Author: admin

  • Hari Pertama Shooting Video Rayakan Pemenang

    Hari Pertama Shooting Video Rayakan Pemenang

    Maklum Morfem terbiasa membuat video dengan available light. Tapi untuk saat ini kolaborasi Morfem X Barde Films cukup terlihat serius dari sisi tata cahaya. Cukup wah untuk ukuran Morfem. Dan Barde Films menggarapnya dengan ultra total!!

    morfem

    Dengan latar belakang hitam dan camera Sony Alpha, Barde Films habis-habisan mengerahkan kemampuan mengolah gambarnya

    morfem

    morfem

    morfem

    morfem

    Ini dia otaknya Barde Films, Surya Penny 😀

    morfem

    Kasih efek asap sedikit biar dramatik ye gak 😀

    morfem

    Uds segitu dulu, kalo di share semua udah gak ada kejutannya nanti 😀

    JM

     

  • Morfem mencari Model klip untuk single “Rayakan Pemenang”

    Morfem mencari Model klip untuk single “Rayakan Pemenang”

    Morfem kembali berkolaborasi dengan komunitas sinema. Kali ini Morfem bekolaborasi dengan Barde Films untuk menggarap single pertama dari mini album Morfem X Converse Sneakerfuzz: Rayakan Pemenang.

    Surya Adi S selaku sutradara dari Barde Films sudah menyelesaikan storyline bersama teamnya. Kelak video ini akan dipenuhi symbol-symbol yang menggambarkan lirik dari lagu Rayakan Pemenang. Dan akan ada pemeran gadis pelari yang akan menjadi tokoh kunci yang akan menyambungkan tiap adegan dalam video Rayakan Pemenang.

    Untuk melengkapi pemeran video ini, Morfem X Converse X Barde Films mengadakan audisi pemeran gadis pelari yang akan di laksanakan di kantor Barde Films, jl Kemang Timur Dalam 14/1A

    Sejalan dengan blog ini di publish, maka pendaftaran calon pemeran “gadis pelari” dalam klip Rayakan Pemenang telah di buka. Jika kamu berminat menjadi model aka pemeran “gadis pelari” dalam video terbaru Morfem, langsung kirimkan
    -photo colse up dan seluruh badan
    -Copy/Photo KTP
    -Akun Twitter
    Lalu email morfem.info@gmail.com

    Mari bergabung dengan kolaborasi apik tahun ini Morfem X Converse X Barde Films

     

  • Bertemu dengan karya Enrique Marty di MOT

    Bertemu dengan karya Enrique Marty di MOT

    Ketika pertama kali mendarat di Jepang dalam rangka perjalanan ke Roppongi Art Night, gue langsung di bawa ke MOT. Sebuah galeri seni kontemporer. Seni rupa kontemporer itu buat gue seperti mendengarkan Radiohead. Sama-sama menyerap energy :p Ketidaktahuan gue akan MOT dan apa yang ada di sana justru menambah rasa penasaran gue. Sudah lama sekali gue gak bercengkrama dengan dunia seni rupa ini.

    mot tokyo jimi multhazam

    Sesampainya di MOT ada 3 project yg bisa gue selami. Marvelous Real, pameran seni rupa kontemporer dari Spanyol dan Amerika latin koleksi Musac (Museum Kontemporer Spanyol), Koleksi MOT dan Fragment pameran seni rupa kontemporer Jepang. Dua hal pertama yang merangsang keingintahuan gue 🙂

    marvelous

    Nah di Marvelous Real inilah gue melihat karya Enrique Marty seorang Spanish painter, sculptor and installation artist. Yang berdomisili dan berlkarya di Salamanca, Spanyol. Karyanya sedap friend. Besaaar dan liaaarrr.

    enrique marty
    berawal dari terpukau dengan ukuran raksasa lukisannya

    Lukisan Enrique banyak di ambil dari photo-photo keseharian yang di lukiskan dalam sisi yg lebih humoris, kadang cabul bahkan maniak.

