Blog

  • Morfem Release Party, Bagian Pertama: The Show!

    Morfem Release Party, Bagian Pertama: The Show!

    Malam itu tanggal 20 februari. Tahun 2011. Hari minggu. Morfem mengadakan Record Release Party. Merayakan beredarnya album perdana bertajuk “Indonesia”. Yang sudah beredar di sejak 13 Januari 2011. Tempat yang di pilih Eastern Promise. Bar bule bernuansa Belanda, dengan sebuah panggung di halaman belakangnya. Yang tentunya sudah di sulap menjadi concert hall kelas garasi. Eunice Nuh adalah penggagas Release Party malam ini. Dengan team kecilnya bernama H.O.R.E. Malam itu Morfem di buka oleh dua band keren. Suri dan Pal/NTSC.

    Setelah Pal/Ntsc turun panggung, MC memanggil Morfem. Freddielah personel pertama yang naik panggung.

    morfem release party

    Drum set langsung di hajar habis-habisan olehnya. Tiada ampun.

    morfem release party

    Selang beberapa bar, Bram inisiatif naik kepanggung. Langsung mencabik basnya.

    morfem release party

    Sepertinya Pandu gatal melihat Bram dan Freddie larut di atas panggung. Akhirnya Pandu menyusul selang beberapa menit. Langsung menginjak Pedal Wah

    morfem release party

    Dan….inilah Fuzztoni! Krrrrkkkkkkk Zzzzzzzzt ngiiiiiiiing Wuaaaaaaaaaaaiiiinnnngggggggg

    morfem release party

    Ketika kebisingan memuncak, saatnya Jimi hadir dan menyapa kerumunan..Hei!!!!

    morfem release party

    Nomor pertama setelah kebisingan adalah Who Stole My Bike. Di susul Death Kitchen ……

    morfem release party

    Pada malam itu kita juga membawakan beberapa nomor unrelease seperti Rumah Kita Dermaga dan 2 lagu lagi yang belum sempat di beri judul. Semestinya 3 lagu ini masuk ke album Indonesia. Namun karena keterbatasan waktu, kita memutuskan merelease ke 3 lagu ini di album berikut. Namun di mainkan di release party nampaknya seru juga.

    morfem release party

    Dan pastinya memainkan beberapa Cover Version dari Black Sabbath, The Vaselines, Black Flag dan The Velvet Underground yang sudah di poles dengan nuansa MORFEM. Lagu lagu ini cukup membantu kita ketika mencari sound yang tepat untuk Morfem. Dan versi Morfem dari The Velvet Underground / I’m Set Free adalah cikal bakal sound yang terdengar di album Indonesia.

    morfem release party

    Wow, Bram mulai menenteng gitar akustik. Yoa, seperti di album Indonesia kita punya beberapa single akustik yang akan di lantunkan. Wahana Jalan Tikus dan Tidur di Manapun Bermimpi Kapanpun di mainkan. Tapi sela lagu tersebut kami selipkan single lawas the Beatles. What Goes On. Yeah, semua awak Morfem adalah penggemar The Beatles, kecuali Jimi. Sebagai jalan tengahnya kita mainkan the Beatles yang bernuansa Bob Dylan. Cukup adil toh 🙂

    morfem release party

    Apakah kamu melihat jimi membawa kertas di photo atas? Yup dia tidak hafal. Itulah salah satu alasan kenapa kami gemar menciptakan dan memainkan lagu sendiri. Sangat malas menghafal lagu orang lain hahaha

    morfem release party

    Selesai dengan nomer akustik. Kita hajar lagi dengan kebisingan lainnya. Pilih Sidang atau Berdamai

    morfem release party

    Pada bagian ini kita berhasil mengajak penonton menyanyikan refrain menjadi yel yel panjang. Dilanjutkan dengan Tidur Dimanapun Bermimpi Kapanpun dengan versi electric.

    morfem release party

    Dan malam ini pun di tutup dengan Gadis Suku Pedalaman. Dan Akhirnyaaaaaa……

    morfem release party

    Tiada mungkin untuk mu pulaaaaang….

    morfem release party

    Bram dan Pandu pun berduet di tengah lagu

    morfem release party

    Dan Pandu Fuzztoni pun tak bisa di hentikan

    morfem release party

    Ah, baiknya ku tingkahi dengan tarian ala pedalaman. Lalu turun ke Penonton, mengajak mereka menyanyikan refrain…

    morfem release party

    Jimi: “Ku Spekulasi Kau Bercinta……”

    Leonardo (the sun): “Kalo Ngewe Jangan Kedaleman…!!!””

    Disambut tawa dan tepuk tangan meriah penonton

    morfem release party

    Jimi: Ku Spekulasi kau bercinta

    Kubil The Upstairs: Dengan Gadis…..yang mana aja deh 😀

    Hahahaha

    morfem release party

    Wah ada Shandy Sondoro nih…

    Jimi: “Akuuuuuuuu Yeah…..”

