang sempit. Kalau zaman sekarang mereka udah pada clear dan cling. Walaupun mereka berusaha memasukkan 3 lagu dari album Tidak Enak. Tapi hasil rekam ulang ini gak bisa mengulagi kegeblekan album tersebut. Seharusnya gak usah di masukin nih Gus hahaha. Di Album ini Bagus banyak memparodikan Cinta. Sah-sah aja. Selama terdengar enak. Musiknya seperti Netral MK I plus Synthesizer. Gaya bernyanyinya memang top top top. Lepas kayak rem blong.

    Brutal / Album Semau Gue

    Tapi tetep, untuk single Bobo Siang gue masih megang versi 2009. Kalo kata Rod Steward eh Cat Steven: First Cut Is The Deepest 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 18 Maret: Pancaran Sinar Petromax / Balada John Lennon

    Playlist 18 Maret: Pancaran Sinar Petromax / Balada John Lennon

    Gara gara dengerin siaran best friend gue, Jonsi Malau, di Rurushop Radio. Gue akhirnya memburu CD ini. Yoa gara-gara satu lagu doang Balada John Lennon. Liriknya sedap banget friend. Mungkin bisa di bilang lirik Dangdut paling berbeda. Maklum anggota PSP mahasiswa semua. Gue rasa PSP adalah pelopor Dangdut orkes ala Mahasiswa. Cukup banyak sih pengikutnya di tahun-tahun berikutnya. Tapi belum ada yang ngegeser PSP sang pionir. Gue sempet lihat mereka sekilas menyanyikan Fatimah di acara talkshow Tukul. Beberapa minggu lalu. Dan ternyata masih edan! Bagaimana sih liriknya? Nih selamat menikmati

    PSP

    Balada John Lennon

    Ada orang ahli musik
    terkenal seluruh dunia
    Kacamata pantat botol
    Jadi model anak muda
    Semua yang dia bikin
    orang- orang pada ngikutin
    musiknya, rambutnya, ampe sepatunya

    John Lennon siapa gak kenal
    Suaranya siapa gak suka
    Ngak ngik ngok kata nyang tua
    Top top top kata yang muda
    ber sama temen-temennya
    dia bikin geger dunia
    Teriaknya, gayanya, yang macem gini:
    Ye ye ye uye

    Sementara mereka teriak damai damai
    orangpun pada bertanya
    Perdamaian macam mana sih yang elu pada mau?
    Apa cuma sebatas perang di vietnam yang baru berlalu?
    Atawa sebatas rujuknya John sama Paul, John sama Yoko?
    Kalau esok matahari terbit di timur
    Ye…nenek-nenek juga tau
    Masihkah kita berharap damailah di bumi ku
    Yah tergantung pesenan boss

    Nasib orang siapa tau
    Umur orang kagak tentu
    Gak di sangka Gak di nyana
    Denger khabar die udah gak ada
    Waktu hidup musiknya laku
    Udeh mati mangkinan laku
    Dari plat, kaos oblong ampe gambarnya

    John Lennon malang nasib mu
    Teriak teriak perdamaian
    Buat orang seluruh dunia
    Ampe tidur tanpa busana
    Apa daya hendak dikata
    Justru dia menjadi korban
    Kekerasan karena soal tanda tangan
    Aduh malang nasib mu

    Sebenernya paling nendang dari lirik di atas adalah bagian:

    “Ngak ngik ngok kata yang tua
    Top top top kata yang muda”

    Penggemar The Beatles pasti gengsi denger lagu ini. Penggemar dangdut pasti merasa lagu ini janggal banget hahahaha

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 17 Maret: The Dehumanizers / Here’s To You. Band yang bikin gue ngeband

    Playlist 17 Maret: The Dehumanizers / Here’s To You. Band yang bikin gue ngeband

    Gue memasuki remaja ketika zaman Heavy Metal di gandrungi anak kuliah. Dan Thrash Metal menjadi santapan anak sekolah. Menjadi shredder adalah cita-cita sebagian besar kawan gue kala itu. Mau ngeband musti punya skill. Keinginan untuk ngeband pupus sudah. Main instrument cuma alakadarnya. Suara, pas-pasan. Yha sudahlah, tapi tiap minggu gue tetep ke gigs. Cuma jadi penonton. Head banger dan moshing lah sampai pegel. Pulangnya? Naik Metromini.