    enrique marty

    Enrique akhirnya sukses masuk ke jajaran seniman favorit gue. Yoi selera geu memang gak bisa lepas dari lukisan bahkan hal-hal yg illustratif. Melihat karya Enrique seperti menikmati karya Edward Hopper, Eric Fischl, bahkan Kees Van Dongen. Makanya masuk dengan selera gue haha. Kalau ingin tau lebih jauh tentang Enrique Marty bisa lihat di sokin 😀

    enrique marty ghost spirits installation

    Dari Indonesia gue menjumpai karya Enrique Marty di Jepang. Bukan hal yg aneh lagi sekarang. Salah satu cara yang bisa lo lakuin untuk terbang bersama karya lo ke luar negeri adalah dengan mensubmit karya visual lo ke goaheadpeople.com . Go Ahead Callange akan mengirim karya terbaik beserta senimannya ke Paris. Sikat friend 🙂

  • Andy Warhol 15 Minutes Eternal

    Andy Warhol 15 Minutes Eternal

    Menyaksikan 400 karya Warhol di Tokyo

    Menyaksikan 400 karya Andy Warhol di perayaan 10 tahun MORI Art Museum, Tokyo adalah sebuah kesempatan langka yg gak akan gue lupakan dalam hidup gue. Dalam rangka 10 tahun MORI Art Museum mereka mereka bekerja sama dengan The Andy Warhol Museum mengadakan Andy Warhol 15 Minutes Eternal. Dan lokasi pameran ini berdekatan dengan display karya seniman-seniman Indonesia yang berpartisipasi di Roppongi Art Night. Wuww double pleasures.

    andy warhol at selebrity brillo

    Sayangnya di dalam gallery kita tidak di perkenankan untuk memotret. Jadi gue cuma bisa cerita untuk melihat karya-karya Andy Warhol kita musti rela antri dengan pengunjung lain. Belum pernah kejadian di hidup gue orang-orang dengan antusias tinggi berkerumun di depan satu artwork ke artwork lainnya. Keren!

    andy warhol cambels moonwalk flower

    Yang bisa di garis bawahi pameran ini menampilkan proses Andy Warhol dari awal. Dari drawing-drawing dia yang belum sedap di lihat. Drawing Warhol ketika menjadi illustrator Top Fashion Magazine di tahun 50an. Dan proses drawing Campbell’s Soup sampai menjadi silk screen legendaris Campbell’s Soup.

    Lalu di tembok berikutnya kita bisa menyaksikan ledakan-ledakan karya grafis Warhol dalam ukuran Besar. Yoa, kita di tuntun ke dalam era 60an Andy Warhol.

    andy warhol video collaboration factory capsules

    Yang paling seru adalah gue bisa menyaksikan video eksperimen Warhol, yang merespon Velvet Underground ketika Jaming di Factory. Dan dibelakang video itu adalah sebuah replika studio yang bernama The Factory tersebut, lengkap dengan alumunium foil yang membungkus seluruh ruangannya. Lengkap dengan wc dan telephone umum yg berada di dalamnya. Dan pastinya Patung box Brillo yg legendaris 🙂

    Setelah era The Factory kita di tuntun ke era Business Art. Pertengahan 70an ke 80an. Potret besar Mao Tse Tung , Jackie Mick Jagger, Michael jackson, Muhammad Ali. Dan yang mengejutkan adalah beberapa karya kolaborasi dengan Basquiatpun ada. Gokills! bahkan di ruangan lain kita bisa menyaksikan film eksperimental besutan Warhol. Benar-benar terror visual.

    Yang bikin kejutannya makin nampol adalah gue sama sekali gak tau ada pameran ini di Roppongi. Gue cuma di tugaskan Sampoerna untuk mengawal seniman-seniman Indonesia yg berpartisipasi di Roppongi Art Night. Ketika gue sampai Henry bercerita tentang pameran ini. Gue menduga hanya ada 4 atau 5 karya Warhol saja. Tapi ternyata ada 400 cing! Lengkap dengan karya photo, film, dan karya-karya yg belum pernah gue lihat sebelumnya. Dan jangan ketinggalan Time Capsule semacam kumpulan benda-benda pribadi Andy Warhol yg di display dalam sebuah ruangan.