    Shandy: ” Dengan Gadis Suku Pedalaman!!!”

    Kali ini tepuk tangan lebih meriah. Shandy mengeluarkan suara emasnya.

    morfem release party

    Waaah siapa ini, hmmmm Casandra Masardi…..

    Jimi: Ku spekulasi kau bercinta….

    Casandra: hi hi hi…

    morfem release party

    Naik meja untuk melihat suasan lebih luas. lalu lompat kembali ke panggung.

    morfem release party

    Setelah mengobrak abrik penonton. Sekembalinya ke panggung. Pandu sudah berguling guling dengan Radix Zetanya.

    morfem release party

    Selang beberapa saat dia sudah melompat ke set drum Freddie. Disusul Bram yang mendarat di kick drum.

    morfem release party

    Akhirnya Pandu merampas drum Freddie. Freddie pun membalas dengan mengacak-acak box efek Pandu. Dan Jimi membalas dengan gesekan mautnya

    morfem release party

    Salut untuk semua yang hadir malam ini. Eunice penggagas acara. David Karto dari deMajors. Suri dan Pal/Ntsc sebagai band pembuka. Kawan-kawan jurnalis yang hadir yang gak bisa gue sebutin satu persatu. Kawan-kawan musisi. Rekan kerja. Teman Tongkrongan. Dan yang pasti penikmat musik Indonesia yang hadir dan membeli album perdana kami.

    morfem release party

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

    morfem release party

    Photo 1.2.3.4.5.6.8.10.11.13.14.15.16.17.18.19.20.21.24.28: Dimas Wisnuwardono

    Photo 3.7.9.12.25.27 : Shakti Siddarta

    photo 26 : Ade Branuza

    photo 20,22,23: Chiara Deserina

    Telah Beredar CD MORFEM/Indonesia

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use:

    RADIX guitars

    CROOZ Denim from CROOZ Apparel

    Enjoy Pilih Sidang Atau Berdamai Official Video

    Directed by: JIMI VS HENRY:

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Morfem Interview: Tertawa terus di Global Radio

    Morfem Interview: Tertawa terus di Global Radio

    Wawancara Radio adalah pentas buat gue. Di Radio manapun bisa seru. Tapi di Global Radio kemarin, gila jatuhnya. Hahaha. Alternative zone sebuah program yang di kawal Zaki dan di bumbui Toni Brandals dan Whisnu Monkey to Millionaire, mengudara setiap hari minggu siang. 13 februari mereka mengundang Morfem berbincang di udara. Tepat sebulan setelah rilisnya album “Indonesia”. Wawncaranya penuh antusiasme. dari Whisnu yang penasaran, Toni yang nyeleneh, untung ada Zaki yang mengembalikan ke relnya. Kalo nggak nyasar kita hahahaha.

    global radio

    Zaki Otak dari Alternative Zone. 884 fm Global Radio. Yang membuat show tetap pada framenya.

    global radio

    Wishnu Monkey To Millionaire, antusias menggali sepak terjang Morfem. Dan terbahak-bahak mendengar berita yang kita paparkan 😀

    global radio

    Toni Brandals, banyak mengangkat fakta ngehe dari Morfem. Sepertinya dia sisi selebornya Alternative Zone.

    global radio

    Morfem cuma datang berdua, tapi suasana tetap gak berkurang meriahnya.

    global radio

    Lagi offair cerita berlanjut terus

    global radio

    Di tambah bahasa tubuh yang gak kedengeran di radio

    global radio

    Coolingdown, Wishnu mulai bertanya lagi

    global radio

    Ketika Jimi menjelaskan Wishnu menyimak sambil ngupil dan ongkang kaki (Rocks!!)

    global radio

    Habis itu ketawa lagi, hahahahhaha

    Crazy

    Teks: Jimi Multhazam

    Photo: Agung Hartamurti Wirawan

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Show’s Booking & CD’s Direct Selling)

    Follow Morfem Twitter: @morfem_band

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Pameran pertama di 2011 (1001 Pintu)

    Pameran pertama di 2011 (1001 Pintu)

    Pameran Seni Rupa 1001 pintu ini di selanggarakan di Ciputra World Marketing Gallery, Jakarta, 26 Januari-6 Februari 2011. Wuuuh, sebuah pameran besar buat gue. 101 seniman terlibat. Gue di undang sebagai Musisi untuk menafsirkan sebuah pintu. Mohon di baca lagi, sebagai Musisi, yeah!! Ada untungnya sih gue di undang sebagai Musisi, beban morilnya jadi lebih ngehe! Asoy. Melihat nama Gallerynya: Ciputra World Marketing. Maka gue juga akan mengadakan Marketing di pameran ini. Dan karena di undang sebagai musisi. Maka karya menafsirkan pintu gue ini juga gak jauh- jauh dari musik. Itulah ide awal gue.

