Category: Art

  • JIMIvsHENRY #5 , 4 Mei 2013

    JIMIvsHENRY #5 , 4 Mei 2013

    JIMIvsHENRY kembali lagi! Kali ini gue dan Henry Foundation aka Batman berkolaburasi lagi di event bernama A-create diBalai Kartini tanggal 4 Mei 2013. Konsepnya Drawing di atas kertas dan di tempel jadi mural di atas tembok. Bah gue gak ngerti apa namanya. Beginilah karya kami saat itu …

    JIMIvsHENRY

    Awalnya kita di undang seorang kurator dan founder Ruangrupa, Ade Dharmawan untuk berkolaburasi dalam event A-create. Di event itu juga tergabung kolaborasi seni lain karya Sir Dandy+Monik, The Popo+Marishka Soekarna, dan Gardu House. Selain itu juga ada acara musik dan ada tenant-tenant yg lagi hip di Jakarta. Event ini cuma terjadi dalam satu hari! Sedap gak tuh 😀

    JIMIvsHENRY

    Untuk Gue dan Batman kolaborasi ini merupakan proyek kelima. Kolaborasi ini sudah bernama JIMIvsHENRY sejak tahun 1997 ketika kami masih kuliah. Proyek pertama JIMIvsHENRY adalah pameran lukisan senang-senang di Ruang Pamer IKJ. Proyek kedua adalah ketika kami berdua jadi seniman residensi pertama Ruangrupa dengan tajuk “Porno” pada tahun 2001. Kolaborasi ke tiga terjadi di tahun 2010 melebur dalam bentuk video musik dari band Fuzz Rock bernama Morfem. Dalam lagu berjudul Pilih Sidang Atau Berdamai. Video ini sempat mendapatkan predikat video terbaik 2011 dari berbagai media. Lalu Kolaborasi keempat kembali dalam video musik milik Morfem berjudul “Tidur Di Manapun bermimpi Kapanpun. Dalam kolaburasi kelima ini kami embali kepada fitrahnya sebagai anak senirupa 😀

    JIMIvsHENRY

    Untuk A-Create ini penggarapan cukup memakan waktu lama. Selama seminggu, 5 jam sehari, dan 3 jam pertama di isi dengan obrolan panjang tentang apa saja. Lalu sisanya mendengarkan album band terbaru Thurston Moore, Chelsea Light Moving haha..

    JIMIvsHENRY

    Untuk gue pribadi momment ini bisa di bilang awal kembalinya gue ke senirupa. Jujur selama 2012 gue hanya menggambar dengan tinta china di atas 3 lembar kertas. Dan proyek ini sebesar 7 x 3 meter. Wuih kenaikan aktifitas yang cukup signifikan.

    JIMIvsHENRY

    Yang pasti JIMIvsHENRY akan muncul secara tiba-tiba. Tunggu tanggal mainnya.

     

  • Persamaan antara David Bowie, G.B.H, dan A.M.Q.A

    Persamaan antara David Bowie, G.B.H, dan A.M.Q.A

    Ketiga nama ini cukup berpengaruh dalam pemilihan selera musik gue. Ketiganya bernuansa berbeda. Bowie solois Inggris, bernafaskan Glam Rock. Muncul di awal 70an. Dengan ballada absurdnya. Dan image Ziggy Stardust yang benar-benar glamour. Sedangkan G.B.H. adalah band Street Punk Inggris awal 80an. Sakan mengganti Glitter dengan Spike, musiknya di geber lebih keras. Lain lagi dengan A.M.Q.A. Dari pinggiran Amrik dengan musik Thrash Metal yang di lebur dengan Punk. Musiknya lebih cepat lagi. Biasa kita sebut dengan Crossover. Dengan lirik humor. Penampilan yang lusuh. Seperti remaja yang jarang pulang kerumah. Dan tidur sembarangan. Kalau dari pendengeran perbedaan mereka sangat jauh terasa.

    Tapi ternyata ada persamaan diatara mereka bertiga. Perhatikan artwork illustrasi covernya. Perhatikan perspektif gedungnya. Nuansa warnanya. Bentuk jendelanya. Batu batanya. Sinar Kuningnya. Wuih…. Menarik yha. Bagaimana pendapat kalian 🙂

    David Bowie Ziggy Stardust

    David Bowie / The Rise and fall of Ziggy Stardust And The Spiders from Mars. 1972.RCA records. Photo: Brian Ward (BW). Color Retouch: Terry Pastor

    G.B.H

    G.B.H / City Baby Attacked By Rats. 1982.Clay Records. Illustrator Bob. C.

    A.M.Q.A

    A.M.Q.A / Mutant Cats From Hell. 1988. Ever Rat Records. Illustrator: Grim Pickens and Nose.