    andy- warhol self portrait

    Lawatan gue ke Roppongi Art Night, Tokyo, Jepang adalah atas prakarsa goaheadpeople.com . Buat lo yang sedang mendalami seni rupa, entah itu visual art, photography bahkan style, sebaiknya segera submit karya lo ke goaheadpeople.com . Karena ada ajang Goaheadchallange yang akan memilih karya terbaik dan akan menerbangkan pemenangnya ke Prancis. Sikat my friend! Kesempatan baik iki 😀

    In The Future, everyone will be world famous for 15 minutes
    Andy Warhol

    baca juga:
    – Hari Pertama Di Jepang (Mengunjungi MOT)
    – Hari ke dua di Jepang (Pembukaan Roppongi)
    – Hal yg terlintas di kepala ketika menyebut Jepang

     

  • Hari Kedua di Jepang: Pembukaan Roppongi Art Night

    Hari Kedua di Jepang: Pembukaan Roppongi Art Night

    Pembukaan Roppongi Art Night, Tokyo, didatangi ribuan penduduk yg antusias

    Tapi sebelum kami ke Roppongi art Night, siang harinya kita jadi turis dulu. Mengunjugi Kuil Asasuka. Suasana siang itu ramai. Pengunjung ramai, mungkin karena akhir pekan.

    2-asasuka-ramai-jimi-multhazam

    Banyak pelajar-pelajar yg datang pada siang itu…

    asasuka anak sekolah jimi multhazam

    Mungkin lagi ada tugas sekolah saat itu 🙂

    asasuka ramai jimi multhazam

    Selain pelajar Jepang, turis mancara negara juga memadati Kuli Asasuka

    asasuka topeng jimi multhazam

    Melipir ke sisi kuil banyak kita temui penjaja suvenir yg tertata rapi. Dan dari situ gue menemukan topeng tradisionil Jepang. K=Bisa kita lihat kenapa mereka sangat maju di animasinya. Karakter trasionalnya saja sudah kartunal 🙂

    melarikan diri dari asasuka

    Akhirnya kita melarikan diri dari keramaian kuil Asasuka siang itu. Jalan jalan seikitt menikmati kota Jepang. Kota yang memiliki kesadaran grafis tinggi

    mori art musium jimi multhazam

    Lalu di siang hari kita sampai di MORI Art Museum. Nanti di lantai 52 karya seniman-seniman Indonesia di display meramaikan Roppongi Art Night. Dan di sebelahnya ada pameran Retrospeksi karya-karya Andi Warhol!! Waaaah.. gue akan menulis khusus tentang ini 🙂

    jepang view mori jimi multhazam

    Sampai di lantai 52 seperti inilah viewnya

    Katsuhiko

    tepat jam 4 kita turun ke bawah. Roppongi Art Night resmi di buka oleh Kuratornya Katsuhik0 Hibino. Lalu Katsuhiko turun dari podium, berkumandanglah intro lagu dari David Bowie. Let’s dance dan penari-penari SMA pun ganti meramaikan podium.

    kontemporer dance

    Mereka melakukan komposisi tari yang sangat “Jepang” sekali 🙂

    Seusai meriahnya pesta pembukaan, gak sabar gue berlari ke lantai 52 MORI Art Museum. Ingin melihat karya kawan-kawan gue yg mewakili Indonesia..

    kemal gibran

    Kemal Gibran menampilkan 3 seri karyanya yg merespon hobby bersepedanya

    saleh husein roppongi

    Saleh Husein mendisplay karyanya yg berjudul Human Instrumen yg di bagi menjadi 3 bagian. Yang pertama menampilkan video dari drawing-drawingnya

    saleh husein roppongi

    Dan di panel ini menampilkan simbol-simbol kendaraan bermotor dari negara- negara produsen yang di konsumsi oleh orang Indonesia.

    saleh husein roppongi

    Lalu selama pameran berlangsung Saleh Husein live drawing figure-figure pengendara bermotor. yang mananantinyafigure-figure tersebut membentuk grafik kenaikan jumlah pemakai kendaraan bermotor Indonesia.