    Beberapa bulan sebelum pameran gue di kirimkan sebuah pintu. Betapa terkejutnya gue melihat bentuk pintu ini. Ternyata pintu yang gue dapet adalah sebuah pintu garasi kuno. Dan merupan hanya bagian kecil dari pintu yang panjang. Gila. Bentuknya aneh banget. tapi keren juga. Pintu garasi. Garage Rock yhe gak 😀

    Akhirnya, gue berhasil menyelesaikan karya ini. Masih dengan style “Disko Bareng Seniman” . Gue pun menulis di atas pintu. Lengkap dengan kolasenya. Karena menurut gue Menulis itu sama dengan Melukis di fikiran orang lain. Gue akan mengeksplore gaya ini di tahun 2011. Wah Pameran Besaaar 😀

    Jakarta 26 januari 2011

    Jimi Multhazam

    OutNow: Morfem “Indonesia” Available in CD

    Morfem Contact: +62858 11 764 764 (Booking Show & CD’s direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • 1992: Jimi tersengat Sonic Youth / Dirty

    1992: Jimi tersengat Sonic Youth / Dirty

    Album Sonic Youth pertama yang gue kenal

    Sebelumnya gue lebih akrab dengan sound Nirvana Nevermind. Ketika album ini di rilis, 1992, majalah Hai menyebut merekalah yang menemukan Nirvana. Oyha? seperti apa sih band ini? Kebetulan mudah sekali menemukan album ini di toko kaset. Setelah gue mendapatkannya. Dengan semangat tinggi gue pulang ke rumah gue yang dalam kondisi sedang di bangun, dan baru 60 persen rampung. Gue setel di kamar gue yang belum jadi. Anjing!!! Noise rock membahan di kamar gue di tambah suara para kuli yang sedang menyelesaikan atap rumah gue bagian belakang. Sangat berisik. Saat itu juga adrenalin gue terpacu. Bebunyian kisruh mereka menempel di otak dan tersebar ke seluruh nadi gue.

    Pada awalnya gue hanya menganggap cover band ini adalah ide lucu-lucuan belaka. Musik Rock dengan cover boneka. Setelah kuliah 3 tahun kemudian, gue baru tau kalo pembuat cover ini adalah seorang seniman kontemporer bernama Mike Kelley. Yang kerap berkarya dengan medium boneka. Dan orang aneh di dalamnya adalah si kutu kupret seniman ndableg tersebut.

    Wish Fullfilment adalah lagu favorit Nomer Satu gue di album ini. bagian lirik
    ” I see you shaking in the light, reading the headline news.
    The others they’re not quite so bright, we want them to choose you
    I could almost see your face tonight, singing simple rhythm’n’blues
    You’ll always be a star…”
    Adalah barisan favorit gue.
    Gue sering menggambarkan betapa gue memuja lagu ini kepada Henry “batman” Fondation ketika masih kuliah. Lonjakan tempo. Noise yang melatari semua lagu hingga liriknya kena banget buat gue. Hingga Batman menyanyikan lagu ini di pesta pernikahan gue. Gila betapa terharunya gue.

    Shoot! adalah kagu favorit ke dua di album dirty. Entah kenapa otak gue langsung terbayang bunyi ilalang dengan jankriknya ketika mendengar intro lagu ini. Senyap, namun gersang. Sebuah trailer. Suami pemabuk tukang gamparin istri. Yang akhirnya di bunuh oleh istrinya sendiri. Lalu sang istri memakai lipstick. dan jalan-jalan dengan mobil suaminya. Hahahaha. Itulah gambaran pribadi gue tentang lagu ini.

    100% masih segar diingatan gue ketika tiba tiba TV menayangkan video klip ini. Waaaah skateboards 🙂 Gue akhirnya membawakan lagu ini dengan kawan-kawan gue. Setelah gue bujuk berulang kali. mereka akhirnya mengiyakan gue, dengan syarat part noisenya di buang semua!!! Jadilah gue menyanyikan lagu ini plain tanpa noise gitar. Jadi kayak Punk Rock yah 🙂

    Youth Againts Fascism dan Nic Fit. Bagian yang menandakan kegemaran Thurston Moore terhadap Hardcore. YAF menghadirkan Ian MacKaye di gitar. Sedangkan Nic Fit adalah cover song dari The Untouchables (yang juga di punggawai adik kandung Ian, Alex MacKaye). Dua nomor yang bersemangat.

    Sugar Kane. Lagu paling hits di album ini. Masuk chart kalo gak salah.

    Theresa Sound World, Drunken butterfly, JC, Purr, Creme Brulee, Swimsuit Issue, Chapel Hill ah gue suka album ini secara keseluruhan.