    Hingga akhirnya pada suatu upacara bendera di sekolah gue (SMA 61 jakarta Timur). Gue mendapat pencerahan dari seorang kawan. Budi Ekafitri. Entah mengapa, dia tiba-tiba mengajak gue ngobrolin musik. Mungkin saat itu UUD 45 sedang di bacakan (kalo bagian ini gue lupa). Lalu dia menepuk pundak gue
    Budek (julukan Budi Ekafitri saat itu): “Jim, lo lagi dengerin apa sekarang?”
    Jimi: “SDI Dek” (sebuah band speed metal/thrash Jerman)
    Budek: Wah udah gak keren dengerin musik metal yang melodius.
    Jimi: “Emang ada gitu, band yang gak pake melody. Enak apa?”
    Budek: “Beh mantep. Lo udah denger The Dehumanizers gak?”
    Jimi: “Buset belom, lo ada? band apaan tuh?
    Budek: “Keren pokoknya, gak pake melody. Tapi tetep kenceng!”
    Jimi: “Pinjem dong!!!”
    Budek: “Tukeran ye. Karena kaset gue VSP (kaset Malaysia, lebih mahal). Tuker pinjem sama dua kaset lo.”
    Jimi: “Yah kaset gue photo copian semua, paling ada SDI sama Testament”
    Budek: “Yha udah itu aja, gak nape”

    Akhirnya setelah upacara kita janjian setelah pulang sekolah. Si Budek pun menepati janjinya untuk meminjamkan gue The Dehumanizers.

    the dehumanizers kaset

    Sebuah kaset keluaran VSP (Valentine Sound Production) Malaysia. Yang sebenernya bajakan. Pada waktu itu kaset resmi Indonesia (bukan bajakan) di bandrol Rp 7000,-. Sedangkan keluaran VSP bisa Rp 14 000,- sampai Rp 20 000,-an.

    the dehumanizers heres to you

    The Dehumanizer / Here’s To You. Artworknya keren. Musik apa sih ini? Di kasetnya ada tulisan Thrash Metal. Tapi kok artworknya gak ada tengkorak apalagi bau darah seperti band Thrash kebanyakan. Lalu tanpa pikir panjang gue setel kaset itu di tape deck Sanyo (gue tau tape gue gembel banget jaman itu, jangan banyak cincong!) di ruang tengah gue. Buseeet.

    Tiba-tiba, sesuatu terjadi…..

    ANJING!!! Musiknya gampang banget! Simpel. Dan vokalisnya terdengar brengsek!!!!!!

    Gue yakin ini bukan Thrash Metal. lalu gue buka sleevenya. Di lagu Here’s To Lou ada penggalan lirik yang berbunyi:
    Lou I’m Mesmerized.Punk Rock. Drugs. Hair. Leather. Shining Armor. Please save me Lou. Please save me.
    Saat itu juga gue punya asumsi sendiri. Pasti musik ini Punk Rock. Musiknya gampang. Liriknya sampah banget. Bertema drugs, berantem di bar, dan males-malesan, hangover nonton TV. Lalu gue ambil tas sekolah gue. Gue tulis besar-besar dengan cat Asturo: PUNK! Setelah itu gue ambil gitar akustik abang gue. Sinting! Gue berhasil ngulik lagu mereka. Yoa, Godmen dari The Dehumanizers adalah lagu pertama yang berhasil gue kulik dari kaset. Lo bayangin! Gue yang main gitarnya caur aja bisa ngulik lagu ini. Bayangkan betapa gampangnya lagu-lagu di album ini.