    Sedaff, tak bosan memandangnya. Menurut gue illustrator merekalah yang saling memengaruhi 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD, buy online at demajors.com
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • artwork TRASH Indonesia masa kini, edan!!!

    artwork TRASH Indonesia masa kini, edan!!!

    Thrash Metal tanpa artwork album illustratif sepertinya kurang afdol. Begitu sih pengalaman gout di kala 90an. Zaman sekarang Thrash Revival sedang marak lagi, dan Indonesia kena dampaknya. Dan rilisan-rilisan Thrash lokal sangat keren dalam penggarapan artworknya. Sehingga ada kenikmatan tersendiri untuk memburu rilisan mereka (tsaaah bahasa gue dah ah 😛 ). Singkat kata mari kita nikmati 🙂

    bromocorah

    Bromocorah / Men666anas
    Illustrator: Riandy Kurniawan
    Track favorit gue: Pedal Pelana
    Ketika gue memebeli album ini, jujur gue gak belum pernah mendengar mereka. Apalagi nonton mereka manggung. Tapi artwornya menarik banget. Monster berwajah sangat Indonesia. Bertshirt Komunal, Hitam Semesta. Jaket Jeans buntung. Celana Jeans di potong sedengkul. Sepatu Kets tanpa kaos kaki. Membawa molotov di tangan kiri (walau secara logika susah juga nyetir motor berkopling seperti ini), dan yang paling epic… motor yang di tungganginya: RX KING!!!! Poll!!! Indonesia banget. Canggih Riandi.

    gravedancer

    Grave Dancers / Morbid Nation
    Illustrator: Denta Tok
    Track Favorit Gue: Dunia Dalam Neraka
    Sebelum mendengar album mereka, gue sudah familiar melihat artwork mereka. Dari Poster (yg terpampang di perpustakaan Ruangrupa), hingga merchandise Tshirt mereka yang sekilas gue jumpai bersliweran di sebuah acara. Secara musik menurut gue mereka lebih condong ke Crossover. Mungkin itulah mengapa artwork ini mengillustrasikan sekelompok pemuda (bergaya ala Crossover/Thrash) bertempur berhadapan dengan sekumpulan zombie berkerah rapi bahkan seragam polisi. Kalo di buka bagian sleeve dalamnya kita akan melihat kepiawaian Denta mengillustrasikan wajah/karakter orang Indonesia yg marah. Keren!

    gigantor

    Gigantor / Gigantor
    Illustrator: Barata Dwiputra
    Track Favorit gue: Rotten Soul
    Gue kurang paham nih sampulnya gambar apa. Sepertinya cockpit pesawat. Sepertinya Barata sedang menggambarkan kecepatan tinggi, gele, dan Hallusinasi. Ehm dan ada action figure Dimebag di sebelah kirinya sebagai extras. Lalu image tengkorak di depannya. Hukumnya wajib buat Thrash. Apalagi Gigantor haluannya lebih ke Speed Metal/Thrash 80an. Image tengkorak itu Fardhu Ain 🙂

    sby

    Social BLack Yelling / Mankind Under Condemnation
    Album Art: Oyoy, Diaz, Boni
    Track Favorit gue: Emosi Distorsi
    Gak di jelasin siapa yang menjadi Illustrator di album ini. Makanya gue tulis aja ketiga nama tadi. Dari semua album di atas SBY kurang sukses secara teknis Illustrasi. Anatomi dan perspektifnya bener-bener terdistorsi. Tapi justru itulah yang membuat image artwork ini seperti Underground Thrash. Hal menarik lainnya adalah pemilihan nama bandnya. Nama band ini kalo di singkat menjadi SBY. Entah yang mana duluan timbul, singkatan namanya atau nama panjangnya duluan 🙂

    logo morfem
    Booking Contact: 0815 89 86 915
    Morfem CD and Merchandise click SHOP
    Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
    Twitter: @morfem_band
    Morfem Use:
    Radix Guitars
    Crooz Apparel
    Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

  • Graffiti teraneh dalam hidup gue

    Graffiti teraneh dalam hidup gue

    Clubing, pasti ini graffiti serius. Coba lo liat latar belakangnya. Si pelaku (atau senimannya) sampai bela-belain ngeblok tembok dengan cat putih. Serius pasti nih. Tandanya dia membuat Graffiti ini gak sembari lewat terus coret kayak anak STM.

    Tapi arti Clubing itu sendiri apa yha? Atau Clubbing kali maksudnya yha? Hmmm setau gue orang-orang yang pergi ke Nite Club itu tergolong Hedonistah. Jadi gak mungkin bersinggungan sama Street Art. Jadi opo toh iki maksudnye masbro?

    🙂

     

  • Haram! Pameran bersama Poison #1

    Haram! Pameran bersama Poison #1

    Poison #1 adalah pameran bersama ke dua gue di tahun 2011. Di laksanakan di sebuah gallery yang cukup mewah di Art District, Grand Indonesia east mall, lg. Sejak dari tanggal 31 March sampai 30 April. Waktu pameran yang cukup lama. Menyenangkan. Pameran bersama ini juga menampilkan karya PinkGirlGoWild, Emte, Monica Hapsari, Motulz, dan Ika Vantiani.