    Setelah gue mendengarkan album Sonic Youth yang lain. Ternyata Dirty adalah album mereka yang paling nge”POP”

    Morfem Contact: +62858 11 764 764 (booking show & CD’s direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Jude: Jangan Su’uzon, mereka tidak Naif

    Jude: Jangan Su’uzon, mereka tidak Naif

    Gue jemu banget melihat band baru yang mengcover hits-hits milik The Beatles. Sumpah! Tapi ketika Jude naik pentas sebagai opening act di mini konser “Sore”, pada suatu waktu di sebuah bar bernama Eastern Promise. Jakarta. Penilaian gue itu pupus seketika. Gimana nggak, mereka mengcover single The Beatles berjudul “Yer Blues”!! Pilihan tak lazim untuk band yang berpersonil anak muda. Andai mereka mengcover Twist and Shout apalagi Love Me Do, udah cabut pasti gue. Selain itu, pas gue lihat front man mereka. Udah gondrong, tinggi, tambun, kumisan dan pake cutbray lagi. Sambil memainkan gitar pula. Lengkap sudah 😀

    Tanggal 11 Januari 2011 (tanpa di sengaja) bertepatan dengan ulang tahun gue. Mereka merilis EP pertamanya. Dengan judul “Apapun itu EP”. Dan kebetulan pula album ini merupakan Cd pertama yang di putar di mini hi-fi baru gue. Kehadirannya mau-tak mau menjadi spesial. Gue putar lah CD itu. Bah. Intro pertama gue langsung terbayang Black Crowes. Namu ketika masuk verse pertama terbang sudah image burung gagak di kepala gue. Pop 60an langsung menyeruak ke sekeliling ruangan. Track 1 sampai 5 gue putar. Sekilas seperti Naif . Lalu gue putar ulang dari pertama. Ternyata gue salah. Image 60an memang sudah di monopoli Naif. Namun Jude berbeda. Sekali lagi jangan Su’uzon!

    Yehezkiel (frontman mereka) tetap sebagai nilai jual tinggi band ini. Main gitarnya sadis mack. Bluesss. Abisss. Song writing mereka memang berhawa the Beatles. Tapi di bungkus dengan nuansa musik yang campur aduk. 60an pastinya. Dari bunyi gitar ala The Yardbirds, Cream sampe Hendrix ada. Bahkan tabokan Lukman ala Keith Moon (The Who) di drums. Hingga aroma pshychedelia juga ada (anjing! mulai sok tau gue). Yang jelas mereka merekam musik secara live. Kebayang betapa repotnya rekaman dengan teknik seperti ini. Hasilnya cukup busuk (maksud gue Vintage). Dan itu Keren!

    4 track mereka keren semua. Kecuali yang instrumental. Selalu gue skip soalnya (Jadi belum pernah gue denger sama sekali). Tapi Bidaman yang pertama nancep di kepala. Namun secara lirikal Sadar dan Tersenyumlah yang paling istimewa. Eits tunggu dulu! Tentang seorang kawan juga keren. Banyak istilah-istilah unik yang mereka pakai. Keseluruhan album ini bercerita tentang kawan dan cinta pastinya. Sepertinya mereka sudah mulai menemukan formula menulis lirik Indonesia yang oke. Sebuah awalan bagus.

    Mereka menggandakan sendiri album ini dengan format CDR. Di kemas dengan cover yang cukup oke. Di distribusikan sendiri via internet. Gue akhiri tulisan ini dengan kutipan lagu mereka

    “Ayo berjuang Kawan. Hajar yang menghadang. Kurangi asupan. Nanti jantungan. Yang penting senang”

     

    logo morfem

    Booking Contact/CD direct Selling:
    0858 11 764 764
    Twitter: @morfem_band
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Gigs: Mom’s Day Asian Tour. IKJ

    Morfem Gigs: Mom’s Day Asian Tour. IKJ

    Street Gigs dengan Spirit Malu-malu kucing!!

    Mom’s Day sebuah band Melodic Punk Jerman mengadakan lawatan keduanya di Jakarta. Tanggal 11 Februari mereka pentas di IKJ. Gue di kontak Bam Sickos untuk menjadi opening act. Hajar lah. IKJ hmmmmm… Weits almamater gue nih. Biasanya kalo acara di sini suasananya gila-gilaan nih. Terbayang gerakan-gerakan moshing absurd yg belum pernah kita lihat di video manapun, belaga main surfing di konbloklah, celetukan berbau kesenimananlah, sampai anak teater yang selalu request Rolling Stone kepada band manapun yang main. Mantaff. Bam mengkonfirmasi kalau Morfem main jam 22:00 wib, acara di mulai jam 19:00 wib. Deal. Bram baru kelar shootingan, Freddie pulang gawe. Gue selesai siaran. Aman. Dan…tibalah hari yang di nanti…..