    Lambat laun gue akhirnya tau kalau warna musik yang di usung The Dehumanizers adalah Crossover. Perkawinan silang Thrash dengan HC/Punk. Dan guepun semakin meninggalkan Thrash. Dan mulai menggilai Punk Rock. Dan mulai menjajal Sex Pistols.

    Akhirnya gue mangajak dua temen sekelas gue untuk membuat band. Dengan modal rekaman dan cover photo copy kaset The Dehumanizers (aslinya udah gue balikin ke Budek) gue mengajak dua kawan gue. Tjahjo (gitar) dan Erik (drum) untuk membuat band. Gue sendiri megang bass sambil vokal. jangan tanya kualitas permainan gue. Fals atas bawah. Tapi gilanya di latihan berikut gue udah bikin lagu sendiri. Seiring berjalannya waktu, wawasan Punk Rock gue bertambah. Akhirnya band pertama gue di SMA ini gue namakan Triple Jerk. Plesetan Circle Jerk. yah namanya juga masih SMA 😛

    Beberapa Tahun Kemudian

    Gue sudah melanglang buana ke belasan band. Sudah lulus kuliah. Dan band gue ke 11, The Upstairs terbilang cukup sukses. Kemajuan dunia komunikasipun makin terasa. MySpace situs jejaringan sosial paling trendy saat itu. Hampir semua orang memiliki account myspace. Sekitar tahun 2007 gue baru saja mulai siaran di Trax FM. Siaran pagi bareng Buluk Superglad dari jam 6-jam 10 siang. Ritual pagi. Bikin teh manis hangat. Opening siaran. Sambil nyetel lagu biasanya gue buka Myspace. Lalu gue buka inbox,…coba gue lihat….gak salah nih. Lalu gue kucek-kucek mata gue. GILA! gue dapet message dari David Ulysses Portnow!!! Anjiiing!!! Lalu gue panggil Buluk.

    Gue: “Luk! Lokit gue dapet message dari siokap!!!”
    Buluk: “Hah? Siapa emang? David Ulysses Portnow? Kayaknya gue tau dah”
    Gue: “”Ini pruducernya The Dehumanizer!!!”
    Buluk: “The Dehumanizerz!!! Ngentooootttt!!!!
    Lalu gue sama Buluk tertawa terbahak-bahak. Dan langsungs joget-joget gembel. Terbayang andaikata messege ini gue terima pas SMA pasti gue langsung pingsan.

    Sayangnya message asli dari David gak bisa gue akses. Gue lupa password Myspace gue. Intinya David Ulysses Portnow browsing semua MySpace yang mencantumkan The Dehumanizers sebagai influence. Lalu mengajak kita untuk ikutan dalam kompilasi tribute to The Dehumanizers. Waaaahhhh tawaran yang menarik. dari tahun 2007. Akhirnya baru tahun 2010 kompilasi itu release. The Upstairs, Antiseptic, Trauma, dan Citizen Useless adalah band Indonesia yang sempat terlibat di kompilasi ini.

    dehumanizers retro as hell

     

    Setelah album ini release, gue agak sedikit geli sih baca judulnya: Retro As Hell!! Yeah gimana yah haha. The Upstairs sukses meremake Sing Thru Me di sana. Dan lucunya band-band Indonesia cukup serius dan terdengar lebih keren dari band-band lain yang ada di kompilasi ini.