    bondi roppongi

    Bondi menampilkan karyanya dengan print besar uang Indonesia ke atas panel baja yang di bentuk seperti “leceknya” alat tukar Indonesia tersebut.

    henry roppongi

    Henry Foundation memberi judul karyanya Originality Is Nonexistence

    henry foundation roppongi

    Lain Saleh lain pula Henri. Dia membuat karyanya dengan konsep interaktif. Pengunjung Roppongi Art Night diajak berpartisipasi menyelesaikan karyanya.

    henry roppongi

    Dari scene Tokyo Love Story…

    henry roppongi

    Hingga ekspresi antusias khas wanita Jepang

    henry roppongi

    Bahkan pengunjung manca negarapun tertarik merespon karya Henry Foundation.

    henry roppongi

    Duta kesenian Indonesia sukses membuat kehebohan di Roppongi Art Night. Dan gue bangga berada di sana menyaksikan semua ini dari dekat 🙂

    tokyo view

    Yang membuat malam ini semakin lengkap adalah karya-karya seniman Indonesia di display berdekatan dengan view kota Tokyo pada malam hari. Amboii…

    Kalo lo ingin memimpikan pengalaman Internasional seperti Henry Foundation, Saleh Husein, Bondi Goodboy dan Gibranos segera submit karya lo ke goaheadpeople.com

    Bisa jadi cerita berikutnya adalah pameran elo di Paris 🙂

     

  • Hari Pertama Di Jepang (Mengunjungi MOT)

    Hari Pertama Di Jepang (Mengunjungi MOT)

    18 April jam 9 gue sampe di Jepang. Akhirnya hari pertama di Jepang!! Kedatangan gue kali ini di utus goaheadpeople.com untuk mengawal 4 seniman muda yg berpartisipasi dalam Roppongi Art Night tanggal 19-20 April di Roppongi-Tokyo. Ke 4 seniman muda kontemporer ugal-ugalan tersebut adalah Henry Foundation, Saleh Husein, Kemal Gibranos, dan Mateus Bondan aka Bondigoodboy.

    Sampai di Jepang adalah #GoAheadMoment bagi gue 🙂

    Sesampainya di bandara Narita gue langsung dibawa oleh tour guide ke MOT ( Museum Of contemporary Art Tokyo). Saat itu ada dua pameran yang berlangsung. Dan ada pula koleksi MOT yang berisi seniman-seniman besar Jepang dan Internasional. Dan yang paling menabjubkan gue bisa melihat dari jarak dekat karya Roy Lichtenstein dan Robert Rauschenberg. Ini Gilaaa… pengalaman extra #GoAheadMomment!

    MOT Tokyo

    Tapi dari 2 proyek pameran yg sedang berlangsung di MOT , karya Enrique Marty yang paling menyita perhatian gue. Entahlah selera gue gak terlalu berjodoh dengan kontemporer art kecuali yg masih berbau painting 🙂

    Tokyo

    Setelah puas ngider- ngider di MOT kita akhirnya ke pusat Tokyo dan merasakan sensasi menyeberang di lampu merah sana.dan menikmati serbuan payung-payung transparan.

    4 seniman

    Inilah ke empat wajah duta seni rupa Indonesia di Roppongi Art Festival. Dari kiri Gibranos, Saleh Husein, Bondi Goodboy, dan Henry Foundation. Kalo elo mau punya kesempatan seperti mereka tinggal submit karya lo ke goaheadpeople.com di penghujung nanti akan ada yg di kirim ke Paris. Siapa tau elo orangnya friend 🙂

    henry batman

    Setelah agak kedinginan keliling Tokyo kita pun mampir sebentar buat makan malam. Dan gue dengan cermat mendengarkan Henry Foundation bercerita tentang seni rupa kontemporer dan negara-negara yang pernah dia datangi. Eh tapi latar belakang dia di sebelah kiri menarik juga tuh hehe coba kita lokit..

    blur

    Yah blur lagi, coba gue focusin sedikit lagi…

    focus

    Alamak seperti inilah mahasiswi Kampus kesenian di Jepang… Amboiiii…. :p

     