    morfem gigs moms day

    Gue sampe duluan di IKJ. Jam 20:30 wib gue lihat di Arloji. Lho kok Mom’s Day masih sound check? Boker salah satu penggagas acara bilang: “Acaranya blom mulai bang, molor!” Jger!!! Panjang juga molornya yha. Mana gue perhatikan sekeliling sepi banget.

    morfem gigs moms day

    Penonton baru segelintir. Gile juga nih. Di era kemajuan teknologi komunikasi abad ini. Acara gratis bisa sepi. Ada yang salah sama panitia nih. Atau mungkin nanti anak kampusnya rame.

    morfem gigs moms day

    Tapi terperangah juga gue, ada anak kecil udah pake Tshirt Mom’s Day. Apakah Mom’s Day sudah sebesar itu, sampai anak-anak kecil di Jakarta ada yang make Tshirtnya he he

    morfem gigs moms day

    Tapi kawan gue ini Tshirtnya cukup menarik perhatian gue, photo dulu ah

    Karena gak banyak yang gue kenal lagi di kampus. Dan ambiencenya membuat gue kikuk, akhirnya gue berkenalan dengan Benny. Vokalis Mom’s Day. Lalu datang mendekati gue Yam (semoga tulisannya bener) Drummer Mom’s day. yang doyan sekali mengunyah Tempe goreng gosong haha. Benny, bertanya pada gue “apakah acara di Jakarta selalu sepi begini?” Lalu gue jawab: “Ah nggak, semakin larut akan semakin ramai”. Jangan sampe malu-maluin negara jawaban gue nih. he he he. Obrolan kita ngalor ngidul dari influence. 10 tahun karir Mom’s Day. Sampe cerita tentang band-band Jerman yang sempat kemari seperti Not Available dan Kreator.

    Malam ini suasana hati gue seperti lagunya Andy Tielman “Stranger in My Land”. Mendingan gue kenalan sama stranger sekalian. Itu lebih baik.

    morfem gigs moms day

    Sekitar jam 22:00 band pertama main. A.N.S. namanya mengingatkan gue akan bis Padang Jakarta pp yang ngetop tahun 80an. Covering Nirvana. Sayangnya mereka sangat terinfluence “keblepotan” Nirvana di panggung. Sering nonton DVD Nirvana sebagai referensi nampaknya . Vokalis dan bassistnya sekilas sudah nampak seperti Cobain dan Novoselic Kw 4. Marcus (Bassist Mom’s Day) duduk paling depan. Waduh jangan sampe malu-maluin negara nih 😀

    morfem gigs moms day

    Akhirnya A.N.S. turun juga. Lho-lho kok Mom’s Daynya bersiap-siap di panggung? Morfemkan di undang sebagai opening act. Sepertinya Mom’s Day belum terbiasa dengan budaya jam karet kita. Waduh mulai Absurd nih acara.

    morfem gigs moms day

    Mom’s Day bermain abis abisan. Tapi penonton adem ayem.

    morfem gigs moms day

    Coba tengok ke kanan…..selow aja

    morfem gigs moms day

    Tengok ke kiri, gak ada perubahan…

    Akhirnya gue membisikkan anak-anak Morfem. Lagu pertama kita cover Black Flag/Wasted di medley The Vaselines/Son Of A Gun. Gue Yakin “sesuatu” akan terjadi nanti 😀

    morfem gigs moms day

    Band ketiga, Separator. Kali ini agak Metal. Penonton masih belum bergeming juga. Celetukan-celetukan udah mulai ada. Tapi gue gak ngerti. Bahasanya kurang universal. He he.

    morfem gigs moms day

    Akhirnya Morfem naik pentas. Lagu pertama langsung hajar Black Flag/Wasted. Pas kita sambung ke Vaselines/Son Of A Gun. Novoselic IKJ pun mulai joget-joget di depan kita….sudah gue duga. (FYI: Son Of A Gun di cover sama Nirvana)

    morfem gigs moms day

    Beberapa temannya juga mulai terpancing. Setelah Son Of A Gun selesai. Novoselic teriak-teriak depan gue merequest Molly’s Lips (another Vaselines song yg di cover Nirvana). Lalu menarik Cobain IKJ, Vokalis gue mau nyanyi bang!!! Tapi si Cobain yang di tarik nampak malu-malu sambil menahan badannya. Gue cuma tersenyum. Bukannya gak mau memanjakan. Tapi lagu sendiri lebih enak di bawakan 😀

    morfem gigs moms day

    Sikat dengan “Who Stole My Bike”. Penonton pun Bubar!!! hahahahaha….

    morfem gigs moms day

    Tapi kita cuek, naik pentas tandanya hajar bleh!

    morfem gigs moms day

    Turun panggung kita bercengkrama dengan Marcus (bass) Yam (drums) Benny (guitar) dan gue lupa kenalan dengan gitaris satu lagi yang berambut merah, dari Mom’s Day.