    Tapi hubungan gue dengan David Ulysses memang ajaib. Gue sering berkirim message ke dia. Bertukar cerita. Dari cerita David akhirnya gue tau, kalo The Dehumanizers adalah band Seattle. Ketika Thrash Metal di ambang ke jayaannya. Dan Seattle Sound/Grunge belum merebak. Dan band ini pun sebenernya belum pernah bermain di panggung besar sekelas arena. Dan sebagai tanda seriusnya dia mengajak kita ikutan kompilasi. Dia mengirimkan gue 5 cd The Dehumanizer anthology. Sebelum kompliasi di garap. Asu iki friend…rare 😀

     

    dehumanizers antology

    The Dehumanizers / The First 5 years of Drugs Use. Di album ini mereka memixing ulang lagu-lagu lama mereka. Walaupun hasilnya gak se antik versi pertama. Tapi karena CD ini di kirim langsung oleh The Dehumanizers, maka akhirnya album ini menjadi tak ternilai harganya.

    Dari 5 CD yang gue dapat. Satu gue simpan. Satu gue kasih ke Buluk. Satu ke Arian 13 (dengan catatan barter dengan kaset versi VSP), Satu gue kasih Wenz Rawk, dan satunya lagi gue kasih ke Budek. Nah perjalanan ngasih ke Budek inilah yang sangat memorable. Kebetulan tahun 2009 gue bersama The Upstairs dapet job maen di Malaysia. Dan gue denger khabar Budek sudah tinggal dan menikah dengan Gadis sana. Setelah selesai manggung, gue cari Budek dan langsung gue serahin CD ini

    Jimi dan Budi Eka Fitri. Malaysia

     

    Budek (Budi Eka Fitri) hanya tertawa-tawa mendengar cerita gue ketika upacara bendera puluhan tahun silam. Dia sendiri sudah lupa akan momment itu. Apalagi setelah dia mendengar gue mendapat langsung CD ini dari The Dehumanizers, semakin meledaklah tawa dia. Bahkan diapun heran melihat gue akhirnya membuat sebuah band. Sore itu di Malaysia kita banyak bercerita zaman putih abu-abu. Thrash Metal sampai cewe-cewe favorit di sekolah.

    Sampai sekarang walaupun sedikit orang yang tau The Dehumanizers. Gue tetap menganggap mereka sebagai salah satu inspirasi gue. Walaupun semakin gue kenal dengan David Ulysses gue semakin tau betapa kecil dan underatednya mereka. Pandangan gue gak juga berubah.

    Bener Friend. Gara-gara dengerin The Dehumanizers akhirnya gue berani bikin musik sendiri. The Dehumanizers tidak menginfluence gue secara musikal. Tapi pola pikir bermusik. Gue jadi yakin dengan kemampuan gue yang minimal, gue bisa menghasilkan hal yang maksimal.

    The Dehumanizers adalah band yang bikin gue nge band sampai saat ini…bahkan nanti.

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Playlist 14 Maret: Dead Vertical / Perang Neraka Bumi. Ngerii….

    Playlist 14 Maret: Dead Vertical / Perang Neraka Bumi. Ngerii….

    Grindcore! Peak musik terkeras yang bisa masuk ke telinga gue. Musik yang lebih cepat dan keras dari ini, ampun! Lewat dulu deh hahaha. Gue sudah menikmati album DV sejak album kedua mereka. Dan untungnya trigger Kick mereka cukup di EQ dengan baik di album ini. Akhirnya gue bisa menikmati keganasan Arya dalam menyiksa drum setnya. Andaikata kick mereka lebih low sedikit lagi, maka keganasan ini bisa bertambah 180 % hahaha. Teori gembel gue berbicara.

    Cukuplah bicara teknis mari nikmati album ini. Album ini menceritakan tentang Perang Dunia 2 (itupun gue tau karena gue membaca notes mereka di Facebook). Kalo elo belum membaca notes mereka, lo akan merasakan scene keganasan perang lewat lirik mereka. Semua lirik berbahasa Indonesia (itulah nilai plusnya). Andaikata mereka menceritakan keganasan perang atau kezaliman lain di Indonesia, gue percaya. Nilai kesadisan album ini pun akan naik hingga 280%. Teori gembel gue kembali berbicara.