  • Press Release: Beni Resmi Mundur Dari The Upstairs

    Press Release: Beni Resmi Mundur Dari The Upstairs

    Pentas di Acreate De Larosa 9 Maret silam, merupakan salah satu pentas terbaik The Upstairs di tahun 2014. Banyaknya fans yg hadir memadati venue hingga banyak antrian di luar yg tidak mendapatkan kesempatan masuk bisa menjadi salah satu parameter kesuksesan malam itu. Selain susunan lagu dari album lama hingga Katalika yang juga pas di suguhkan. Suasana crowd juga merespon dengan seru permainan kami.

    Tapi suasana malam itu juga merupakan hal yang keren bagi Beni untuk mengakhiri perjalanannya bersama The Upstairs. Benar, seturunnya dari pentas Beni Adhiantoro menyatakan resmi mundur dari The Upstairs. Beni berkomentar singkat:

    “Keputusan saya mundur dari The Upstairs karena ingin fokus menjalani bisnis keluarga di bidang furniture dan mengurangi kegiatan bermusik”

    Tentang keputusan Beni ini Jimi Multhazam berkomentar:
    “Gue pribadi tidak terkejut dengan keputusan Beni. Gelagat ini sudah mulai terbaca oleh gue beberapa bulan terakhir Beni mendalami “Agama”. Beni tetap gue kenang sebagai drummer hebat yang bisa bermain keras tapi juga memiliki groove yg asik. Dia juga seorang producer berbakat. Tetapi keputusan meninggalkan semua ini tetap ada di tangan dia. Sebahai kawan gue menghargai keputusannya. Dan gue doakan yg terbaik selalu untuk Beni”

    Andre “Kubil” Idris berkomentar singkat:
    “Beni adalah seorang yang perfeksionis, rapih dalam bermusikdan segala hal dalam hidupnya”

    Saat ini The Upstairs sedang mempersiapkan album ke lima dan Andre “Kubil” Idris yg mendapatkan tongkat estafet untuk memproduseri album ini. Format baru sedang di persiapkan. Yang pasti album kelima akan banyak nuansa yg lebih”planet” di banding album Katalika. Dan untuk tampil di pentas The Upstairs telah memilih beberapa additional player yang paling mumpuni.

  • Hal yang terlintas di kepala ketika menyebut Jepang!

    Hal yang terlintas di kepala ketika menyebut Jepang!

    Hal pertama yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

    ropongi akira takasaki

    Akira Takasaki, gitaris Heavy Metal Jepang tahun 80an. Jangan berfikir tentang J-Rock, band doi, Loudness mengusung Heavy Metal dan cadas pada zamannya.
    Hal kedua yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

    Voltes

    Voltes V yg entah kenapa kalo di video lokal namanya jadi Voltus 😀
    Hal ketiga yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

    godzilla

    Godzila 60an, entah kenapa figure ini lebih keren dari buatan Amerika tahun berapa pun. Please Hollywood menyerahlah untuk mencoba menyaingi kerennya Godzilla Jepang. Usahamu sia-sia sampai kapanpun!!
    Hal keempat yg gue ingat kalau menyebut kata Jepang:

    Hachiko

    Hachiko, kisah kerinduan seekor anjing akan hadirnya sang majikan di stasiun kereta. Kisah yg sukses di filmkan dan membuat gue banjir tangis melunturkan gengsi gue yang setinggi langit.
    Hal kelima yang gue ingat kalu menyebut kata Jepang

    miyabi

    Maria Ozawa, setelah gue menonton video berdurasi pendek debutya, gue merenung. Sebenarnya cewek secantik dia bisa melakukan lebih banyak hal daripada video-video pendek tersebut. Tapi…Ah sudah lah..

    Yang pasti mulai tahun ini hal pertama yang akan gue ingat kalo menyebut kata Jepang adalah

    ropongi poster

    ropongi artnight

    ROPPONGI!