    Akhirnya Morfem justru di buka oleh band Jerman.

    Penonton malu untuk sekedar bergoyang, padahal 50 persen yang dateng mabuk.

    Atau karena yang datang hanya tau Nirvana???

    Wah kampusku sudah berubah.

    Begitulah malam Yang Super Mega Ultra Absurd

     

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Morfem Video: Pilih Sidang Atau Berdamai Team

    Morfem Video: Pilih Sidang Atau Berdamai Team

    Band tanpa Video, ibaratkan Steak tanpa Garam. Morfem telah merilis debut berjudul”Indonesia”. Maka Video adalah langkah berikutnya. Video pertama Morfem ini di garap tanggal 10 Februari 2011. Mengambil lokasi ruang tamu kediaman Henry Foundation. Video single “Pilih Sidang atau Berdamai” di buat untuk merajai dunia maya. Belum ada rencana untuk tayang di TV karena biayanya yang sangat fantastis. Singlenya hanya sedikit Radio yang memutarkan. Tapi yang namaya Morfem tidak mudah kalah pada keadaan. Kita yang akan mengakali keadaan, Video Morfem datang semua senang 😀

    morfem video klip

    The Sutradara: JIMI vs HENRY

    Dua sahabat ini sudah dua kali berpameran bersama dengan nama JIMI vs HENRY. Kini mereka kembali berkolaburasi dengan format Video.

    Henry Foundation alias Batman adalah vokalis dan otak dari Goodnight Electric. Frigi Frigi dan VULT. Sempat membahana di dunia pervideoan dengan Jadugar. Hingga akhirnya memutuskan menjadi Videographer mandiri. Seniman kontemporer. grafis desainer dan beraeka ragam profesi lainnya.

    Jimi Multhazam. Vokalis Morfem. Pelukis. Penulis. Penyiar.

    Konsep dari Video ini muncul dari benak Jimi. Lalu dia mengontak Henry Foundation untuk berkolaburasi dalam mewujudkannya ke bentuk Video.

    morfem video klip

    The Kameraman: Haoritsa

    Seorang seniman kontemporer. Photographer. Hingga kini aktif merekam kegiatan dari band bernama Naif.

    morfem video klip

    The Penata Artistik: Mushowir Bing

    Ide Video ini penuh dengan properti artistik dari awal hingga akhir. Dengan bantuan Bing semuanya menjadi lebih mudah. Kadangkala Bing juga merangkap jadi DOP. Menyenangkan. Bing adalah seorang Pelukis dan Penata Artistik Profesional.

    morfem video klip

    The Make Up Artist: Mela WSATCC

    Mela yang bertanggung jawab agar Morfem tetap terlihat segar di depan Kamera dengan peralatan Make Upnya. Mela adalah pemain keyboards dari White Shoes and The Couples Company. Pemain Biola klasik. Guru musik pada sebuah sekolah di Jakarta.

    morfem video klip

    Nasta aka Mamarobow

    Istri dari Henry Foundation. Ruang tamu dari rumahnya kita pakai menjadi lokasi shooting. Persediaan Tissue dan Air Mineralya kita habiskan. Dapurnya kita acak-acak. Koleksi buku dan dvd mereka berdua kita jadikan properti tambahan. Terimakasih atas segala kebaikan mu Momorobow 😀

    morfem video klip

    The Band: MORFEM

    Semangatnya gak luntur dari jam 13:00 sampe jam 23:00. Tetap ceria, dan ada-ada saja tingkahnya.

    Nantikan Videonya dalam waktu dekat ini

    MORFEM contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Morfem Interview: Suasana Perbincangan di Trax Magz

    Morfem Interview: Suasana Perbincangan di Trax Magz

    Ruang Meeting Trax Magz dan studio photo MRA groups

    7 Februari 2011

    Kalo kita membaca majalah, biasanya pikiran kita langsung menggambarkan kisah yang di tuturkan. Bisa seru, flat, atau berapi-api. Tapi seperti apa sih suasana ketika di wawancaranya? Nah ini lah suasana yang tertangkap kamera oleh Yenaretsa.

    Kadang suasana jadi serius, bisa juga santai.

    morfem trax magz

    Kalo ekspresinya udah begini, pasti ada ide yang timbul dari cerita kita. Oh iya, cowok gondrong ini adalah Rio. Yang sudah memberikan kita 4 bintang untuk review album “Indonesia” di Traxmagz.

    morfem trax magz

    Ekspresi khas Freddie setiap kali wawancara, cengengesan 😀

    morfem trax magz

    Kalo tangan Bram sudah melambai begini, tandanya dia sedang mengeluarkan isme-ismenya haha

    morfem trax magz

    Pada serius banget yha (mereka gak sadar kalo lagi gue kibulin) 😀

    morfem trax magz

    Setelah tanya jawab, kita di potret deh.

    morfem trax magz

    Wah photonya belum lepas nih, bisa lebih ekspresif gak?

    morfem trax magz

    Bisa dong, kayak ginikan? hahahahaha….