    Gagal dan Binasa adalah track yang pertama kali menancap di kepala. Gue suka banget bagian reffnya. Grind klasik. Inti Petaka berikutnya. Dialog di depannya adalah dialog khas anak Jakarta Timur. Tentang plastik kresek hitam. Berisi pipis malaikat. Wah mereka memasukkan unsur yang sangat Indonesia. Sedangkan di track lain mereka sering menyisipkan dialog dari film-film perang Hollywood. Di butuhkan kematangan ide buat mewujudkan itu. Hal mengejutkan lain adalah mereka memasukkan track cover version band idola gue di kala remaja, Terrorizer. After The World Obliteration. Dan Rocket Pemusnah, track favorit berikutnya. Intronya gue yakin akan menggiring serdadu-serdadu hitam mendekati bibir panggung dan menciptakan miniatur Neraka Bumi di depan pentas. Kejam!

    Yang membuat album ini layak di buru adalah covernya yang sadis ternyata hasil torehan tangan Morrg dari Raja Singa! Menurut Oyi (manager mereka), artwork asli cover ini berukuran besar. Gue berharap artwork aslinya di pamerkan pada DV release party April mendatang. Gue akan memakan waktu lama untuk berdiri di depan karya Morrg ini.

    Kalo kata kawan gue Cilung (Bali) album DV ini akan berdampak pegal selangkangan akibat Pogo hahaha. Gue setuju. Garukan gitar Boy dan cabikan bass Bonny intens mengepung Arya yang menyiksa drum setnya. Ngeriii…..

    Hajar Boy!

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Jalan Darat Tour 2012 bersama MORFEM, Jude, The Experience Brothers

    Jalan Darat Tour 2012 bersama MORFEM, Jude, The Experience Brothers

    Jalan Darat Tour 2012 adalah sebuah perjalanan tour musik yang patut di simak di awal tahun ini. Tiga band segar Indonesia yang sedang jadi perbincangan hangat MORFEM, JUDE dan THE EXPERIENCE BROTHERS berkoalisi mengadakan mini concert tour melewati Solo, lalu Semarang, Malang sampai menyeberang ke Bali. Tour ini di jalankan dengan menggunakan bus. Dan semua kejadian selama perjalanan, suasana konser hingga backstagenya di rekam dan akan di rilis dalam format DVD. Dan Video ini nanti akan di abadikan langsung oleh videographer muda progressive Dimas Wisnuwardono. Selain ketiga band tersebut, band-band dari kota setempat juga berartisipasi di setiap konsernya.

    Lalu siapakah ke tiga band segar tersebut? Mengapa mereka bisa menjadi perbincangan hangat di tahun 2012?

    Morfem Indonesia
    Morfem
    Sebuah band yang di gagas Jimi Multhazam (vokal) dan Pandu Fuzztoni (gitar) pada tahun 2009 bersama Freddie A Warnerin (drum) dan Bramasta J sasongko (bass). Telah memiliki dua rilisan. Sebuah album penuh berjudul Indonesia. Dan mini album berjudul unik Seka Ingusmu! Yang di rilis pada tahun 2011.

    Album penuh pertama MORFEM, Indonesia berhasil mencuri perhatian dan di nobatkan sebagai:
    Album Favorit 2011 Versi Jakarta Globe
    Album Terbaik 2011 Versi Trax Magazine
    Album Terbaik 2011 Versi Majalah Rollingstone Indonesia (Peringkat 4)
    Lagu Indonesia Terbaik 2011 / Gadis Suku Pedalaman (Peringkat 3)
    Nominasi Album terbaik 2011 versi Majalah Tempo
    Bahkan salah satu dari 3 video klip mereka yang berjudul Pilih Sidang Atau Berdamai di nobatkan menjadi video klip terbaik (peringkat 1) oleh majalah Rollingstone Indonesia

    Sedangakan mini album mereka Seka Ingusmu! Di rilis secara gratis di dunia maya. Dalam waktu 3 jam. Dan berhasil di download oleh sekitar 5000 fans mereka. Setelah di buka selama 3 jam, link mini album inipun di tutup dan hilang dari dunia maya.