    Awalnya pameran ini bertujuan untuk di selaraskan dengan peluncuran buku Eunice Nuh aka PinkGirlGoWild berjudul Racun. Gue di kontak Eunice untuk berpartisipasi di kelompok ini. Judul pamerannya cukup oke. Poison. Walaupun kalimat pertama yang hadir di kepala gue ketika di tawarkan gabung adalah “Open Up And Say Aaah…” 🙂

    haram display

    Berminggu-minggu berlalu, belum ada ide cemerlang yang hadir di kepala gue. Hingga suatu pagi. Tujuh Hari sebelum pembukaan pameran. Twitter ramai oleh pembahasan tentang fatwa MUI tentang haramnya menghormat bendera. Sambil ikut nimbrung di dunia maya mengomentari komentar kawan-kawan gue yang serius amat. Tentu dengan bahasa bercanda gue, plus mencela ke kanan ke kiri. Hingga akhirnya terbersit ide “Haram” di kepala gue….

    hormat upload

    Eureka! Akhirnya datang juga ide gue untuk berpameran nanti. Haram. Hormat bendera di haramkan. Kopi luwak sempat di haramkan. Mengapa Pembajakan hak cipta (CD dan DVD) tak pernah di beri fatwa haram. Mengapa senjata tajam tidak di haramkan oleh dunia. Dan semoga Harim tak pernah mendapat pangkat Haram. hahaha…tinggal bagaimana mengeksekusinya.

    Karena tempat berpameran yang cukup lux. Akhirnya gue punya ide untuk menampilkan Haram dengan format poster. Seperti yang pernah gue lakukan di jalanan beberapa tahun silam. Gaya jalanan masuk ke ruangan dingin berAC. Jika elo membaca postingan ini sebelum tanggal 31 April. Segeralah datang ke Puri Gallery. Rasakan sensansinya.

    Berlagak Gila!

    Ha ha

    JM

     

  • Pameran pertama di 2011 (1001 Pintu)

    Pameran pertama di 2011 (1001 Pintu)

    Pameran Seni Rupa 1001 pintu ini di selanggarakan di Ciputra World Marketing Gallery, Jakarta, 26 Januari-6 Februari 2011. Wuuuh, sebuah pameran besar buat gue. 101 seniman terlibat. Gue di undang sebagai Musisi untuk menafsirkan sebuah pintu. Mohon di baca lagi, sebagai Musisi, yeah!! Ada untungnya sih gue di undang sebagai Musisi, beban morilnya jadi lebih ngehe! Asoy. Melihat nama Gallerynya: Ciputra World Marketing. Maka gue juga akan mengadakan Marketing di pameran ini. Dan karena di undang sebagai musisi. Maka karya menafsirkan pintu gue ini juga gak jauh- jauh dari musik. Itulah ide awal gue.

    Beberapa bulan sebelum pameran gue di kirimkan sebuah pintu. Betapa terkejutnya gue melihat bentuk pintu ini. Ternyata pintu yang gue dapet adalah sebuah pintu garasi kuno. Dan merupan hanya bagian kecil dari pintu yang panjang. Gila. Bentuknya aneh banget. tapi keren juga. Pintu garasi. Garage Rock yhe gak 😀

    Akhirnya, gue berhasil menyelesaikan karya ini. Masih dengan style “Disko Bareng Seniman” . Gue pun menulis di atas pintu. Lengkap dengan kolasenya. Karena menurut gue Menulis itu sama dengan Melukis di fikiran orang lain. Gue akan mengeksplore gaya ini di tahun 2011. Wah Pameran Besaaar 😀

    Jakarta 26 januari 2011

    Jimi Multhazam

    OutNow: Morfem “Indonesia” Available in CD

    Morfem Contact: +62858 11 764 764 (Booking Show & CD’s direct selling)

    Morfem use RADIX guitars

    MORFEM DATANG SEMUA SENANG

     

  • Artwork pertama di 2011

    Artwork pertama di 2011

    Disco bareng Seniman

    Januari 2011

    Ide awal dari artwork ini ketika The Upstairs di undang main di perayaan 10 tahun Ruangrupa. Secara gue di undang sebagai musisi bukan seniman (dan selalu begitu). Makanya gue mengakali, gimananya caranya gue bisa hadir sebagai Musisi sekaligus seniman. Gokill? Heheh. Akhirnya gue mengakali kostum The Upstairs. Lalu gue menulis penggalan-penggalan lirik diatas kostum manggung nanti. Dan karya ini gue beri judul “Disco Bareng Seniman”. Ngehe emang tapi persetan lah. Yha kan 🙂