    Teks: Jimi Multhazam

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s direct selling)

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Morfem Interview: Rock In Rabu. Green Radio. 2 Februari 2011

    Morfem Interview: Rock In Rabu. Green Radio. 2 Februari 2011

    Kami di undang untuk berbincang-bincang di Green Radio. Dalam acara Rock In Rabu. Mengupas habis album “Indonesia”, dengan DJ Sandy Santura. Kami sampai di green radio tepat 15 menit sebelum acara di mulai. Dan di ruang studio telah di hidangkan makanan kecil dan air mineral. Freddie langsung menyeruput air minum, maklum dia baru saja pulang kerja. Bram langsung memetik gitar santai, The Beatles dan Pulp mengalun ringan.

    morfem green radio

    Nampak Sandy Satura menyiapkan segala sesuatunya di balik mixer. Kelak dia akan lupa di mana meletakkan picinya 😀

    morfem green radio

    Oke, Rock In Rabu di Mulai. Sandy (tanpa sengaja melepas picinya) mengenakan headphones, kali ini dia di temani Rina Hutajulu.

    morfem green radio

    Kami sempat tertawa-tawa mendengar intro Rock In Rabu Morfem edition. Terdengar mail V.O. menyebutkan musik Morfem dengan bising yang unik, menggelitik dan akhiran berhyma ik lainnya…

    morfem green radio

    Acara pun berlangsung Sandy mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan

    morfem green radio

    Seperti biasa Bram sangat antusias menjawab.

    morfem green radio

    Kalo Freddie selalu menjawab dengan lugas dengan cengengesan khasnya

    morfem green radio

    Biasanya Bram akan berapi-api di tambah dengan lontaran-lontaran isme-nya.

    morfem green radio

    Kalo sudah begini Pandu pun jadi terbawa serius.

    morfem green radio

    Ada satu pertanyaan dari Sahabat Green yang paling gue ingat. Sayang namanya justru gue lupa. Pertanyaan: “Indonesia kan identik dengan penindasan, peperangan, kecurangan dlsb. kalian sebagai Rocker apakah tidak tertarik untuk menjadikan hal tersebut menjadi lagu?”

    Gue jawab: “hahahhahhahah…kita banyak menyentil hal yang lo sebutin. Tapi bukan sebagai inti lagu. Melainkan menjadi bagian kecil dari lirik yang kita buat. Visi Morfem bukan membuat orang yang mendengar menjadi “Marah” kepada keadaan. Tapi justru mentertawakan dan mengakali keaadaan”

    Fhuiih serius amat dia yha hahaha. Makanya beli CDnya, pasti keresahaan lo terjawab hahaha.

    morfem green radio

    Malam itu kita memainkan “Tidur Di Manapun Bermimpi Kapanpun” , “Pilih Sidang Atau Berdamai” dan “Gadis Suku Pedalaman” dalam versi akustik. Sayangnya kita gak sempat memotret momment itu. Terpaksa kita menaikkan gambar Freddie yang meningkahi gitar hahahaha..

    morfem green radio

    Yang pasti suasana Rock In Rabu malam itu banyak di isi dengan tawa. Untuk urusan membangun suasana Sandy Satura memang kawakan.

    morfem green radio

    Selesai show yang luar biasa. Ritualpun dilanjutkan, sesi tanda tangan CD untuk 2 Sahabat Green dengan pertanyaan terbaik, dan juga untuk Library dan 2 awak Green lainnya

    morfem green radio

    Mantaff!!!

    morfem green radio

    Berpose dulu dengan Awak Green Radio. Sandy Satura pun akhirnya menemukan picinya yang terselip di awal siaran 😀

    morfem green radio

    Pindah studio untuk rekam greetings

    morfem green radio

    Inilah contekannya, say hello, perkenalkan diri masing-masing, dan ucapannya 🙂

    morfem green radio

    seperti biasa Freddie keluar jahilnya. Dengan memperkenalkan namanya sebagai Jimi. Buyarlah konsentrasi, meledaklah tawa kita 😀

    morfem green radio

    Di take kedua semakin hancur, Freddie sudah tertawa di hitungan awal hahahahaha

    morfem green radio

    dengan Morfem suasana selalu menyenangkan. Inilah dia perancang suasana malam itu. Sandy Satura. Penyiar Radio. #OrangPenting&AlbumPenting2011