    The Experience Brother
    The Experience Brothers
    Band unik yang hanya beranggotakan dua orang kakak beradik Bram Saladdin dan Daud Sarassin. Walau hanya di suguhi Gitar Vokal dan Drums, tapi kita berasa mendengarkan band utuh bernuansa psychedelia/blues/rock n roll abad modern!

    Mereka telah merilis dua album, di antaranya:
    Summer of Love (2008)
    Eye Contact (2011)
    Dan album ini di nobatkan sebagai Album Terbaik tahun 2011 versi majalah Rollingstone Indonesia (peringkat 5).

    Jude Apapun Itu
    JUDE

    Jude adalah line up Jalan Darat Tour yang bernuansa paling Vintage. Dengan musik catchy bernuansa Pop/Rock ala 60’s dan 70’s. Jude beranggotakan Lukman SW (Drums), Yehezkiel Tambun (Vokal, Gitar), Kaneko Pardede (Keyboards, Vokal), dan Johannes Hutagaol (Gitar, Backing Vokal). Mereka telah merilis album perdana pada tanggal 11 Januari 2011. Berjudul Apapun Itu EP. Setelah menjual album mereka secara hand to hand dan online, kini mereka telah membebaskan kita untuk mendownload mini album perdana mereka di dunia maya.

    TOUR
    Jalan Darat Tour 2012 ini akan di mulai pada tanggal 22 dan berakhir tanggal 28 Februari. Berangkat dari Jakarta dengan bus dan memulai konser pertama di Solo tanggal 24. Di Space cafe. Lalu perjalanan di lanjutkan ke Semarang, dan melaksanakan konser pada tanggal 25 di VIP cafe. Perjalanan di teruskan lalu singgah ke Malang tanggal 26 untuk konser di Bale Barong dan menyeberang ke Bali untuk konser penutup tour pada tanggal 28 Februari di Boshe.

    JALAN DARAT TOUR, THE VIDEO
    Morfem, Jude dan The Experience Brothers memiliki stage act yang unik. Bukan hanya itu. Mereka bahkan memiliki personil berkarakter kuat yang tidak kalah uniknya. Aksi dan Intraksi mereka selama dalam perjalanan tour patut di dokumentasikan. Dan akan menjadi hal yang menarik di tonton dalam format dvd. Untuk hasil yang maksimal Jalan Darat Tour mengundang videographer muda yang aktif membuat video musik hingga iklan, Dimas Wisnuwardana. Dan gaya pengambilan gambar video dari Dimas terbilang Cutting Edge, cocok di sandingkan dengan karakter Morfem, Jude dan The Experience Brothers. Selain dalam format Video. Tour ini juga di abadikan oleh Photographer muda Agung Hartamurti Wirawan. Yang lebih di kenal dengan Irockumentary.

    Format tiga band ini pernah di uji coba di dua gigs di Jakarta. Dan sempat di tayang dalam acara musik TV bernuansa cuttingedge Jakmusik di Jak TV. Dan hasilnyapun luar biasa. Dengan di prakarsai oleh East Conspiracy, sebuah organizer underground dari Timur Jakarta. Trio band antik ini di bawa keliling Jawa dan Bali. Untuk menyebarluaskan khabar tentang musik Indonesia yang berbeda.

    Akhir kata, mari kita hadiri konser Jalan Darat Tour di setiap kotanya. Jadilah bagian dari keseruan suasanya yang di abadikan dalam DVD. Dan yang terpenting, jadilah saksi bagi babak baru musik Indonesiaa

  • Family Tree Live: MORFEM, Sentimental Moods, Indische Party, Visco, Bite

    Family Tree Live: MORFEM, Sentimental Moods, Indische Party, Visco, Bite

    Family Tree, sebuah Gigs Gratis yang menampilkan Morfem, Sentimental Moods, Indische Party, Visco dan Bite. Di adakan di Marley Cafe. Energy Building lantai 2. SCBD Area. Jl Sudirman kav 52 53 Jakarta Pusat. Hari Jumat, tanggal 17 Februari 2012. Yang menarik dari gigs ini adalah tiap band yang tampil di motori oleh personil dan mantan personil The Upstairs. Family Tree live!