    Yoi Roppongi my friend, sebuah tempat di kota Tokyo. Dan tahun ini adalah Roppongi Art Festival yang ketiga. Keren banget tuh. Jadi selama 32 jam galeri dan museum yg berada di Ropongi tetap buka sejak pagi tanggal 19 -20 April malam. Gue membayangkan bisa menyaksikan matahari terbit dan menikmati morning view magis Tokyo di antara karya-karya kontemporer, instalasi dan performance art. Aiiih keren ☺ Tahun ini Katsuhiko Hibino yg jadi kuratornya

    Katsuhiko Hibino

    Tema Ropongi Art festival tahun ini diselaraskan dengan diumumkannya Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade: “Move your body’ which associates with the cognitive body of art”. Ternyata yang terlibat dalam Ropongi Art Festival bukan hanya seniman-seniman kontemporer Jepang. Indonesia juga mengirimkan seniman-seniman nyentriknya. Go Ahead Challenge mensponsori Henry Irawan (Batman-nya Goodnight Electric), Saleh Husein (Ale-nya WSATCC), Bondan (Goodnight Electric juga), dan Gibranos untuk terbang ke Ropongi memboyong karya mereka. Sadiiiis. Gue selalu bangga menjadi kawan mereka ☺

    Minggu lalu mereka cerita ke gue, dengan tampang girangnya pas tau bakal dikirim ke Jepang. Gimana engga, mereka bakal terlibat dalam eksibisi itu, barengan sama seniman-seniman dari seluruh penjuru dunia. Wan Ale aka Saleh WSATCC bakal bikin human instrument tentang erupsi Gunung Tambora di tahun 1815. Batman mau bikin kolase kain warna-warni. Gibranos bikin hologram print art, dan Bondan bikin instalasi uang rupiah yang dicetak di seng. Semuanya bakal dibawa ke Jepang tanggal 17 April besok (dan gue ikutan jadi supporter haha ).

    Ibaratnya, ini bakal jadi pengalaman internasional yang ngga bakal mereka lupain (dan gue juga dong). Pengalaman ini dikasi sama Go Ahead Challenge buat pelaku-pelaku seni kayak mereka, sebagai bentuk apresiasi terhadap insan kreatif. Go Ahead Challenge sendiri merupakan kompetisi yang diadain di GoAheadPeople.com, di mana setiap orang bisa submit karya seni mereka… dan berkesempatan untuk dapet pengalaman internasional serupa kayak keempat kawan gue ini. Tapi bukan ke Jepang. Hadiah Go Ahead Challenge akhir tahun ini lebih dahsyat, my friend!! Paris!!! Kalo mau lihat tulisan gue soal Go Ahead Challenge, buka aja link ini.

     

  • Lirik Indonesia Keren: Symphony / Lensa Kamar Putih

    Lirik Indonesia Keren: Symphony / Lensa Kamar Putih

    Gadis yg bercumbu dengan butiran tablet berwarna

    Di ambil dari album ke dua Symphony berjudul Metal tahun 1983. Ketika lagu ini sedang hits gue baru kelas 3 SD. Masih gemar main tokadal, dampu dan permainan kampung lainnya. Tapi abang tertua gue sering memutar lagu ini di rumah. Pelan-pelan terekam di benak gue. Ketika dewasa akhirnya gue mencari lagi lagu ini. Dan ketika gue dengar ulang…waaaah liriknya keren luar biasa. Sebuah lagu yg bercerita tentang gadis “pecandu”.Simak dulu aja lagunya friend. Ayolah di klik –>

    Lensa Kamar Putih

    Tempatkan dirimu dan diriku dalam satu cita
    Dialog sederhana dan mudah saja, tegas tapi nyata
    Adakah kau ragu selama ini atau tak kuasa
    Rangkulan butiran tablet berwarna membuat mu lupa

    Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
    Pengisi sepi akrab selama ini
    Berjalan kaku tak sanggup berlagu
    Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

    Wajahmu tak lagi cerah ayu, berganti sendu
    Tubuh yang menuntut tak kompromi tak mau tahu
    Kau jual diri sebagai pengganti jenuh dan frustrasi
    Membiarkan racun datang mengabdi untuk meronta

    Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
    Mencari mimpi yang tiada berarti
    Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
    Mencoba lupakan yang lalu

    Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
    Pengisi sepi akrab selama ini
    Berjalan kaku tak sanggup berlagu
    Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

    Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
    Mencari mimpi yang tiada berarti
    Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
    Mencoba lupakan yang lalu

    Symphony adalah
    Fariz RM, Ekki Soekarno, Jimmy Paais, Herman “Gelly” Effendi, Tony Wenas
    Lihat video penampilan Symphony di Aneka Ria Safari, video yg di upload dengan nama account youtube Proclaro Jaya. Terimakasih atas videonya friend 🙂

    Baca juga Lirik Indonesia Keren: Deddy Stanzah / Paradox

     

  • DEDDY STANZAH / PARADOX sebuah cerita singkat

    DEDDY STANZAH / PARADOX sebuah cerita singkat

    Saat ini gue mencoba memutar kembali fikiran gue ke tahun 2001 silam. Pertama kali gue tau album Paradox Deddy Stanzah dari sebuah poster di jalanan. Gue sedang naik mikrolet M 01 (Kp Melayu Senen) duduk di depan. Di dekat Bearland (Matraman) gue melihat sebuah poster yg cathy. Bentuknya masih jelas di kepala gue, seperti gambar album di atas.

    Wow, Deddy Stanzah! Saat itu gue belum begitu ngeh tentang lagu-lagu beliau. Tapi image dia sebagai rocker bengal sudah terpatri sejak gue melihat pin up doi di majalah remaja ketika gue SD.

    Akhirnya hari itu juga gue memutuskan untuk mencari kaset Deddy Stanzah / Paradox di Gunung Agung Kwitang. tahun 2001 masih ada toko kaset di sana. kalo gak salah di lantai 3. Toko kasetnya menempel dengan bagian Agama Islam, Masagung. Tidak sulit untuk mencari album Paradox di rak Indonesia. Karena covernya lumayan catchy di banding rilisan pop lokal saat itu.

    Singkat kata gue sudah di depan kasir, dan bersiap membayar. Seperti biasa pramuniaga dengan ramah menawarkan untuk memutarkan dulu kasetnya.
    Pramuniaga: “mau di putarkan dulu kasetnya mas?’
    Gue : “Oh boleh mba” 🙂
    Pramuniaga membuka bungkus kaset dan memutar di tape deck. Soundnya cukup besar dan menembus counter agama lantai 3 di Gunung Agung. Intro lagu Paradox terdengar. Gue mendengarkan sambil merogoh dompet di kantong kiri celana jeans dekil gue. Asik juga intronya. Klasik 🙂
    Tiba-tiba masuk ke lirik pertama. Terdengarlah dengan jelas suara Deddy Stanzah…..
    Deddy Stanzah: “Aku suka mabuk-mabukan…. jtrek kaset di matikan dengan keras oleh pramuniaga!
    Pramuniaga : (dengan wajah anik) “Mas ini lagu apa sih?”
    Gue : “loh mana saya tau mba, saya kan baru aja beli”
    Gue menjawab dengan wajah mesem-mesem geli tapi berusaha tetap sopan.
    Nampak si pramuniaga buru-buru membungkus kaset gue. Mukanya tampak merasa takut melakukan kesalahan 🙂

    Setelah membeli kaset ini, gue langsung memutar di studio kriya kayu di kampus. Serta merta kawan-kawan tergelak mendengar intronya. Dan gilanya saat itu juga kaset muter ke kawan-kawan dan hilang entah kemana.
    Beberapa hari kemudian gue gterpaksa membeli lagi kaset Paradox tanpa harus mencobanya. Gara-gara album ini gue jadi menelusuri karya-karya dimana Deddy Stanzah terlibat. Bukan hal mudah, lo tau sendiri pendokumentasian musik kita seperti apa. Tulisan gue ini juga sebagai “pengingat” pada generasi berikutnya. Kalo dulu ada rocker bengal bernama Deddy Stanzah yg juga merupakan seorang penulis lirik brilian dan punya album keren berjudul Paradox.

    Baca Juga:

    Lirik Indonesia KEREN: DEDDY STANZAH / PARADOX