    Text: Jimi Multhazam

    Photo: Jimi Multhazam, Bramasta j Sasongko, Freddie Warnerin

    Morfem Contact: 0858 11 764 764 (Booking & CD’s Direct Selling)

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Cenayang Musik Indonesia 2011

    Cenayang Musik Indonesia 2011

    2011 Musik Indonesia seperti apa? Wah saya bukan cenayang. Tapi sebelum masuk 2011 selera saya di buai musik yang bagus. Mungkin kalo kita tilik dari akhir 2010 kita bisa dapat gambaran seperti apa musik Indonesia 2011. Tapi saya selalu yakin musik Indonesia itu yang terbaik seAsia. Beneran. Coba kita tengok album-album 2010 seperti Bangkutaman, Ode buat Kota. White shoes and the couples company, Vakansi. Leonardo, The sun, Kelelawar Malam, Bayu Risa. Bah! Itu semuanya berwarna beda dan bagus semua. Coba survey 10 orang di busway. Apakah anda tau album-album tersebut. Saya yakin tidak semua menjawab iya. Paling tidak hanya tiga orang yang mengangguk setuju. Itulah fenomena monoton Musik Indonesia. Musik yang keren artinya gak di kenal luas oleh masyarakat.

    Balik lagi ke tahun 1996/1997. Tiba-tiba di kampus saya kedatangan DJ dari Jerman. Alec Empire. Sekedar promosi budaya dari Ghoete Institut. Kita yang dateng terhenyak. Musiknya aneh banget. House tapi kok kenceng ala hard core. Dan beberapa bulan kemudian keluar lah E.P. dari Atari Teenage Riot. Dan meledak di dunia. Inilah Digital Hard Core!! Inggris lain lagi. Mereka punya Radio Program The Selecter. Isinya band-band muda, baru, bahkan underated Inggris yang di putar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bloc Party dan Arctic Monkeys termasuk yang di besarkan mereka. Dua Negara ini sadar kalau musik pop juga bagian dari budaya yang mereka yang perlu di sebarluaskan. Bagaimana dengan Indonesia. White Shoes dan The SiGIT mau main ke luar negeri sampe pontang panting nyari sponsor. Saya yakin Depdikbud pasti kurang paham dengan dua nama tersebut. Intinya Indonesia belum memperlakukan musik sebagai asset Negara. Kalo mengutip sabda sahabat saya, Marsha Suryawinata, jangan-jangan Good Nation Branding belum ada di agenda mereka nih ☺

    Balik lagi ke tahun 2010, saya kerap bangun agak kesiangan. Dan biasanya bangun tidur langsung jalan ke meja makan. Nyari air buat basahi kerongkongan. Sebelum sampe meja makan saya akan melewati TV, dan biasanya program musik pagi sudah menyala. Gak usah di ceritakanlah yha. Kita sudah tau bagaimana bentuk programnya. Lha kenapa band sejenis itu yang ada disana. Kenapa tidak Bangkutaman dengan ode buat kotanya. Atau White shoes dengan Masa Remadjanya. Toh lagunya sama-sama ringan. Selera pembuat keputusannya nih. Saya tidak yakin selera masyarakat, atau biasa di sebut pasar, bentuknya seperti itu. Langsung lewatin TV masuk kamar mandi. Mendingan push up dan sit up, biar darah lancar.Ada yang menarik juga di 2010, sebuah band merilis albumnya. Dalam hitungan dua bulan ludes ribuan keping CD. Padahal show mereka berantakan secara tata suara. Lagunya pun jauh dari catchy.Tapi penonton mereka berjubel. Dan merchandisenya laku keras. Fenomenal sekali. Mereka ternyata seorang marketer wahid, bukan seniman. Lalu saya meninggalkan venue karena kuping tak tahan mendengar sound system yang tajam. Sebelum keluar pintu tengok panggung sejenak, terlihat personilnya sedang berakrobat memutar-mutar gitar. Bunyinya? Hanya feedback tak sengaja. Lalu saya berlalu.

    Akhirnya, akan seperti apakah musik Indonesia di tahun 2011. Karya-karya musisinya, jelas banyak yang bagus. System kurang mendukung. Nah tinggal bagaimana musisi yang bagus bisa sekaligus pintar jadi marketing dan mengakali keadaan. Merekalah yang akan menjadi potret musik Indonesia 2011. Hingga sampai majalah ini tercetak saya belum mendapatkan jawabannya. Siapa gerangan. Bagaimana wujudnya. Yang pasti 11 januari 2011 Jude merilis EP mereka “Apa Pun Itu” dan tanggal 13, Morfem merilis “Indonesia”. Pembukaan yang bagus di 2011. Kelak akan di susul karya ajaib lainnya. Kita lihat saja nanti ☺

    Tulisan ini di muat pada TRAX magazine edisi Januari 2011