    Pada gigs ini kita akan menyaksikan sisi lain, bahkan bisa di bilang roots musik tiap personil dan mantan personil The Upstairs. Dari jenis musik yang beragam. Kemasan yang berbeda. Dan pesan yang beragam.

    Sekilas tentang line up yang akan tampil tanggal 17 Februari nanti:

    Morfem Indonesia

    MORFEM
    Band yang di motori 2 orang personil The Upstairs. Jimi Multhazam (vokal) dan Pandu Fuzztoni (Gitar). Berbeda dari musik The Upstairs yang Synthetis dan cenderung Electronics, Morfem justru menampilkan kesederhanaan komposisi. Gitar, Bass, Drum dan suara yang Raw. Menampilkan sisi lain Jimi dan Pandu akan selera Punk Rock dan Popnya, yang di kemas dalam nuansa gitar Fuzzy. Morfem telah merilis satu album perdana, Indonesia. Dan sebuah ep, Seka Ingusmu!

    Sentimental Moods

    SENTIMENTAL MOODS
    Band yang di motori Beni Adhiantoro ( Drummer The Upstairs ), menampilkan roots musik yang di dalaminya sejak remaja. SKA. Sentimental Moods mengemas musik dansa tradisonal Ska, dalam komposisi instrumental. Sebuah mimpi yang sedang di bangun Beni dalam Sentimental Moods adalah membentuk sebuah Orkestrasi SKA yang megah. Saat ini Sentimental Moods sedang menyelesaikan album perdana mereka.

    Indische Party

    INDISCHE PARTY
    Band ini yang di motori gitaris The Upstairs, Andre Idris. Berazaskan buta Beatles dan penganut Rolling Stones estetik. Indische Party mengemas musik selayaknya remaja 60an memainkan musik Rock N Roll. Dengan pemain drum wanita membuat warna Indische Party semakin memanaskan lantai dansa di pestamu. Sampai saat ini Indische Party masih menyelesaikan album perdana mereka, Yang di rekam secara Live. Untuk mendapatkan nuansa klasik Rock N Roll di komposisinya

    Bite

    BITE
    Sebuah band yang di bangun oleh mantan backing vokal The Upstairs, Rebecca Theodora. Kini Bite di perkuat pula oleh mantan keyboardis pertama The Upstairs, Hans Sabaruddin. Kali ini Hans menampilkan kepiawaiannya bergitar. Dengan sound Crunchnya yang khas. Bite telah merilis satu album perdana.Bernuansa Alternative Rock dengan lirik yang tajam ala Rebecca Theodora. Dimana pada album itu kita tidak hanya mendengarkan suara ciamik Rebecca. Tapi juga menikmati komunikasi visual Rebecca dalam artworknya yang eksentrik.

    Visco

    VISCO
    Band yang di bentuk oleh Krishna Sukarya sebelum bergabung dengan The Upstairs. Namun karena kesibukan personil-personilnya band inipun bertransformasi menjadi proyek solo. Sejak 2011 Visco telah menjadi Krishna Sukarya dengan beragam piranti keyboardsnya. Dari semua proyek line Up Family Tree, Visco memiliki nuansa musik yang masih berkaitan dengan The Upstairs. Dengan mengambil basic New Romantic 80an dan Glam Rock 70an, Krishna merekam beberapa materi album awalnya bersama Visco, di tambah beberapa materi baru yang tidak kalah modern.

    Selain di perkuat oleh para The Upstairs Family Tree. Acara ini juga di panaskan oleh sebuah band pembuka yang masih muda belia: Oldboy Melody. Yang mana para personilnya merupakan fans fanatik The Upstairs, yang sering di sebut dengan nama Modern Darlings.

    Sampai Jumpa tanggal 17 Februari 2012 di FAMILY TREE live. Di Marley Cafe. Energy Building lantai 2. SCBD Area. Jl Sudirman kav 52 53 Jakarta Pusat. Ingat acara ini gratis. Mari datang dan bersenang-senang 🙂

    Sampai jumpa di Pentas

  • Morfem Di Angkasa

    Morfem Di Angkasa

    Melambung sekali judul ini yha. Thanks to Agung Hartamurti Wirawan. Judul ini gue mbil dari subject email dia ke gue. Sebenernya gue mau menceritakan pengalaman mangung di SMA Angkasa 2. Sabtu kemarin. Tanggal 28 Januari 2011. Pentas ini sangat spesial untuk Morfem. Terutama Gue dan Pandu Fuzztoni. Untuk gue, ini merupakan pentas gue ke dua di SMA Angkasa 2. Dan buat Pandu dia main di almamaternya. Sebagai alumni yang diundang menjadi Juri Musik pada kejuaran musik di sana. Dan tampil sebagai bintang tamu pada puncak acara. Jackpot untuk Pandu Fuzztoni 🙂

    Dan ceritapun bergulir:

    The Upstairs live at SMA Angkasa 2 2005
    2005. The Upstairs manggung di SMA Angkasa 2. Gue setuju, photo ini bukanlah photo yang bagus. Tapi Photo ini cukup bersejarah. Perhatikan penontonnya, cowok kurus memegang kamera video dan berjaket hitam. Benar yang matanya menatap kamera. Dia adalah Pandu Fathoni. Murid SMA Angkasa 2 kelas 3. Penonton The Upstairs.

    lalu enam tahun kemudian…

    morfem live at sma angkasa 2. 28 januari 2012
    Anak itu sudah berada di atas panggung bersama gue. Kini nama bekennya Pandu Fuzztoni. Julukan yang di berikan oleh Henry Foundation dari Goodnight Electric ketika dia berulang tahun di tahun silam. Dan kita berdua membangun sebuah band berhaluan Fuzztone/Punk/Rock/Pop bernama Morfem.

    morfem live at sma angkasa 2. 28 januari 2012
    Dan kini kita berpose bersama Bramasta Juan sasongko dan Freddie Alexander Warnerrin di dalam kelas tempat dulu Pandu belajar. Sedaff!

    morfem live at sma angkasa 2. 28 januari 2012
    Lalu kita beraksi di atas pentas. Di depan adik kelas Pandu dan tentunya mantan guru-gurunya yang duduk di tempat khusus. Hahahaha..

    morfem live at sma angkasa 2. 28 januari 2012
    Sayangnya cuaca gak memunkinkan. Di uncak penampilan Morfem hujan turun.

    morfem live at sma angkasa 2. 28 januari 2012
    Tapi sepertinya Pandu Fuzztoni tak perduli!

    morfem live at sma angkasa 2. 28 januari 2012
    Dan beberapa anak Angkasa memutuskan tetap di lapangan. Menarikan tarian hujan diiringi lagu Gadis Suku Pedalaman.

    morfem live at sma angkasa 2. 28 januari 2012
    Sebagai juri festival musik dan guest star di pensi Angkasa 2. Pandu Fuzztoni melegalisir gitar milik peserta festival di sana. Sebagai gitaris mereka memiliki skill yang mumpuni. Dan sekarang mereka sudah “Sah” menjadi gitaris setelah di bubuhi Pandu Fuzztoni di kapaknya 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise go to SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Photo 1 by: Ay Aria
    Photo 2-6 by: Agung Hartamurti Wirawan of Irockumentary
    Photo 7 by: Pandu Fuzztoni
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG